Lin Xuan, seorang pemuda dari keluarga cabang Klan Lin di Benua Azure yang memiliki "Akar Spiritual Cacat", selalu dihina dan ditindas. Saat sekarat karena dikhianati oleh tunangannya sendiri demi merebut harta peninggalan orang tuanya, darahnya tanpa sengaja membangkitkan Mutiara Kekacauan Primordial yang bersemayam di kalung usangnya. Mutiara ini tidak hanya memperbaiki akar spiritualnya, tetapi juga memberinya warisan teknik terlarang dari era sebelum alam semesta terbentuk. Inilah awal perjalanannya menentang Surga, membelah galaksi, dan menapaki jalan menuju keabadian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27: Hantu yang Ketakutan dan Pertemuan Rahasia di Tirai Es
Angin panas gurun membawa aroma debu dan darah. Pemuda berwajah pucat dari Sekte Darah Bayangan itu menatap Lin Xuan yang menghalangi jalannya. Namanya adalah Gui Ming, seorang jenius jalan iblis di Tahap Pembentukan Fondasi tingkat 6.
Di belakang Gui Ming, bayangan hitam pekat bergulung-gulung, memancarkan jeritan roh-roh penasaran yang menyiksa telinga.
"Tuli, ya?" Gui Ming mendengus sinis. Ia menjulurkan tangannya yang sepucat mayat, kuku-kukunya memanjang dan berubah warna menjadi hitam legam, meneteskan racun korosif. Ia berniat mencengkeram bahu Lin Xuan dan menyuntikkan racun mayat langsung ke meridian pemuda berjubah abu-abu itu.
Para kultivator di sekitar oase mulai menyingkir, menatap Lin Xuan dengan kasihan. Berani menghalangi jalan Sekte Darah Bayangan? Pemuda bertopi bambu itu pasti akan menjadi boneka mayat hari ini.
Namun, Lin Xuan bahkan tidak repot-repot menoleh. Tepat saat kuku beracun itu berjarak satu inci dari bahunya, Lin Xuan mengangkat tangan kirinya dan mencengkeram pergelangan tangan Gui Ming dengan santai.
"Apa—" Gui Ming terkejut. Kecepatannya bahkan tidak bisa bereaksi!
Namun, Gui Ming segera menyeringai kejam. "Bodoh! Berani menyentuh kulitku? Racun Mayat Seribu Tahun-ku akan melelehkan tulangmu dalam tiga tarikan napas!"
Hawa Yin yang busuk dan beracun langsung merayap dari lengan Gui Ming menuju tangan Lin Xuan. Tetapi, seringai Gui Ming seketika membeku.
Racun mematikan itu... saat menyentuh kulit Lin Xuan yang memancarkan kilau giok pudar, lenyap begitu saja! Lebih tepatnya, Qi Kekacauan di bawah kulit Lin Xuan menelan racun Yin tersebut layaknya lubang hitam yang rakus, mengubahnya menjadi ketiadaan tanpa meninggalkan bekas sedikit pun.
"Kau menyebut ini racun?" Lin Xuan akhirnya menoleh. Dari balik topi bambunya, sepasang mata kelabu yang membawa keheningan absolut menatap lurus ke dalam jiwa Gui Ming. "Bahkan arak murahan guruku terasa lebih membakar dari ini."
Lin Xuan memutar pergelangan tangan Gui Ming.
KRAAAAK!
"AARRRGHH!" Jeritan melengking Gui Ming merobek hiruk-pikuk oase. Tulang lengannya remuk menjadi serpihan. Tulang putih menembus kulit pucatnya, menyemburkan darah hitam.
"Bunuh dia! Hancurkan jiwanya!" raung Gui Ming histeris sambil terhuyung mundur.
Bayangan hitam di belakangnya seketika membesar, bermanifestasi menjadi sesosok Hantu Iblis bermata tiga yang menebarkan aura Pembentukan Fondasi tingkat 7. Hantu itu menerjang ke arah wajah Lin Xuan dengan mulut terbuka lebar, siap menelan jiwanya.
Para penonton menahan napas. Namun, Lin Xuan sama sekali tidak menghunus pedang raksasanya. Ia hanya mendongak sedikit.
Di dalam Dantiannya, aura Sang Demon Venerable—leluhur dari segala iblis dan kehancuran di alam semesta—bocor setipis rambut melalui tatapan Lin Xuan.
Hanya satu tatapan.
Hantu Iblis bermata tiga yang sedang menerjang itu tiba-tiba berhenti di udara, seolah menabrak dinding absolut. Ketiga matanya melebar dipenuhi teror yang melampaui logika roh. Hantu itu menjerit panik—bukan jeritan menyerang, melainkan jeritan ketakutan yang luar biasa!
Tanpa mempedulikan perintah tuannya, hantu raksasa itu berbalik, menyusut menjadi seukuran tikus, dan meringkuk gemetar di balik jubah Gui Ming!
Keheningan seketika menyelimuti area itu.
Seekor roh iblis ganas yang memakan jiwa... baru saja lari ketakutan hanya karena ditatap oleh seorang pemuda fana?!
Di kejauhan, seorang Tetua Sekte Darah Bayangan yang duduk di atas kereta tengkorak menyipitkan matanya tajam. Ia mengangkat tangan, memberi isyarat agar murid-muridnya yang lain tidak gegabah maju. Pemuda berjubah abu-abu itu... menyembunyikan kekuatannya. Jangan membuat musuh misterius sebelum Makam Kaisar terbuka, batin sang tetua.
Gui Ming yang memegangi lengannya yang patah hanya bisa menelan ludah, menatap Lin Xuan dengan keringat dingin mengucur deras. Ia tidak berani mengucapkan sepatah kata pun.
Lin Xuan melepaskan topi bambunya sedikit, tersenyum tipis, lalu berbalik dan berjalan santai menuju tepi oase yang sepi. Tidak ada satu pun kultivator jalan iblis yang berani menghalanginya lagi.
Malam turun dengan cepat di Lautan Pasir Kematian. Suhu udara yang tadinya mendidih kini anjlok hingga di bawah titik beku.
Di utara oase, Paviliun Es Surgawi berdiri megah, memancarkan cahaya biru lembut yang menghalau badai pasir. Puluhan murid wanita berjaga ketat di luar, formasi pedang es mereka aktif dan siap membunuh penyusup mana pun.
Namun, formasi tingkat fana itu sama sekali tidak berguna di hadapan Hukum Kekacauan.
Di dalam ruangan utama paviliun, Mu Qingxue sedang duduk bersila di atas ranjang giok es. Ia hanya mengenakan gaun tidur sutra putih yang tipis, membiarkan energi dingin dari giok meresap ke dalam tubuhnya untuk menstabilkan kultivasinya. Cadarnya telah dilepas, memperlihatkan wajahnya yang mempesona secara utuh di bawah cahaya bulan yang masuk melalui jendela.
Tiba-tiba, mata kristal ungunya terbuka. Angin dingin di kamarnya berhembus dengan ritme yang salah.
"Siapa?!" Mu Qingxue langsung menarik pedang es dari samping ranjangnya, Qi di tahap puncak Pembentukan Fondasi tingkat 9 meledak memenuhi ruangan.
"Penjagaanmu cukup ketat, Nona Mu. Tapi murid-muridmu di luar sana terlalu kaku dalam mengalirkan Qi. Aku bahkan bisa berjalan melewati mereka sambil minum teh."
Sebuah suara tenang terdengar dari sudut ruangan yang tertutup bayangan. Lin Xuan melangkah keluar, melepas topi bambunya. Ia menyatu dengan kegelapan begitu sempurna hingga indra spiritual Mu Qingxue nyaris tidak mendeteksinya sampai ia berbicara.
Melihat siapa yang datang, Mu Qingxue menghela napas lega, menurunkan pedangnya. Namun sedetik kemudian, wajahnya merona merah saat menyadari ia hanya mengenakan pakaian tidur tipis. Ia buru-buru menarik jubah tebal bermotif bangau dari sisinya dan menyampirkannya ke bahu.
"Kau punya kebiasaan buruk muncul seperti hantu, Lin Xuan," tegur Mu Qingxue, menatap pemuda itu dengan campuran kekesalan dan... kelegaan yang sulit disembunyikan.
"Dan kau punya kebiasaan mengundang pria ke dalam masalah mematikan," balas Lin Xuan santai, menarik kursi kayu es dan duduk di hadapan meja bundar.
Mu Qingxue mendengus pelan, berjalan menghampiri meja dan menuangkan secangkir teh teratai hangat untuk Lin Xuan. Saat ia duduk di seberangnya, mata Mu Qingxue tiba-tiba menyipit. Ia menggunakan teknik rahasia Istana Es untuk mengintip fluktuasi aura Lin Xuan.
Cangkir teh di tangan Mu Qingxue nyaris terjatuh.
"T-Tingkat 8?! Pembentukan Fondasi tingkat 8?!" Suara Mu Qingxue kehilangan ketenangannya. Ia menatap Lin Xuan seperti menatap hantu sungguhan. "Tiga bulan lalu kau baru berada di tingkat 6! Kecepatan menerobos macam apa ini? Bahkan jika kau menelan Inti Emas utuh, meridianmu seharusnya meledak!"
Lin Xuan menyesap tehnya dengan tenang. "Hanya sedikit keberuntungan di Makam Pedang Kuno. Terlebih lagi, aku punya janji untuk menjelajahi makam dewa bersamamu. Aku tidak bisa membiarkan diriku menjadi beban, bukan?"
Mu Qingxue menggigit bibir bawahnya. Kata "beban" terdengar sangat ironis. Tiga bulan lalu pemuda ini menampar jenius Inti Emas. Kini ia berada di tingkat 8? Mu Qingxue mulai meragukan apakah Huangfu Lei (Pangeran Kedua yang ada di perkemahan sebelah) bahkan bisa menahan satu ayunan pedang raksasanya.
Gadis itu menggelengkan kepala, mencoba fokus. Ia mengeluarkan gulungan perkamen tua dari cincinnya dan membentangkannya di atas meja.
"Baiklah, mari kita bicara bisnis," ucap Mu Qingxue, wajahnya kembali serius. "Pintu masuk Makam Kaisar Kuno akan stabil saat matahari terbit besok. Berdasarkan peta dari Istana Es Surgawi, makam ini memiliki tiga lapisan luar dan satu Istana Inti."
Mu Qingxue menunjuk ke sebuah jalur yang ditandai dengan warna biru. "Lapisan pertama adalah Labirin Pasir Besi, lapisan kedua Lorong Boneka Perunggu, dan lapisan ketiga Jembatan Karma. Tujuan utamaku adalah mencapai Istana Inti. Di sana, terdapat Api Es Tulang Pucat, salah satu Api Spiritual Kuno yang bisa membantu guruku menstabilkan Alam Mahayana-nya."
"Dan apa yang dicari oleh faksi lain?" tanya Lin Xuan, matanya memindai peta dengan cepat, merekam setiap detail ke dalam otaknya.
"Kekaisaran Naga Azure mencari Sumsum Kaisar Kuno, sebuah cairan suci yang bisa langsung menempa fondasi seseorang menuju Alam Inti Emas dengan kualitas sempurna. Pangeran Kedua, Huangfu Lei, memimpin puluhan elit kematian kekaisaran untuk itu," jelas Mu Qingxue.
Ia kemudian menatap Lin Xuan lekat-lekat. "Sementara Sekte Darah Bayangan... mereka mencari persenjataan kuno dan mayat-mayat kultivator kuat untuk diubah menjadi boneka."
"Menarik," Lin Xuan bersandar di kursinya. "Jadi, kita akan saling membunuh begitu melihat Istana Inti."
"Tepat," Mu Qingxue mengangguk. "Itulah sebabnya aku membutuhkanmu. Formasi di dalam sana membatasi kultivasi pada Tahap Pembentukan Fondasi. Dengan kekuatan fisikmu dan kecepatan tembus batasmu, kau adalah kartu truf terbaik yang kumiliki. Jika kita menemukan Api Es itu... aku berjanji Istana Es Surgawi akan memberikanmu perlindungan mutlak dari Kekaisaran Naga Azure."
Lin Xuan menatap mata ungu gadis di hadapannya. Ia bisa melihat kejujuran dan ketegasan di sana. Mu Qingxue tidak sedang memanfaatkannya; gadis ini benar-benar menawarkan aliansi yang setara.
"Perlindungan adalah hal yang bagus," Lin Xuan bangkit berdiri. Ia berjalan ke arah jendela, menatap lautan pasir yang gelap gulita. "Tapi aku tidak terlalu tertarik dengan Sumsum Kaisar atau perlindungan."
Mu Qingxue mengerutkan kening. "Lalu apa yang kau cari di dalam Makam Kaisar ini, Lin Xuan?"
Lin Xuan menoleh, senyum misterius yang penuh antisipasi mengembang di wajahnya.
"Seseorang meninggalkan Makam Kaisar. Berarti ada harta karun yang lebih tua dari benua ini di bawah sana," bisik Lin Xuan. Di dalam Dantiannya, Mutiara Kekacauan berdenyut pelan, memancarkan rasa lapar purba yang hanya ia yang bisa merasakannya. "Aku mencari sesuatu yang bisa dimakan oleh pedang dan apiku."
Matahari mulai menyingsing di ufuk timur, memancarkan semburat merah darah di atas Lautan Pasir Kematian. Bersamaan dengan sinar pertama itu, bumi bergetar hebat.
Di tengah gurun pasir, sebuah pilar cahaya keemasan raksasa melesat menembus awan, membuka celah dimensi berupa pintu gerbang batu raksasa yang dipenuhi ukiran naga purba.
Makam Kaisar Kuno, telah terbuka!
dan kalau bisa update nya jangan lama lama