Kisah cinta Xavier dan Aruna yang harus melewati banyak hal dalam rumah tangga mereka. Xavier adalah tipe suami posesif. sedangkan Aruna adalah istri cuek. sehingga beda sifat mereka kadang membuat mereka berselisih dan berseteru.
Namun hal itu tak membuat cinta keduanya luntur dan menghilang begitu saja. Malah hal itu membuat mereka menjadi semakin saling mencintai.
namun di balik kebahagiaan mereka ternyata ada orang yang ingin memisahkan keduanya. mampukan mereka melewati badai besar dalam rumah tangganya? dan siapakah orang itu....ikuti terus kisah cinta mereka berdua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Xavier-Aruna 2
Xavier Hananta, Wakil CEO dari perusahan Hananta berusia 25tahun, sedangkan Aruna Mahardika Hananta kini berusia 21 tahun. Awal mula perasan tumbuh di hati Xavier kepada Aruna dia rasakan sejak sekolah menengah atas. Saat itu dia kelas dua belas sedangkan Aruna masuk ke dalam kelas percepatan dan masuk di kelas sepuluh dalam usia yang masih sangat muda.
Xavier yang memang jarang bicara hanya memperhatikan Aruna yang saat itu sedang di run-dung oleh teman sekelas dan juga kakak kelasnya. Tapi Aruna tak tinggal diam, dia adalah wanita yang berani dan dengan tanpa takut melawan mereka semua. Hingga akhirnya teman-temannya mengidolakan dia.
Xavier pernah dengan sengaja mengikuti Aruna kala itu, gadis itu pulang dan pergi sekolah dengan berlari. Sehingga beberapa kali Xavier selalu menawarkan diri untuk pergi ke sekolah bersama. Namun Aruna selalu menolak dan hanya dua kali saja mereka berangkat bersama. Aruna benar-benar sangat cuek dan bahkan lebih dingin dari dirinya. Dia berbicara dengan orang-orang hanya seperlunya. Itulah yang membuat Xavier tertarik kepada Aruna.
Hingga dia lulus kemudian kuliah dan juga mulai sibuk dengan membantu ayahnya di perusahaan. Sehingga dia tidak lagi bisa bertemu apalagi berkomunikasi dengan Aruna. Namun, saat dia dan ayahnya menghadapi musuh dan bahkan hampir mati, ada seorang wanita bermasker yang datang menolong mereka. Sehingga nyawa mereka berdua akhirnya bisa selamat. Dan setelah beberapa tahun berlalu, ternyata mereka di pertemukan lagi dengan wanita itu ya g ternyata adalah Aruna.
Semenjak saat itu, Xavier menjadi semakin gencar mendekati dns mendapatkan cinta dari Aruna. Tak mudah meluluhkan hati Aruna bahkan sampai sekarang, Xavier yakin jika Aruna masih belum memiliki perasaan apapun padanya. Tapi dia akan buktikan kalau perasan padanya sungguh-sungguh dan membuktikan jika tak semua pria seperti ayahnya.
"Sayang, ayo kita ke kamar untuk bersih-bersih," ajak Xavier.
"Ke kamar kamu maksudnya? Aku di kamar tamu saja bersama dengan Arkha!", jawab Aruna.
"Astaga, mana ada yang seperti itu, Nak! Kamu sudah menikah dan sekarang menjadi istri Xavier. Jadi kamu harus berada dalam satu kamar bersama dengan suamimu. Semua keperluan kamu sudah mami dan Xavier siapkan. Dan jangan lupa segera buatkan Mami cucu yang sangat lucu,", jawab Mami Violet membuat wajah Aruna memerah.
Sedangkan Xavier menggaruk tengkuknya. Karena rasanya tak mungkin untuk sekarang dia merasakan yang namanya malam pertama. Apalagi Aruna yang belum sepenuhnya mencintai dia. Xavier memang tak terlalu memusingkan hal itu saat ini. Dia hanya ingin agar istrinya bisa membalas cintanya.
"Aku mandi duluan, sayang! Baju-baju dan keperluan kamu ada di lemari sebelah sini," ucap Xavier saat mereka sudah berada di dalam kamar.
Aruna tak menjawab ucapan Soviet karena dia masih merasa canggung berada dalam satu kamar bersama dengan pria selain adiknya. Xavier memilih masuk ke dalam kamar mandi lebih dahulu, dia memberi ruang kepada Aruna untuk muali terbiasa dengan kamarnya.
"Sekarang aku menjadi istri Xavier, apa dia akan macam-macam padaku nanti? Lihat saja kalau dia berani macam-macam padaku!" ucap Aruna mengambil pakaian yang sudah berderet rapi dalam lemari dan ukurannya sangat pas. Pasti mami Violet yang memilihnya. Batin Aruna.
Dia duduk di tepi ranjang menunggu Xavier keluar dari dalam kamar mandi sambil memegangi pakaian yang akan dia gunakan nanti. Dia melihat ekspresi sekeliling. Ada banyak foto Xavier bersama dengan kedua orang tua dan teman-temannya. Juga ternyata ada foto mereka berdua di simpan di atas nakas tempat tidur.
Tak lama pintu kamar mandi di buka dan Xavier keluar dengan mengenakan handuk sebatas pinggang dan rambut yang dibiarkan masih basah sehingga tetesannya membasahi wajah Xavier. Sexy dan tampan. Aruna kemudian memalingkan wajahnya saat Xavier malah tersenyum dan mendekat ke arah dirinya.
"Kenapa sayang? Kamu terpesona ya? Baru sadar kalau suami kamu ini sangat tampan?" bisik Xavier membuat Aruna mendelik ke arah suaminya itu.
"Sok kegantengan!" jawab Aruna mendorong tubuh Xavier dan berlari ke dalam kamar mandi.
Melihat tingkah Aruna malah membuat Xavier tertawa terbahak. Dia suka sekali melihat rona merah di wajah Aruna saat dia sedang salah tingkah. Lucu sekali jika Aruna yang biasanya petantang petenteng dan tak begitu peduli padanya menjadi imut seperti itu.
"Astaga, istriku menggemaskan sekali. Rasanya aku ingin sekali segera menghap kamu Aruna!" seru Xavier sambil memakai pakaiannya.
Sedangkan Aruna di dalam kamar mandi mencoba untuk menetralkan perasaannya. Saat melihat Xavier dalam keadaan seperti itu. Tak di pungkiri aroma sabun dan shampo yang menguar tadi membuat jantungnya berdetak tak karuan.
Biasanya Xavier memang selalu menggombali dirinya atau bahkan tak jarang juga dia caper kepada Aruna. Hanya saja tadi rasanya berbeda, apalagi dalam keadaan status mereka yang sudah berbeda dan dengan isengnya Xavier malah hanya mengenakan handuk saja.
"Astaga, ada apa dengan jantungku! Kenapa dia jedag jedug terus dari tadi? Aku sepetinya harus cek ke dokter! Semua karena Xavier yang nyebelin!" Cerocos Aruna di dalam kamar mandi sambil memegangi dadanya yang masih terus berdentum-dentum.
"Sini, aku bantu keringkan rambutmu, sayang!" Xavier mendekat ke arah Arun yang duduk di depan meja rias yang senaja di pesan khusus untuk istrinya. Xavier mengambil alih hair dryer di tangan Aruna dan mulai mengeringkan rambut panjang istrinya.
"Ini apaan sebanyak ini? Mana yang harus aku gunakan?" tanya Aruna saat melihat banyaknya rangkaian skincare yang ada di meja riasnya.
"Aku juga nggak tahu, soalnya yang beli Mami. Aku panggil mami dulu lah, jangan sampai kamu salah pakai malah membuat wajah kamu rusak dan jerawatan!" jawab Xavier keluar dari dalam kamar dan memanggil maminya.
"Mi, lihat itu istri Vier kebingungan mau pakai yang mana. Lagian mami ini beli kok sampe sebanyak ini! Repot amat sih! istri Vier itu nggak sama dengan mami!" Cerocos Xavier saat mamainya masuk.
"ck! nanti mami ajak Runa buat perawatan dan jalan-jalan di mall! Tunggu saja listnya sudah Mami siapkan. dari senin sampai sabtu waktu Mami untuk Aruna. dan kamu cuman hari minggu saja!" jawab mami Violet.
"idih! Apa-apaan itu? Masa istri anaknya di kuasai sama emaknya! Nggak ada, bagaimana aku buat dedek bayi kalau istriku di kuasai mami!" celetuk Xavier.
"Bikin dedek bayi kan malam! Mami sama Runa kan pergi siang. Nggak usah lebay!" jawab Mami Violet santai membuat Xavier mengerucutkan bibirnya kesal. sedangkan Mami Violet memberi tahu rangkaian skincare yang harus di gunakan Aruna.
rexa kau jd kekesed na Renata ternyata
awas az s danar berulah n mulai culas n tamak harta
ini mah harus baca ulang dari awal
thanks teh 💪