NovelToon NovelToon
CEO IMPIAN MONTIR IDAMAN

CEO IMPIAN MONTIR IDAMAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romansa Fantasi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ais_26

Ia berlutut pelan di depan ibunya.

“Bu…” suaranya hampir tak terdengar.

Ibunya bergerak sedikit. Mata itu terbuka perlahan.

Butuh dua detik untuk menyadari.

“Ara?”

Ara tersenyum, air mata akhirnya jatuh.

“Iya Bu. CEO-nya belum dapat tapi anaknya pulang dulu”

Ibunya duduk tegak, lalu memeluknya tanpa kata.

“Eleh. Kaya raya siapa yang mau sama modelan kaya kamu tuh? Paling ada Mang Diman. Itu baru kaya tujuh turunan gak habis-habis. Mau Ibu jodohin?” katanya sambil ketawa terbahak-bahak

Ara langsung panik setengah jengkal

“Eh jangan Diman dong Bu! Nanti anak Ibu jadi istri ketiga terus Ara punya anak tiri enam!”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ais_26, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5 KEDATANGAN TAMU

Siang jam sebelas lebih sinetron sudah masuk episode orang hilang ingatan untuk ketiga kalinya.

Ara dan Ibu masih duduk berdampingan tapi suasana sudah lebih santai Ara sekarang sibuk mengupas mangga sedangkan Ibunya tetap setia pada TV seolah itu kewajiban negara di setiap selesai kegiatan bersih bersih.

Tiba-tiba terdengar suara motor berhenti di depan rumahnya

Ara melirik ke jendela

“Bu… kayaknya ada yang datang”

Ibu bangkit pelan tapi belum sempat berdiri penuh terdengar suara salam dari luar

“Assalamualaikum”

Ara dan Ibu saling pandang

Itu suara yang familiar untuk mereka berdua

Ara berdiri duluan

“Waalaikumsalam” jawabnya sambil berjalan ke teras

Benar saja

Danu berdiri di depan pagar pakai kaos polos dan celana jeans. Tangannya memegang kantong plastik berukuran sedang.

“Ibu ada” tanyanya sopan

“Ada” jawab Ara berusaha terdengar biasa saja

Ibu muncul di belakang Ara

“Eh Danu masuk masuk”

Danu tersenyum dan melangkah masuk

“Ada titipan dari Mak Eti Bu tadi Santi anaknya Mak Eti gak bisa nganter jadinya Mak Eti minta tolong saya sekalian pas saya lagi beli gorengan juga”

Ara langsung melirik

“Oalah… kirain sengaja”

Danu senyum tipis

“Enggak kebetulan aja”

Ibu menerima kantong plastik itu

Ibu langsung ingat

“Oh iyaaa… Ibu sampai lupa tadi pagi ibu chat pesen buat nanti siang”

Ara melirik pelan mencoba menahan senyum

“Ya ampun makasih ya Nak Repot-repot”

“Enggak repot Bu orang sekalian lewat”

Ibu langsung membuka pintu lebar lebar pagarnya supaya memidahkan untuk Danu masuk sambil bicara

“Udah duduk aja dulu pasti capek”

Danu agak ragu

“Gak apa-apa Bu gak usah”

“Ah duduk bentar aja masa cuma nganter langsung kabur” kata Ibu setengah memaksa tapi tetap ramah

Akhirnya Danu masuk dan duduk di kursi ruang tamu

Danu duduk agak santai tapi tetap sopan

Ibu mulai mode ngobrol khas ibu-ibu kampung

“Bengkel masih ramai?”

“Iya Bu Alhamdulillah masih”

“Lumayan Anak sekolah lagi banyak servis motor” lanjutnya Danu

Ara duduk di seberang pura-pura main HP padahal kupingnya fokus 100%

Tiba-tiba Ibu nyeletuk

“Belum nikah juga ya”

Ara hampir keselek ludah sendiri

“Bu…”

Danu malah santai

“Belum Bu”

“Kenapa Pilih-pilih?”

Danu tersenyum tipis

“Belum ada yang cocok”

Ibu melirik Ara cepat lalu pura-pura lihat gorengan

“Aneh ya udah kerjanya jelas, mapan masa gak ada yang suka”

Ara langsung potong

“Bu gorengannya dingin nanti”

Ibu nyengir

Beberapa detik hening

Lalu Danu menoleh ke Ara

Ibu berdiri

“Ya sudah Ibu ke dapur dulu buat minuman kalian ngobrol dulu aja”

Ara langsung melotot kecil

“Bu…”

Tapi Ibu sudah pergi

Tinggal mereka berdua

Ara menatap Danu

“Kamu tadi beneran cuma disuruh nganter”

Danu mengangguk

“Iya Santi lagi gak enak badan Mak Eti panik karena Ibu bilang mau buat makan siang”

Ara mengangguk pelan

“Oh…”

Danu melihat ekspresi Ara

Beberapa detik hening

Lalu Danu berdiri setelah Ibu kembali ke dapur

“Ya sudah Bu saya pamit dulu”

“Eh ini minumannya gimana” ucap Ibu sedikit terkejut sambil membawa minuman

“Maaf Bu gak bisa lama ninggalin bengkel soalnya tadi bilangnya mau beli gorengan buat anak-anak bengkel” ucapnya sedikit sungkan

“Oh iya sekali lagi makasih banyak ya Nak”

“Iya Bu”

Ara ikut mengantar sampai pagar

Ara kembali duduk di sofa

Ibu duduk lagi di depan TV setelah mengambil mendoan di dapur dan menyajikannya tapi sekarang senyumnya susah disembunyikan

“Anaknya sopan datang gak lama-lama ngerti diri...bagus jarang anak sekarang kaya gitu. Duh ibu jadi pengin punya mantu kaya gitu”

Ara melirik

“Ibu baru lima menit ngobrol udah bikin CV aja”

“Ibu pengalaman ya dulu itu sebelum Ibu nerima Ayah dulu Ibu banyak yang suka sangkin banyaknya nenek kamu sampai pusing karena setiap libur sekolah rumah nenek penuh dengan jajan karena banyak yang ke rumah” jawab Ibu santai

Ara mengambil satu mendoan menggigit pelan "Halah bilang banyak yang suka tapi kenapa pilihnya ayah yang dulu gak punya apa apa dibandingkan mantan mantan Ibu lain yang katanya kaya raya semua"

"Dulu itu Ayah yang gentle ya sampai dulu setiap main kerumah waktu itu cuma Ayah yang kalo main bukannya ngobrol sama Ibu tapi malah asik sendiri sama Kakek kamu main catur.... Ibu malah selalu di kacangin dan dari itu Nenek sama Kakek cuma restuin ibu sama Ayah. Yah... Walaupun waktu itu Ayah dari keluarga yang biasa aja sampai ayah bisa sukses sekarang itu kerja keras dia dari dulu"

Aira sampai terharu kalo denger perjuangan Ayahnya mendapatkan Ibunya yang sulu jadi primadona kampung.

“Bu…”

“Iya”

“Kalau misalnya ya… misalnya… Adis gak nikah sama orang kaya Ibu kecewa gak”

Ibu berhenti mengunyah

“Kaya itu bonus yang penting kamu gak sengsara”

Ara mengangguk pelan

Di TV tokohnya lagi marah-marah karena salah paham Dramatis sekali

Ara bergumam

“Hidup tuh gak sesederhana sinetron ya Bu”

Ibu tertawa kecil

Cahaya matahari mulai meredup di kamar Ara suara burung kampung terdengar pelan dari luar jendela tapi tiba-tiba terdengar suara lantang seperti toa mini

“YUUUHU MBA YANG CANTIK DATANG”

Ara menatap ke arah jendela sedikit terkejut Suara itu jelas dari halaman rumah

“Eh… siapa itu” gumam Ara pelan

Tak lama pintu kamar diketuk pelan

“Ara buka dong” suara itu terdengar lebih jelas bersemangat tapi ramah

Ara menurunkan selimutnya dan berjalan ke pintu Saat membuka tampak wanita dewasa tersenyum lebar Rambutnya sebahu pakaian kasual tapi aura ceria yang langsung terasa

Ara menelan ludah sebentar sedikit kaget

“Oh… Mba Raina” gumamnya sambil mengernyit

“Iyaaa Kakak sepupumu yang paling cantik tak tertandingi soalnya rata-rata kakak sepupumu cowo semua dan aku cewe sendirian” jawab Raina sambil tertawa

Ara tersenyum tipis

Raina melangkah masuk cepat tapi santai menaruh tas kecil di kursi

“Aku dengar Ara pulang kampung jadi… aku harus datang dong kita kan besti dari orok”

Ara menggeleng pelan sambil menahan senyum

“Iya… iya… lama banget ya kita gak ketemu karena punya keponakan gak pulang pulang kaya bang toyib”

Raina menatap sekeliling kamar Ara matanya berbinar

“Wah kamarmu masih sama ya kayak di foto-foto pas dulu kamu kecil”

Ara tertawa kecil

“Iya… cuma baju di lemari yang agak berubah sisanya… nostalgia banget”

Mereka terus ngobrol tawa dan cerita mengalir begitu saja sampai tak terasa waktu berlalu begitu cepat Topik demi topik masa kecil sekolah teman-teman lama sampai kehidupan Ara di Jakarta

1
Irmha febyollah
ko di ulang2 kk
Irmha febyollah
lah kmren si Danu ngantarin gorengan ini ngantar motor SMA karyawan blg gak tau rumah si Ara.
Wati Anja
ko ga ada lanjutannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!