Lin Yexue adalah pembunuh terbaik dari zaman modern, karena di khianati oleh wakil pimpinan organisasi dia tewas dan bereinkarnasi ke tubuh seorang gadis yang dipaksa menyamar menjadi pria . Akibatnya dia terkenal sebagai Tuan Muda ke Enam yang Gay karena kegemarannya mengejar pria-pria tampan.
Sayang sekali pria yang dikejarnya malah memukulinya hingga tewas. Ia meminta Lin Yexue dari zaman modern menggantikannya membalas dendam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widisiera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 11
Setelah makan malam selesai, Lin Yexue kembali ke kediamannya dan melanjutkan meditasinya. Kali ini Lin Yexue tidak hanya merasakan dan mengamati cahaya-cahaya itu , ia juga mencoba mengarahkan cahaya itu memasuki tubuhnya.
Awalnya ia tak berhasil tapi setelah beberapa kali mencoba sebuah titik cahaya memasuki tubuhnya, mengikuti meridiannya mengarah ke perut lalu berhenti. Setelah cahaya pertama berhasil masuk ke tubuh Lin Yexue, cahaya-cahaya yang lain mengikuti satu persatu memasuki tubuhnya .
Tanpa disadari Lin Yexue, saat dia berlatih kotak warisan yang disimpa olehnya dibawah bantal kembali memancarkan cahaya dan cahaya-cahaya itu juga ikut masuk ke tubuhnya. Ketika ia menyelesaikan latihannya cahaya dari kotak itu juga ikut menghilang.
Keesokan paginya , langit masih sedikit gelap, matahari masih menyembul malu-malu ketika Lin Yexue berangkat menuju Akaedemi kekaisaran bersama Lin Xuanrui. Ia menaiki kereta tapi yang telah disiapkan oleh kakeknya . Yang menarik adalah kereta itu bukanlah kuda melainkan empat ekor binatang spiritual serigala angin tingkat rendah level lima. Lin Yexue hanya bisa menatap kagum, dunia ini benar-benar ajaib.
Sepanjang perjalanan mereka menarik perhatian banyak orang karena kereta yang mereka tumpangi. Bagaimana tidak, banyak orang mendambakan bisa melakukan kontrak dengan serigala angin , tapi keluarga Lin malah menjadikan serigala angin sebagai binatang untuk menarik kereta.
" Kakak kelima , dimana kakak ke empat ?" tanya Lin Yexue heran karena hanya mereka berdua di kereta.
" Kakak ke empat dan teman sekamarnya sudah pergi sebelum fajar karena mereka akan pergi menjalankan misi hari ini ."
" Menjalankan misi? " Lin Yexue bertanya karena ia tidak tahu.
" Di Akademi kita tidak hanya belajar teori, tapi kita juga diberi tugas untuk meningkatkan kemampuan praktis kita. " Jelas Lin Xuanrui.
Lin Yexui mengangguk, sedikit banyak dia mengerti, mungkin seperti sekolah di zaman modern mereka diberi tugas praktek atau praktek langsung ke lapangan.
" Oya, aku lupa memberitahumu kalau hari ini adalah seleksi penerimaan siswa baru. Kamu bisa pergi melihat-lihat, tapi aku ada janji dengan guru pagi ini jadi tidak bisa menemanimu. Mungkin sore nanti bisa menemanimu." lanjut Lin Xuanrui.
" Tidak usah kak, kakak bisa menyelesaikan dulu urusan kakak. Aku bisa pergi sendiri nanti kalau ingin melihat-lihat." Lin Yexue menggeleng tidak ingin merepotkan kakaknya. Ia tahu kakaknya khwatir dia akan bosan lagi atau diintimidasi ,tapi ia harus mandiri tidak mungkin terus bergantung kepada kakaknya.
" Xue'er benar-benar sudah dewasa sekarang .." Lin Xuanrui menatap Lin Yexue kagum.
Lin Yexue mendesah dalam hati, Lin Xuanrui hanya tiga tahun lebih tua darinya tapi bertingkah seolah dia lebih tua. Ia hampir mencibir tapi segera memalingkan mukanya dan mengalihkan pandangannya keluar kereta agar tidak diketahui kakaknya.
Diluar jalanan sangat ramai.
" Jalanan ramai karena proses penerimaan murid baru di Akademi, saat penerimaan murid baru banyak orang berbondong-bondong ke ibukota kerajaan ." jelas Lin Xuanrui tanpa diminta.
Tak berapa lama mereka sampai di Akademi, Lin Xuanrui mengantarkan Lin Yexue kedalam kelas dan memastikan dia baik-baik saja sebelum pergi meninggalkannya.
Suasana kelas yang tadinya berisik langsung membisu melihat kedatangan Lin Yexue. Setelah beberapa saat hening suasana kembali pecah .
" Kenapa si sampah ini datang masuk ke kelas? "
" Haha apakah karena dia mendengar ada penerimaan murid baru jadi dia akan mengejar pria-pria tampan lagi?"
" Kudengar dia hampir mati karena dipukuli oleh orang-orang Fang Yutang karena mencoba menggodanya ."
" Pantas saja dia tidak berkeliaran lagi di Akademi, ternyata dia sedang memulihkan luka-lukanya."
" Orang seperti dia memang pantas dipukuli sampai mati, dasar sampah tak berguna. Jika bukan karena kakeknya , dia tak bisa begitu sombong."
Lin Yexue mendengus dingin dalam hatinya mendengar hinaan dan cacian teman-teman sekelasnya. Ia akan mengingatnya dalam hati dan memperhitungkannya kelak. Ia kemudian berjalan ke arah bangku kosong di barisan terakhir lali duduk disana dan melemparkan pandangannya ke luar jendela.
Melihat Lin Yexue bersikap acuh dan tak mempedulikan mereka, teman-teman sekelasnya pun perlahan kehilangan minat dan lebih tertarik membahas penerimaan murid baru. Tapi tetap saja beberapa orang menyebarkan berita kedatangan si sampah tak berguna Lin Yexue di Akademi dan berita segera menyebar seperti api . Hampir semua murida mendengar berita ini.
Berita ini juga segera sampai ke telinga Fang Yutang.
" Yutang, apakah sampah tak berguna itu datang lagi untuk menganggumu ? " tanya seseorang pada Fang Yutang.
Alis Fang Yutang yang seperti pedang mengerut tanpa sadar mendengar pertanyaan itu. Fang Yutang memang sangat tampan , jika hidup di zaman modern ia mungkin sudah jadi selebritis , maka tak heran Lin Yexue asli tergila-gila padanya. Sayang Lin Yexue memakai identitas laki-laki yang membuatnya di cap Gay.
" Benar, mungkin karena sampah itu melihatmu jarang keluar dari Akademi jadi kesini mencarimu .." timpal murid yang lain.
" Aku mengira setelah dipukuli sampai sekarat, keluarganya akan datang untuk membalas dendam. Tapi ternyata sampai hari ini tidak ada yang datang."
Seorang gadis yang duduk di sebelah Fang Yutang melihat saat Lin Yexue dipukuli , tak tahan bertanya " Yutang, bagaimana jika dia mengganggumu lagi ?"
Fang Yutang menggenggam tangan gadis itu " Jangan khawatir, aku tidak akan membiarkannya ."
Sementara itu Lin Yexue dipanggil keruangan guru Li. Saat masuk ia melihat guru Li bersama seorang pria muda dan sangat tampan berjubah putih. Auranya memberi kesan sulit di dekati.
Melihatnya masuk , kilatan jijik melintas di mata guru Li namun ia kemudian tersenyum dan menyapa.
" Lin Yexue , perkenalkan ini guru murid baru Zimo Ziyuan."
Lin Yexue membungkuk dan memberi hormat " Guru Zimo..."
Zimo Ziyuan menoleh ke arah Lin Yexue, tak ada ekspresi jijik dan tidak senang di wajahnya yang tampan . Ia malah berkata " Lin Yexue mulai sekarang kau harus belajar lebih giat , kalau tidak aku akan menghukummu."
Lin Yexue sedikit bingung mendengar kata-kata guru Zimo. Lin Yexue menatap guru Li dan guru Han dengan tatapan bertanya.
" Ehem , jadi begini karena kau tidak pernah masuk sekolah sebelumnya pasti kau tidak bisa mengikuti pelajaran seperti teman seangkatanmu. Jadi aku sudah bicara pada kepala sekolah agar kau mengulang kembali bersama murid baru. Jadi mulai sekarang kau akan menjadi murid guru Zimo. " jelas guru Li.
Lin Yexue melihat ekspresi guru Li yang seolah penuh perhatian tapi meski ia berusaha keras menyembunyikannya , Lin Yexue bisa melihat ekspresi kelegaan dimatanya. Seolah senang dia akhirnya tidak perlu menjadi guru Lin Yexue lagi.
Guru Li didalam hatinya senang bukan kepalang, selama ini ia merasa malu memiliki murid seperti Lin Yexue yang hanya membuang-buang waktunya. Guru Li tak habis pikir kenapa kepala sekolah mau menerima murid tak becus seperti Lin Yexue. Sekarang Lin Yexue akhirnya ia tak perlu membimbing Lun Yexue lagi , ia merasa terbebas dari beban yang menghimpitnya selama ini.
Lin Yexue tak peduli meski dia harus mengulang menjadi murid baru, toh dia sebenarnya juga baru memulai. Jadi dia berkata dengan penuh hormat " Mulai sekarang, aku akan merepotkan guru Zimo."
Guru Zimo mengangguk lalu melemparkan sebuah kunci pada Lin Yexue " Ini kunci kamarmu ."
" Kunci ? " tanya Lin Yexue heran.
" Semua muridku diwajibkan tinggal di Akademi . Tidak terkecuali denganmu meski kakekmu adalah Jenderal. Kamu boleh keluar saat siang hari tapi harus tidur di asrama saat malam hari. Saat tidak sedang menjalankan misi kau boleh pulang selama satu kali malam dalam seminggu. " Ujar guru Zimo menjelaskan.
Lin Yexue hanya bisa mengangguk setuju .
" Baiklah , kamu bisa pulang sekarang dan bawa barang-barangmu besok. Pelajaran akan dimulai lusa."
Lin Yexue membungkuk hormat kepada kedua gurunya sebelum pergi. Karena hari ini ia tidak perlu mengikuti kelas ia memutuskan segera pulang untuk melanjutkan Kultivasinya. Tapi ia harus memberitahu kakak kelimanya dulu agar dia tidak mencarinya.
Namun saat melangkah menuju kelas kakaknya tiba-tiba ada seseorang menghadang langkahnya .