NovelToon NovelToon
Aku Pergi Bukan Untuk Kembali

Aku Pergi Bukan Untuk Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Pernikahan Kilat / Pelakor
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Linda Pransiska Manalu

"Aku sudah lelah." desis Ribka menatap lambaian daun jambu di teras samping rumahnya. Sepasang mata milik Raymond melirik ajam.
"Aku lelah, selama ini telah mengalah!" ulang Ribka lagi. "Lelah menjadi lilin yang menerangi duniamu. Sudah saatnya aku pergi, mencari kebahagiaanku sendiri."
Ribka menarik kopernya. Diiringi tatapan sinis dari keluarga suaminya. yang selama ini tidak pernah menghargainya.
Cinta di ujung senja. Perjalanan Ribka mencari kebahagiaannya setelah bercerai dengan suaminya. Berhasilkah Ribka menemukan kebahagiaannya?

"Aku pergi bukan untuk kembali."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Pransiska Manalu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7. Pertemuan Aneh

Di koridor rumah sakit, Ribka berjalan tanpa semangat. Semua ucapan suaminya terbayang lagi. Tidak percaya kalau suaminya tega melakukan semua itu padanya. Ternyata suaminya yang menculik anaknya sendiri. Menyerahkannya ke panti asuhan. Demi memasukkan anak selingkuhannya dalam pengasuhannya. Benar-benar jahat!

Aku akan balas kamu, Raymond! Aku akan hancurkan hidupmu.. Seperti kamu menghancurkan hidupku selama ini!

Brukk!

Sesseorang menabrak Ribka. Tepatnya Ribka yang menabrak karena dia berjalan sambil melamun.

"Ma-maaf Tante!" tubuh jangkung itu menunduk meminta maaf kepada Ribka. "Tante tidak apa-apa?" suara itu seolah menghipnotis Ribka. Terutama saat melihat tatapan teduh mata itu. Untuk beberapa saat Ribka berdiri mematung.

"Tante! Halo, Tante baik-baik saja?" kibasan telapak tangan di depan wajahnya membuat Ribka tersadar.

"Eh, maafkan Tante." Buru-buru Ribka meminta maaf. "Tante yang salah, berjalan sambil melamun?"

"Tidak apa-apa Tante. Saya juga terburu-buru. Jadi tidak memperhatikan jalan." kembali Ribka menatap sosok pemuda di depannya.

Usianya mungkin sekitar duapuluh tiga. Selisih tiga tahun dengan Mirza. Mungkin dia seusia Jason. Ada perasaan aneh mengaliri hati Ribka. Senyumnya itu mengingatkannya pada Jason kecilnya.

"Ada apa Tante? Apa Tante butuh bantuan?" pemuda itu menyentuh lengan Ribka. Hatinya juga entah kenapa. Tiba-tiba saja ada perasaan asing melihat wanita dewasa di depannya.

"Tante tidak apa-apa. Permisi." Ribka mohon diri.

"Tante tunggu!" Ribka menghentikan langkahnya. Sosok pemuda itu mengejarnya. "Nama saya Kenny!" Kenny memperkenalkan dirinya.

"Kenny ya?" tangan Ribka terulur menyentuh wajah Kenny. Terdorong oleh sebuah perasaan yang tidak bisa dikuasai Ribka. Kenny sendiri seperti terhipnotis, sehingga diam tak bergerak ketika tangan Ribka mengusap kepalanya.

 "Kamu tampan, seperti namamu. Ibumu pasti bangga memiliki anak seperti kamu. Sopan dan hangat." Ribka menarik tangannya. Lalu berbalik.

"Duh, Tante sombong sekali. Aku sudah perkenalkan namaku tapi Tante tidak menyebut nama Tante." canda Kenny tersenyum lebar.

"Ah, iya. Nama Tante Ribka." ucap Ribka tersenyum hangat. Lalu berbalik. Entah kenapa Ribka hendak menangis saat ini. Bukan karena ingat ucapan suaminya. Tapi ada ruang kosong di dalam hatinya yang begitu tersentuh, membuatnya ingin meluapkan perasaannya. Sungguh pertemuan yang aneh. Sosok Kenny membuatnya teringat akan putranya Jason yang hilang delapan belas tahun yang lalu.

Ribka menyetop taxi yang baru menurunkan penumpang di halaman rumah sakit. Sepanjang perjalanan pulang hatinya mereka-reka. Jika seandainya anaknya masih bersamanya, mungkin sudah seusia Kenny.

*

*

*

Khaty muncul di rumah sakit menjelang siang. Dia datang terlambat karena harus berburu penjual bubur seperti keinginan Ibu Nora. Masih heran dia, kenapa Raymond memesan bubur kepadanya. Kan bisa istrinya yang masak. Walaupun dia sendiri juga istrinya Raymond. Tapi statusnya masih tersembunyi.

Baru kemarin dia memperkenalkan dirinya kepada keluarga suaminya. Untunglah perkenalan itu tanpa drama. Meski Bu Nora sempat kaget tapi tidak banyak omong. Sepertinya mereka malah setuju. Itulah yang melegakan perasaannya.

Tinggal bagaimana sekarang mencari cara, agar Ribka mau menerima pernikahan mereka. Walaupun cuma sebagai istri kedua. Untuk saat ini dia harus menerima itu. Nanti, secara perlahan dia akan menggeser status Ribka. Hanya dialah satu-satunya yang menjadi pemilik hati Raymond.

Karena anaknya sendiri sudah berada ditengah-tengah keluarga mereka. Tinggal mengungkap rahasia itu saja. Tinggal menunggu waktu saja.

Untuk saat ini, Ribka masih sangat dibutuhkan. Sebagai pengasuh Ibu Nora dan pembantu gratis di rumah Raymond. Malang nian nasib perempuan itu. Pikir Khaty sinis.

"Ini Bu, buburnya. Aku suapin ya?" ucap Khaty bermanis mulut. Padahal dalam hatinya dia emoh melakukan itu. Tapi demi mengambil hati Raymond dan Bu Nora terpaksa dia melakukannya. "Bagaimana Bu, buburnya enak tidak?"

"Iya, buburnya enak sekali. Kamu memang menantu baik," puji Bu Nora. Dalam hati Khaty mau muntah mendengar pujian itu.

 Keesokan harinya, Ribka yang menjaga ibu mertuanya di rumah sakit. Ribka membawa bubur dari rumah untuk ibu mertuanya. Meskipun sakit hati setelah mengetahui kalau suaminya ternyata telah membohonginya. Ribka tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang menantu.

Bukan karena takut Raymond akan menceraikannya. Tapi dia ingin membalaskan sakit hatinya secara elegan. Berpura-pura tidak tau apa-apa. Sekalian dia harus mengumpulkan bukti-bukti penghianatan suaminya.Jadi sebelum itu biarlah dia disebut orang bodoh. Biarlah mereka terlena dengan rancangan mereka dulu.

"Huh, bubur kamu kok asin sekali! Mau bunuh Ibu ya?" ucap Bi Nora menepis tangan Ribka yang menyuapinya.

"Buburnya asin, Bu? Jangan bercanda ah. Padahal tadi saya cicipi garamnya sudah pas. Bang, coba cicipi dulu, apa benar bubur buatanku keasinan." Ribka mengulurkan sendok ke mulut Raymond.

"Apaan sih, aku tidak suka bubur." tolak Raymond.

"Cuma mau cicipi doang. Apa lidahku yang ada masalah atau lidah Ibu." terpaksa Raymond menurut. Ribka menyuap Raymond. "Enak tidak?" Raymond mengangguk.

"Hem, berarti lidah Ibu yang ada masalah. Ya, udah. Ibu makan bubur dari rumah sakit ini saja. Atau pesan sama Khaty lagi, Bu?" saran Ribka. Bu Nora ragu. Kalau dia menolak bubur yang diberikan Ribka, dia harus makan bubur yang dari rumah sakit. Memesan biar Khaty yang bawa. Ribka akan curiga nanti.

"Ya sudah, ibu makan bubur buatanmu saja." ucap Bu Nora akhirnya. Sebenarnya dia tidak ada alasan menolak bubur buatan Ribka. Dia hanya ingin mengusir Ribka secara halus. Biar balik ke rumah. Karena sebentar lagi Khaty akan datang menjenguknya.

"Hai, aku datang." tiba-tiba Khaty sudah muncul. Tanpa sadar wajah Bu Nora berubah riang. Begitu melihat kemunculan Khaty. Di tangannya ada rantang. Mungkin itu adalah bubur seperti yang kemarin. Bu Nora membatin..

"Eh, Ibu sedang sarapan ya. Kak Ribka ternyata sudah datang." ucap Khaty sedikit kecewa. Bubur yang dibawanya akan mubazir. Mana enak lagi nanti kalau sudah dingin.

"Karena Ibu sudah sarapan, biar bubur itu untukku saja." ucap Raymond. Merasa tidak enak dengan raut kecewa di wajah Khaty.

"Abang mau makan bubur? Sejak kapan? Tadi cuma mau test rasa saja Abang keberatan." protes Ribka.

"Egh!" mendadak Raymond salah tingkah.

"Tapi gak apa deh, kalau memang suka bubur buatan Khaty. Makan saja Bang. Kan mubazir kalau dibuang. Mana Khaty sudah susah payah membuatnya." ralat Ribka dengan ekspresi datar.

"Eh, gah papa kok. Aku pikir tadi Kak Ribka belum datang. Jadi sekalian aku bawakan saja."

"Oh, makasih ya Khat. Telah merepotkanmu. Tolong suapin Ibu mertuaku ya. Biar Bang Ray aku suapin dulu." Ribka menyerahkan rantang ke tangan Khaty. Lalu mengambil rantang tempat bubur yang dibawa Kathy.

"Sini Bang. Aku suapin." ***

1
Greenindya
syukurin karma tuh
Linda pransiska manalu: iya Mak. gak mau menghargai menantu.
total 1 replies
Erchapram
Ayo Ribka jadi perempuan yg lebih badas lagi. Jangan mau diinjak2 madesu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!