NovelToon NovelToon
Setelah Dicerai, Aku Jadi Bos Barumu

Setelah Dicerai, Aku Jadi Bos Barumu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tina Mehna 2

Selama menikah, Gia menyamar jadi istri polos yang cuma tahu urusan dapur. Tapi Aldo sang suami, malah menceraikannya demi cewek lain yang katanya anak direktur. Gia cuma tersenyum dan langsung tanda tangan. Lagipula, cape berpura-pura miskin!
Keesokan harinya, Aldo dengan sombong menghadiri rapat sebagai manajer baru di perusahaan raksasa VK Group. Dia berniat pamer demi bikin Gia menyesal.
Tapi saat pintu rapat terbuka, Komisaris Utama sekaligus pemilik saham terbesar masuk dengan anggun.
Itu Gia!
Gia tersenyum manis menatap mantan suaminya yang pucat pasi. "Manajer Aldo, buatkan saya kopi. Jangan lambat, gajimu saya yang bayar sekarang."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina Mehna 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11. Strategy

Gia menatap wanita yang dulu sering menghina dan menindasnya itu tanpa rasa iba sedikit pun. Hatinya sudah mati untuk Siska dan Aldo.

"Panggung sandiwara kamu dan Aldo sudah usai, Siska," ujar Gia dingin. "Nikmati peran barumu sebagai penonton kehancuran kalian sendiri."

Nyonya Laras berpaling menatap putri tunggalnya. Aura dingin yang tadinya menyelimuti wajah wanita itu seketika sirna, berganti dengan senyum hangat dan rasa bangga yang luar biasa.

"Kamu sudah puas bermain-mainnya, Gia?" tanya Nyonya Laras lembut. "Saatnya kamu kembali ke takhta yang sebenarnya dan memegang kendali penuh."

Gia membalas senyuman itu, lalu melangkah mendekat dan merangkul ibunya pelan. "Pembersihan di kantor baru saja dimulai, Bu. Aku tidak akan berhenti sebelum semuanya bersih."

Elkan ikut melangkah mendekati Gia dan ibunya. Pria itu menyatukan kedua tangannya dan membungkuk hormat di depan Nyonya Laras dengan sikap yang sangat sopan dan elegan.

"Selamat sore, Tante Laras," sapa Elkan manis, senyum menawan terukir di wajah tampannya.

Nyonya Laras menurunkan sedikit kacamatanya, menatap Elkan dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan pandangan menilai. Setelah beberapa detik, senyum penuh arti terukir di bibirnya.

"Elkan... anak dari keluarga Vance, kan?" tanya Nyonya Laras. "Terima kasih sudah menjaga putriku selama dia menyamar di kantor. Kamu cukup tanggap."

"Sudah menjadi kewajiban saya, Tante," jawab Elkan lugas.

Nyonya Laras terkekeh pelan. "Lalu... kapan kamu mau membawa orang tuamu ke rumah untuk meresmikan hubungan kalian? Tante rasa masa penjajakan kalian sudah cukup."

Uhuk!

Gia tersedak ludahnya sendiri seketika. Wajahnya langsung memerah padam sampai ke telinga. "Ibu! Ngomong apa sih?! Jangan sembarangan!"

Elkan justru terkekeh renyah, menikmati reaksi menggemaskan dari wanita di sampingnya. Pria itu menatap Gia dengan pandangan hangat yang begitu pekat dan intens.

"Secepatnya, Tante Laras," jawab Elkan mantap tanpa ragu sedikit pun. "Setelah semua masalah lalat-lalat pengganggu di kantor selesai kami bereskan."

"Elkan! Kamu jangan ikut-ikutan ngaco ya!" Gia melotot galak ke arah Elkan, berusaha menutupi rasa gugupnya. Namun di dalam dada kirinya, ada desir aneh dan detakan hangat yang makin sulit ia tepuk keluar.

Di tengah suasana hangat itu, ponsel Elkan di dalam saku jasnya bergetar hebat berkali-kali. Suara notifikasi darurat terdengar nyaring.

Elkan merogoh ponselnya, dan raut wajah santainya seketika berubah menjadi sangat serius. Sebuah notifikasi darurat bersimbol merah dari sistem keamanan internal VK Group muncul di layar utama:

[PERINGATAN SISTEM KEAMANAN TINGKAT HIGH]

"Siska telah berhasil mengunggah potongan dokumen internal VK Group dan sertifikat rahasia ke forum publik beberapa menit sebelum ditangkap! Isu manipulasi saham mulai menyebar."

Dampak: Pesta Dansa Tahunan Perusahaan besok malam terancam diboikot oleh sejumlah investor utama!'

Gia yang berdiri di sebelah Elkan ikut membaca pesan darurat tersebut. Senyum di wajahnya seketika menghilang, berganti dengan kilatan mata yang tajam dan dingin.

"Gia," panggil Elkan penuh keseriusan, menatap wanita di sampingnya. "Sepertinya serangan terakhir mereka baru saja dimulai."

Gia menarik napas dalam-dalam, lalu mengepalkan kedua tangannya erat-erat. "Trik murahan. Siska dan Nico pikir ini bisa menjatuhkan kita?"

Gia menoleh menatap ibunya, lalu kembali menatap Elkan dengan keyakinan penuh. "Kalau mereka mau bermain api di Pesta Dansa besok malam, maka akan ku pastikan mereka sendiri yang terbakar sampai jadi abu."

Keesokan harinya, di ruang kerja utama Presdir di lantai paling atas VK Group terasa dingin mencekam. Di luar, hujan deras mengguyur kaca-kaca besar gedung, menciptakan pantulan cahaya lampu kota yang berpendar samar.

Gia berdiri mengamati papan transparansi yang penuh dengan skema investor. Di sampingnya, Elkan sibuk menyusuri lembaran cetak dari lalu lintas unggahan forum publik yang sempat disebarkan Siska sebelum wanita itu ditangkap.

"Postingan itu bertahan cuma empat belas menit sebelum tim IT kita menurunkannya," ujar Elkan sambil menggeser laporan di mejanya. "Tapi dampaknya lumayan licik. Nico memanfaatkan momen itu buat memprovokasi tiga investor utama dari konsorsium regional. Mereka mengancam membatalkan kontrak di Pesta Dansa besok malam."

Gia memutar tubuhnya anggun, memegang cangkir kopi hitam yang masih berasap. "Tiga investor itu pasti cuma cari celah buat nego ulang persentase deviden. Nico cuma bensinnya."

"Dan kamu mau biarkan bensin itu membakar acara besok?" Elkan memiringkan kepala, menatap Gia dengan tatapan dalam.

"Justru sebaliknya," Gia menyunggingkan senyum tipis yang sarat ancaman. "Bensin itu bakal aku pakaikan buat membakar balik semua musuh yang mau main-main sama VK Group."

Elkan terkekeh pelan. Ia bangkit dari kursi kerjanya, melangkah pelan mendekati Gia hingga jarak di antara mereka melenyap. Aroma parfum kayu cendana khas Elkan langsung menyapa indra penciuman Gia, membuat napas wanita itu sedikit tertahan.

"Setiap kali kamu makin dingin dan tajam begini," bisik Elkan dengan suara rendah yang berat, "aku makin sadar kalau aku nggak salah milih pasangan masa depan."

Gia menatap mata cokelat gelap milik Elkan, berusaha menetralkan jantungnya yang mendadak berdetak tidak beraturan. "Kita lagi bahas bisnis, Elkan. Jangan mulai deh."

"Siapa bilang aku cuma bahas bisnis?" Elkan tersenyum tipis, jarinya bergerak pelan menyentuh ujung lengan blazer Gia. "Aku sudah janji sama Tante Laras. Setelah lalat-lalat ini bersih, aku nggak bakal ngulur waktu lagi."

Gia membuang muka, pura-pura batuk kecil untuk menutupi rasa canggungnya. "Fokus dulu sama acara besok malam. Nico pasti punya rencana cadangan."

Gia melangkah kembali ke papan transparansi, mengetukkan jemarinya pada tiga nama investor yang bermasalah. "Tiga investor itu... PT Nusantara Mitra, Buana Holding, dan Danendra Capital, kan?"

"Betul," sahut Elkan seraya menyandarkan tubuhnya di tepi meja. "Danendra Capital yang paling vokal mengancam memboikot. Pemiliknya masih kerabat jauh Nico."

Gia menyunggingkan senyum licik. "Sempurna. Kalau begitu, besok malam kita tidak perlu membujuk mereka."

"Lalu?" Elkan mengangkat sebelah alisnya.

"Kita potong jalur mereka," jawab Gia mantap. "Ibu sudah menyiapkan berkas konsolidasi Kirana Group untuk mengambil alih seluruh saham Danendra di VK Group. Besok, di depan para media dan tamu undangan, kita akan umumkan akuisisi penuh. Investor yang berniat memboikot... bakal mati berdiri melihat harga saham kita justru melambung naik."

Elkan tertegun sejenak, lalu tawa renyahnya pecah. Pria itu mengulurkan tangannya seraya memiringkan kepala. "Rencana yang sangat kejam, Nona Kirana. Apakah kamu siap berdansa denganku besok malam? Bukan cuma di atas panggung dansa, tapi di atas kehancuran musuh-musuh kita?"

Gia menyambut uluran tangan Elkan, menggenggamnya erat. "Tentu saja. Mari kita beri mereka pertunjukan yang tak terlupakan."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!