NovelToon NovelToon
Cinta Pertama Dan Takdir Keluarga

Cinta Pertama Dan Takdir Keluarga

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sandi Wabaswara

Episode 1 – Pertemuan yang Tak Pernah Terduga
Arga Wibawa adalah putra dari seorang ayah yang memiliki perusahaan ternama di Jakarta. Takdir mempertemukannya kembali dengan Alya Putri Kirana, cinta pertamanya yang tak pernah bisa ia lupakan.
Sejak perpisahan mereka di bangku SMA, Arga harus mengikuti kedua orang tuanya pindah ke Bali karena ayahnya mendapatkan proyek besar di sana. Mau tak mau, Arga meninggalkan Jakarta dan melanjutkan pendidikan kuliahnya di Pulau Dewata. Meski waktu terus berjalan, bayangan Alya tak pernah benar-benar pergi dari pikirannya.
Bertahun-tahun kemudian, Arga akhirnya lulus dari kuliahnya. Dengan tekad yang kuat, ia memutuskan kembali ke Jakarta untuk mencari sang pujaan hati. Sebulan setelah kelulusannya, Arga bersiap dan terbang menuju kota yang penuh kenangan itu.
Setibanya di Jakarta, Arga mulai mencari pekerjaan sambil berusaha menelusuri keberadaan Alya.
Sementara itu, kehidupan Alya tak berjalan semulus ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandi Wabaswara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 – Cahaya di Tengah Gelap

Amarah Rayhan memuncak. Wajahnya memerah, dadanya naik turun menahan emosi yang meluap.

“Baiklah,” ucapnya dingin. “Jika itu yang kalian inginkan, akan kubuat kalian berdua pergi dari dunia ini.”

Ia tertawa, namun tawa itu terdengar hampa dan mengerikan.

“Selamat tinggal,” gumamnya, melangkah mendekat.

Alya memeluk Arga semakin erat. Tubuhnya gemetar, namun ia tetap berdiri di hadapan bahaya.

Namun, tepat saat Rayhan hendak melancarkan aksinya, suara sirene memecah keheningan malam.

“BERHENTI! ANGKAT TANGAN! JANGAN BERGERAK!”

Beberapa mobil polisi berhenti mendadak di lokasi. Petugas bersenjata langsung mengepung Rayhan dan anak buahnya. Suasana berubah kacau dalam sekejap.

Rayhan terkejut. Ia mencoba melawan, namun sebuah tembakan peringatan mengenai tangannya, membuatnya terjatuh sambil meringis kesakitan.

“Argh… sial! Kenapa ada polisi!” geramnya.

“Borgol mereka,” perintah komandan polisi tegas.

Rayhan dan seluruh anak buahnya segera ditangkap. Perlawanan yang mereka lakukan berakhir sia-sia.

Tak lama kemudian, ibu tiri Alya menghampiri dengan air mata yang masih mengalir.

“Alhamdulillah, Pak… terima kasih… terima kasih karena datang tepat waktu,” ucapnya terisak.

Ternyata, di tengah kepanikan, ibu tiri Alya berhasil menghubungi pihak kepolisian dan melaporkan adanya pengejaran serta penyerangan di wilayah Jakarta. Tanpa menunda, polisi langsung bergerak cepat menuju lokasi.

Alya menatap Arga yang terbaring lemah. Air matanya kembali jatuh.

“Ga… kamu dengar? Kita selamat…” bisiknya lirih.

Arga membuka mata perlahan, menatap Alya dengan senyum tipis.

“Syukurlah…”

Rayhan dan seluruh komplotannya dibawa ke kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa Rayhan selama ini memang telah menjadi incaran aparat. Ia terlibat dalam berbagai kasus penipuan besar, termasuk manipulasi proyek yang pernah merugikan ayah Arga.

Kebenaran itu akhirnya membuka semua tabir kejahatan yang selama ini tersembunyi di balik topeng kesuksesan Rayhan.

Malam yang semula penuh ancaman perlahan berubah menjadi awal dari kelegaan.

Di antara gelap dan ketakutan, cahaya harapan akhirnya muncul.

Suara sirene ambulans memecah keheningan malam. Alya duduk di samping Arga, menggenggam tangannya yang dingin. Air matanya mengalir tanpa henti, dadanya terasa sesak.

“Arga… bangun, Ga… tolong bangun…” tangisnya pecah.

Sejak Rayhan ditangkap, kondisi Arga semakin melemah. Tubuhnya tak lagi sanggup bertahan. Hingga akhirnya, ia pingsan dan tak sadarkan diri.

Alya menjerit histeris, memeluk tubuh Arga yang terbaring lemah di atas brankar.

“Arga… jangan tinggalin aku…”

Di dalam ambulans, Alya tak henti menangis. Kekhawatirannya kini berlipat ganda — memikirkan kondisi ayahnya yang semakin menurun, sekaligus keadaan suaminya yang berada di ambang bahaya.

Setibanya di rumah sakit, Arga segera dibawa masuk ke ruang IGD. Beberapa perawat bergegas mendorong brankar menuju ruang tindakan, sementara Alya mencoba mengikuti.

“Maaf, Bu,” ucap seorang suster dengan tegas namun lembut. “Ibu tidak boleh masuk. Silakan tunggu di luar. Kami akan segera menangani pasien.”

Pintu ruang IGD tertutup.

Alya terduduk lemas di kursi lorong rumah sakit. Tangannya gemetar, tubuhnya terasa kehilangan tenaga. Ia menengadah, menahan tangis yang kembali menyeruak.

“Ya Allah… jangan ambil dia dariku…” bisiknya lirih.

Di ruangan lain, Pak Hermawan juga harus menjalani perawatan intensif karena kondisinya yang kembali menurun. Rumah sakit malam itu dipenuhi kecemasan dan doa.

Waktu terasa berjalan begitu lambat.

Satu jam berlalu seperti satu abad.

Akhirnya, pintu IGD terbuka. Seorang dokter keluar dengan wajah serius.

“Keluarga Bapak Arga?” panggilnya.

Alya segera berdiri, langkahnya hampir limbung.

“Saya, Dok… saya istrinya,” ucapnya dengan suara bergetar. “Bagaimana keadaan suami saya?”

Dokter menghela napas pelan.

“Untuk saat ini, kondisi pasien dalam keadaan kritis. Kami sudah melakukan tindakan awal, namun pasien membutuhkan penanganan lanjutan dan perawatan intensif.”

“Apa, Dok…?” Alya terisak. Tubuhnya melemah, nyaris jatuh. “Maksud dokter… Arga…”

“Kami mohon doa dan kesabaran keluarga. Kami akan berusaha semaksimal mungkin.”

Air mata Alya jatuh deras. Tangisnya pecah di lorong rumah sakit yang sunyi.

Di antara dinding putih dan bau obat-obatan, Alya berdiri di ambang kehilangan.

Ia menggenggam erat cincin di jarinya.

“Aku tidak akan menyerah, Ga… aku akan menunggumu… seberapa lama pun itu…”

Di ruangan yang lain, ibu tiri Alya menangis tersedu melihat keadaan suaminya yang terbaring lemah dengan selang dan infus terpasang di tubuhnya. Wajahnya pucat, napasnya lemah, membuat hatinya semakin perih.

Tak lama kemudian, dokter keluar dari ruangan.

“Dok, saya keluarga Pak Hermawan. Bagaimana keadaan suami saya?” tanya ibu tiri Alya dengan suara gemetar.

“Keadaan Pak Hermawan sudah stabil, Bu. Namun beliau harus banyak beristirahat dan tidak boleh banyak beraktivitas. Kondisinya menurun karena terlalu banyak pikiran,” jawab dokter sambil menyerahkan resep. “Ini obatnya, silakan ditebus.”

“Baik, Dok. Terima kasih,” ucapnya lirih.

Langkahnya terasa berat saat berjalan pergi. Dalam hatinya, ia menyesali semua perbuatannya. Jika dulu ia tidak memaksakan kehendak, mungkin semua ini tak akan terjadi.

Tak lama, Alya datang menghampiri.

“Ibu...” panggil Alya dengan mata sembab. “Bagaimana keadaan ayah?”

“Ayah baik-baik saja, Nak. Hanya perlu banyak istirahat. Sekarang katakan padaku, bagaimana keadaan Arga?” tanya ibu tiri Alya cemas.

Alya terisak. “Arga... Arga koma, Bu. Keadaannya kritis. Kita harus banyak berdoa agar Arga cepat sadar.”

Mendengar itu, tubuh ibu tiri Alya melemas. Ia memeluk Alya erat.

“Andai dulu ibu tidak memaksamu menerima perjodohan itu, mungkin semua ini tak akan terjadi,” ucapnya penuh penyesalan.

Sudah, Bu. Yang lalu biarlah berlalu. Yang paling penting sekarang, kita bisa berkumpul bersama seperti dulu lagi,” ucap Alya lembut.

Ibu tiri Alya mengangguk pelan, menyeka sisa air matanya.

“Baiklah, Al. Ibu mau ke bagian resepsionis dulu untuk mengurus administrasi ayah dan Arga. Sekalian ibu akan menebus obat dari dokter,” katanya.

Alya tersenyum haru. Hatinya dipenuhi rasa bahagia karena akhirnya ibu tirinya benar-benar menerima kehadiran Arga dalam hidup mereka.

“Ya Allah, sembuhkanlah suami dan ayahku,” gumam Alya dalam hati, menengadahkan doa penuh harap.

1
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
Maulana Hasanudin
cerita sangat menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!