Kisah cinta Xavier dan Aruna yang harus melewati banyak hal dalam rumah tangga mereka. Xavier adalah tipe suami posesif. sedangkan Aruna adalah istri cuek. sehingga beda sifat mereka kadang membuat mereka berselisih dan berseteru.
Namun hal itu tak membuat cinta keduanya luntur dan menghilang begitu saja. Malah hal itu membuat mereka menjadi semakin saling mencintai.
namun di balik kebahagiaan mereka ternyata ada orang yang ingin memisahkan keduanya. mampukan mereka melewati badai besar dalam rumah tangganya? dan siapakah orang itu....ikuti terus kisah cinta mereka berdua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Xavier-Aruna 16
"Loh mami mau kemana?" tanya Xavier saat melihat ibunya sudah menggunakan pakaian perangnya.
"Mau olah raga malam! Makanya tadi mami makan banyak soalnya butuh banyak tenaga untuk bisa adu jotos!" jawab Mami Violet.
"Mami pergi sendirian?" tanya Xavier kembali.
"Ya nggak lah. Kan mami sekarang sudah punya BESTie ...!" jawab Mami Violet bersamaan dengan Aruna yang menuruni tangga dengan pakaian kebangsaannya.
"Loh sayang, kamu juga ikut?" tanya Xavier.
"Ayo kita berangkat, Nak! Wanita seperti dia memang harus di beri pelajaran lima jari yang lebih lagi! Mulutnya sampai kapanpun tak akan pernah berhenti berbusa!" ajak Mami Violet.
"Aku nggak di ajak Mi?" teriak Xavier.
"Nggak! Sekalian Mami sama Aruna mau jalan-jalan malam di lintasan! Iya kan, Nak?" jawab Mami Violet menggandeng tangan Aruna.
"Ah elah mi, itu mantunya baru aja jadi manten baru! Ngapa malah di ajak balapan?" protes Xavier.
"Suka-suka Mami saja! Kamu di rumah saja sama Papi jagain Arkha!" jawab Mami Violet.
"Mi ... Ah elah, ini udah malam mi, gak baik loh wanita keluar malam-malam gini!" teriak Xavier.
Akan tetapi keduanya tak peduli dan sedang memanaskan motor dan mengenakan helm full face milik keduanya. Impian mami Violet banget ini, punya menantu yang bisa di ajak motoran bareng. Bahkan di ajak balapan di lintasan. Satu persatu keinginan Mami Violet terwujud. Wajahnya full senyum, makanya dia tak sabar ingin memberi hukuman berat kepada Merlyn yang sudah mencoba untuk menyakiti dan memfitnah menantunya. Berani-beraninya dia melakukan hal itu kepada menantu kesayangan yang sulit dia dapatkan itu.
"Pi, kenapa malah diam saja? ayo cegah istri kita untuk pergi jauh-jauh! Aku nggak mau kalau sampai mereka kenapa-kenapa! Apalagi mami bilang mereka juga akan balapan! Ah elah, jangan sampe istri Vier lecet!" omel Xavier.
"Biarkan saja mereka juga butuh hiburan! Mami hati-hati di jalan, kalau kalah dari Runa jangan ngambeknya ke papi nanti ya!" teriak Papi Devan.
"Aman Pi! Paling mami bakalan ngamuk di mall!" jawab Mami Violet.
"Itu lebih baik!" kekeh Papi Devan membaut Xavier kesal bukan main.
"Sayang, jangan pergi lah! Mending kita ke kamar ngadon dedek bayi aja! Itu jauh lebih aman!" teriak Xavier.
"No ... No ... Harga diri kami sebagai seorang wanita dan seorang istri sedang dipertaruhkan!" jawab Mami Violet membuat Xavier memutar bola matanya malas.
"Ready, sayang! Kalau lama-lama di sini bisa-bisa sakit telinga mendengar dia ngomel Mulu!" tanya Mami Violet saat mereka berada di atas motor besar masing-masing.
"Ready Mi, Aku berangkat dulu Mas, tolong jaga Arkha!",Aruna melambaikan tangan kepada suaminya sebelum menginjak pedal gas.
"Sayaaaaang ... Ish malah pergi!" omel Xavier.
"Nggak usah lebay deh! Kamu kek nggak tahu istri kita seperti apa!" ujar Papi Devan sambil menggandeng pundak Arkha masuk ke dalam rumah. Xavier hanya berdecak kesal saja, karena rupanya sang Mami sudah mulai memperlihatkan kekuasaannya di rumah. Sekarang dia malah menguasai istrinya. Bagaimana dia bisa cepat punya dedek bayi kalau istrinya di ajakin main sparing sama balapan terus?" omel Xavier sambil masuk ke dalam rumah.
Berbeda dengan Xavier yang uring-uringan di dalam rumah karena istrinya di culik sang mami. Kedua wanita beda generasi itu malah terlihat sangat senang menunggangi motor kesayangan mereka siang-siang di jalanan. Apalagi Mami Violet terlihat sangat bahagia.
"Yah, kok udah nyampe lagi! Berasa sebentar!" kesal Mami Violet saya mereka tiba di tempat Merlyn berada.
"Nanti pulang dari sini kita lanjut lagi Mi!" jawab Aruna membaut senyum lebar terbit di bibir mami Violet.
"Ah senangnya!" jawab Mami Violet memeluk Aruna.
Mereka masuk ke dalam tempat yang dibhaga oleh beberapa orang anak buah Hananta dan juga Ramon berserta Edwin yang menunggu mereka sambil Mabar.
"Selamat datang, Nyonya, Nona ..." sapa anak buah Hananta mereka mengangguk pelan dan masuk dengan langkah tegap dan penuh wibawa. Berbeda dengan sebelumnya yang penuh senyum dan juga tawa. Saat berada di sana mereka sudah menjadi orang yang berbeda. Lady Hananta dan Lady Runa. Dua lady berbeda generasi.
Saat masuk ke dalam ruangan terdengar teriakan Merlyn yang menggema. Wanita itu ternyata memiliki tenaga yang cukup besar. Karena sampai malam saja masih bisa berteriak sekencang itu.
"Apa kalian tidak sakit telinga mendengar dia berteriak seperti itu?" tanya Mami Violet kepada Ramon dan Edwin yang tampak masih fokus dengan gadget miliknya masing-masing.
"Mereka menggunakan earphone mi," bisik Aruna menarik earphone di telinga keduanya.
"Eh udah datang dek?" tanya Edwin bangkit dari duduknya.
"Baru saja bang!" jawab Aruna.
"Astaga! Pantas saja kalau betah di dalam sini karena telinga kalian di tutupin sama earphone!" ujar mami Violet membuat keduanya terkekeh sambil menggaruk tengkuknya.
"Abisnya dari tadi dia teriak terus! Udah di suruh diam malah makin berteriak memaki-maki. Jadinya ya biarkan saja dia berteriak begitu dan kami menutup telinga dengan earphone," jawab Ramon.
"Dia memang wanita yang nggak ada kapoknya! wanita modelan seperti dia itu nggak akan ada kapok-kapoknya. Karena dia pasti akan melakukan hal yang jauh lebih berbahaya lagi dari sebelumnya. Apalagi otaknya juga sangat picik, dengan membawa sen-ja-ta kemana-mana dan memang sudah di rencanakan dan di biatkan dari sebelumnya!" omel Mami Violet sambil berjalan menuju kamar tempat Merlyn berada.
"Sial-an kalian Violet, Aruna! Kalian sok cantik dan berkuasa! Padahal aku tahu kalau kalian berdua itu main kotor kepada Pak Devan dan Xavier. Aku akan buktikan kalau kalian itu adalah para wanita dak-jal sok kuat padahal kalian tak bisa berbuat apa-apa tanpa kekuasaan mereka! Aku akan pastikan kalau kalian berdua menjadi gembel di jalanan setelah ini! Kalian sudah membuat aku di permalukan di dua perusahaan! Aku tak akan tinggal diam! Tunggulah pembalasanku! dasar para nenek sihir!" teriak Merlyn dan umpatan kasar lainnya terdengar dengan jelas oleh mereka berempat.
"Astaga! Mulutnya busuk sekali!" kesal Mami Violet kemudian mengkode Ramon untk membuka pintu.
rexa kau jd kekesed na Renata ternyata
awas az s danar berulah n mulai culas n tamak harta
ini mah harus baca ulang dari awal
thanks teh 💪