NovelToon NovelToon
Kebangkitan Istri Yang Direndahkan

Kebangkitan Istri Yang Direndahkan

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Astrid mengorbankan segalanya untuk keluarga. Namun, pengorbanannya justru dibalas dengan hinaan.

Setelah melahirkan, tubuh Astrid berat badannya naik drastis hingga membuat Lucas, suaminya yang seorang dokter, merasa malu memiliki istri sepertinya. Tak hanya itu, Marta, sang mertua, juga menganggap Astrid sebagai wanita tidak berguna karena tidak memiliki pekerjaan maupun prestasi yang bisa dibanggakan.

Puncaknya terjadi saat Lucas dan Marta mempermalukannya di depan banyak tamu undangan. Harga dirinya diinjak-injak tanpa belas kasihan, seolah seluruh pengorbanannya selama ini tidak pernah berarti. Hari itu, Astrid memutuskan untuk berhenti menangis.

Dengan bantuan Mateo, Astrid bangkit dan mengubah hidupnya. Saat satu per satu kesuksesan berhasil diraihnya, orang-orang yang dulu merendahkan mulai menyadari kesalahan mereka.

Kini giliran mereka yang memohon, sementara Astrid tak lagi peduli. Karena ada penghinaan yang bisa dimaafkan, tetapi tidak pernah bisa dilupakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Kantor proyek Mateo pagi itu jauh lebih ramai dibandingkan saat Astrid pertama kali datang beberapa hari lalu. Suara para pekerja terdengar dari berbagai arah. Ada yang sedang berdiskusi tentang material bangunan, ada yang membawa contoh keramik, sementara beberapa orang lainnya sibuk memeriksa gambar proyek di meja besar yang berada di tengah ruangan.

Begitu Astrid melangkah masuk sambil menggendong Ariana, beberapa pekerja langsung menoleh dan tersenyum.

"Wah, bos kecil datang!"

"Ariana datang lagi, nih."

Mendengar dirinya menjadi pusat perhatian, Ariana langsung menyembunyikan wajah di bahu ibunya. Tangan mungilnya memeluk leher Astrid erat-erat, sementara sebelah tangannya masih menggenggam boneka kelinci kesayangannya.

Astrid tersenyum geli melihat tingkah putrinya. "Katanya berani," godanya pelan.

Ariana malah semakin menempel di bahunya.

Di sisi lain ruangan, Mateo yang sedang memeriksa beberapa gambar bangunan ikut menoleh. Senyum hangat langsung muncul di wajahnya ketika melihat mereka.

"Halo, Ariana."

Ariana mengangkat sedikit kepalanya. Ia mengintip dari balik bahu Astrid, lalu berbisik pelan dengan suara cadelnya.

"Om Teo."

Mateo langsung tertawa. "Nah, dia masih ingat."

Astrid ikut tersenyum. Setidaknya Ariana sudah mulai merasa nyaman berada di lingkungan baru itu.

Beberapa menit kemudian, salah satu staf menggelar karpet kecil di sudut ruangan khusus untuk Ariana. Gadis kecil itu segera duduk di sana bersama boneka kelincinya. Ia tampak sibuk menyusun balok-balok warna-warni yang dibawanya dari rumah. Sesekali ia berbicara sendiri dengan bahasa balita yang membuat beberapa pekerja tersenyum gemas saat mendengarnya.

Sementara itu, Astrid mulai menata berkas dan gambar desain yang harus dikerjakannya. Awalnya ia merasa gugup karena sudah bertahun-tahun ia tidak berada di lingkungan kerja seperti ini. Selama ini dunianya hanya berkisar pada rumah, dapur, kebutuhan Lucas, dan mengurus Ariana.

Kini Astrid kembali duduk di depan meja kerja, memegang pensil gambar. Dia diminta mengeluarkan ide dan kemampuan yang selama ini terkubur. Jujur saja ia takut jika dirinya sudah tidak mampu. Takut menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan Mateo.

Namun, perlahan perasaan itu mulai menghilang. Begitu tangannya mulai bergerak di atas kertas, sesuatu yang lama tertidur dalam dirinya seolah ikut terbangun. Ia mulai membuat sketsa. Mengoreksi beberapa bagian desain. Menambahkan ide-ide baru. Mencari solusi dari berbagai masalah yang muncul dalam proyek tersebut. Semakin lama, Astrid semakin tenggelam dalam pekerjaannya, ia melakukan sesuatu yang benar-benar ia sukai.

Dari kejauhan, Mateo memperhatikan wanita itu tanpa berkata apa-apa. Sudut bibirnya perlahan terangkat. Sejak mereka bertemu kembali, ia melihat cahaya yang dulu pernah ada di mata Astrid. Cahaya yang sempat hilang bertahun-tahun dari seseorang yang memiliki mimpi, kemampuan, dan kepercayaan diri.

Menjelang siang, salah satu staf mendatangi meja Mateo sambil membawa beberapa lembar gambar.

"Pak."

"Ada apa?"

"Desain area lounge yang kemarin ternyata lebih bagus versi Bu Astrid."

Mateo menghentikan pekerjaannya lalu menoleh. "Sudah saya bilang."

Staf itu terlihat heran. "Beliau memang kuliah desain?"

"Tidak. Dia kuliah jurusan bisnis."

"Serius?"

Mateo mengangguk. Staf itu tampak semakin terkejut.

"Lalu, kok bisa sebagus itu?"

Mateo tersenyum tipis. Pria itu lalu melirik ke arah Astrid yang sedang fokus bekerja.

"Karena bakat tidak selalu datang dari ijazah."

"Ayahnya arsitek. Ibunya desainer interior. Dia tumbuh di lingkungan itu sejak kecil."

Staf tersebut mengangguk pelan. "Pantas saja."

Tanpa sadar, sebagian percakapan itu terdengar oleh Astrid. Tangannya yang sedang memegang pensil berhenti sejenak. Entah kenapa dadanya terasa hangat. Sudah lama sekali tidak ada yang menghargai kemampuannya seperti itu.

Selama bertahun-tahun, orang-orang hanya mengenalnya sebagai istri Lucas. Seorang ibu rumah tangga yang dianggap tidak memiliki pencapaian.

Lalu hari ini, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, seseorang melihat dirinya sebagai Astrid lagi. Bukan sebagai bayang-bayang orang lain, tetapi sebagai dirinya sendiri.

Sore harinya, pekerjaan mereka selesai lebih cepat dari biasanya. Astrid sedang membereskan gambar-gambar desain ke dalam map ketika Mateo menghampirinya.

"Aku mau mengajakmu ke suatu tempat."

Astrid mengangkat kepala. "Ke mana?"

"Tidak jauh."

Astrid melirik ke arah Ariana yang sedang tertidur pulas di dalam stroller setelah seharian bermain. Astrid berpikir sejenak.

"Lama?"

"Sekitar satu jam." Mateo tersenyum misterius. "Kamu ikut saja."

Sekitar dua puluh menit kemudian, mobil mereka berhenti di depan sebuah bangunan sederhana yang berada di pusat perbelanjaan.

Astrid mengernyit ketika membaca papan nama yang terpampang di depan bangunan itu, Salon Mutiara. Ia menoleh ke arah Mateo.

"Kenapa ke sini?"

Mateo memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana sambil menatapnya. "Lihat dirimu."

Astrid menghela napas, "Aku tidak mengerti."

Mateo mengembuskan napas pelan. "Kamu mengurus semua orang."

Astrid masih diam.

Mateo melanjutkan. "Kamu mengurus Ariana, mengurus Lucas, mengurus rumah. Sekarang kamu juga mengurus pekerjaan."

Pria itu menatapnya lurus. "Lalu kapan terakhir kali kamu mengurus dirimu sendiri?"

Pertanyaan itu membuat Astrid kehilangan jawaban. Karena ia memang tidak tahu. Mungkin bertahun-tahun yang lalu, sebelum semua luka dan tanggung jawab itu menumpuk dalam hidupnya.

Melihat ekspresi wanita itu, Mateo kembali berbicara dengan suara lebih lembut. "Kamu tidak perlu berubah demi siapa pun."

Astrid mengernyit.

"Maksudku? Kamu tidak perlu menjadi cantik supaya Lucas menyesal," lanjut Mateo.

Astrid langsung membeku. Karena itulah yang diam-diam sempat terlintas dalam pikirannya.

Mateo menatapnya dengan tenang. Pria itu tersenyum tipis.

"Kamu tidak perlu membuktikan apa pun kepada Lucas. Kamu hanya perlu kembali menjadi Astrid."

Kalimat itu menghantam sesuatu yang selama ini terkunci jauh di dalam diri Astrid. Kembali menjadi dirinya sendiri, bukan istri Lucas. Bukan wanita yang terus-menerus berusaha mendapatkan pengakuan dari orang lain.

Tanpa terasa, mata Astrid mulai memanas. Matanya berkaca-kaca.

Mateo yang melihat itu segera mengalihkan suasana.

"Lagipula, dulu waktu kuliah, kamu yang paling ribut kalau urusan model pakaian terbaru."

Astrid langsung tertawa kecil. Kenangan lama itu muncul begitu saja di kepalanya. Bagaimana ia pernah menghabiskan hampir satu jam hanya untuk memilih model pakaian, warna atasan juga bawahan.

Kenangan masa lalu tidak lagi terasa menyakitkan. Justru terasa hangat dan membuatnya tersenyum.

Jalan yang harus Astrid tempuh masih panjang. Mungkin luka di hatinya belum sembuh dan masih akan ada banyak air mata di depan sana.

Namun hari itu, Astrid menyadari satu hal. Selama ini ia terus berjuang mempertahankan pernikahannya. Terus berusaha membahagiakan orang lain dengan mengorbankan dirinya sendiri. Dan tanpa sadar, ia telah melupakan dirinya sendiri yang juga pantas untuk dicintai. Itulah langkah pertama yang paling sulit sekaligus paling penting menuju sebuah kebangkitan.

1
Sri Yekti
cerita ini kayaknya menarik.
👍👍👍
Sri Yekti
👍👍👍 Aku suka....endingnya semua bahagia.
Terima ksh thor.....🙏🙏
Sri Yekti
Mereka bertemu kembali stl 13th. akankah cinta mereka bersemi kembali?
Sri Yekti
Cinta mmg membingungkan.
Dulu Ariana bingung, mengapa Noel menjauh.
Kini noel sendiri yg kelabakan.
Sri Yekti
Langkahmu msh panjang Ariana....g usah kau pikirkan cowok dulu.
fokus pd cita² besarmu
Sri Yekti
thor....bukankah wkt itu Noel masih kecil....mungkinkah ank seusia 3th sdh bs tau sifat orng dewasa....
yg bnr dong....atau mungkin ia mendengar sifat lucas dr org tuanya?
Sri Yekti
masa lalu ttp masa lalu Noel.....mungkin kembaranmu sdh takdirnya tiada.
dr juga manusia, tempat salah dan lupa.
Sri Yekti
Wadhuh...kl kayak gini yg salah siapa?
😄😄😄 ruweeet thor....
Sri Yekti
Cari tau dong Noel....bagaimana kehidupan Ariana dulu ktk masih hdp bersama ayah kandungnya.
Pasti kamu akn berpikir lain utk menilai kepribadian Ariana
Sri Yekti
nah...nah...bagimana Noel? masihkah kamu mencintai Ariana, stl tau bhw Ariana adalah putrinya Lucas?
lanjut thor.....
Sri Yekti
lagi² hanya bisa bilang kasihan..
Lucas menuai hasil perbuatannya dulu.
Sri Yekti
Kasihan si Lucas, bahkan pintu pagarpun tak dibuka.Hingga ia tak bs memeluk putrinya. mdh²an ia bs hidup layak dgn uang peninggalan ibunya
Sri Yekti
akankah Noel ttp menyayangi Ariana bila tau bhw org yg menyebabkan kematian saudaranya adalah ayah Aruana?
Lanjut thor ......
Sri Yekti
Apa yg akn dilakukan lucas pd keluarga Astrid?
Sri Yekti
Mungkinkah Ariana mengenal ayah kandungnya?
Lanjut thor....
Sri Yekti
Eh...tau² Ariana dah dewasa.
Astrid dan mateo dah punya ank 2.
Sri Yekti
slmt ya.... Mateo, Astrid....atas kelahiran putra kalian....👍👍👍
Netty Netty
syafakillah thorr
Ila Lee
kesan asid trauma masa lalu
Sri Yekti
Ariana mau melahirkan rupanya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!