NovelToon NovelToon
Jejak Sang Raja Legenda Prabu Munding

Jejak Sang Raja Legenda Prabu Munding

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan / Action / Spiritual
Popularitas:977
Nilai: 5
Nama Author: lintang88

Tidak semua raja menaklukkan dunia dengan pedang.

Sebagian hanya meninggalkan jejak—di tanah yang pernah mereka pijak, di sumpah yang tak pernah ditarik, dan di kisah yang terus dibisikkan dari generasi ke generasi.

Di tengah zaman yang bergejolak, nama Prabu Munding Jayananta mulai disebut-sebut.

Bukan sebagai penakluk yang haus kuasa, melainkan sebagai raja yang menyatukan kerajaan-kerajaan kecil di bawah satu panji,

Namun semakin luas persatuan terbentuk, semakin besar ujian yang datang.

Musuh tidak selalu datang membawa pasukan.

Sebagian hadir sebagai ambisi, dendam lama, dan kebenaran yang diperdebatkan.

Jejak Sang Raja adalah kisah tentang persatuan, legenda, dan harga yang harus dibayar ketika seorang raja memilih untuk dikenang—bukan sebagai penguasa mutlak, tetapi sebagai jejak yang mengubah arah sejarah.

Jejak sang raja adalah seri ke tiga, lanjutan dari 2 kisah sebelumnya ;

Tahta berdarah sang pangeran

Pendekar mesum berambut perak

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lintang88, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tetirah

" ahhh...segar nya...!! "

" pagi nyimas...

" pagi nyi...aih...harum nya...apa yang kamu masak nyi..?"

" sayur kelinci nyimas...!"

ahh... tunggu sebentar aku bersih bersih dulu baru kita makan sama sama..!"

Pagi yang cerah , di lembah gunung Dampit Nawang bangun pagi dalam ke adaan segar.

Sudah dua pekan Nawang pergi dari istana majayan, dia sedang melakukan apa yang disebut resi Pangarep sebagai "tetirah"

Nawang menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian di Martapura,

Di kaputren majayan, Nawang banyak termenung bermuram durja.

Pada suatu hari dia menghadap prabu munding , dia ingin bertemu dengan resi Pangarep.

Sang kakak tentu saja tidak keberatan, dia segera mengajak Nawang ke gunung Balur,. tempat kediaman sang resi

Di hadapan resi Pangarep dan prabu munding,.Nawang berkata;

" apakah saya ini wanita pembawa sial Romo?

kenapa dewa berlaku tidak adil pada saya dan kanda pangeran?? kenapa mereka para dewa itu tidak membiarkan kami senang...!

" aisss.... pertanyaan macam apa itu nyimas, mana mungkin dewa tidak adil, lagipula nyi mas itu bintang keberuntungan majayan loh..

" tapi kenapa saya bisa membunuh suami sendiri?? Martapura hancur setelah saya datang..apakah itu bukan berarti saya pembawa sial Romo ..!!"

Nawang hampir menjerit ketika mengatakan hal itu..

prabu munding berdiri, dengan penuh kasih dia memeluk adik nya yang sedang rapuh ini.

" apa salah saya Raka prabu...mengapa dewa tidak membiarkan kami senang...!

Di pelukan kakak nya Nawang menangis, dua tangan sang prabu terkepal, matanya juga berkaca kaca.

Lebih baik menghadapi seribu musuh daripada.mendengar tangis orang yang kita kasihi..

resi Pangarep menatap nawang ..dia paham sangat paham gejolak jiwa Nawang,

" hmppp ini sangat berbahaya, tak bisa di biarkan...batin nya..lalu dia melanjutkan perkataannya.

" nyimas...apakah nyimas mau dengar jawaban jujur dari Romo??

" iya Romo...tolong jawab se jujur nya.."

" baik nyimas... pertama soal apakah nyimas wanita pembawa sial??"

" jawabannya bukan...!!

 nyimas hanya sebagai jembatan , penghubung kejadian yang disebut ketetapan

yang kedua kenapa tidak adil..

jawaban nya "apa sih adil itu nyi mas??.

 Jika adil itu didasarkan atas pandangan manusia, maka Romo bisa katakan, dunia memang tidak adil..!!

yang ketiga..kenapa tidak membiarkan kami senang..

jawaban nya, senang itu bukan pemberian, senang juga sebuah pilihan yang harus di perjuangkan

Tidak mungkin hidup di dunia senang terus selama nya , sesuai ke inginan kita.

Jalan tidak lurus dan mulus semua, pasti suatu saat akan bertemu belokan, entah ke kiri entah ke kanan

Yakin lah... setelah kesedihan pasti ada kesenangan..

Dibalik kesusahan pasti ada kemudahan.

Jadi nyi mas, untuk kondisi mu sekarang Romo sarankan... pergilah "tetirah" pergilah mengembara, keluar dari Majayan.

Karena alasan itulah , sekarang Nawang ada di lembah ini..

Dia tengah melakukan perjalanan tak.bertujuan bersama pengawal setia nya ,nyi gendis...keluar dari negri kelahirannya majayan .

******

Istana Martapura

" hmpppp... hampir seratus tahun hidup, ternyata hanya untuk melihat kehancuran negri yang dulu kami bangun.

entah bagaimana ke depannya...semoga saja pangeran Citra mau melanjutkan tahta ..jika tidak , Martapura hanya tinggal cerita..

aku sendiri tak mungkin bisa melanjutkan tahta.. hmppp..."

mpu Gambir Anom menghela nafas berat, saat ini dia sedang duduk termenung di ruang pribadi raja.

Disini ada banyak rak dan lemari yang berisi pusaka kerajaan.

Sebuah kotak berbahan kayu Cendana ada di depannya.

Lama dia menatap kotak itu, ingatan nya melayang kembali ke masa lalu yang masih sangat jelas.

mpu Gambir Anom adalah satu satunya saksi sejarah Martapura yang tersisa.

Awal Martapura berdiri, usianya baru 20 tahun, .

Dia sendiri adalah adik kandung dari permaisuri raja sekaligus murid dari sang raja Martapura pertama, prabu jaya laya.

Kerajaan Martapura terhitung baru,

Didirikan oleh seorang resi pendatang dari negri India kurang lebih 40 tahun lalu.

Prabu indra laya adalah generasi ke dua, sedangkan pangeran giri ketika kelak menjadi raja adalah generasi ke tiga

Sayang ..manusia memang hanya bisa berencana, keputusan Akhir tetap ada di tangan sang kuasa

Dua generasi telah tiada..hanya menyisakan dia yang seorang penganut hidup sendiri tanpa anak tanpa istri dan pangeran Citra laya yang senang mengembara

Harapan terakhir ada di tangan pangeran Citra jika ingin nama Martapura tetap ada.

Saat ini pangeran Citra sendiri masih ada jauh di pegunungan Himalaya sana

Pangeran Citra bisa kesana karena di bawa kakek nya , resi Candra Naya seorang ketua sekte yang bernama sekte puncak dewa

Martapura memang di bangun oleh dua orang resi Kaka adik asal India.

 Jayesh Naya dan Candra Naya

Tujuan awal kedatangan mereka adalah menyebar kan pemahaman baru tentang ke tuhanan.

Dulu , sebelum bernama Martapura, daerah ini bernama tanjung pura.

Sebuah daratan yang belum ada pemiliknya.

Saat itu hanya ada satu suku kecil, dengan jumlah orang yang tidak lebih dari 50.

Kedatangan dua orang ini juga tak sengaja, mereka terdampar setelah perahu yang mereka gunakan karam.

Dua orang ini membawa banyak perubahan pada suku kecil ini.

Selain konsep ketuhanan,mereka juga mengajarkan banyak hal

mpu Gambir Anom sendiri adalah murid pertama resi jayesh Naya.

Setelah satu tahun menyebar kan agama, jayesh Naya menikah dengan kakak mpu Gambir Anom.

Pengaruh jayesh Naya makin luas , apalagi setelah dia di angkat menjadi kepala suku.

Berkat Pengetahuan nya yang luas, dia meyakini banyak orang untuk membangun sebuah pelabuhan guna membuka jalur perdagangan .

Perhitungan nya ternyata benar', setelah pelabuhan di dirikan, tanjung pura menjadi makin maju dan terkenal.

Jayesh Naya, menyadari, sebuah pelabuhan yang makin lama makin berkembang tidak mungkin hanya di kuasai seorang berstatus kepala suku

Memikirkan itu, dia kemudian membangun kerajaan baru yang dinamakan Martapura dan dia pun berganti nama menjadi jaya laya, sesuai dengan logat penduduk lokal.

Candra Naya yang telah mengantarkan kakak nya sampai puncak kekuasaan, akhirnya pamit pulang,

tujuan hidupnya adalah dunia dewa di pegunungan Himalaya.

Lama tak ada berita, hingga tiga tahun setelah prabu jaya laya mangkat, ,Candra Naya barulah datang .

Melihat bakat istimewa citra laya, dia kemudian membawa pangeran Citra bersama nya.

Saat dia pergi, dia memberikan peti yang sekarang ada di hadapan mpu Gambir Anom

mpu Gambir Anom saksi sejarah,dia kenal dengan Candra Naya, dia memanggil Candra Naya paman guru .

" jika terjadi sesuatu di Martapura, .pakai ini, caranya ada tertulis di dalam.."

begitulah pesan Candra Naya yang kembali tergiang di telinga nya.

" hmppp..."

mpu Gambir Anom tersadar dari lamunan nya, dia kemudian membuka kotak itu.

Selembar kain, satu kuas kecil dan dua buah batu berwarna kuning dan biru ada di dalam kotak itu.

Ada catatan kecil tentang cara menggunakan benda ini di dalam kotak penutup nya.

" jimat pesan...ini kertas nya, ini batu tulis nya dan yang ini pasti batu roh nya..

ya ..ya..aku mengerti...

setelah memahami cara kerjanya, mpu Gambir Anom kemudian mulai menulis

" Martapura hancur setelah berurusan dengan sekte nirwana

Gusti prabu dan seluruh keluarga nya terbunuh ,mohon untuk pangeran Citra bisa datang, Martapura butuh penerus.. dll..dst.."

Selesai menulis, mpu Gambir Anom menggelar kertas nya di atas meja, batu berwarna biru terang di ambil dari kotak.

Batu itu dingin ketika di sentuh nya, dengan segera batu di letakkan di atas kertas.

" swing ...."

Batu melayang di atas kertas, menyala terang, dan berputar seperti gasing ..

" blarr"

batu meletup, hilang tak berbekas bersama kertas di bawah nya .

Dengan tatapan mata takjub mpu Gambir Anom membatin.

"Semoga benar benar bisa sampai pada paman guru Candra Naya..."

1
anggita
saran saja, tiap awal paragraf/alinea sebaiknya pakai huruf besar🙏
Lintang88: hatur nuhun saran nya..🙏
total 1 replies
Batsa Pamungkas Surya
lanjutkan👍💪🙏
Batsa Pamungkas Surya
lnjiuuut
Lintang88: 👍 siappp..
total 1 replies
Batsa Pamungkas Surya
siapakah yg akan menyelesaikan kekacauan ini..?
nantikan kisah selanjutnya pd episode yg akan datang
SAMPAI JUMPA.....
Lintang88: 😄😄..sabar ya .👍
total 1 replies
Rhaka Kelana
nah gitu dong jadi pemimpin harus tegas, berwibawa dan bijaksana jangan lembek serta mudah terpengaruh 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!