Selama 18 tahun, Bai Chen hidup sebagai anak selir yang tidak dianggap di faksi kecil Benua Barat. Ia disiksa, dihina, dan jalur Dao-nya dihancurkan oleh klannya sendiri tanpa ampun, membuatnya dianggap sebagai sampah abadi.
Tepat di hari ulang tahunnya yang ke-18, saat ia terbaring sekarat di ruang bawah tanah yang dingin, sebuah suara mekanik dingin berdering di kepalanya:
[Sistem Penguasa Dao Diaktifkan. Memperbaiki jalur Dao yang hancur. Sinkronisasi dimulai...]
Dalam sekejap, hambatan tubuhnya musnah. Dari titik terendah sebagai manusia fana, ia melompat langsung ke Ranah Void Dao!
Menggabungkan logika sains modern dan kekuatan sistem absolut, Bai Chen menembus batasan dunia kultivasi yang kolot. Ia membumihanguskan para musuh yang merendahkannya, mengguncang 5 Klan Kuno di Benua Tengah, hingga berdiri di puncak pertempuran kosmik yang membelah dunia demi menjadi Kaisar Surgawi mutlak yang tak tertandingi!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon OhMyZy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kebangkitan Sang Penguasa Dao dan Kehancuran Ruang Bawah Tanah
Asap tebal mengepul tebal, bercampur dengan debu bebatuan yang berhamburan di udara malam Benua Barat yang sedingin es. Reruntuhan ruang bawah tanah faksi cabang Sekte Pedang Surgawi kini telah berubah sepenuhnya menjadi sebuah kawah cekung yang dipenuhi serpihan batu hancur dan puing-puing berserakan. Guncangan akibat ledakan energi kosmik beberapa saat yang lalu terasa begitu masif hingga meretakkan fondasi tanah di sekitarnya.
Di tengah badai debu yang perlahan mulai mereda, sesosok pemuda berdiri dengan postur tubuh yang sangat tegap. Jubah usang yang tadinya melekat ketiadaan kini berkibar perlahan diterpa angin malam, seolah tunduk pada keberadaan absolut yang baru saja lahir di tempat terkutuk ini.
Bai Chen menatap telapak tangan kanannya sendiri. Kulit yang tadinya penuh dengan luka lebam, goresan cambuk, dan sisa-sisa darah kering kini telah hilang tanpa bekas, digantikan oleh kulit bersih yang memancarkan kilau giok transparan yang sangat kuat. Di dalam tubuhnya, aliran energi dari ranah Void Dao (Ranah 7) mengalir begitu tenang namun mematikan, bagaikan lautan kosmik tak bertepi yang terkurung dalam raga manusia.
Sebagai seorang pemuda yang sebelum reinkarnasinya merupakan seorang insinyur modern dari dunia yang dipenuhi oleh logika, sains, dan hukum fisika kuantum, kesadaran Bai Chen saat ini mengalami fusi yang sempurna dengan tubuh baru ini. Otaknya mampu memproses kecepatan pergerakan molekul, tekanan udara, hingga struktur gravitasi di sekitarnya hanya dalam hitungan sepersekian detik.
[Ding! Analisis lingkungan selesai. Sinkronisasi memori inang mencapai 100%.]
Suara dingin sistem kembali berbisik di dalam benaknya, menampilkan panel hologram transparan bergaris biru yang hanya bisa dilihat olehnya seorang diri:
[Status Inang: Bai Chen]
[Usia: 18 Tahun (Tepat hari ini)]
[Ranah Kultivasi: Void Dao - Tingkat Awal (Ranah 7)]
[Fisik: Tubuh Emas Kosmik Tanpa Cacat]
[Keahlian Khusus: Analisis Struktur Energi, Pemetaan Titik Lemah Universal]
"Jadi, inilah kekuatan dari Void Dao..." gumam Bai Chen pelan. Suaranya terdengar begitu tenang, namun setiap kata yang keluar dari bibirnya menciptakan gelombang getaran sonik kecil di udara, membelah angin malam dengan presisi yang mengerikan.
Delapan belas tahun penyiksaan, cacian sebagai sampah, rasa sakit karena jalur Dao yang dihancurkan secara paksa oleh tetua klan, serta penderitaan ibunya—Bi Xiu—yang dikucilkan di halaman belakang, berputar bagaikan kaset rusak di dalam ingatannya. Namun, alih-alih melahirkan emosi yang meledak-ledak, jiwa insinyur modern di dalam diri Bai Chen menyusun semuanya menjadi sebuah strategi dingin yang sistematis. Di dunia ini, balas dendam tidak cukup hanya dengan kemarahan; ia harus dilakukan dengan dominasi mutlak yang membuat musuh-musuhnya berlutut tanpa bisa melawan.
Tiba-tiba, suara derap langkah kaki berlari tergesa-gesa memecah kesunyian malam dari arah lorong luar reruntuhan. Suara teriakan panik bercampur suara gesekan bilah pedang terdengar semakin dekat, mendekati pusat ledakan.
"Sialan! Apa yang sebenarnya terjadi di sini?! Ledakan macam apa yang meruntuhkan ruang bawah tanah tahanan?!" teriak sebuah suara parau yang sangat dikenal oleh Bai Chen.
Sosok yang muncul pertama kali dari balik reruntuhan lorong batu adalah Mo Chen, pengawas klan yang selama bertahun-tahun paling rajin menyiksa Bai Chen. Di belakang Mo Chen, tiga orang murid pengawal faksi cabang—masing-masing bernama Wang Lin, Zhao Feng, dan Sun Wu—ikut menerobos masuk dengan wajah pucat pasi dan senjata terhunus di tangan.
Mo Chen menghentikan langkahnya secara mendadak saat matanya menangkap pemandangan di hadapannya. Alih-alih mendapati Bai Chen yang terbaring sekarat dan bersimbah darah di atas jerami kotor, ia justru melihat sang "sampah" berdiri tegak di tengah reruntuhan dengan aura yang membuat bulu kuduknya meremang seketika.
"Ba... Bai Chen?!" Mo Chen membelalakkan matanya lebar-lebar, menatap pemuda itu seolah sedang melihat hantu di siang bolong. "Bagaimana mungkin kau masih hidup?! Dan di mana jerami tempatmu sekarat tadi?! Apa yang telah kau lakukan pada tempat ini?!"
Tiga pengawal di belakang Mo Chen—Wang Lin, Zhao Feng, dan Sun Wu—juga gemetar ketakutan. Sebagai kultivator tingkat rendah di ranah Fondasi Dao dan Pemurnian Dao, mereka sangat tahu bahwa tubuh Bai Chen seharusnya sudah hancur total setelah dihantam oleh para sepupu dan tetua sore tadi. Namun, saat ini, pemuda di hadapan mereka memancarkan tekanan tak kasat mata yang membuat dada mereka terasa sesak, seolah tertindih oleh gunung batu raksasa.
Bai Chen perlahan membalikkan tubuhnya. Sepasang matanya yang memancarkan kilat keemasan menatap tajam ke arah Mo Chen dan ketiga pengawal tersebut. Tidak ada niat untuk berbicara panjang lebar. Bagi Bai Chen, berbicara dengan anjing-anjing penjaga ini hanya membuang-buang waktu berharga.
Mo Chen merasakan gelombang ketakutan yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya merayap naik dari telapak kakinya hingga ke ubun-ubun. Insting bertahan hidupnya berteriak histeris, menyuruhnya untuk segera melarikan diri sejauh mungkin. Namun, tubuhnya terasa membeku, tidak bisa digerakkan sama sekali.
"Peng... Pengawas Mo..." bisik Zhao Feng dengan suara bergetar hebat, ujung pedang di tangannya berderak karena cengkeramannya terlepas. "Aura anak ini... aura ini bukan milik manusia fana...!"
"Diam keji! Bunuh dia!" Mo Chen berteriak panik, mencoba menutupi rasa takutnya yang luar biasa dengan kemarahan palsu. Ia mendesak Wang Lin dan Zhao Feng untuk maju menyerang terlebih dahulu. "Kalian berdua, tusuk jantungnya sekarang juga! Dia pasti menggunakan ilmu hitam!"
Wang Lin dan Zhao Feng saling berpandangan dengan wajah pucat pasi. Didorong oleh rasa takut yang lebih besar kepada hukuman pengawas daripada ancaman Bai Chen, keduanya mengerahkan seluruh sisa energi Kondensasi Dao mereka. Mereka mengayunkan pedang panjang berkarat ke arah dada Bai Chen dengan kecepatan penuh, berniat mengakhiri hidup pemuda itu dalam satu tebasan keji.
Namun, Bai Chen bahkan tidak menggerakkan satu jari pun dari sisi tubuhnya.
Ia hanya menatap lurus ke arah kedua penyerang tersebut dengan tatapan dingin dari ketinggian ranah Void Dao. Di dalam benaknya, sistem secara otomatis memetakan titik lemah aliran energi pedang lawan menggunakan analisis fisika kuantum spiritual.
Whosh!
Sebelum bilah pedang Wang Lin dan Zhao Feng menyentuh pakaian Bai Chen, tekanan aura dari tatapan mata Bai Chen meledak keluar bagaikan badai kosmik tak kasat mata.
Bum! Bum!
Dua suara ledakan tumpul terdengar beruntun. Tubuh Wang Lin dan Zhao Feng seketika terpental mundur dengan kecepatan sepuluh kali lipat dari laju lari mereka. Darah segar menyembur deras dari mulut dan hidung mereka di udara sebelum tubuh mereka menghantam dinding batu sisa bangunan hingga remuk redam tanpa bentuk. Keduanya tewas seketika tanpa sempat mengeluarkan jeritan kesakitan terakhir.
Suasana di reruntuhan ruang bawah tanah itu langsung berubah menjadi sunyi senyap, sunyi yang mencekam bagaikan di dalam kuburan massal.
Sun Wu, pengawal ketiga yang berdiri di samping Mo Chen, menjatuhkan pedangnya ke atas tanah. Lutunya melemah seketika, membuatnya jatuh berlutut di atas debu dengan sekujur tubuh basah oleh keringat dingin. Matanya melotot menatap dua rekan sesama pengawal yang kini telah menjadi mayat tak bernyawa.
Mo Chen sendiri mundur beberapa langkah ke belakang dengan kaki bergetar hebat. Wajahnya yang arogan kini pucat pasi seperti kertas kosong. Pedang di tangan kanannya terlepas dan jatuh berdenting ke lantai batu.
"Kau... monster... monster apa kau sebenarnya?!" teriak Mo Chen histeris, air liurnya menetes keluar tanpa disadari. "Jalur Dao-mu sudah dihancurkan oleh Tetua klan! Seharusnya kau sudah menjadi sampah mati! Bagaimana mungkin... bagaimana mungkin kau memiliki kekuatan mengerikan seperti ini?!"
Bai Chen melangkah maju perlahan. Setiap langkah kakinya menghasilkan suara ketukan yang bergemuruh keras di dalam dada Mo Chen dan Sun Wu, seolah menghitungdetik-detik akhir hidup mereka. Wajah tampan Bai Chen tampak sangat dingin, menyisakan senyum tipis sinis yang penuh dengan dendam kesumat selama delapan belas tahun.
"Jalur Dao yang mereka hancurkan hanyalah awal dari kebangkitanku, Mo Chen," suara Bai Chen terdengar sangat rendah, namun bergema bagaikan vonis dari penguasa neraka. "Delapan belas tahun lamanya kau menikmati setiap detik penyiksaan di tempat ini. Sekarang, nikmatilah balasan atas semua perbuatanmu."
Mo Chen ingin berlari, ia ingin berteriak memanggil bala bantuan dari pasukan utama klan. Namun, tekanan dari ranah Void Dao yang menyelimuti sekujur tubuhnya mengunci setiap otot di tubuhnya, membuatnya tidak bisa bergerak barang satu inci pun.
Plak!
Sebuah tamparan gelombang energi murni melayang di udara dan menghantam wajah Mo Chen dengan kecepatan kilat, merontokkan seluruh gigi di mulut pengawas keji itu dan membuatnya berputar tiga kali di udara sebelum jatuh tersungkur bermandi darah.
Sun Wu, yang melihat atasannya dihajar tanpa perlawanan, bersujud di tanah dengan kepala membentur batu secara berulang-ulang, menangis histeris memohon belas kasihan. "Tuan Muda Bai Chen! Ampuni saya! Ampuni saya! Saya hanya menjalankan perintah! Saya tidak pernah ikut mencambuk Anda! Ampuni nyawa saya!"
Bai Chen melirik sekilas ke arah Sun Wu, lalu mengibaskan lengan bajunya dengan ringan. Gelombang angin bertekanan tinggi melesat dan melumpuhkan titik meridian Sun Wu, membuatnya jatuh pingsan seketika tanpa kehilangan nyawa—karena Bai Chen menyimpan hukuman yang lebih pantas untuk pengawal pengecut itu nanti di hadapan seluruh anggota faksi cabang.
Langkah kaki Bai Chen kini berhenti tepat di depan Mo Chen yang terkapar tak berdaya di atas genangan darahnya sendiri. Mo Chen mendongakkan kepalanya dengan wajah hancur, menatap Bai Chen dengan mata penuh permohonan ampun yang sudah terlambat.
"Jangan bunuh aku... kumohon..." rintih Mo Chen terbata-bata, air mata dan darah bercampur menjadi satu di wajahnya yang mengerikan.
Bai Chen menunduk, menatap rendah sosok yang dulu sering menginjak lehernya di tempat yang sama. "Dunia ini kejam, Mo Chen. Dan hari ini, aku adalah hukum yang mengatur kekejaman itu di tempat ini."
Dengan sebuah lambaian tangan ringan yang dilapisi energi Void Dao, Bai Chen mengakhiri riwayat Mo Chen seketika, membuat pengawas kejam itu tewas tanpa sempat merasakan sakit yang berkepanjangan.
Namun, kematian Mo Chen di ruang bawah tanah ini barulah percikan api kecil. Berita tentang kebangkitan "sampah" keluarga yang memancarkan energi mengerikan ini dipastikan akan segera menyebar luas, memancing kemarahan dari para sepupu, para tetua, hingga kepala faksi cabang Sekte Pedang Surgawi yang selama ini menginjak-injak harga diri Bai Chen dan ibunya.