NovelToon NovelToon
Istri Bodoh Pangeran Arya

Istri Bodoh Pangeran Arya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Cinta setelah menikah / Cinta Murni
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Najmu Laila

Di hari pernikahannya. Aluna menggantikan sang adik untuk menikahi pangeran Arya. Adik dari raja yang rumornya menderita penyakit aneh. Setiap penyakit itu kambuh, Dia akan membunuh siapapun yang mendekatinya. Tetapi, Setelah bertemu Aluna. Penyakit Arya melunak, Bahkan begitu lembut menghadapi sifat kekanakan Aluna meskipun penyakitnya kambuh.

Lalu, Bagaimanakah Aluna hidup bersama Arya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najmu Laila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JATUH BERSAMA.

‎Setelah selesai melakukan ritual pernikahan. Arya memutuskan untuk kembali ke kediamannya bersama Aluna. Keduanya bersiap menaiki kereta kuda untuk menempuh perjalanan menuju kediaman pangeran Arya.

‎‎"Kakak, Ibu...Aku dan Aluna akan pulang." Ucap Arya berpamitan. Ibu suri tersenyum dan mengusap lembut pucuk kepalanya.

‎‎"Kau harus minum obat tepat waktu, Aluna... Tolong jaga Arya." Ucap ibu suri, Mereka berdiri tepat di depan gerbang kekaisaran.

‎‎"Baik, Ibu suri." Jawab Aluna.

‎‎"Baik ibu, Kalau begitu. Kami undur diri." Arya membantu istrinya naik ke dalam kereta kuda. Setelah merasa semua selesai, Kereta kuda berwarna hitam itu meninggalkan istana dengan laju yang lumayan cepat.

‎‎"Yang mulia, Aku ingin makan ayam." Pinta Aluna, Arya memasang wajah datar "Yang di otak-mu apakah hanya ada ayam?" Tajam tapi terlihat cemburu.

‎‎"Apa sekarang aku tidak boleh makan ayam lagi, Ayam kan enak." Sebal Aluna, Arya mengecup singkat pipi cabi Aluna. " Cium aku, Jika ingin ayam." Tawarnya.

‎‎Dengan wajah yang masih kesal, Aluna menempelkan bibir mungilnya di pipi Arya, Hanya menempel tanpa ada tekanan. Itu semakin membuat Arya tertawa.

‎‎"SERANG! BUNUH PANGERAN ARYA,DAN TANGKAP PUTRI ALUNA HIDUP-HIDUP!"

‎‎Teriakan seseorang membuat kereta kuda itu berhenti seketika. Mereka di hadang oleh beberapa orang bertopeng dengan lambang serigala hitam. Ini adalah lambang pasukan rahasia milik baskara.

‎‎"TUTUP TIRAI, DAN LINDUNGI YANG MULIA DAN PERMAISURI ARYA!" teriak Juna, Terdengar suara dentingan pedang yang bertemu. Serta panah yang melesat seperti rintik hujan.

‎‎Aluna berteriak saat beberapa panah hampir menembus kereta kuda milik mereka. Arya memeluknya dengan khawatir. Melihat situasi yang mulai kacau, Arya mulai mengambil keputusan.

‎‎"Diam di sini, Aku akan segera kembali." Ucapnya, Aluna menahan tangannya dengan erat. " Yang mulia, Jangan." Gadis itu menatap Arya dengan wajah tak rela. "Yang mulia baru saja sembuh." Arya melepas tangan Aluna dengan pelan. "Aku akan segera kembali, Percayalah." Bujuknya.

‎‎Panah terus berdatangan, Arya keluar dengan sebilah pedang tajamnya. Pedang yang menemaninya berperang di usia belia, Hingga menemani kegilaannya tanpa Aluna. Bedanya, Hari ini ia gunakan pedang itu untuk melindungi seseorang, Bukan untuk membunuh.

‎‎"Kalian, Lindungi ratu-ku!" Perintah Arya pada beberapa prajuritnya, Ia turun dan segera menebas satu persatu orang bertopeng itu.

Arya menebas 3 orang bertopeng sekaligus. Napasnya terlihat lelah, Ekor matanya tak pernah lepas dari kereta kuda itu. Jantungnya terasa di remas, Kedua matanya memerah. Beberapa orang bertopeng itu mulai mendekati kereta kuda. Arya menggeram,"Kalian lawan aku! Jangan sentuh dia!"

Tapi jumlahnya terlalu banyak.

Sang Kusir terpanah hingga tewas seketika, 2 kuda depan panik dan bergerak cepat. Kereta kuda itu oleng, Dan berlari menuju jurang.

Sebuah jurang perbatasan yang tidak pernah di dekati oleh siapapun, "Aluna!" Teriak Arya, Ia berlari sekuat tenaga mengejar kereta kuda itu, Berusaha menghentikan lajunya. Aluna hendak keluar dan menatap Arya "Yang mulia!" Kereta itu melewati tebing.

"PEGANG AKU!" teriak Arya, Kereta kuda itu jatuh terlebih dahulu. Barulah Arya dan Aluna yang saling berpelukan.

BRAKKK!!!

Kereta terjun, Lalu Menggelinding dan patah. Arya dan Aluna terjun bebas tanpa pengaman.

"Yang mulia, Aku takut." Gumam Aluna, Arya memeluk Aluna dengan cukup erat.

"Yang mulia!" Teriakan Juna Terdengar cukup samar, Di tutupi kabut dan dalamnya jurang yang menelan Aluna dan Arya.

****

"Kami berhasil yang mulia."

Baskara tersenyum sumringah, Menatap para pelayan dan beberapa prajuritnya yang sedang membagikan bubur. Sedangkan dirinya dan Zephira sedang berada di tenda dengan beberapa pelayan yang melayani mereka.

Zephira mendengar ucapan mata-mata itu. Lalu tersenyum lebar. " Yang mulia, Akhirnya kakak dan paman tidak akan menghalangi jalan kita lagi." Ucapnya dengan bahagia.

Wajah baskara berubah pucat, Menatap mata-mata khusus miliknya. "Bagaimana dengan wanita itu?" Sang mata-mata menelan salivanya kasar.

"Pangeran Arya dan nona Aluna jatuh ke jurang bersama."

Senyum baskara menghilang sekejap. Wajahnya menjadi merah padam." Beraninya kalian! Sudah aku katakan, Bunuh paman saja!" Teriaknya dengan penuh amarah.

"Ka–kami sudah melakukannya sesuai rencana yang mulia, Tetapi... Kuda itu mendadak mengamuk dan..."

"BODOH!" Baskara menusuk perut mata-mata miliknya tanpa belas kasih. Zephira menutup mulutnya terkejut. Baskara yang selalu terlihat lembut, Hari ini begitu emosional.

"Yang mulia, Mengapa anda—." Baskara menarik kerah hanfu Zephira dengan wajah marah. " Mengapa wajahmu seperti ini, Mengapa tidak sepertinya. Kau benar-benar wanita licik!" Hinanya, Zephira berkaca-kaca.

"Yang mulia, Apa yang sedang anda katakan. Apa salahku, Bukankah rencana ini sesuai dengan apa yang kita inginkan?" Tanya Zephira dengan bingung, Baskara menghembuskan nafas berat.

Keluarga wangsa, Yah...ia masih butuh dukungan keluarga wangsa. Ada baiknya ia menahan diri untuk sekarang.

"Aku hanya terbawa emosi. Karna ada kemungkinan paman dan wanita itu masih hidup. Aku akan memastikan terlebih dahulu. Apakah mereka berdua masih hidup atau sudah tiada." Ucap baskara, Wajah Zephira melega. Senyumnya kembali terbit.

"Itu ide bagus yang mulia, Jika kakak masih hidup. Yang mulia bisa langsung membunuhnya." Ucap Zephira, Baskara tersenyum. "Kau benar." Seringainya.

"Yang mulia, Kapan berencana mempunyai anak? Aku selalu menunggu yang mulia." Zephira menekan lembut dada bidang baskara dengan nada manjanya. Setelah menyingkirkan Aluna, Ia harus memiliki seorang putra yang mana akan menjadi pewaris kerajaan Bastian. Ia ingin menjadi ibu suri dan di hormati.

"Malam ini, Aku akan mendatangi-mu." Senyum Zephira mengembang. " Baik yang mulia." Zephira memeluk baskara, Di balik senyumannya ada kilatan licik yang tersembunyi." Akhirnya, Aku akan menjadi permaisuri kerajaan Bastian. Tanpa bayang-bayang Aluna." Pikirnya.

****

"Uhuk!"

Aluna terbatuk keras, Tubuhnya mendarat di sebuah tumpukan jerami kering yang entah berada di mana, Di sebelahnya. Arya yang masih terbaring lemah. Wajahnya pucat dengan luka terbuka di lengannya.

"Yang mulia!" Aluna panik, Menarik kepala Arya untuk bertumpu pada pahanya. " Yang mulia, Anda baik-baik saja?" Tanya Aluna berkaca-kaca. Tubuh Arya sangat panas, Seperti air mendidih.

"Uhuk!"

Arya memuntahkan darah dari dalam mulutnya, Aluna menangis dengan wajah panik. Ia terus memanggil-manggil nama Arya, Hingga seorang pria tua menghampiri mereka.

"Kalian siapa? Dan apa yang terjadi pada kalian?" Tanya lelaki tua itu, Aluna menoleh sambil menangis. " Tolong, Tolong suami saya!" Ucapnya, Pak tua itu menatap Arya yang pucat dengan noda darah di sekitar mulutnya.

"Bawa saja ke dalam rumah-ku. Kebetulan anak-ku seorang tabib." Ucap lelaki tua itu, Aluna mengangguk dan berusaha memapah Arya menuju sebuah rumah gubuk yang tak jauh dari tempat mereka jatuh.

‎Lelaki tua pembawa tongkat kayu itu terlihat tertatih-tatih dalam berjalan. "Julian!" Teriaknya di depan halaman rumah gubuk itu. Tak lama, Seorang pria muda berusia 19 tahun itu keluar dengan tergesa-gesa. " Ada apa ayah?" Bingungnya. Matanya beralih pada Arya yang terlihat tak sadarkan diri, Lalu kepada Aluna. Gadis polos yang terlihat sangat cantik.

"No–nona siapa ini?"

"Bodoh, Cepat rawat pria ini!" Teriak sang kakek tua. Pria itu tersadar dan langsung membopong Arya masuk ke dalam rumah gubuknya. Hanya ada satu ruangan dengan ranjang reyot tanpa kasur. Arya di baringkan disana. Sedangkan Aluna, Gadis itu ikut masuk dengan perasaan khawatir.

Pria bernama Julian itu terlihat mengecek nadi Arya, Wajahnya tertegun sebentar. Lalu kembali serius. " Penyakitnya parah, Dia terlalu pasrah pada penyakitnya." Gumamnya Bingung.

TBC

like dan komen.

‎

1
jenny
semoga Seno bisa menyelamatkan Arya dan Aluna.
jenny
Terima kasih kak, sudah update kembali.
ditunggu kelanjutannya 🙏
Nycthophile
yok arti buat anak 🤭🤭
Nycthophile
tiba tiba banget
Nycthophile
dih dasar pangeran busuk mending ama Arya ke mana-mana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!