NovelToon NovelToon
Muara Hati Azalea

Muara Hati Azalea

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Naik ranjang/turun ranjang / Pengasuh
Popularitas:433.7k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Seminggu kematian mertuanya, Azalea dijatuhi talak oleh Reza, dengan alasannya tidak bisa memberikan keturunan kepadanya. Padahal selama tiga tahun pernikahan, Reza tinggal di kota, sementara Azalea tinggal di kampung mengurus mertuanya yang sakit-sakitan.

Azalea yang hidup sebatang kara pun memutuskan untuk merantau ke kota mencari pekerjaan. Ketika hendak menyebrang, Azalea melihat gadis kecil berlari ke tengah jalan, sementara banyak kendaraan berlalu lalang. Azalea pun berlari menyelamatkan gadis kecil itu.

Siapa sangka gadis kecil itu adalah Elora, putri dari mendiang kakaknya yang meninggal tiga tahun yang lalu.

Enzo, mantan kakak iparnya meminta Azalea menjadi pengasuh Erza dan Elora yang kekurangan kasih sayang.

Di kota inilah Azalea menemukan banyak kebenaran tentang Reza, mantan suaminya. Lalu, tentang Jasmine, mendiang kakak kandungnya.

Ketika Azalea akan pergi, Enzo mengajaknya nikah. Bukan karena cinta, tetapi karena kedua anaknya agar tidak kehilangan kasih sayang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Menjelang malam ketika Azalea mendorong kursi roda Mami Elsa keluar dari kamar. Koridor rumah terasa hangat oleh cahaya lampu yang mulai dinyalakan. Dari arah dapur tercium aroma masakan yang menggugah selera.

“Mami kita makan di ruang makan saja, ya,” ujar Azalea lembut sambil terus mendorong kursi roda. “Biar tidak bosan di kamar terus.”

Mami Elsa tidak menolak. Sejujurnya, sejak kecelakaan itu ia memang sering merasa sesak jika terlalu lama sendirian di kamar.

“Baik,” jawabnya singkat.

Saat mereka sampai di ruang makan, Enzo sudah duduk di kursinya. Di sebelahnya Erza dan Elora duduk sambil menunggu dengan wajah lapar.

Elora langsung berseru ketika melihat Azalea datang.

“Mommy! Aku lapar!”

Azalea tersenyum. “Iya, sebentar. Mommy ambil nasi dulu.”

Azalea mengambil piring satu per satu, lalu menyendok nasi hangat yang baru matang dari rice cooker.

“Mas Enzo mau makan apa?” tanya Azalea sambil menoleh.

Enzo melihat beberapa lauk yang sudah tersusun di atas meja. Ada ayam goreng yang kulitnya kecokelatan dan renyah, tempe bacem, sambal, dan satu mangkuk besar tumisan berwarna hijau tua.

Enzo mengerutkan kening. “Aku penasaran dengan tumis yang tadi kamu masak itu,” katanya.

“Yang mana?”

“Itu yang hijau-hijau. Aku lupa namanya.”

Azalea tersenyum kecil. “Tumis pakis?” tanyanya sambil menunjuk mangkuk berisi sayuran itu.

Enzo mengangguk. “Iya, itu.”

Azalea langsung mengambilkan satu porsi untuk suaminya. “Tapi tetap pakai ayam goreng juga, kan?”

Enzo tertawa kecil. “Wajib.”

Azalea kemudian menoleh ke arah Mami Elsa. “Mami, aku buatkan sop ikan salmon, ya.”

Tiba-tiba suasana meja makan hening. Enzo, Erza, dan Elora menoleh bersamaan ke arah Azalea. Mereka seperti tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.

Azalea memanggil “Mami” bukan “Nyonya.”

Mami Elsa yang menyadari hal itu juga sempat terdiam. Namun, kemudian ia berkata pelan, “Makasih, ya.”

Azalea tersenyum lembut. “Iya, Mami.”

Enzo menatap pemandangan itu dengan mata yang sedikit melebar. Ia hampir tidak pernah mendengar ibunya mengucapkan terima kasih kepada Azalea.

Bahkan Erza dan Elora ikut saling pandang. Seolah baru saja menyaksikan sesuatu yang sangat langka.

Tiba-tiba Elora berseru keras. “Mommy! Aku paha ayam goreng!”

Erza langsung menyusul. “Kalau aku sayap!”

Azalea tertawa kecil. “Iya, iya. Mommy sudah tahu.”

Azalea mengambilkan paha ayam untuk Elora dan sayap ayam untuk Erza. Sejak lama Azalea memang sudah hafal kesukaan semua orang di rumah ini. Enzo suka ayam goreng bagian apa saja dan sambal. Erza suka sayap ayam. Elora selalu memilih paha.

Mami Elsa lebih suka makanan yang lembut seperti sup atau ikan. Semua itu selalu ia ingat.

Meja makan malam itu akhirnya dipenuhi suara.

Elora bercerita tentang bonekanya yang “bertengkar” dengan boneka Erza.

“Boneka aku tadi marah karena boneka Kak Erza tidak mau minum teh,” katanya dengan wajah serius.

Erza langsung protes. “Itu bukan marah! Itu cuma pura-pura sakit!”

Enzo sampai tertawa. “Boneka juga bisa sakit, ya?”

“Bisa!” jawab Elora cepat.

Bahkan Mami Elsa yang biasanya menjaga wibawa akhirnya ikut tertawa kecil. Tawa yang jarang sekali terdengar di rumah itu.

Makan malam terasa hangat, walau sederhana. Namun, penuh kebersamaan.

Setelah makan malam, Azalea membantu Mami Elsa kembali ke kamar.

Sementara Enzo menemani Erza dan Elora di ruang keluarga. Biasanya mereka akan bercengkrama sampai jam delapan. Kemudian, masuk ke kamar masing-masing.

Azalea masuk ke kamar Elora. Anak kecil itu sudah mengenakan piyama pink kesayangannya. “Mommy baca dongeng tidur,” pinta Elora sambil memeluk bantal.

Azalea duduk di sampingnya. “Iya, Mommy bacakan.”

Beberapa menit kemudian Elora sudah tertidur pulas. Azalea menyelimuti tubuh kecil itu dengan lembut. Lalu ia keluar kamar dengan langkah pelan. Tujuannya berikutnya adalah dapur.

Sudah menjadi kebiasaannya setiap malam membuat minuman hangat untuk Enzo. Kadang wedang jahe, kadang bandrek. Sejak beberapa bulan terakhir, Enzo benar-benar berhenti minum alkohol.

Azalea menuangkan air panas ke dalam gelas yang berisi jahe, gula aren, dan sedikit serai. Aroma hangat langsung memenuhi dapur. Ia membawa gelas itu ke ruang kerja Enzo. Pria itu sedang duduk di kursinya dengan laptop terbuka.

“Mas,” panggil Azalea pelan.

Enzo menoleh.

Azalea meletakkan gelas di meja. “Wedang jahe.”

Enzo menatapnya. “Terima kasih.”

Azalea tersenyum. “Sama-sama.”

Beberapa detik mereka hanya saling memandang. Kemudian Enzo berkata lagi, “Terima kasih juga karena sudah bisa meluluhkan hati Mami.”

Azalea terdiam.

“Kamu hebat, Lea,” lanjut Enzo.

Pipi Azalea langsung memerah. Ia tidak terbiasa menerima pujian seperti itu. “A-aku cuma melakukan yang seharusnya aku lakukan,” jawabnya pelan.

Suasana tiba-tiba terasa canggung. Azalea memutar tubuhnya. “Aku tidur dulu, Mas.”

Wanita itu melangkah hendak keluar. Azalea berhenti. Ia menoleh.

Namun, sebelum sampai pintu, Enzo berkata, “Ada apa, Lea?”

“Jangan sering begadang,” kata Azalea lebih dulu dengan suara lembut. “Sayangi tubuh Mas sendiri.”

Enzo tersenyum tipis. “Lalu bagaimana dengan kamu, Lea?”

Azalea terlihat bingung. “Maksudnya?”

“Apa kamu sayang aku?”

Pertanyaan itu keluar begitu saja. Setelah mengucapkannya, Enzo sendiri bisa merasakan tubuhnya berdesir.

Azalea langsung membeku. Jantungnya berdetak sangat kencang. Ia tidak menyangka Enzo akan bertanya seperti itu. Wajahnya terasa panas.

“Kalau aku tidak sayang sama Mas ...,” jawab Azalea terdengar pelan. Ia menunduk. “…aku tidak akan melakukan semua ini.”

Enzo menatapnya dalam. Kalimat itu sederhana. Namun, terasa sangat jujur.

Azalea tidak sanggup menahan rasa malu yang tiba-tiba menyerangnya. Ia buru-buru membuka pintu. “A-aku tidur dulu!”

Tanpa menunggu jawaban, Azalea langsung keluar. Langkahnya cepat menuju kamar. Begitu pintu kamar tertutup, ia langsung bersandar di baliknya. Tangannya memegang dada. Jantungnya masih berdebar keras.

“Lea … apa yang sudah kamu ucapkan barusan!” gumamnya dalam hati.

Sementara di ruang kerja, Enzo masih duduk memandang pintu yang sudah tertutup. Perlahan senyum kecil muncul di wajahnya.

1
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
vania larasati
lanjut
Rahma Inayah
good Lea km ceritakan semua tntg masa lalu mu bersama Reza PD Enzo biar dia tau lelaki tu GK pantas di sebut suami nuduh istri selingk tau nya dia se drumh yg selingkh malah kumpul kebo bertahun tahun tnp ikatan pernikahan
Rahma Inayah
pas ngomg pengakuan drnya dpn Lea ,Nadia pasti dengar semua Krn merk satu divisi betapa kecewa dan sakit hati nya Nadia selmni cuma dijadikan tempat pelampiasan dan sapi perah oleh Reza
ken darsihk
Enzo menegaskan ke Reza kalau Azalea adalah milik nya , dan di sini Enzo lah yang lebih berhak atas Azalea
Esther
Aku pikir Enzo mau bilang, kamu aku pecat Reza karena sudah berani menganggu istriku🤭
Rahma Inayah
semoga Enzo TDK slah faham dan bgtu pun Lea segera menjlskn apa yg terjdi antar dia dan Reza SDH selesai
ken darsihk
Itulah Reza lelaki plinplan lelaki banci yng dngn mudah menjatuh kan talak ke istri yng setia mengurus ibu mertua , setelah nya di campakkan 😠😠😠
V3
si Nadia kmna yaa kak ,, kok gak nongol-nongol dr td 🤣
V3
Alhamdulillah reaksinya Enzo amat sangat positif 🤗
Enzo mau menerima masa lalu nya Lea 🤗
V3
mmg seharusnya Lea bercerita dr awal ttg masa lalu nya PD Enzo ,, biar TDK terjadi seperti ini 😤
V3
Lea yg cerita tp aku yg deg degan menunggu reaksi dr Enzo 🤣🤣
V3
Reza terlalu berani bicara spt itu PD Enzo ,,, gak mikir kalau Enzo adalah atasan nya sndri dan bisa ja memecat Reza gegara menganggu istri nya skrg 😤😤
V3
smg ja setelah kejadian ini ,, Enzo ttp sayang PD Lea ,, dan TDK marah PD Lea atau pun meninggalkan Lea 😔
V3
si Lea jg kurang tegas sama si Reza ,, msh mau ja di ajak ngobrol 🤦
dn akhirnya kini Enzo tahu kalau Reza yg di maksud itu adalah Reza karyawan nya sndri 🤣
V3
heeee ... Reza bloon gsah berharap deh ingin bersama lg dg Lea ,,, ngaca dulu donk 🤣🤣
Arwondo Arni
sudahlah Reza menikahlah dengan Nadia kasihan Nadin butuh ayah yg perhatian. biarkan lea bahagia
Aidil Kenzie Zie
kirain mau dipecat
Ita rahmawati
ngapain sih Enzo pake ngomong bgtu segala,,lgsg pecat aja loh biar dia tau siapa suami azalea sekarang 😏
lagian nih ya walaupun Reza mendekati setengah mati si Lea juga GK bakal peduli maaassss 😂
Ita rahmawati
kurang detail ceritanya Lea,,biar lebih jelas gtu loh jahatnya Reza 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!