NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Berondong

Terjerat Cinta Berondong

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Berondong / Crazy Rich/Konglomerat / Keluarga / Komedi
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Noorinor

Lydia tidak pernah menyangka, setelah dipecat dan membatalkan petunangan, ia dicintai ugal-ugalan oleh keponakan mantan bosnya.

Rico Arion Wijaya, keturunan dari dua keluarga kaya, yang mencintainya dengan cara istimewa.

Apakah mereka akan bersama, atau berpisah karena status di antara mereka? ikuti terus kisahnya ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noorinor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

"Aku dipecat."

Lydia ingin memaki dan menampar Marvin. Namun, yang keluar dari mulutnya hanya lirihan pelan. Bukan menjaga citranya di depan klien dan sekretaris pribadi Marvin, hanya saja amarah yang ia bawa ke sana seakan tiba-tiba lenyap.

Marvin iba mendengarnya. Ia tahu Lydia sangat mencintai pekerjaannya, meski karena itu mereka sering bertengkar.

"Aku tahu kamu sedih sekarang, tapi boleh aku menyelesaikan pekerjaanku dulu?" tanyanya, tanpa menghakimi Lydia.

Marvin layak disebut laki-laki idaman, jika saja ia tidak gemar bermain perempuan. Ia tampan, mapan, dan dewasa. Satu-satunya kekurangannya hanyalah tidak bisa setia pada satu perempuan.

Lydia mengakui bahwa dirinya pernah menjadi perempuan paling beruntung dan bahagia karena memiliki Marvin di hidupnya, tapi itu dulu, sebelum Marvin mengkhianati cinta mereka.

"Wulan akan menemani kamu dan membuatkan minuman untuk kamu," bujuk Marvin.

Lydia hanya mengangguk pasrah. Wulan yang mengerti langsung menghampirinya dan mengajaknya keluar dari ruangan Marvin agar laki-laki itu bisa melanjutkan obrolannya dengan klien.

Setelah Lydia dan Wulan keluar dan pintu ruangan itu tertutup, Marvin berbalik menghadap kliennya yang masih duduk di sofa.

"Sekali lagi saya minta maaf, pembicaraan kita terganggu karena urusan pribadi saya," ucapnya pada klien.

Tidak ada satu kata pun yang terkesan menyalahkan Lydia. Ia bahkan mengklaim gangguan itu sebagai urusan pribadinya.

"Tidak apa-apa, kami mengerti," sahut klien Marvin, tidak mempermasalahkannya.

Setelah itu, pembicaraan mereka pun berlanjut. Marvin mengesampingkan urusan pribadinya sejenak demi proyek besar yang berpeluang membuat perusahaannya semakin berkembang.

Ia adalah orang yang menganggap cinta dan pekerjaan harus seimbang, karena keduanya sama-sama penting baginya.

***

"Jadi, kamu memecat Lydia karena tunangannya pacaran dengan Airin?" tanya Xavier, masih berusaha mencerna hal penting yang Calvin bicarakan di telepon.

Ia datang jauh-jauh dari Wijaya Grup ke Adhivara Grup karena Calvin menghubunginya dan mengatakan ada masalah yang dihadapi oleh kedua anaknya. Namun, sekarang ia dibuat bingung oleh penjelasan Calvin tentang apa yang terjadi.

"Aku yang meminta Paman memecat Lydia," sahut Arion menjawab pertanyaan ayahnya.

Setelah pembicaraan panjang dengan Calvin dan Jevan, ia akhirnya tahu adiknya bukan korban perselingkuhan, justru adiknyalah yang dijadikan selingkuhan oleh Marvin.

Kini, ia sadar telah gegabah dan memberi pelajaran pada orang yang salah. Ia menghukum orang yang sebenarnya korban dalam masalah ini.

"Lydia? Kamu pikir dia teman sebaya kamu?" ucap Xavier menyambar perkataan Arion.

Arion memang disayang dan dimanja, tapi Xavier tidak pernah mendidiknya untuk kurang ajar terhadap orang yang lebih tua. Sekali pun orang tersebut bekerja untuk keluarga mereka.

Ia bahkan tidak mengerti mengapa Calvin bisa memecat sekretaris pribadinya hanya karena Arion memintanya.

Lydia bukan orang yang baru satu dua hari bekerja di Adhivara Grup. Sudah bertahun-tahun ia menjadi sekretaris pribadi Calvin dan membatu Calvin menghadapi masalah di perusahaan. Bisa-bisanya Calvin memecatnya begitu saja.

"Tujuan kita di sini bukan untuk menghakimi Arion, oke?" tegur Haikal, sebelum terjadi perdebatan antara ayah dan anak itu.

Arion bukan hanya keponakan kesayangan Calvin, ia juga kesayangan sahabat-sahabat ayahnya. Haikal dan Nathan bahkan langsung datang ke Adhivara Grup setelah Jevan menghubungi mereka.

Di masa lalu, mereka hanyalah kumpulan anak muda yang suka menghamburkan uang orang tua. Kini, masing-masing telah mencapai karirnya, Xavier dan Calvin menjadi CEO perusahaan keluarga, Nathan menjabat sebagai direktur utama di rumah sakit keluarganya, Haikal mengikuti jejak keluarga menjadi seorang pengacara dan Jevan mengelola usaha resto milik keluarganya.

Satu-satunya yang masih sama sampai detik ini adalah perlakuan mereka terhadap Arion. Dari dulu, mereka sangat menyayangi dan memanjakan Arion si bayi beruang.

"Kenapa juga kalian di sini?" tanya Xavier menatap sinis sahabatnya itu.

Masalah Arion adalah masalah keluarga Wijaya dan Adhivara, tidak ada hubungannya dengan ketiga sahabatnya. Seharusnya mereka tidak datang ke sana dan ikut campur.

"Gue juga heran, padahal yang gue telepon dan minta ke sini cuma lo," sahut Calvin.

Satu lagi yang tidak berubah khusus mereka berdua, baik Xavier maupun Calvin, mereka tidak suka orang lain menunjukkan perhatian dan kasih sayang lebih dari yang mereka berikan pada Arion. Aneh memang, tapi begitulah mereka.

"Bisa bahas itu nanti? Kita perlu membereskan masalah Lydia," ucap Nathan, mengingatkan tujuan mereka datang.

Kesalahpahaman Arion mungkin tampak sepele, tapi ada hati yang terluka atas tindakan gegabahnya, dan mereka harus memberikan kompensasi supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di masa depan.

"Minta maaf dan batalkan pemecatan Kak Lydia. Kamu tidak bisa memecat orang hanya karena urusan pribadi," ujar Xavier pada Arion. Nada bicaranya terdengar tidak menerima bantahan. Ia juga sengaja memberikan contoh bagaimana seharusnya Arion memanggil orang yang lebih tua.

"Tapi melihat Lydia di parkiran, aku tidak yakin dia mau kembali bekerja di sini," ucap Jevan memberikan pendapatnya.

Ia tidak terlalu mengenal Lydia, selain sebagai sekretaris pribadi Calvin. Namun, mengingat Lydia yang menangis di parkiran, perempuan itu sepertinya tidak akan mau kembali bekerja.

"Baru kali ini aku melihatnya menangis, dan aku bahkan bisa merasakan sakit hatinya hanya dari tatapan matanya," jelasnya.

"Wajar saja Lydia sakit hati, dia diselingkuhi dan dipecat di waktu yang bersamaan," kata Haikal, ikut memberikan pendapat.

Tidak bermaksud menyalahkan keputusan Arion, tapi sakit hati adalah hal wajar yang Lydia rasakan. Ia pun akan merasa hal yang sama jika ada di posisi itu.

"Dan alasannya dipecat karena dikira selingkuhan," timpal Nathan.

Xavier memijat pelipisnya. Arion tidak seperti dirinya yang sering berbuat onar saat remaja, tapi sekalinya membuat masalah membuat kepala Xavier nyut-nyutan karena pusing.

Ia tidak bisa menyelesaikan masalah anaknya dengan uangnya. Sakit hati bukan sesuatu yang mudah sembuh dengan sejumlah uang.

"Papah akan menemani kamu meminta maaf," ujarnya, tetap ingin ikut andil untuk menyelesaikan masalah anaknya.

Ia tidak bisa lepas tangan begitu saja. Arion harus dibimbing supaya masalahnya tidak melebar.

"Papah tenang saja, aku bisa melakukannya sendiri. Lagipula ini juga salahku tidak mencari tahu dulu siapa pacar adik," kata Arion, menolak ayahnya ikut campur dengan masalahnya.

"Paman juga salah tidak bertanya dulu alasan kamu ingin memecat Lydia," ucap Calvin menimpali.

Baginya, Arion masih anak-anak, seharusnya ia yang orang dewasa yang mengarahkan agar Arion tidak salah langkah, bukan asal menuruti keinginan keponakannya itu.

"Kalau lo memang salah sih," sambar Haikal setuju.

"Bayi kita mana tahu Lydia tunangan Marvin," tambahnya.

Xavier dan Calvin langsung mendelik tajam ke arah Haikal. Bayi kita katanya?

"Lo gak diajak ya," cibir Calvin, tidak menyukai panggilan Haikal pada Arion.

"Iya, tapi gue mau ikut," sahut Haikal dengan nada meledek.

Sementara itu, Arion tampak pasrah berada di antara mereka. Hal seperti ini sudah sering terjadi saat sahabat-sahabat ayahnya berkumpul.

Arion sudah berusia 23 tahun dan sebentar lagi akan wisuda, tapi mereka menganggapnya sebagai anak kecil—bahkan sering memanggilnya bayi.

"Cuma paman Jevan sahabat Papah yang normal," gumam Arion dalam hati, karena memang hanya Jevan yang normal di antara sahabat-sahabat ayahnya.

1
Resa05
ditunggu up nya kak
Resa05
wah makin penasaran nih
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Resa05
semangat up-nya thor!
Reverie Noor: terimakasih ❤
total 1 replies
Resa05
sayang banget cerita bagus kayak gini ga rame, semangat up terus thor!
Resa05: bakal jadi pembaca setia, semoga ceritanya seru terus ya thor
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!