NovelToon NovelToon
Choose The Antagonist

Choose The Antagonist

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Transmigrasi ke Dalam Novel / One Night Stand / Mafia / Romansa / Masuk ke dalam novel
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Agnes Fetrika

-Dark Romance
-Bukan untuk anak-anak.
-Adegan kekerasan dan darah.


Sherly gadis berusia 21 tahun, yang mengalami kematian setelah tertabrak mobil. Kini jiwanya justru memasuki sebuah novel, dan masuk ke dalam raga dari sang tokoh utama yang memiliki nama depan sama sepertinya.

Sherly Agda Yeremia, tokoh utama perempuan bodoh dan lemah yang tidak pernah dianggap, bahkan diselingkuhi beberapa kali oleh Vincent suaminya.

Tapi dengan jiwa baru, semua cerita berubah. Sherly yang baru tidak peduli dan mengabaikan Vincent. Bahkan Sherly memilih untuk melindungi, Jeremy Christ Chadwick, tokoh antagonis favoritnya yang akan mati pada akhir cerita.

Di balik wajah tampan penuh pesona, Sherly tidak pernah menduga jika Jeremy memiliki sisi gelap dan obsesi tersembunyi pada tokoh utama.

“Setelah ini, kau tidak akan bisa lari dariku, Sherly sayang~ Kau adalah milikku, tidak peduli jika kau sudah memiliki suami.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 : Antagonis lainnya

“Jadi kau sudah mengerti ??”

Sherly menganggukkan kepalanya. Di pagi ini, dirinya di ajari beberapa tugas dan kewajibannya sebagai sekretaris pribadi Jeremy. Oh ya, semalam lelaki itu tidak melakukan apapun pada Sherly, kecuali hanya tertidur sambil memeluknya. Dan Jeremy juga yang memberikan pakaian seragam kepada Sherly, saat bekerja. Meskipun sebagai sekretaris pribadi, tapi Sherly tetap menggunakan seragam sesuai ketetapan di perusahaan Cherryl.

 Dan tugas Sherly cukup mudah, hanya mengurus beberapa jadwal, dan-

“Kenapa aku juga harus mengurus jadwal makan siangmu juga ?? Dan makan malam ?!” Ujar Sherly membaca beberapa daftar pekerjaannya yang harus mengingatkan Jeremy mengenai meeting dan pekerjaan lainnya, tapi kenapa masalah jadwal makanan juga harus dirinya ??

“Sebagai latihan, jika kau nanti menjadi istriku. Aku hanya akan makan, ketika kau mengingatkanku.” Ujar Jeremy tersenyum jahil, membuat Sherly memandang datar pada lelaki itu.

“Aku ini masih menjadi istri orang ?! Kalau kau ingat !!”

“Kapan kau akan bercerai ?? Aku akan menunggumu menjadi janda~” Ujar Jeremy dengan nada menggodanya, dan membelai rambut Sherly yang duduk di sebelahnya. Wanita itu menghela nafasnya secara perlahan, astaga Tuhan dirinya harus bisa bersabar menghadapi atasan barunya itu.

Dan kalian tahu ?? Sherly di haruskan duduk di sebelah Jeremy, dan tidak di berikan ruangan sendiri. Jadilah, dia sepanjang hari, dia akan duduk di sebelah lelaki gila itu. Dan ini akan menjadi hari yang sangat panjang bagi Sherly.

“Sebagai sekretaris pribadiku, kau harus mengingatkanku beberapa hal banyak, jadi kau tetap duduk di sebelahku. Agar kau tidak lelah berjalan kesana-kemari.”

Itulah alasan Jeremy enggan memberikan ruangan sendiri bagi Sherly, wanita itu sebenarnya mengetahui niat dan tujuan Jeremy, tapi dia sengaja diam saja. Jikalaupun bertanya, sudah pasti lelaki itu memiliki jawaban lainnya.

Tok.. Tok.. Tok..

“Masuk.” Ujar Jeremy memberikan perintah kepada seseorang yang mengetuk pintunya. Seorang perempuan, bernama Ana yang adalah sekretaris perusahaan. Ah apakah berbeda ?? Tentu saja, Ana sebagai sekretaris perusahaan yang memberikan informasi jadwal meeting atau pertemuan mengenai urusan perusahaan, sementara Sherly harus mengurusi jadwal Jeremy.

“Jadi ada apa, Ana ??”

“Tuan, seseorang dari perusahaan Central datang untuk memberikan tawaran kerjasama kepada kita. Bagaimana Tuan ?? Haruskah kita menerima mereka ??” Tanya Ana dengan sedikit bingung, Central adalah perusahaan saingan bagi Cherryl dalam bidang ekspor dan import barang. Keduanya sama-sama perusahaan swasta, yang dimiliki oleh keluarga yang berkuasa di negara Amerika Serikat.

Sherly terdiam sejenak, perusahaan Central adalah tempat dimana Vincent bekerja sebagai manager kelas atas, Vincent sendiri menjadi sosok yang sangat di percaya, dan di sayang oleh si pemilik perusahaan yaitu Damiel Rolex Chard.

Mata Sherly membulat sempurna, Damiel.. ?? Bukankah dia adalah saingan dari Jeremy, dan juga salah satu antagonis lelaki lainnya, selain Jeremy. Oh tidak ?! Oh tidak !! Dan Vincent bekerja dengan Damiel.

“Siapa yang datang ??” Tanya Jeremy, menaikkan alisnya.

“Damiel, Tuan.. Damiel Rolex Chard, dan juga Vincent Rex Yeremia, tangan kanannya.” Ujar Ana menjelaskan dengan sedikit gugup, Jeremy tetap memasang wajah tenangnya, sementara Sherly sedikit gelisah dan khawatir.

Aku harus bagaimana ??!! Batin Sherly dengan berteriak histeris, tapi wajahnya berusaha untuk tetap tenang.

Jeremy melirik ke arah Sherly yang menyembunyikan kepanikan dari balik wajah tenangnya. Jeremy terdiam, menimang apakah dirinya harus menerima saingannya di ruangan ini ?? Ataukah menolak mereka ??

“Sherly.. Apakah kau keberatan jika..” Jeremy memotong perkataannya sendiri, saat melihat ekspresi khawatir dari Sherly.

“Tidak apa.. Kalau kau memang mau..” Ujar Sherly dengan ragu-ragu, Jeremy tersenyum kecil.

“Kau bisa bersembunyi di ruangan Ana dulu, baru kau kemari lagi.” Ujar Jeremy membelai rambut Sherly yang mulai sedikit lebih tenang, tanpa sadar perilaku itu membuat Ana menatap bingung dan curiga dengan Sherly dan Jeremy. Tapi ya wanita itu tetap bertingkah profesional.

“Baiklah.” Sherly kemudian meraih beberapa dokumen di atas mejanya, dan bangkit berdiri.

“Ana, bisa kau tunjukkan Sherly ruanganmu, dan kau kemari menemaniku. Suruh mereka menunggu beberapa menit lagi, dan masuk ke dalam ruanganku ini.” Ujar Jeremy memberikan perintah sedikit dingin, membuat Ana menganggukkan kepalanya.

“Baik tuan, ayo Sherly ikuti aku.”

Lalu Sherly mengikuti Ana dari belakang, keluar dari ruangan Jeremy. Dan melihat beberapa karyawan yang fokus pada komputer di depan mereka, ada pula yang berdiri di depan mesin printer, dan ada pula yang bergosip di pinggir ruangan. Tapi entah kenapa, tidak ada seorang karyawan yang menatap ke arah Sherly.

Mungkin mereka fokus pada pekerjaan mereka, dan mengacuhkan wanita itu. Entahlah, Sherly juga tidak peduli.

“Kita sudah sampai, ayo masuk.” Ujar Ana dengan ramah, membukakan pintu ruangannya kepada Sherly.

Saat memasuki ruangan milik Ana, Sherly sedikit kagum dengan kerapian, dan beberapa aksesoris lucu yang tertata rapi.

“Indah sekali~”

Ana tertawa pelan, “Kau bisa duduk di kursiku. Maaf agak berantakan, aku belum sempat membereskan, begitu banyak pekerjaan.”

“Ah, tidak apa, maaf merepotkanmu, aku hanya takut..”

“Bertemu suamimu ??”

“Eh ??”

Ana tertawa pelan, “Jangan khawatir ini akan menjadi rahasia. Aku tahu Vincent adalah suamimu, bukan ??”

“Ka.. Kau tidak berpikiran buruk mengenaiku, bukan ??”

Ana menggelengkan kepalanya, “Sama sekali tidak, aku justru kagum. Perempuan sepertimu, bisa tahan menghadapi lelaki tukang selingkuh, kasar, dan bertindak semena-mena padamu.”

“Aku tidak tahu kau sedang memujiku, atau menghina suamiku. Tapi aku setuju denganmu.” Ujar Sherly, membuat Ana kembali tertawa pelan.

“Sebaiknya kalian bercerai saja, dan kau bisa menikahi Tuan Jeremy.” Ana menaikkan alisnya menggoda Sherly, membuat wanita itu malu.

Sherly tidak pernah mengetahui tokoh Ana, di dalam novel sebelumnya.  Entah apakah dia akan menjadi jahat atau tetap disisi Sherly ?? Semoga saja, wanita cantik itu menjadi temannya.

“Lagipula, Tuan Jeremy juga masih single, lumayan lho dapat berondong.”

“Bisa aja.” Sherly tertawa kecil mendengarkan perkataan Ana.

Lalu keduanya mulai mengobrol serius, karena keduanya memiliki tugas yang berkaitan satu sama lain, jadilah mereka bekerja sama dalam tugas. Sherly tidak menyangka, kedekatannya dengan Jeremy akan membawa perubahan sangat besar pada alur cerita.

Semoga saja, Sherly tidak berakhir dengan Vincent, semoga saja.

...

“Jadi, apa kabar teman lama ?? Lama tidak berjumpa kita.”

Jeremy tersenyum ramah, tapi tidak dengan tatapan yang begitu tajam dan sinis. Saat Damiel dan Vincent mulai memasuki ruangan kerjanya. Ana di sebelah Jeremy, bisa merasakan aura permusuhan besar. Tunggu jika mereka bermusuhan, kenapa Damiel ingin datang dan menemui Jeremy ?? Ah jawabannya hanya satu, dia ingin memata-matai Jeremy.

“Aku dengar kau mendapatkan asisten baru, dimana dia ?? Kenapa dia tidak datang ??” Ujar Damiel menyeringai licik.

Jeremy tahu, Damiel akan menanyakan mengenai Sherly. Karena bagaimanapun, mereka adalah musuh yang saling mengintai satu sama lain. Damiel juga tidak kalah berbahaya dengan Jeremy, dalam hal kekuasaan juga sama, dan dalam kelicikan mereka juga sama. Terlebih status gelap mereka berdua..

Sebagai penguasa dunia bawah.

🌟🌟🌟🌟

1
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
Thor pengen melihat wajah mc nya!!!! cantik and hensem 🔥🔥
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari: wahhh!!!! terbaikk 🍬
total 2 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
Vincent!!!! manisan sedang menunggu muuu
Agnes Fetrika: Ntar kejutannya lebih manis lagi 🤣
total 1 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
sedikit manis 🍬🍬🍬🍬🍬🍬
Agnes Fetrika: /Smile//Smile/ Di tunggu update selanjutnya ya kak /Smile/
total 1 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
takde noda merah? Thor tolong bagi aku hint!!!!
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari: terbaik Thor!!!!
total 6 replies
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
next... high leval🔥
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari: 🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
total 2 replies
Irmha febyollah
yg rajin update ya kk🥰🥰🥰, suka sama ceritanya
..
Agnes Fetrika: Makasih buat komentarnya kak 😊😊
total 1 replies
Irmha febyollah
kak update nya satu hari berpa bab?
Agnes Fetrika: Maaf ya, untuk saat ini Author baru bisa satu hari satu bab 🙏🙏 Tapi Author usahain setiap hari update kok 😉😉
total 1 replies
Etty Rohaeti
semangat Thor
Agnes Fetrika: Makasih buat komentarnya 😊😊😊
total 1 replies
**Maulina**
lanjut 💪
Agnes Fetrika: Makasih buat komentarnya kak 😊😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!