Selama lima tahun, Bayu telah mengorbankan segalanya untuk merawat Vira dan membesarkan anak dari mantannya, namun ia justru diusir dan dicap sebagai sampah begitu Rama,pria kaya yang dulu mencampakkan Vira,kembali dengan jabatan mentereng sebagai manajer perusahaan besar.
Dihina habis-habisan di depan pintu keluar kantor catatan sipil usai meneken surat perceraian, hidup Bayu berputar 180 derajat saat sebuah Sistem Pengubah Jalur Hidup bangkit di kepalanya dan memberinya kartu-kartu kekayaan mutlak.
Dari seorang pria melarat berhati tulus, Bayu kini melangkah ke dunia para elite kota besar, siap membalas setiap tetes air mata dengan kekuasaan yang membuat orang-orang yang dulu merendahkannya berlutut memohon ampun.
Bantu Cherlly dengan LIKE,KOMENTAR & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Kami selalu balas komentar yang kaka pertanyakan🥰🥰💋
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 8
Sore menjelang malam merayap di sudut kota dengan awan kelabu yang menggantung rendah.
Suasana di dalam apartemen sewa kecil Vira terasa jauh lebih menyesakkan daripada badai di luar sana.
Vira mondar-mandir di ruang tamu sempit itu dengan gelisah yang tidak karuan.
Layar ponsel di genggamannya terus menyala, menampilkan panggilan yang diabaikan Rama sejak satu jam lalu.
"Ke mana sebenarnya pria ini?" gerutu Vira dengan suara bergetar tipis.
"Kenapa dari tadi nomornya sama sekali tidak aktif?"
Rasa tidak enak bergemuruh hebat di dalam dadanya.
Sejak pagi tadi, ia sudah didera firasat buruk menyusul pertengkaran mereka soal kedatangan sang ibu ke penthouse Bayu.
Tiba-tiba...
Brak!
Suara pintu apartemen dibuka paksa dari luar dengan kasar.
Vira terperanjat, spontan menoleh ke arah pintu masuk dengan mata membelalak.
Rama berdiri di ambang pintu dengan penampilan yang amat berantakan.
Jas kerjanya robek di bagian bahu akibat tarikan satpam, dasinya bergeser ke samping, dan rambutnya acak-acakan tidak keruan.
Wajah Rama pucat pasi, matanya merah menyala menyimpan amarah sekaligus keputusasaan pekat.
"Mas Rama!" seru Vira langsung berlari mendekat. "Kamu kenapa? Kenapa penampilanmu bisa separah ini?"
Rama menepis kasar tangan Vira yang hendak menyentuh lengannya.
Brak!
Pria itu membanting pintu apartemen hingga dinding di dekatnya ikut bergetar.
"Kita hancur, Vira!" teriak Rama dengan suara serak parau yang lolos begitu saja dari tenggorokannya.
Vira terdorong mundur selangkah, ngeri melihat suaminya tampak kehilangan akal sehat.
"Hancur bagaimana maksudmu, Mas?" tanya Vira dengan suara bergetar ketakutan.
"Coba jelaskan pelan-pelan!"
Rama tertawa terbahak-bahak secara histeris, tawa putus asa yang terdengar menyesakkan dada.
"Aku dipecat!" bentak Rama tepat di depan wajah Vira.
"Aku dipecat secara tidak hormat di depan ratusan karyawan di lobi kantor!"
Vira membekap mulutnya dengan kedua tangan, matanya membelalak ngeri.
"Dipecat?" bisik Vira nyaris tak terdengar.
"Bagaimana bisa? Kamu manajer operasional senior di sana!"
"Semua itu karena bajingan sialan itu!" teriak Rama menghantam dinding apartemen dengan kepalan tangannya hingga buku-buku jarinya berdarah.
Dugh!
"Siapa? Siapa yang kamu maksud?" tanya Vira semakin panik.
"Bayu!" seru Rama menyebut nama itu dengan kebencian yang meluap-luap.
"Mantan suamimu itu sekarang pemegang saham mayoritas di perusahaan tempatku bekerja!"
Deg!
Jantung Vira serasa berhenti berdetak seketika.
Pandangannya mendadak berkunang-kunang, membuat lututnya terasa lemas seketika.
Bayu?
Mantan suami yang selama lima tahun ia anggap hanya menumpang hidup padanya?
"Itu tidak mungkin, Mas!" sangkal Vira histeris sambil menggelengkan kepala berulang kali.
"Kamu pasti salah lihat! Dari mana dia punya uang untuk membeli perusahaan sebesar itu?"
"Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, Vira!" bentak Rama mencengkeram kuat kedua bahu Vira hingga istrinya itu meringis kesakitan.
Vira menatap kosong mata Rama yang basah oleh air mata keputusasaan.
Kenyataan pahit itu menghantam kesadarannya telak tanpa ampun.
Selama ini ia mengira telah membuat keputusan terbaik dengan meninggalkan Bayu demi pria yang lebih mapan.
Nyatanya, ia justru membuang permata demi batu kerikil rapuh yang kini menjerumuskannya ke jurang kebinasaan.
"Kita habis, Vira..." bisik Rama melemah, tubuhnya merosot jatuh terduduk di lantai keramik yang dingin.
Cicilan apartemen, kartu kredit yang diblokir, mobil yang bakal ditarik leasing... kita tidak punya apa-apa lagi.
Vira ikut terduduk lemas di sebelah suaminya.
Air mata penyesalan yang sedari tadi ia tahan akhirnya tumpah membasahi pipi.
Isak tangis wanita itu pecah memenuhi ruangan sempit tersebut.
"Kenapa... kenapa semua ini bisa terjadi pada kita?" ratap Vira sambil memeluk lututnya sendiri.
Di tempat terpisah, ribuan kilometer dari apartemen sempit itu, Bayu duduk santai di ruang kerja pribadinya di The Crown Penthouse.
Layar transparan sistem di hadapannya berkedip pelan menampilkan informasi perkembangan situasi.
[Sistem Pengubah Jalur Hidup: Target kehancuran tahap pertama berhasil menciptakan kepanikan psikologis yang masif.]
[Mendapatkan bonus poin stabilitas mental inang +20.]
Bayu menyesap teh hangat di cangkirnya sambil menatap grafik data digital yang melayang di udara.
Ia tidak merasa iba sedikit pun pada tangisan Vira maupun kehancuran karier Rama.
Semua penderitaan itu buah dari pengkhianatan dan kesombongan yang mereka tanam sendiri selama bertahun-tahun.
"Ini baru permulaan dari perhitungan lima tahun," gumam Bayu dingin di dalam ruangan yang sunyi.
Ponsel di atas meja kerjanya bergetar sekali lagi.
Pesan masuk dari nomor baru yang tak dikenal muncul di layar.
Pesan itu berisi permohonan maaf yang panjang dari Vira, memohon agar Bayu mau mengangkat teleponnya walau sebentar.
Bayu melirik sekilas tanpa ada niat sedikit pun untuk membacanya secara utuh.
Jari telunjuknya bergerak menyentuh tombol hapus.
Pesan itu lenyap seketika dari layar ponselnya.
Bayu menutup laptop kerjanya dengan perlahan.
Malam semakin larut, namun masa depan baru yang cerah baru saja membentang luas di hadapannya.
Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰