NovelToon NovelToon
CEO MISTERIUS ITU TERNYATA SUAMI SAYA

CEO MISTERIUS ITU TERNYATA SUAMI SAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romansa / Kekasih misterius
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Kazuki Taki

𝐑𝐢𝐳𝐮𝐤𝐢 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐥𝐚𝐧𝐢 𝐡𝐚𝐫𝐢 𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐢𝐝𝐞𝐧𝐭𝐢𝐭𝐚𝐬 𝐠𝐚𝐧𝐝𝐚. 𝐡𝐚𝐫𝐢-𝐡𝐚𝐫𝐢 𝐧𝐲𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐣𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐫𝐚𝐬𝐚 𝐛𝐢𝐚𝐬𝐚. 𝐡𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚 𝐝𝐢𝐚 𝐛𝐞𝐫𝐭𝐞𝐦𝐮 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐰𝐚𝐧𝐢𝐭𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐮𝐛𝐚𝐡 𝐣𝐚𝐥𝐚𝐧 𝐧𝐲𝐚. 𝐝𝐚𝐧 𝐭𝐚𝐤𝐝𝐢𝐫 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐮𝐧𝐠𝐤𝐚𝐩𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐢𝐬𝐢 𝐥𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kazuki Taki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24 — (Malam di Avermont — Keputusan dalam Senyap)

Malam di Avermont turun perlahan. Udara pegunungan terasa dingin namun bersih. Angin membawa aroma pinus dari hutan di kejauhan, menyelinap lewat celah jendela hotel yang sedikit terbuka. Lampu-lampu taman menyala temaram, memantulkan bayangan panjang di dinding kamar hotel yang luas dan sunyi.

Vhiena telah tertidur. Napasnya teratur, wajahnya damai. Rambut cokelatnya terurai di atas bantal putih, sedikit menutupi keningnya. Seharian penuh kegembiraan membuat tubuhnya lelah, dan tidur datang tanpa perlawanan.

Rizuki masih terjaga. Ia duduk di sofa dekat jendela, satu tangan bertumpu di sandaran, matanya menatap keluar tanpa benar-benar melihat apa pun. Pikirannya kembali pada percakapan mereka sebelum tidur.

Tentang masa kecil Vhiena. Tentang Ayu dan Lala. Tentang kota kecil di pinggiran distrik—Ravelin. Tentang orang-orang yang hidup sederhana, bekerja keras, namun selalu tertinggal oleh sistem yang tak pernah menoleh ke arah mereka.

Rizuki menghembuskan napas pelan. Ia telah melihat peta ekonomi nasional, grafik pertumbuhan, laporan sosial—semuanya rapi di atas kertas. Tapi cerita Vhiena membuat angka-angka itu terasa… dingin.

secara Pelan, Rizuki berdiri. Ia berjalan ke arah tas hitam sederhana yang diletakkannya di sudut kamar. Tidak mencolok. Tidak mewah. Sama seperti dirinya di mata Vhiena.

Ia berlutut sedikit, membuka ritsleting tas dengan gerakan nyaris tanpa suara.

Di dalamnya tersusun rapi tiga ponsel—masing-masing terpisah, masing-masing memiliki dunianya sendiri.

Rizuki tidak menyentuh ponsel pribadi. Ia melirik sekilas ke arah tempat tidur, memastikan Vhiena benar-benar terlelap. Lalu ia mengambil ponsel ke-2. Ponsel khusus Bluesky Corporation.

Begitu layar menyala, antarmuka profesional muncul. Tidak ada aplikasi hiburan, tidak ada jejak kehidupan pribadi. Hanya data, jadwal, dan komunikasi tingkat eksekutif.

Nama Mira dan Keira muncul di daftar prioritas.

Rizuki berdiri, berjalan menjauh dari tempat tidur, lalu duduk kembali di sofa. Nada dering dimatikan, panggilan dilakukan dalam mode senyap. Tak sampai beberapa detik, koneksi tersambung.

“Pak Rizuki?” Suara Mira terdengar pelan namun langsung siaga.

Keira menyusul, suaranya tenang dan penuh kendali. “Ada sesuatu yang mendesak?”

Rizuki berbicara rendah, nyaris berbisik, namun setiap katanya jelas. “Aku memberi perintah langsung.”

Keduanya langsung fokus.

“Lokasi,” lanjut Rizuki, “Kota Ravelin.”

Mira terdiam sejenak. "Wilayah pinggiran distrik utara… data infrastrukturnya minim.”

“Aku tahu,” jawab Rizuki singkat.

Keira bertanya, “Apa yang hendak anda lakukan ?”

Rizuki menatap jendela, ke arah lampu-lampu kota kecil Avermont di kejauhan. “Bangun fasilitas pendidikan.” , “Rumah sakit.” , “Dan pabrik manufaktur.”

Nada suara Mira berubah. “Ini proyek besar. Apakah masuk dalam struktur Bluesky?”

Rizuki menjawab tanpa ragu, “tentu saja, Pendanaan dan eksekusi lewat Bluesky , Aku sendiri yang akan menentukan arah. Aku akan segera mepelajari struktur kota itu, dan akan membuat konsep secepat mungkin. "

Keira memahami maksud itu sepenuhnya. Sunyi beberapa detik. " Baik pak. " Jawab mira dengan nada tegas, yang terdengar dari telepon.

“Tenaga kerja?” tanya Mira.

“Warga setempat,” jawab Rizuki. “Serap sebanyak mungkin. Prioritaskan pelatihan.”

“Pengawasan lapangan?” Keira memastikan.

“aku sendiri yang akan mengawasi meskipun aku tidak kesana,” kata Rizuki. “Sistem akan terintegrasi penuh.”

Mira menarik napas dalam. “Baik. Kami akan segera mulai ini.”

Keira menambahkan, “Tidak akan ada publikasi. Tidak ada eksposur.”

“Tepat,” jawab Rizuki. “Aku tidak ingin nama siapa pun muncul.”

" Adakan pertemuan dengan pemerintah pusat dan daerah, bahwa bluesky corporation akan segera melakukan investasi di tempat itu " . Ucap rizuki serius. " Pastikan kebijakan tidak menyulitkan kita ". Imbuh rizuki.

" Baik biar kami yang menangani nya ". Keira menjawab itu dengan tegas.

Panggilan berakhir. Rizuki mematikan layar, lalu menyimpan kembali ponsel ke-2 ke dalam tas, menutup ritsleting dengan hati-hati. Tidak satu pun perangkat tertinggal di luar.

Ia melirik ponsel ke-3 sekilas—tetap gelap, sunyi, tak tersentuh. Dunia itu akan bergerak tanpa suara, tanpa saksi.

Rizuki kembali mendekati tempat tidur. Vhiena bergerak kecil dalam tidurnya, bergumam pelan tanpa makna. Rizuki berhenti sejenak, memastikan tidak ada cahaya atau benda asing yang terlihat.

Tas kembali ke tempatnya. Rizuki duduk di tepi ranjang, menatap wajah Vhiena dengan ekspresi yang sulit dijelaskan—tenang, namun penuh keputusan.

Di malam yang sunyi ini, tanpa satu pun kata terucap, arah hidup ribuan orang baru saja berubah.

Lampu meja ia matikan. Rizuki berbaring, menutup mata. Dan jauh di kota kecil bernama Ravelin, sebuah perubahan akan mulai bergerak—diam-diam, tanpa sorotan, tanpa nama.

Bersambung.

1
✧ 𝒩ℴ𝓃𝒶̀_𝒮𝓎𝒶𝒶 ✧
Vhiena malu-malu kucing/Proud/
Tinggal bilang nunggu si dia apa ssh nya si?/Slight/
✧ 𝒩ℴ𝓃𝒶̀_𝒮𝓎𝒶𝒶 ✧: Iyaa/Smirk/
total 2 replies
Andik Rifai
sukaa bangeeettt. biasanya tuh alur percintaan CEO sama orang biasa kan ntah di jodohin tapi ditolak ntah dramanya harus diculik, atau keluarga berantakan broken home dll. tp ini tuh mengalir damai tanpa banyak drama. ini real cowok dingin sih ga banyak bacot atau suka ngancem ceweknya. fav banget cerita ini.. btw aku cewek yaa
Kazuki Taki: terimakasih kk
total 1 replies
✧ 𝒩ℴ𝓃𝒶̀_𝒮𝓎𝒶𝒶 ✧
Penyamaran yg bagus🙏😭

SMA kls 3, trnyta CEO😌
Kazuki Taki: 🥰❤, terimakasih kk
total 5 replies
Ananda Andin Angraini
Kebanyakan titik dan banyak lanjutan kata, alangkah baiknya jika d sambung jadi satu.

cnth
"Tuan Rizuki, maaf mengganggu! Saya lihat lampu masih menyala." kata Mira./Smile/
tapi tergantung masing-masing cerita sih, hehehe
Ananda Andin Angraini: Wokeh /Tongue//Facepalm/
total 2 replies
Ananda Andin Angraini
koreksi dkit ah
Kazuki Taki: koreksi di persilahkan kk 😀
total 1 replies
Ananda Andin Angraini
setinggi apa ya? /Shy/
Ananda Andin Angraini
/Doge/
Ananda Andin Angraini
berisik tapi ngangenin ya. /Joyful/
Ananda Andin Angraini
Untungnya bukan kata 'Y' doank /Facepalm/
Ananda Andin Angraini
"Mungkin." bisa iya, bisa tidak. /Chuckle/
Kazuki Taki: yang jelas iya, soalnya penasaran sama tu cwe🤭
total 1 replies
Kazuki Taki
sudahh kan 🤣
Ananda Andin Angraini
Tanda kutip kurang dan salah tempat kak, harusnya "Rizuki!" /Applaud/
Ananda Andin Angraini
Ah berharap pas dia jatuh d belakangnya ada Rizuki, /Proud/
Ananda Andin Angraini
iya nunggu ayank beb /Joyful/
Ananda Andin Angraini: hilal THR masih belum nampak /Chuckle/
total 2 replies
Ananda Andin Angraini
hmmm,
Ananda Andin Angraini
Da emnk bos muda. /Proud/
Ananda Andin Angraini
Singkat, jelas dan minta di lempar sendal. /Joyful/
Ananda Andin Angraini: Wah ternyata seperti itu /Chuckle/
total 2 replies
Ananda Andin Angraini
udah tanda2 nih Rizuki. /Proud/

kak skip titiknya /Whimper/
Ananda Andin Angraini
bagian akhir, kalau narasinya di satuin lebih baik kak. 🙏/Bye-Bye/
Ananda Andin Angraini
lebih menantang ya Vhin? /Grin/

Skip titiknya kak. /Bye-Bye/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!