Follow Akun IG: Oni_RA
ANINDYA VANISHA atau sering di panggil anin, harus menikah dengan kakak iparnya yang bernama KENATH ABRAHAM.
Cobaan cinta dan pengorbanan masa mudanya pun harus ia perangi demi meraih cinta sejati.
Suatu peristiwa yang menimpa kehidupan anin, membuat hidup anin berubah begitu cepat, bahkan senyum di bibir anin, cinta dan bahagia semua telah di renggut oleh satu peristiwa yang terjadi dalam sehari. peristiwa yang tak terduga merubah kehidupan anin dan menjatuhkan dirinya dengan sangat tajam.
Penasaran dengan kisah nya????
Dari pada penasaran, mending baca langsung deh...hehehe....
Jangan lupa LIKE, VOTE dan KOMEN POSITIF agar menambah semangat author.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oni_C, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episod 11
Pagi sudah menyapa, embun pagi membasahi bunga dan rumputan di bumi. anin memulai runitas nya sebagai istri, rutinitas yang di awali dengan menghidangkan makanan untuk kenath.
Anin melihat bibi yang sedang memasak dan mengiris beberapa potong sayuran.
"Bibi....sini, biar anin bantu!" anin mengambil alih memotong sayuran.
"Tidak usah nyonya....ini sudah tugas bibi!" Bibi menolak.
"Tidak apa apa bi...anin udah terbiasa kok memasak, karna jika di rumah anin juga bantuin bunda masak" Jawab anin mulai memotong sayuran.
Setelah beberapa menit, anin dan bibi selesai memasak, tetapi anin tidak melihat kenath keluar dari kamar nya, akhirnya anin memutuskan untuk membangun kan kenath.
Tok tok tok tok....
"Mas......" Anin mengetuk pintu tetapi tidak ada jawaban dari dalam kamar, anin mencoba untuk membuka pintu tetapi pintu kamar di kunci.
Tok tok tok tok anin mengetuk pintu kamar kenath, tanpa anin sadar pintu kamar terbuka dan ketukan yang awal nya di pintu kini berubah tepat di dada kenath.
anin yang menyadari langsung diam.
"Maaf....." anin menurunkan tangan nya.
"Ada apa?" Tanya kenath.
"Tadi anin kira mas belum bangun, anin takut mas telat berangkat kerja makanya anin...." Anin belum selesai bicara tetapi kenath langsung berjalan meninggal kan anin.
"Hhhuuufffftttt" Anin menghembuskan nafas nya dan mengelus dada nya.
❤❤❤
MEJA MAKAN.
Seperti biasa anin mengambil makanan untuk kenath.
"Mas....." Anin memulai pembicaraan.
Tetapi kenath tetap fokus dengan sarapan pagi nya tanpa menjawab dan melirik anin.
"Mas....." Sapa anin lagi.
Tangan kenath berhenti dan menatap anin.
"Kenapa?" Tanya kenath.
"Mas....apakah boleh halaman belakang anin tanamin beberapa bunga?" Tanya anin.
"Terserah..." Ucap kenath dan menyantap makanan nya lagi.
Selesai makan kenath melihat arloji yang melingkar di pergelangan tangan nya dan langsung berdiri dari tempat duduk nya.
"Mas....." Anin berlari kecil mengejar kenath.
"Hhaaaiiiissss.... Sungguh menyebalkan" Gumam kenath di hati.
"Kenapa???" Kenath berbalik badan.
"Tas nya ketinggalan" Anin memberikan tas kerja kenath.
"Mas....." Ucap anin sedikit ragu meneruskan ucapan nya.
"Boleh gak anin mencium tangan mas ketika ingin pergi kerja..." Kenath mengulurkan tangan nya dan anin mencium tangan kenath.
Kaki kenath melangkah menaiki mobil yang di dalam nya sudah ada ferro asisten pribadi kenath, dari kaca spions kenath melihat anin yang berdiri di depan pintu menunggu kepergian kenath.
"Ccciihhhh.....Cari muka!" Desis kenath dalam hati dan mengalihkan pandangan ke depan.
❤❤❤
MENANAM BUNGA
Setelah mobil kenath menghilang dari pandangan nya, anin segera masuk ke rumah dan bersiap siap kepasar untuk membeli beberapa bibit bunga.
"Bi....jaga rumah ya!" Pesan kenath saat melihat bibi mengepel.
"Nyonya mau kemana?" Tanya bibi
"Mau kepasar bi...anin mau beli beberapa bibit bunga untuk menanam nya di halaman belakang!" Ucap anin.
"Baik nyonya..." Ucap bibi.
Anin segera pergi kepasar menaiki sepeda motor nya dan beberapa beberapa bibit bunga.
Setelah selesai membeli beberapa bibit bunga, anin langsung pulang ke rumah dan menghampiri halaman belakang.
"Halamannya cukup luas, tapi sangat kotor dengan rumput rumput ini" Gumam anin di hati melihat halaman belakang.
"Nyonya ada yang bisa bibi bantu?" Tanya bibi menghampiri halaman belakang.
"Apakah bibi tidak lelah? lebih baik istirahat aja bi, biar anin aja yang ngerjain ini" Anin mengeluarkan beberapa pot bunga yang di beli.
"Tidak nyonya...bibi tidak bisa diam, karna bibi sudah terbiasa menghabiskan waktu dengan bekerja" Bibi membantu mengeluarkan pot bunga.
sdah retak susah untuk di sembuhkan
dia benar2 menyesal