NovelToon NovelToon
Cermin Yang Retak

Cermin Yang Retak

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:106.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Aisyah pernah percaya bahwa pernikahannya dengan Raka akan bertahan selamanya. Selama lima belas tahun, mereka membangun keluarga sederhana dari nol, melewati susah dan senang hingga dikaruniai dua anak yang menjadi sumber kebahagiaan mereka.

Sampai suatu hari, suaminya mengaku telah jatuh cinta pada Nabila, sahabat Aisyah sendiri, dan meminta izin untuk menikahinya. Dengan hati yang hancur, pada akhirnya Aisyah mengizinkannya.

Namun, Aisyah tidak ingin menjadi.lemah. Demi anak-anaknya, dia mulai menyusun strategi. Hasil keringatnya bertahun-tahun, ia tak rela dinikmati oleh wanita lain yang sama sekali tak ikut berjuang.

Setelah Aisyah pergi, barulah Raka menyadari tak ada yang lebih baik dari Aisyah. Raka menyesal dan ingin kembali.

Namun, mampukan Aisyah melupakan luka ketika lelaki yang paling ia cintai pernah memilih wanita lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31

.

“Apa? Raka terbelalak kaget. “Coba sekali lagi!” ujarnya gusar.

Petugas kasir kembali menggesek kartu. Namun hasilnya tetap sama. Kartu itu dibekukan.

“Mana mungkin?” Raka mengambil ponselnya lalu membuka aplikasi perbankan. Dan benar saja, status kartu utamanya memang tidak aktif.

Nabila menatapnya cemas. “Kenapa, Mas? Apa yang terjadi?”

“Entahlah.” Raka menggelengkan kepalanya. “Tiba-tiba saja nomor rekening ku tidak aktif.”

“Kok bisa, Mas?” Nabila ikut panik. Jika kartu Raka memang benar-benar tidak bisa digunakan, lalu bagaimana dia membayar perhiasan itu? “Jangan-jangan…” menggigit bibir seolah ragu untuk bicara.

Raka menoleh cepat. “Jangan-jangan apa?” tanyanya sambil menatap wajah Nabila dengan mata menyipit.

“Ah, tidak. Tidak ada apa-apa,” jawab Nabila buru-buru menggeleng. “Pasti tidak. Itu pasti hanya dugaanku saja. Hanya saja…” Nabila sengaja menggantung ucapannya.

“Katakan saja!” perintah Raka.

Nabila meremas tangan sambil menatap ke arah Raka seperti ragu untuk bicara. “Nggak ada apa-apa, Mas. Lupakan saja. Mungkin kartunya yang bermasalah. Jangan sampai gara-gara ini kalian bertengkar.”

Tetapi akhir kalimat Nabila justru membuat Raka semakin penasaran. “Kamu ini sebenarnya mau ngomong apa sih?”

“Ini hanya dugaanku saja,” ucap Nabila akhirnya. “Jangan-jangan... Aisyah sengaja membekukan kartu kamu.”

“Apa?” Raka menatap tak percaya. “Apa mungkin memang dia? Tapi kenapa dia melakukan itu?”

“Ini hanya perkiraanku saja mas,” ucap Nabila. “Bisa juga salah. Aku coba deh kamu pikir, tidak ada yang memiliki akses untuk membukukan kartu secara kamu sama Aisyah.”

Raka mengepalkan kedua tangannya erat. Rahang pria itu bahkan mengeras mendengar apa yang diucapkan oleh Nabila. Apa mungkin memang benar seperti itu?

“Sudah, Mas. Kita tidak usah beli saja.” Nabila bersikap seolah dirinya adalah wanita bijaksana. “Lagi pula anak kita pasti mengerti kamu tidak sengaja.” Tetapi kemudian wanita itu ia juga memasang wajah sedihnya.

Melihat hal.itu Raka menjadi geram. Pria itu kemudian memasukkan kembali kartu itu ke dalam dompet lalu mengambil kartu lainnya. Namun saat digesek saldonya ternyata tidak mencukupi. Proses ditolak. Dan itu membuat wajah pria itu seketika merah padam.

Dengan terpaksa Nabila mengembalikan kalung dan gelang yang tadi sudah diambil. Dalam hati mengumpat marah pada Aisyah. Dia belum mendapatkan apa-apa selain rumah, tapi ternyata Aisyah bergerak lebih cepat darinya.

Raka menggandeng tangan Nabila dan membawanya pergi dari toko itu. Telinganya terasa panas mendengar bisik-bisik kata pengunjung yang ada di belakangnya. Apalagi di antara mereka, ada yang merekam kejadian di mana dia tidak bisa membayar. Sudah pasti wajahnya akan viral.

Di halaman parkir, Raka masuk ke dalam mobil dengan wajah masam kemudian membanting pintu dengan keras. Di sampingnya Nabila duduk dengan wajah ditekuk. Tanpa sepengetahuan Raka, tangannya terkepal di atas pangkuan.

Di sepanjang perjalanan pulang, Raka diam dengan pikiran yang tertuju pada Aisyah. Semua yang dikatakan oleh Nabila memang masuk akal.

“Aku akan bicara dengannya,” ucapnya tiba-tiba.

Nabila menoleh pura-pura khawatir. “Jangan, Mas. Aku tidak mau hanya karena Mas Raka menuruti keinginanku kalian jadi bertengkar.”

“Aku harus tahu alasan dia melakukan itu!” Semakin Nabila melarang semakin Raka keras kepala. “Kamu tahu tidak? Wajahku seperti dikupas habis tadi?!”

“Tapi janji kamu akan bicara baik-baik ya? Jangan memarahinya. Mungkin saja dia tak sengaja.”

Raka menghela napas panjang lalu meraih tangan Nabila dan menggenggamnya lembut. “Kenapa dia tak bisa bersikap dewasa seperti kamu?”

“Jangan bicara seperti itu, Mas. Aisyah pasti punya alasan tersendiri. Jangan lupa dia yang sudah menemani kamu sejak lama.” Nabila terus berusaha meredam amarah Raka.

“Ya… walaupun aku tahu, pasti kamu yang lebih banyak berjuang. Dia kan wanita, apalagi aku tahu bagaimana keluarga nya dulu. Kalau bukan karena menikah denganmu, mana mungkin dia bisa tinggal di rumah gedong seperti sekarang. Bukankah seharusnya dia bersyukur?”

Nabila tersenyum puas melihat perubahan raut wajah Raka. Wanita yang berpura-pura memadamkan api, tapi sebenarnya dia malah menyiram bensin di atas bara. Itulah yang dia inginkan. Hubungan antara Raka dan Aisyah akan semakin renggang. Dan sebentar lagi Raka hanya akan menjadi miliknya.

*

Raka langsung meluncur ke rumah Aisyah setelah menurunkan Nabila di depan rumah. Pria itu mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi karena hatinya yang panas. Aisyah telah membuat dirinya malu di depan umum.

Begitu mobil parkir di halaman rumah Aisyah pria itu turun setelah membanting pintu mobil. Dengan langkahnya yang lebar ia segera masuk ke dalam rumah yang kebetulan pintunya tidak dikunci.

“Aisyah…!” teriaknya kencang.

“Aisyah…” teriaknya lagi dengan tidak sabar karena Aisyah tidak segera datang.

Aisyah yang berada di ruang makan terkejut mendengar teriakan Raka. Wanita yang sedang menata bekal untuk dibawa pergi ke toko mengurungkan niatnya melihat kedatangan pria itu.

“Untung saja aku belum berangkat,” gumam aisyah dalam hati. “Sepertinya aku benar-benar harus mencari seorang penjaga toko,” lanjutnya masih dalam hati.

Aisyah melangkah mendekat dengan tenang meskipun sebenarnya ia merasa kedatangan Raka kali ini bukan sesuatu yang baik.

“Ada apa sih? Apa tidak bisa panggil pelan-pelan?” Aisyah menatap wajah Raka dengan sorot matanya yang datar.

“Apa yang kamu lakukan dengan buku tabunganku?” tanya Raka tanpa basa-basi. Wajah pria itu merah padam antara malu dengan kejadian di mall dengan marah karena tindakan Aisyah.

Aisyah mengerutkan keningnya sejenak tapi kemudian wanita itu memahami arti dari pertanyaan Raka. “Maksudmu apa datang-datang tanpa mengucap salam malah bertanya seperti itu?” Tanya Aisyah pura-pura tidak mengerti.

Padahal sebenarnya wanita itu sudah bisa menebak. Pasti Raka hendak menggunakan kartu bank untuk melakukan pembayaran dalam jumlah besar. “Berarti langkah antisipasi ku sudah benar,” ucap wanita itu dalam hati. “Kalau tidak aku tidak akan kebagian apa-apa atas jerih payahku selama ini.”

“Jangan pura-pura tidak tahu!” sentak Raka. “Kamu kan yang membekukan rekeningku? Kamu sudah membuat aku menjadi bahan tertawaan di mall tahu tidak?”

“Oh…” Aisyah membulatkan bibirnya.

Raka yang melihat hal itu semakin geram. Ternyata memang Aisyah pelakunya. “Oh? Jadi kamu memang sengaja?”

“Iya,” jawab Aisyah tenang.

“Apa hakmu melakukan hal itu?” teriak Raka kencang. “Itu adalah buku tabunganku. “Apa kamu tahu? Kamu baru saja mempermalukan aku di depan umum!”

“Serius kamu bertanya apa hakku?” Aisyah kemudian duduk dengan tenang di salah satu sofa dengan mata menyorot ke arah Raka. “Di buku tabungan itu ada hasil keringatku selama lima belas tahun kalau kamu lupa!”

Aisyah masih menatap Raka dengan dada yang perlahan terlihat turun naik. “Tetapi apa yang kamu lakukan? Kamu menggunakan tabungan itu seenaknya untuk wanita yang sama sekali tidak ikut merasakan beratnya perjuangan.”

Raka terkejut dengan reaksi Aisyah. Tadinya ia pikir wanita itu akan mengaku lalu minta maaf.

“Dan bukan hanya itu!” Aisyah berdiri lalu mengambil berkas yang ia simpan di dalam bufet kemudian melemparkannya ke wajah Raka. “Kamu juga sudah berbuat curang di belakangku.”

Raka gelagapan merasakan sakit di hidungnya saat terkena sudut map tebal. Pria itu mengambil kertas-kertas yang berhamburan dan matanya terbelalak saat melihat bagian-bagian yang oleh Aisyah ditandai dengan stabilo.

“Aisyah, ini…?”

1
Patrick Khan
ganggu ae raka iki 😏😏🔨
mariammarife
nah itu lho yg dulu Aisyah rasain waktu kamu menikahi Nabila,skrng kamu pun ikut merasakan nya rasa sakit Aisyah dulu.
vania larasati
lanjut
〈⎳ FT. Zira
errrr.....🙄🙄
Muft Smoker
POV Raka : Aisyah ,, aq lapar minta mkan boleh ,,

🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Mei Mei
Yee akhir nya rencana Nabila diloloskan semangat Nabila km tetap didukung penulisnya apa pun yg km mau perbuat lanjutan Nabila 🤪
Patrick Khan
sahsahhhh..nyok kondangan👏👏😁
Patrick Khan
akhirnya pak rozak punya mantu😍👏
vania larasati
lanjut
Virgo Non
mantaf yx Raka ,,
selamat anda resmi jadi gelandangan ,,
Oma Gavin
Alhamdulillah akhirnya sah jadi istri akbar semoga pernikahan kalian ini samawa tidak ada lagi nabila" lain yg gatel ingin hidup mewah dgn cara instan merebut suami orang tanpa perjuangan
Setyowati Setyowati
akhirnya sah juga mas Akbar dan mbk Aishah 👏👏..giliran pak Rozak cariin jodoh yukkk🤭🤭 ...siapa yg mau hayooo .. tetangga ada yg mau pa gak 🤔🤔
Mundri Astuti
akhirnya bahagia ya Aisyah....
Raka keblangsak...
dedemit ga ada kabarnya ...tunggu karma ye
Ilfa Yarni
akhirnya Akbar melamar aisyah dan diterima asyik mereka akan menikah
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
rasane kademen neng gon panasan
atiku remuk tenan mergo kelangan
wong seng paling tak sayang
jujur aku pancen wedi kelangan
aku kepengen bali
nglumpukne remuk remukan ati
iso dadi siji koyo ndek wingi
janji ra bakal tak baleni

masio banyu segoro
ono ing njero dodo
tetep ora iso nglunturke tresno
mergo aku sing cidro
💃🎸


💃🎸💃🎸💃💃🎸💃🎸💃🎸💃🎸💃🎸💃🎸
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: cendol dawet cendol dawet.... 💃
total 2 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
djual nnti rmhy
Oma Gavin
Alhamdulillah aisyah sudah menerima lamaran akbar jadi saat raka ingin kembali jgn sampai menggoyahkan keyakinan mu aisyah
vania larasati
lanjut
Ilfa Yarni
Aisyah sebenarnya aku suka sama km mau ga km menikah sama aku
Ilfa Yarni
mampooos lo raka ular betina kau pelihara jadi gelandangan kan kau hahahaha syukurin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!