NovelToon NovelToon
KIAMAT TIBA: BAWA KRISTAL INTI UNTUK SEWA KAMAR (APOCALYPSE LANDLORD SYSTEM)

KIAMAT TIBA: BAWA KRISTAL INTI UNTUK SEWA KAMAR (APOCALYPSE LANDLORD SYSTEM)

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Hari Kiamat / Fantasi Wanita
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Amanda Shakira

Dibuang dan dijadikan pelayan oleh keluarga angkatnya, Lin Yue tidak menyangka bahwa seminggu sebelum kiamat ia mengaktifkan Sistem Suaka di rumah tua neneknya.

​Saat Virus Genesis meletus, manusia, hewan, dan tumbuhan bermutasi menjadi monster berelemen. Di tengah kiamat yang mengerikan, rumah tua Lin Yue diubah oleh Sistem menjadi zona aman mutlak!

​Aturan Lin Yue sangat sederhana: "Mau makanan hangat, listrik, dan perlindungan? Bayar sewa pakai Kristal Inti di kepala zombie!"

​Dari kos-kosan 4 kamar sederhana, Lin Yue membangun perumahan elit hingga kota suaka terbesar di dunia, memaksa keluarga angkat yang dulu menyiksanya berlutut memohon perlindungan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Shakira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24: GELOMBANG PENGUNGSI BARU

BAB 24: Gelombang Pengungsi Baru

Pendaran cahaya biru safir yang memancar stabil dari sirkuit Barrier Listrik Level 2—membalut rapat permukaan megah Dinding Benteng Baja Setinggi Enam Meter—berdiri tegak di perbatasan Distrik Jiangcheng bagaikan sebuah mercusuar suci yang membelah tebalnya lautan kegelapan malam kiamat.

Cahaya keemasan agung yang meledak menyilaukan langit saat proses restrukturisasi sistem semalam, ditambah dengan kemunculan sebuah benteng baja raksasa yang mendadak menutupi area seluas 2.500 meter persegi dalam sekejap mata, telah menjelma menjadi sebuah sinyal harapan dan keberadaan surga dunia yang sama sekali mustahil untuk diabaikan oleh para penyintas yang sekarat.

Pagi itu, hawa dingin menusuk tulang khas musim kiamat berembus kencang, menyapu debu-debu jalanan di antara celah reruntuhan gang kota tua.

Namun, tidak seperti hari-hari sebelumnya yang selalu diselimuti oleh kesunyian mati dan dicekam ketakutan setengah mati, koridor utama jalan raya yang mengarah langsung ke gerbang barat Suaka Zone pagi ini mulai dipadati oleh pergerakan manusia yang riuh dan berdesakan.

Berita dari mulut ke mulut mengenai keberadaan sebuah "Zona Bebas Zombie" yang dikelilingi tembok baja padat tak tertembus, dilengkapi meriam otomatis pemusnah monster, memiliki pasokan air bersih distilasi murni tanpa batas, serta menyediakan makanan hangat segar dari mesin Vending Machine otomatis telah menyebar secara masif bagaikan lidah api yang membakar padang rumput kering.

Dari balik sudut-sudut tembok gedung yang runtuh, muncul gelombang demi gelombang manusia—puluhan penyintas dengan kondisi fisik dan mental yang sangat mengenaskan, memprihatinkan, dan berada di ambang batas kehancuran.

Tampak barisan keluarga malang yang saling merangkul, memeluk erat anak-anak kecil mereka yang menangis kelaparan hingga bibir mereka pecah-pecah. Terlihat pula para pemungut barang bekas yang sekujur tubuhnya dipenuhi luka memar kebiruan akibat dikejar dan diserang oleh kengerian Zombie Level 1 Tipe Runner sepanjang malam. Tak ketinggalan, beberapa tim kecil pemburu liar yang amunisi senjatanya telah habis total dan kantong ransel mereka kosong melompong tanpa sisa makanan.

Lebih dari tiga puluh orang pengungsi merayap pelan keluar dari lorong gang. Langkah kaki mereka gemetar, napas mereka tersengal-sengal, dan sepasang mata cekung mereka membelalak lebar sejadi-jadinya, dipenuhi oleh rasa takjub, keheranan, dan rasa haus akan keselamatan saat menatap kemegahan Dinding Benteng Baja Suaka Zone yang menjulang tinggi di hadapan mereka.

"I-Ini... Demi Tuhan, ini benar-benar sebuah benteng baja murni yang nyata!" jerit seorang wanita paruh baya dengan suara serak parau yang tertahan oleh isak tangis. Ia memeluk erat kepala anaknya ke dada, menunjuk ke atas benteng dengan jemari gemetar. "Tidak ada zombie... sama sekali tidak ada monster di sini! Dan... dan lihatlah meriam besi di atas sana! Meriam itu bergeser, mengawasi jalanan dari ancaman!"

"Tuhan Maha Besar... Lihat papan pengumuman berlarik emas di sebelah gerbang itu!" seru seorang pria berotot besar yang berjalan pincang seraya menyeret sebatang besi panjang. "Sepuluh unit kamar kos modern baru siap disewa! Di sana ada air bersih murni dan makanan hangat!"

Dalam sekejap mata, kerumunan pengungsi yang tadinya berjalan lemas itu mendadak tersentak. Keputusasaan mereka berubah menjadi dorongan insting bertahan hidup yang beringas; mereka berbondong-bondong berlari compang-camping mendekati garis batas gerbang utama benteng.

Kelelahan fisik yang mendalam, teror psikologis akibat kejaran Zombie Runner, dan penderitaan kelaparan menyiksa selama berminggu-minggu kini meledak tumpah ruah menjadi jeritan histeris dari kerumunan orang yang ingin memohon belas kasihan agar diizinkan masuk ke dalam zona aman.

"Tolong kami! Buka gerbangnya! Izinkan kami masuk ke dalam!"

"Kami memiliki harta benda! Kami membawa perhiasan emas murni dan jam tangan mahal! Tolong buka pintunya, Saudari!"

"Punya sedikit rasa kasihanlah pada anak-anak kami yang hampir mati kelaparan ini!"

Suara ratapan tangis pilu, teriakan keputusasaan yang memecah udara, serta ketukan puluhan pasang jemari tangan yang memukul-mukul permukaan pagar besi luar secara brutal memecahkan keheningan pagi di Distrik Jiangcheng. Suasana di luar gerbang berubah menjadi lautan manusia yang saling berdesakan, mencerminkan betapa kejamnya dunia luar berbanding terbalik dengan kedamaian di dalam benteng.

Cklek! Srekkk!

Tepat di atas ketinggian Dinding Benteng Baja setinggi enam meter, sebuah pintu palka pengawas baja berderit nyaring, terdorong terbuka lebar.

Lin Yue melangkah keluar dengan anggun ke atas area anjungan pengawas benteng. Gerakan tubuhnya amat tenang, terkontrol, dan memancarkan aura dominasi mutlak yang langsung menindas suasana di bawah.

Ia mengenakan celana kargo hitam legam dan kaus polos berwarna senada yang bersih tanpa noda. Di tangan kanannya, tombak kayu jati rakitannya dipanggul santai di atas bahu. Tepat di sisi kiri dan kanannya, empat unit meriam Turret Automatic Guard Level 1 berdesir halus secara konstan, moncong laras meriam energinya secara otomatis bergeser turun, mengunci setiap pergerakan di dalam kerumunan bawah dengan pendaran titik sinar laser merah penargetan yang mematikan.

Berdiri tegap berbaris di belakang punggung Lin Yue, Lu Yan sang instruktur beladiri dan Gu Ning sang veteran taktis bersiaga penuh sebagai pengawal setia. Sepasang mata mereka menatap tajam dan dingin ke arah gelombang pengungsi yang berdesakan di luar.

Melihat kemunculan sosok sang Pemilik Suaka secara langsung di atas benteng baja, riuh rendah suara tangis dan teriakan dari kerumunan pengungsi di bawah seketika berangsur-angsur meredup, lalu lenyap dalam kesunyian yang tegang.

Aura ketenangan mutlak yang mematikan serta tatapan mata Lin Yue yang jernih namun dingin bagaikan es abadi sanggup membekukan histeria massa dalam waktu singkat.

Lin Yue menatap gelombang yang terdiri dari lebih dari tiga puluh orang pengungsi itu dengan pandangan mata yang datar, tanpa ada secercah pun rasa iba atau simpati konyol yang terpancar dari wajahnya.

"Kalian membuat kebisingan yang sangat tidak beradab dan mengganggu ketenangan di depan pintu gerbangku," ujar Lin Yue. Suaranya tidak diucapkan dengan nada tinggi, namun berkat amplifikasi gelombang frekuensi energi dari Sistem, suara jernihnya bergema tajam dan menusuk langsung ke dalam pusat kepala setiap penyintas di bawah sana.

Seorang pria paruh baya berwajah kusam yang bertindak sebagai pemimpin kelompok pengungsi terdepan memberanikan diri melangkah maju. Dengan tubuh gemetar hebat, ia membungkukkan badannya secara sangat mendalam hingga hampir menyentuh tanah, lalu menyodorkan sebuah tas kain usang berukuran besar yang berisi tumpukan jam tangan mewah bermerek dan perhiasan perak berkilau.

"S-Saudari yang agung..." bisik pria paruh baya itu dengan suara serak yang bergetar hebat penuh ratapan permohonan. "Kami adalah para penyintas malang yang melarikan diri dari blok permukiman utara. Tempat persembunyian terakhir kami dihancurkan oleh gerombolan mahluk Zombie Runner kemarin malam... Kami memohon dengan sangat kepada Saudari, izinkan kami sekeluarga serta orang-orang ini masuk untuk berlindung di dalam Suaka ini! Kami membawa seluruh perhiasan dan jam tangan berharga ini sebagai jaminan pembayaran!"

Lin Yue bahkan tidak melirik sedikit pun ke arah tas kain lusuh yang disodorkan pria itu; pandangannya tetap lurus dan hampa.

Bip!

Pendaran layar antarmuka transparan Sistem di dalam kesadaran Lin Yue berkedip cepat, memproyeksikan otentikasi nilai komoditas ekonomi secara instan.

[Sistem Otentikasi & Analisis Nilai Komoditas Eksternal:]

Perhiasan Perak Murni & Jam Tangan Logam Mewah: Nilai Konversi Energi Sistem: 0 Poin (Diklasifikasikan sebagai Objek Sampah Tanpa Fungsi Fungsional di Era Kiamat).

[Peringatan Otoritas Tuan Tanah:] Hanya Kristal Inti Zombie Berenergi & Komoditas Bahan Pangan Murni yang Diakui Sah sebagai Alat Pembayaran Sewa Hunian Resmi.

"Tempat ini adalah Suaka Zone, sebuah kawasan imperium bisnis perumahan mandiri yang berdaulat, bukan sebuah yayasan sosial, panti asuhan, atau tempat penampungan bagi orang-orang yang mengharapkan rasa kasihan dan simpati konyol," ucap Lin Yue dengan nada suara yang dingin, tegas, dan tak kenal kompromi, bagaikan sabetan belati es yang merobek seluruh sisa harapan palsu mereka.

Lin Yue mengangkat sedikit ujung mata pisau tombak jatinya, mengarahkannya ke bawah dan menunjuk lurus ke arah papan pengumuman emas yang tergantung kokoh di samping gerbang utama.

"Di dalam kompleks Suaka Zone Level 3 ini, aturan penyewaan dan hukum perdagangan telah diperbarui secara mutlak:" tegas Lin Yue dengan wibawa Otoritas yang menekan.

"Pertama: Biaya sewa mingguan untuk satu unit Kamar Kos Standard Baru adalah 2 Kristal Inti Murni Level 1 (yang diekstrak dari tengkorak Zombie Tipe Runner) atau 10 Kristal Inti Keruh Level 0 per minggu. Seluruh transaksi pembayaran wajib dilakukan di muka secara penuh, tidak ada sistem cicilan, dan tidak ada dispensasi utang dalam bentuk apa pun."

"Kedua: Segala jenis logam mulia, perhiasan emas, mata uang kertas lama yang tidak bernilai, serta jam tangan mewah dianggap sepenuhnya sebagai sampah tanpa guna di tempat ini. Harta karun satu-satunya yang bernilai di era kehancuran ini adalah Kristal Inti berenergi dan komoditas bahan pangan murni."

"Ketiga: Siapa pun di antara kalian yang mencoba membuat kerusuhan, berteriak provokasi, mencoba mendobrak gerbang, atau nekad memanjat Dinding Benteng Baja ini... Turret Automatic Guard di atas kepala kalian tidak akan ragu untuk merobek dan memusnahkan tubuh kalian menjadi abu dalam kurun waktu kurang dari satu detik!"

ZZZZZZZZZZT! CRACKKKK!

Sebagai penjelas visual yang sangat nyata dari kata-katanya, keempat unit meriam Turret di atas sudut benteng mendadak memancarkan letupan arus listrik berwarna biru terang berfrekuensi tinggi, menyemburkan bau gas ozon yang menyengat tajam ke udara terbuka!

Dugh!

Kerumunan pengungsi di bawah seketika bergidik ngeri, gemetar ketakutan setengah mati, dan serentak melangkah mundur tiga tapak ke belakang dalam kepanikan yang luar biasa! Letupan listrik tersebut berhasil menyadarkan mereka dalam sekejap bahwa wanita muda di atas benteng itu sama sekali tidak sedang menggertak atau bermain-main dengan ucapannya.

"K-Kami memiliki Kristal Inti! Sumpah, kami punya Kristal Inti!" seru seorang pemuda kurus berwajah kotor yang menggenggam sebatang pipa besi berkarat, berteriak panik dari barisan agak belakang kerumunan.

Pemuda itu buru-buru berlari mendesak ke depan, merogoh kantong celananya yang robek dengan jemari gemetar hebat, lalu mengangkat tinggi-tinggi dua buah batu Kristal Inti Murni Level 1 yang memancarkan pendaran cahaya biru cerah ke udara.

"Saya mempertaruhkan nyawa saya sendiri untuk membunuh dua ekor Zombie Runner di lorong kemarin malam! Saya mohon, saya ingin menyewa satu unit kamar standard untuk masa tinggal satu minggu sekarang juga, Saudari!" teriak pemuda itu penuh permohonan.

Lin Yue menatap pemuda di bawah itu seketika, lalu mengibaskan pergelangan tangan kanannya secara perlahan.

Wuuuush!

Dua buah Kristal Inti Murni Level 1 di telapak tangan pemuda itu mendadak terlepas, melayang menembus garis medan Barrier Listrik Level 2, dan langsung terserap mulus ke dalam ruang Inventaris Sistem miliknya.

Brak! Cklek!

Panel gerbang baja utama bergeser terbuka sedikit selebar tubuh manusia, dan di dalam kompleks, lampu indikator pada panel pintu unit Kamar 105 memancarkan pendaran cahaya hijau terang menyala!

"Kamar 105 resmi menjadi hak sewa milikmu selama tujuh hari ke depan," kata Lin Yue dengan suara datar. "Masuklah."

Pemuda itu menangis pecah dalam kelegaan yang luar biasa. Ia berlari kencang melintasi celah gerbang baja dengan tubuh gemetar, dan pintu besi tebal Kamar 105 segera tertutup rapat secara otomatis, menguncinya dengan aman di dalam surga berdinding baja yang kokoh.

Melihat dengan mata kepala sendiri bahwa ada seorang penyintas yang berhasil masuk dan mendapatkan tempat berlindung hanya dengan menyerahkan Kristal Inti, kerumunan pengungsi di luar seketika tersadar sepenuhnya. Keputusasaan hampa yang melanda mereka sedari pagi seketika berubah membara menjadi tekad perburuan yang agresif dan penuh ambisi baru!

"Kristal Inti Murni Level 1... Kita harus pergi berburu dan membunuh Zombie Runner untuk bisa menyewa kamar di dalam sana!" bisik para penyintas bersenjata di kerumunan bawah dengan sepasang mata yang membelalak lebar, memancarkan api ambisi untuk bertahan hidup.

Lin Yue menatap gelombang pengungsi yang mulai membubarkan diri dengan tergesa-gesa untuk berburu itu melalui seulas senyuman tipis yang amat dingin di sudut bibirnya. Gelombang pengungsi pertama telah resmi tiba di hadapan gerbangnya, dan mesin roda bisnis imperium Suaka Zone miliknya kini siap menyerap ratusan Kristal Inti murni baru dari seluruh penjuru Kota Jiangcheng!

Bersambung.....

.

.

.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Alvaro Sebastian
overall ceritanya udah bagus banget ,menurut ku pribadi
masijacoke021205: Halo kak Alvaro, terima kasih banyak ya buat penilaian dan bintang 5-nya! ❤️ Glad to know kamu suka sama jalan ceritanya. Dukungan kaya gini bikin makin semangat lanjutin petualangan Lin Yue! Pantau terus kelanjutannya yaaa~ ✨
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!