NovelToon NovelToon
DIJUAL AYAH Rp 500 JUTA, DINIKAHI CEO ROGUE MUSUH KELUARGAKU

DIJUAL AYAH Rp 500 JUTA, DINIKAHI CEO ROGUE MUSUH KELUARGAKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: R. AL

Sinta Maharani dijual ayah kandungnya seharga Rp 500 juta untuk lunasi hutang judi.

Pembelinya adalah Arga Wijaya, CEO Rogue terkaya dan paling kejam di Jakarta. Pernikahan kontrak 1 tahun demi warisan triliunan.

Namun di malam pertama, Arga berbisik dingin, "Keluarga Maharani adalah pembunuh keluargaku. Sekarang giliranmu yang membayarnya."

Sinta terjebak. Menikah dengan musuh yang membenci darahnya, sambil menyembunyikan rahasia bahwa dia adalah serigala terakhir berdarah murni.

Mampukah Sinta bertahan di tengah dendam dan cinta terlarang? Ataukah dia akan hancur oleh masa lalu keluarganya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R. AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22: Kedatangan Kakek yang Dulu Menjualku dan Serangan Balas Tan Group 2 Tril

BAB 22: Kedatangan Kakek yang Dulu Menjualku dan Serangan Balas Tan Group 2 Triliun

Jam 7 pagi, penthouse 50 Miliar itu tidak lagi berbau darah seperti kemarin saat pertarungan berdarah di Bab 20 melawan anak buah Kelvin Tan. Sekarang baunya vanilla dan bubur ayam.

Aku, Sinta, terbangun karena Arga tidak ada di sampingku. Perut kecilku yang masih rata tapi sudah ada detak jantung ketiga di dalamnya, detak jantung bayi kami yang semalam masih berkedip di rekaman USG di HP Arga, terasa sedikit mual, mual bumil yang baru aku rasakan 3 hari ini sejak tahu hamil 2 garis.

Di luar kamar, di ruang tamu penthouse yang kacanya kemarin pecah karena tembakan, sekarang sudah diganti kaca baru yang lebih tebal, anti peluru, aku dengar suara dua laki-laki bicara pelan, sangat pelan, seperti takut membangunkanku.

Satu suara Arga, suamiku, yang dingin, CEO, yang kemarin baru saja membunuh Kelvin Tan dengan tangannya sendiri karena Kelvin Tan mau menyentuhku di mall. Satu suara lagi, suara yang sangat aku kenal, suara yang membuat tanganku gemetar selama 10 tahun, suara ayahku.

Ayah yang menjualku 500 juta ke Arga di Bab 1 karena hutang.

Ayah yang hutangnya 3,2 Miliar baru saja dilunasi Arga tadi sore sebelum kejadian di mall, tanpa aku minta, seperti yang Arga bilang semalam sambil mengelus perutku: "Kalau perempuan, cantik seperti kamu, tapi galak seperti Papa biar tidak ada cowok yang berani jual beli dia... Kalau laki-laki, kita didik jadi CEO yang lebih baik dari Papa... yang tidak perlu beli istri 500 juta untuk dapat cinta..."

Aku pakai daster, keluar kamar, dan melihat pemandangan yang tidak pernah aku bayangkan seumur hidupku.

Ayahku duduk di sofa 300 juta, menunduk, rambutnya yang dulu hitam rapi sekarang putih semua, bajunya baju koko yang sudah lusuh, bukan baju pengusaha seperti dulu. Di depannya, di meja marmer, ada sertifikat rumah ayahku, rumah masa kecilku, yang sudah ditebus Arga. Dan ada map coklat berisi bukti pelunasan hutang 3,2 Miliar di bank.

Arga berdiri di depan ayahku, memakai kemeja putih, tidak pakai jas, tangannya masih diperban karena luka tembak di Bab 20, tapi wajahnya tetap dingin seperti biasa, CEO Mahendra Group 50 Miliar.

"Aku tidak minta kamu datang untuk minta maaf padaku," kata Arga pelan, suaranya tidak ada dendam lagi seperti di Bab 3 waktu dia tampar aku, atau di Bab 10 waktu dia lawan aku di rapat saham. "Aku minta kamu datang karena anakku butuh kakek. Bukan kakek yang jual ibunya, tapi kakek yang jaga ibunya. Paham?"

Ayahku menangis. Laki-laki 55 tahun yang dulu membentakku, yang dulu bilang "Kamu cuma beban, Sinta, 500 juta itu sudah mahal untuk kamu", sekarang menangis seperti anak kecil di depan Arga, di depan laki-laki yang dulu dia anggap musuh karena keluarga Mahendra yang buat keluarga kami bangkrut 20 tahun lalu.

"Arga... saya... saya malu... saya jual anak saya sendiri... saya..." Ayahku tidak bisa lanjutkan kata-katanya.

Aku berjalan mendekat, perut kecilku terasa berdenyut, mungkin bayi kami merasakan kakeknya datang. Aku duduk di sebelah ayahku, memegang tangan ayahku yang keriput.

"Yah..."

Hanya satu kata itu, tapi ayahku langsung memelukku, pelukan pertama setelah 2 tahun sejak aku dijual 500 juta dan tidak pernah pulang.

"Maafkan ayah, Sinta... Ayah hutang banyak... Ayah pikir kalau jual kamu ke Mahendra, kamu hidup enak... Ayah tidak tahu Arga akan sayang sama kamu... Ayah kira Arga akan siksa kamu karena dendam lama keluarga kita..."

Arga menatap kami berdua, matanya yang dingin itu sedikit berkaca, tapi dia tahan, karena dia CEO, karena dia rogue musuh keluargaku yang sekarang jadi suami yang melunasi hutang ayahku tanpa aku minta.

"Pak," kata Arga, panggilan pertama kalinya Arga panggil ayahku Pak, bukan Pak Hartono atau Pak Tua seperti dulu, "Hutang 3,2 Miliar itu sudah lunas. Sertifikat rumah ini sudah atas nama Sinta, bukan atas nama saya, tapi atas nama Sinta. Jadi kalau nanti saya mati, atau kalau Sinta mau cerai karena saya masih ingat 500 juta itu, rumah itu tetap milik Sinta dan anak saya. Saya tidak mau anak saya lahir dan dengar cerita ibunya dijual 500 juta karena kakeknya hutang."

Aku kaget. Sertifikat atas namaku? Bukan atas nama Arga?

Arga melanjutkan, "Dan besok, saya mau bapak ikut RUPS Mahendra Group. Saya mau umumkan bapak sebagai komisaris kehormatan. Biar Tan Group tahu, keluarga Hartono dan Mahendra sekarang satu. Biar mereka tidak berani sentuh Sinta lagi seperti Kelvin Tan kemarin di mall."

Tepat saat Arga bilang nama Kelvin Tan, HP Arga berbunyi sangat kencang, nada dering khusus untuk perang saham, nada yang sama seperti di Bab 16 waktu perang saham 2 Triliun dimulai.

Di layar HP Arga tertulis: TAN GROUP - SERANGAN BALIK - 2,5 TRILIUN - JAKARTA STOCK EXCHANGE CRASH - DALAM 1 JAM.

Malam yang damai itu langsung hilang.

Arga langsung buka iPad di nakas, yang semalam dia pakai untuk tunjukkan laporan pelunasan hutang ayahku, sekarang laporan itu berubah menjadi grafik saham merah semua, turun tajam.

"Arga, apa itu?" tanyaku pelan, tanganku refleks mengelus perut kecilku.

"Tan Group balas dendam," jawab Arga dingin, tapi tangannya gemetar, pertama kalinya aku lihat tangan CEO 50 Miliar gemetar, "Kematian Kelvin Tan kemarin di mall, yang aku bunuh karena dia mau perkosa kamu di toilet mall, itu anak tunggal dari Tan Group. Sekarang papanya, Robert Tan, serang balik. Dia jual semua saham Mahendra Group, 2,5 Triliun, dalam 1 jam, biar saham Mahendra crash, biar aku bangkrut, biar aku tidak bisa lunasi hutang ayahmu, biar cerita 500 juta itu jadi bahan tertawaan se-Jakarta."

Ayahku yang dengar itu langsung pucat, "2,5 Triliun? Arga, itu lebih besar dari perang saham Bab 16 yang 2 Triliun... Kita kalah?"

Arga tidak jawab, dia langsung telepon seseorang, suaranya berubah menjadi rogue, musuh keluarga yang dulu buat keluarga Mahendra bangkrut 20 tahun lalu, suara yang sama waktu dia beli aku 500 juta.

"Hendra, aktifkan semua dana cadangan 50 Miliar di penthouse. Beli balik semua saham yang Tan Group jual. Jangan biarkan turun lebih dari 5%. Dan hubungi OJK, bilang Tan Group manipulasi pasar karena anaknya mati dibunuh, bukan karena bisnis."

Aku yang hamil, yang baru dapat 2 garis semalam, yang baru dapat pelukan ayah setelah 2 tahun, sekarang harus melihat suamiku perang lagi, perang yang lebih besar dari pertarungan berdarah di penthouse kemarin.

"Mas, perutku..." aku bilang pelan, bukan manja, tapi memang mual, hormon bumil ditambah haru ditambah takut.

Arga langsung matikan iPad perang 2,5 Triliun itu, dan berlutut di depan perut kecilku, mencium perutku yang masih rata, sama seperti semalam waktu dia bilang "Bagaimana aku bisa lupa... 500 juta itu harga paling murah yang pernah aku bayar untuk dapat harta paling mahal seumur hidupku..."

"Sinta, kamu dan bayi di dalam, masuk kamar. Kunci pintu. Jangan keluar sampai saya bilang aman. Ini perang saya, bukan perang kamu. Kamu sudah perang 21 bab, dari Bab 3 kamu tampar saya, Bab 10 kamu lawan saya, sampai Bab 21 kamu kasih saya 2 garis. Sekarang giliran saya perang untuk kamu."

Ayahku berdiri, meskipun masih gemetar, "Arga, biar saya bantu, saya dulu pengusaha, saya tahu cara Tan Group, Robert Tan itu teman lama saya waktu bangkrut 20 tahun lalu, dia yang buat keluarga Mahendra bangkrut juga, bukan saya..."

Arga menatap ayahku, lalu menatapku.

Untuk pertama kalinya dalam 22 bab, tidak ada lagi dendam. Tidak ada lagi jual beli 500 juta. Tidak ada lagi rogue musuh keluarga.

Yang ada hanya 3 orang di penthouse 50 Miliar yang tadi pagi jadi tempat pertarungan berdarah, sekarang jadi tempat keluarga yang mau perang bersama.

Ayahku, yang dulu menjualku, sekarang mau jadi tameng untuk cucunya.

Arga, yang dulu membeliku karena dendam karena ayahku buat keluarga Mahendra bangkrut 20 tahun lalu, sekarang melunasi hutang ayahku 3,2 Miliar tanpa aku minta, dan mau perang 2,5 Triliun untuk jaga aku dan bayi 2 garis.

Dan aku, Sinta, yang dulu dijual 500 juta, yang dulu ditampar di Bab 3, yang dilawan di Bab 10, yang hampir mati di mall karena Kelvin Tan, sekarang hamil, dan menjadi alasan dua keluarga musuh 20 tahun bersatu.

Di luar, Jakarta masih bising. Di layar iPad Arga, grafik saham Mahendra vs Tan Group masih merah, turun 7%, hampir crash.

Tapi di dalam penthouse ini, di atas nakas, rekaman USG bayi kami yang masih berupa titik kecil, yang berkedip di HP Arga yang masih menyala, detak jantung ketiganya lebih kencang dari detak jantung perang saham 2,5 Triliun.

Dan perang baru akan dimulai besok. Perang melawan keluarga Tan Group yang pasti akan balas dendam atas kematian Kelvin Tan. Perang saham 2 Triliun Bab 16 yang belum selesai, sekarang jadi 2,5 Triliun.

Tapi malam ini, kami menang. Kami punya 2 garis. Kami punya sertifikat rumah atas namaku. Kami punya kakek yang kembali.

Dan di perut kecilku, ada detak jantung keempat yang baru muncul, detak jantung yang tidak ada di USG, detak jantung yang hanya aku yang bisa rasakan, detak jantung yang berbisik pelan, "Mama jangan takut, Papa pasti menang, seperti Papa menang beli Mama 500 juta dulu..."

Bersambung.....

B⁠-⁠)

1
aina susiyanti77
keren kk😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!