Beberapa bulan setelah Leon lulus dari SMA, gurunya menawarkan Leon untuk bekerja di villa sang guru. Setahun setelah itu, Leon berhasil menembus tahap pemurnian qi level satu, dan secara resmi dijadikan murid oleh sang guru. Pada malam peresmian murid, gurunya memberikan sebuah bola hitam misterius kepada Leon. Keesokan harinya, kehidupan Leon mulai berubah secara drastis!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Candra S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pelelangan Besar 1
Dua hari kemudian, Leon dan Robenyo berangkat menuju gedung tempat berlangsungnya pelelangan.
Berbeda dengan pelelangan kecil yang dilaksanakan setiap bulan, pelelangan besar memiliki dua sesi, sesi sore dan sesi malam. Sesi sore dimulai pada pukul dua dan akan berlangsung selama tiga jam. Kemudian dilanjutkan dengan sesi malam yang dimulai pada jam tujuh malam.
"Ini sangat besar bukan? Bagaimana cara kita untuk menawar nanti?"
Setelah memasuki aula lelang, Leon terkejut melihat bahwa itu cukup untuk menampung hingga seribu orang. Tempat itu menyerupai panggung pertunjukan seni. Semakin jauh lokasi kursi dari panggung, maka kursinya akan berada di tempat yang lebih tinggi untuk menyesuaikan penglihatan ke arah panggung.
"Aku akan menjelaskannya di kursi untukmu. Ayo kita langsung ke kursi kita."
Setiap tempat duduk memiliki jarak satu sama lain, setidaknya 30 centimeter. Senderan setiap bangku bahkan dapat diubah kemiringannya dengan menekan tombol.
Pada bagian ujung sandaran tangan kanan, terdapat sebuah layar dengan ukuran 15 x 15 centimeter. Ada 5 buah tombol di bawah layar, tombol atas, bawah, kiri, kanan, dan tengah yang bertuliskan OK di atasnya.
"Layar ini terhubung satu sama lain dalam sebuah program. Ketika pembaca acara menyebutkan harga, angka tersebut akan muncul pada layar. Angka pada layar akan terus berubah untuk setiap penawaran tertinggi."
"Tepat di bawah harga tertinggi, akan ada tiga angka nol. Itu menunjukkan satuan, puluhan, dan terakhir ratusan. Bagian ini merupakan pengali dari jumlah kelipatan yang nantinya disebutkan oleh pembawa acara. Kamu hanya perlu memasukkannya dengan kelima tombol tersebut. Tekan atas untuk menaikkan satu angka, atau bawah untuk menurunkan satu angka. Pindahkan ke kiri atau kanan untuk beralih antara satuan, puluhan, atau ratusan."
"Pada bagian ketiga, itu akan menunjukkan jumlah antara harga tertinggi dan pengali kelipatan yang kamu masukkan. Jika sudah sesuai, kamu dapat menekan tombol OK untuk menyampaikan tawaranmu."
Karena akan ada penawar dari luar negeri, satuan mata uang juga dapat dialihkan ke mata uang negara asal penawar. Namun karena mereka akan tetap membayarnya dalam rupiah, fungsi tersebut hanya untuk mempermudah mereka dalam perhitungan keuangan.
Meskipun terdengar rumit, sebenarnya sistem pelelangan ini cukup sederhana. Leon bahkan langsung mengerti setelah melihat program pada layar secara sekilas.
Kursi Leon bernomor 567, sedangkan Robenyo 566. Setelah menunggu selama beberapa saat, pelelangan akhirnya dimulai tepat pada pukul dua.
"Selamat siang hadirin sekalian, selamat datang di pelelangan capit emas. Perkenalkan, nama saya adalah Ron. Sebagai pembawa acara pada lelang kali ini, saya akan....."
Pembawa acara bernama Ron itu memulai pelelangan dengan menjelaskan sistem lelang berjalan, yang sama seperti penjelasan Robenyo sebelumnya.
"Saya hanya menjelaskannya secara singkat. Saya yakin sebagian besar diantara anda sudah mengerti, namun mungkin ada juga yang belum. Karena itulah, kita akan mencobanya secara langsung."
"Karena kami belum menyediakan minuman kepada para peserta, kami akan melelang satu botol air mineral yang akan dibagikan kepada setiap 876 peserta lelang."
"Harga awal air mineral adalah lima puluh juta, dengan minimum kelipatan seratus ribu!"
"Ohhh, ada beberapa penawaran cepat. Mari kita lihat untuk sementara.... Itu berhenti pada nomor 123 dengan harga 51.200.000 apakah ada yang lain? Ohhh nomor 7 menaikkannya menjadi 52.000.000, nomor 8 menaikkannya menjadi 52.500.000"
Layar besar di belakang pembawa acara awalnya menunjukkan gambar botol air mineral. Kemudian setelah ada yang menawar, layar tersebut terbagi menjadi dua. Layar atas menampilkan siaran langsung di dalam aula lelang, sesekali akan menyoroti peserta lelang dengan penawaran tertinggi. Kemudian layar bawah menampilkan harga tertinggi yang ditawarkan.
Pada akhirnya, 876 botol air mineral dimenangkan oleh peserta nomor 7 dengan harga 54 juta.
"Mari kita berikan tepuk tangan sebagai apresiasi kepada peserta nomor 7 karena telah menyediakan air mineral kepada kita semua."
Pria di kursi tersebut berdiri untuk menyambut tepuk tangan dari semua orang.
Setelah para petugas membagikan gelas dan botol air mineral kepada setiap peserta, pembawa acara mulai berbicara.
"Kalau begitu mari kita mulai pelelangannya. Sebagai pembuka, item pertama merupakan sebuah artefak berbentuk dua buah anting yang dinamakan anting pelindung. Item magis ini memiliki fungsi...."
Ketika pembawa acara mulai berbicara, seorang wanita cantik memasuki panggung dari samping, ditemani oleh dua pria yang mendorong meja dengan sebuah kotak di atasnya. Wanita cantik itu kemudian membuka kotak di atas meja dan menunjukkan isinya kepada para peserta.
"Kamu tidak tertarik Leon?"
"Fungsinya sangat biasa. Lebih baik aku memakai masker saja."
Robenyo tertawa mendengar perkataan Leon. Memang benar, meskipun itu merupakan sebuah item magis, fungsinya hanya melindungi pengguna dari partikel kecil seperti asap dan debu.
Selain itu, anting tersebut tidak berfungsi secara otomatis, melainkan ketika pemakainya menyentuh dua sisi dari salah satu anting dengan jari mereka.
Pada akhirnya anting pelindung jatuh kepada peserta nomor 4 dengan harga 2,345 triliun (2 triliun, 345 miliar).
"Item selanjutnya adalah sebuah pedang yang dimiliki oleh raja......"
Item-item selanjutnya merupakan barang dengan nilai sejarah tinggi, keindahan yang memukau, atau dibuat oleh seniman terkenal. Item non-magis ini biasanya hanya terjual pada kisaran harga miliaran hingga puluhan miliar.
Ada juga satu item magis yang ditampilkan setelahnya, namun itu juga tidak menarik minat Leon. Meskipun begitu, dia menikmati jalannya pelelangan, melihat bagaimana cara orang-orang kaya ini menghabiskan uang mereka.
"Item selanjutnya merupakan sebuah item magis berupa lukisan. Lukisan ini menggambarkan sebuah pulau terapung di atas awan. Namun, pemilik lukisan ini menamainya lukisan terkutuk!"
Hal ini langsung menyebabkan gumaman diantara para peserta.
"Sejarahnya bermula ketika seorang pemilik sebuah villa di pegunungan Sumatera menerima seorang tamu. Tidak ada masalah besar yang terjadi hingga jadwal tamu itu berakhir. Namun ketika sang pemilik melihat ke dalam villa, ternyata tamu itu meninggalkan lukisan terkutuk ini. Anehnya, ketika sang pemilik menyentuh lukisan, tubuhnya langsung melemah. Tapi itu tidak permanen. Sekitar lima jam kemudian, tubuh pemilik villa mulai kembali normal. Lukisan terkutuk ini hanya melemahkan orang yang menyentuhnya selama beberapa jam saja."
Pembawa acara itu menjelaskan bahwa seorang kolektor lukisan membelinya dari pemilik villa tersebut, dan melelangnya pada pelelangan besar kali ini.
"Ini dia foto kertas yang ditinggalkan oleh tamu sekaligus pelukis lukisan terkutuk ini."
Layar besar menampilkan foto kertas yang diambil oleh pemilik villa. Kertas itu berisi tulisan tangan tamu sekaligus pelukis lukisan. Isinya berbunyi: "Siapapun orang yang berhasil memecahkan segelnya, orang itu akan memperoleh kekuatan yang menakjubkan."
"Apakah item ini benar-benar terkutuk? Apa arti segel dan kekuatan yang dimaksudkan oleh sang pelukis? Siapapun yang memperolehnya dapat mencari tahu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu secara pribadi."
"Karena itu, lukisan terkutuk akan dimulai dengan harga 100 miliar, dengan minimum kelipatan harga sebesar 1 miliar. Penawaran dimulai!"
Leon sudah tidak sabar menunggu penjelasan panjang dari pembawa acara. Mengapa penjelasannya begitu panjang? Apakah pembawa acara hanya ingin membuang waktu sambil mengisi jumlah kata?
Hanya satu hal yang langsung membuat Leon merasa harus memperoleh lukisan tersebut. Tanda tangan pelukis pada sudut kanan bawah.
Tanda tangan itu menuliskan nama Fin!