NovelToon NovelToon
Antara Balas Dendam Atau Cinta

Antara Balas Dendam Atau Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Aliya sofya Putri

seorang anak kecil yang baru berusia 5tahun, ia ingin melakukan dendam akibat tantenya meninggal karna menyelamat kan nya. setelah ia beranjak remaja ia memulai melakukan dendam tersebut, dan rencananya ia akan bikin anak dari sang pembunuh jatuh cinta padanya dan meninggalkan nya. tetapi ia malah jatuh cinta pada gadis itu, dan siapa sangka ia tidak bisa melanjutkan balas dendam tersebut. tetapi karna permintaan sang mamah dan tidak akan membuat mamahnya kecewa ia akan melakukan balas dendam itu, walaupun harus merelakan orang yang ia cintai. namun ia tidak bisa untuk menyakiti hati orang yang ia cintai tapi apalah dayanya mamahnya selalu memaksa ia untuk melakukan balas dendam. dan ia semakin di buat bingung oleh keadaan, ia harus memilih salah satu ANTARA CINTA ATAU BALAS DENDAM.

penasaran sama ceritanya? sini dibacaa

jangan lupa follow dan vote di setiap bab nya ya gayss

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35

happy reading semuaa🤍

 

Tawa kecil masih terdengar di dalam kamar rawat itu.

Cantika sedang bercerita tentang dosen pertama mereka di kampus yang katanya galak, sampai membuat vio tertawa pelan.

Namun di tengah suasana ini, pandangan Devi tiba tiba kembali kosong.

Tangan nya yang tadi memegang selimut perlahan mencengkeram kain itu lebih kuat.

Suara canda tawa teman temannya mendadak terasa jauh di telinganya.

Di kepalanya, potongan potongan ingatan muncul begitu saja.

Ruangan gelap.

Cambuk yang mendarat tepat di punggungnya.

Suara pecahan gelas yang terlempar.

Napas Devi tiba-tiba menjadi tak teratur.

"Dev?"

Vio yang paling dekat langsung menyadarinya.

Wajah Devi mulai pucat. Tubuhnya sedikit gemetar.

"Dev..Lo kenapa?" tanya vio panik.

Devi menutup telinganya dengan kedua tangan, matanya memejam kuat.

"Jangan...jangan..." bisiknya pelan, suaranya bergetar.

Mala langsung berdiri dari kursinya.

"Devii! Dev! lihat gue...ini gue, Mala!"

Cantika dan clare juga tak kalah sama ikut panik.

Clare buru buru menekan tombol panggil perawat yang ada di dekat ranjang.

"Perawat cepat!"

Salma yang dari tadi di dekat jendela langsung menghampiri ranjang anaknya.

"Devii...bunda disini sayang..." ucapnya sambil memegang tangan Devi dengan lembut.

Fathir juga terlihat sangat cemas.

"Tenang dev..kamu aman sekarang."

Namun devi masih gemetar. air matanya perlahan mulai jatuh tanpa suara.

Vio menggenggam tangan Devi erat.

"Dev.. dengerin gue....Lo aman. kita semua disini." Mala mencoba menenangkan devi.

Perlahan-lahan napas Devi mulai sedikit lebih teratur, meskipun matanya masih di penuhi air mata.

Ruangan yang tadi penuh canda tawa kini berubah menjadi penuh kepanikan dan kekhawatiran.

Semua orang yang ada disini hanya ingin satu hal.

Devi harus kembali seperti dulu.

 

Pintu kamar rawat tiba tiba terbuka.

Seorang dokter bersama dua perawat masuk dengan langkah cepat.

"Ada apa di sini?" tanya dokter itu tegas namun tetap tenang.

Clare langsung menunjuk ke arah Devi yang masih gemetar di atas ranjang.

"Dok dia tiba tiba seperti ini. napasnya cepat dan dia terus bilang jangan...." ucap Salma.

Dokter itu segera mendekat ke sisi ranjang.

"Devi dengarkan saya" ucapnya lembut sambil sedikit menunduk agar sejajar dengan wajah gadis itu. "kamu aman sekarang."

Namun tangan Devi masih menutup telinganya dengan kuat kuat, tubuhnya terus bergetar.

Perawat hati hati mencoba menurunkan tangan devi dari telinganya.

"Tarik napas pelan pelan, Devi. ikuti suara saya" ujar dokter itu lagi dengan suara yang lebih lembut.

Salma berdiri di samping ranjang dengan wajah pucat dan panik.

"Dok...putri saya baik baik saja kan?" suaranya hampir pecah.

Dokter melirik sebentar ke arah Salma sebelum kembali memeriksa Devi kembali.

"Dia mengalami serangan trauma. Ingatan nya kembali memicu rasa takut yang sangat kuat."

Vio,Mala, Cantika, Clare hanya bisa berdiri dengan wajah tegang dan khawatir.

Devi akhirnya membuka matanya sedikit. Napasnya masih tersengal

Air mata masih terus mengalir dari pipinya.

"Bunda..." bisiknya lemah.

Salma langsung menggenggam tangan Devi lebih erat.

"Iya sayang, bunda disini"

Dokter memberi isyarat pada salah satu perawat.

"Siap kan obat penenang ringan."

Perawat itu segera menyiapkan nya.

Beberapa saat kemudian, setelah obat di berikan, nafas Devi mulai stabil perlahan. Tubuhnya yang tadi tegang perlahan melemah.

Matanya perlahan terpejam.

Ruangan itu akhirnya kembali sedikit tenang, meskipun rasa khawatir masih jelas terlihat di wajah semua orang yang ada disini.

Dokter kemudian berdiri dan menatap keluarga Devi dengan serius.

"Kondisi mentalnya masih sangat rapuh. kita harus sangat berhati-hati agar tidak memicu ingatan traumanya lagi."

 

Keempat gadis itu akhirnya keluar dari ruang rawat Devi.

"Gua gak nyangka Devi bakal kek gini..." gumam Cantika pelan.

Namun semuanya masih mendengarnya.

"Padahal kayak baru kemarin kita kenalan, eh salah satu dari kita berdua malah ada yang sakit." gumam Clare juga.

"Gua sama Mala janji dev, bakal selalu nemenin Lo kembali pulih seperti semula." ucap vio.

Dan langsung di angguki oleh Mala.

"Iya dev... kita berempat sayang sama Lo." lirih Mala.

Mereka berempat hanya menatap kosong ke depan, fikiran mereka frustasi. Karna salah satu sahabat mereka sedang mengalami trauma.

 

1
Putu Sri utari
👍👍👍
Putu Sri utari
keren banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!