NovelToon NovelToon
'SUAMI BUTA' Ku Yang Kaya Raya

'SUAMI BUTA' Ku Yang Kaya Raya

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Balas Dendam
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Elprasco

"Dasar pria buta, dia cuma hidup dari sumbangan keluarga Wijaya!" cibir seorang wanita.

Sepertinya kehadiran Elang telah menjadi tontonan bagi mereka. Semua orang mengatainya sebagai pria tak berguna,

"Aku calon istri dari pria yang kalian bicarakan."

Entah naif atau bodoh, ucapan Nila berhasil menarik perhatian Elang.

Setelah kecelakaan 10 tahun lalu, pria itu kembali dari pengasingan panjang. Diam-diam bertingkah lemah demi membalaskan dendam,

Namun siapa sangka? di tengah sandiwara dia justru bertemu seorang gadis liar yang membuat hidupnya berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elprasco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pekerjaan baru

1 minggu kemudian

Seorang pria paruh baya bersetelan jas tengah duduk di depan membuat Nila terpaku, batinnya merasa gugup. Nila duduk berhadapan dengan satu pelamar lain di sampingnya,

Hari ini adalah kesempatan penting bagi Nila, dia harus bisa memberikan yang terbaik. 

"Elang percaya padaku. Dia udah susah payah ngebantu," batin Nila mengingat kembali setiap pertanyaan yang sempat Elang buat untuk persiapan wawancaranya.

"Kira-kira apa ya yang bakal ditanya?"

Dengan penuh gugup memandang pria yang bertugas sebagai penanya, terlihat tengah sibuk mengamati CV yang telah mereka lampirkan.

"Nilaimu bagus, lulusan Harvard memang tidak bisa diragukan. Kamu sangat cocok bekerja disini," memuji gadis lain,

"Terima kasih pama---pak manager,"  ungkapnya terbata-bata,

Seketika membuat Nila terkejut dengan apa yang baru saja didengar, "Dia tadi manggil paman kan?" 

Kedua alisnya mengernyit, melirik dengan penuh curiga, melihat gerak-gerik mereka yang dinilai telah melakukan kecurangan.

"Kamu boleh pergi, wawancaranya sudah selesai. " dengan enteng memberi perintah kepada Nila,

"Ha? Tapi saya belum di wawancarai." seru Nila menolak untuk pergi.

"Kamu tidak dengar saya tadi bilang apa? Silahkan keluar."

"Tapi saya kesini untuk wawancara," bela Nila bersikukuh.

"Sudah saya bilang, wawancara selesai. Kamu tidak lolos, silahkan pulang!" bentaknya mengacungkan telunjuk ke arah pintu, 

"Bapak bahkan belum bertanya apapun kepada saya!" sontak Nila bangkit dari duduknya,

"Pengalaman terakhirmu, kerja di Rumah Katering kan? Saya dengar kamu dipecat karena tidak kompeten,"

"Itu bohong. Saya bukan dipecat tapi mengundurkan diri, lain kali bapak pastikan dulu---jangan main nyebar berita hoax." ujar Nila membenahi kabar burung yang entah datang dari mana?

"Saya dengar dia tadi manggil anda paman. Pasti kalian berdua saling kenal kan?!" 

"Dih? Kalau ga lolos mah terima ajah! Jangan malah nuduh sembarangan," elak gadis lain dengan tatapan remeh.

"Saya sudah lihat CV mu. Kamu bukan sarjana, memang benar pengalaman kerjamu udah banyak. Tapi kamu ga cocok kerja disini," ungkap pria itu terus berdalih.

"Kenapa bapak bisa bilang saya tidak cocok terus dia cocok? Padahal kita berdua belum ditanyain apapun."

"Dia baru lulus, padahal di persyaratan tertulis minimal pengalaman kerja 3 tahun." Nila terus bersuara untuk memojokkan mereka, 

Dia merasa yakin kalau keduanya telah menyembunyikan sesuatu.

"Sekarang bapak tetep ga ngaku kalau kenal sama dia?"

Pria yang merasa tertohok itu merasa geram, berdiri dengan tatapan sinis. "Emang kenapa kalau saya pamannya?"

"Bisa apa kamu? Ha?" bersikap songong, tak menyesali perbuatan.

"Cari aja pekerjaan lain, jangan ganggu saya."

"Saya bakal bikin pengaduan kalau bapak menyalahgunakan kekuasan dan melakukan nepotisme." ancam Nila dengan lantang.

"Lakukan saja. Kamu pikir kamu siapa? Emangnya perusahaan bakal peduli," 

"Siapa bilang perusahaan ga peduli?" celetuk suara pria dari sisi lain.

Pintu kaca ruang itu terbuka, dua pria melangkah masuk yang tak disangka kehadirannya. Membuat mereka semua tercengang,

Begitu juga Nila yang melihat Elang, bagaimana bisa?

"Dari luar saya dengar ada yang melakukan nepotisme---" menatap tajam pria yang terlihat kaget,

"Jadi kamu yang berani melakukan hal kotor di perusahaan saya?!" tanya Herman tersenyum sadis,

"Ti-tidak pak---"

"Sudah untung diterima kerja, malah mau seenaknya. Sok-sok an mau masukin keponakan sendiri...kamu dipecat!" tegas Herman tak memberi kesempatan untuknya beralasan,

"Cepat kalian berdua keluar, sebelum saya panggil satpam untuk menyeret kalian." bersikap angkuh,

"Ayo cepat, kita pergi dari sini."

Tak menunggu lama, mereka berdua lari ketakutan meninggalkan ruang. 

Herman yang telah melakukan tugas mulai tersenyum bangga, "Hh! Tugas ini sangat cocok untukku," batinnya.

"Kok kamu disini? Bukannya tadi bilang mau santai di rumah?" gumam Nila kebingungan, berjalan mendekati Elang.

"Aku khawatir, jadi aku datang dan berpikir untuk melihatmu."

"Herman yang mengantar, terus saat nyampe depan kami dengar keributan yang terjadi." dustanya begitu lancar membuat alasan.

Herman hanya mengangguk patuh, berharap agar Nila tidak menaruh curiga.

"Oh gitu, harusnya kamu bilang aja. Jadi kita tadi bisa berangkat bareng," rengek Nila meraih tangan Elang. Tak merasa canggung memainkan jemari pria itu,

"Hmm!" Herman berdehem singkat, mencairkan suasana. Bagaimana bisa mereka berdua berbincang seolah-olah tidak ada manusia lain disana.

Nila tersadar segera melepaskan genggaman, tersenyum canggung sambil berkata. "Terima kasih atas bantuannya. Sekali lagi Bapak datang dan membantu saya di waktu yang tepat,"

"Haha--tidak usah sungkan." ucap Herman berseri-seri, pujian Nila membuatnya besar kepala.

"Tugasku memang mengusir orang seperti mereka. Siapa lagi yang bisa melakukannya selain CEO perusahaan?"  

"Iya, anda benar." angguk Nila mengiyakan.

"Lalu bagaimana wawancaranya? Apa bisa diteruskan?" ujarnya tampak begitu penasaran.

"Wawancara buat apa? Sudah jelas kan, kamu yang lolos. Selamat ya...besok kamu sudah bisa masuk kerja," 

Nila tersenyum bahagia membalas jabat tangan Herman, akhirnya dia berhasil mendapat pekerjaan baru.

"Selamat ya," ucap Elang menerbitkan senyum singkat.

"Ini semua berkat bantuan darimu," gumam Nila berbisik.

"Ayo kita pulang dan minum sampanye buat merayakan keberhasilanku,"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!