NovelToon NovelToon
Mencintai Adik CEO

Mencintai Adik CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Diam-Diam Cinta / Konflik etika
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: EsKobok

Satu kontrak. Satu rahasia. Satu cinta yang mematikan.

Di Aeruland, nama keluarga Aeru adalah hukum yang tak terbantahkan. Bagi Dareen Christ, tugasnya sederhana: Menjadi bayangan Seraphina Aeru dan menjaganya dari pria mana pun atas perintah sang kakak, CEO Seldin Aeru.

Namun, Seraphina bukan sekadar majikan yang manja. Dia adalah api yang mencari celah di balik topeng porselen Dareen. Di antara dinding lift yang sempit dan pelukan terlarang di dalam mobil, jarak profesional itu runtuh.

Dareen tahu, menyentuh Seraphina adalah pengkhianatan. Mencintainya adalah hukuman mati. Namun, bagaimana kau bisa tetap menjadi robot, saat satu-satunya hal yang membuatmu merasa hidup adalah wanita yang dilarang untuk kau miliki?

"Jangan memaksa saya melakukan sesuatu yang akan membuat Anda benci pada saya selamanya, Nona."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kambing Hitam

Angin malam di Aeryon City terasa seperti sembilu, menusuk pori-pori kulit Seraphina saat ia melangkah masuk ke dalam sebuah bar bawah tanah yang remang-remang di distrik tua. Tempat ini adalah sarang bagi mereka yang hidup di antara bayang-bayang—informan, peretas, dan agen mata-mata yang tidak lagi memiliki negara.

Di sudut ruangan yang paling gelap, seorang pria dengan topi flat cap menutupi separuh wajahnya sudah menunggu. Ia adalah 'V', agen mata-mata kepercayaan keluarga Aeru yang diam-diam telah disewa Sera dengan perhiasan berliannya sebagai jaminan.

"Kau membawa apa yang kuminta?" tanya Sera tanpa basa-basi. Suaranya rendah, namun penuh otoritas.

Pria itu menggeser sebuah map cokelat yang sudah tampak usang. "Ini adalah arsip yang dihapus dari server pusat Departemen Pertahanan. Butuh waktu lama untuk memulihkannya, Nona Aeru. Karena di dalam sini, terkubur dosa besar sebuah institusi."

Sera membuka map itu. Matanya memindai baris demi baris laporan investigasi militer mengenai insiden Cerberus Unit. Tangannya gemetar saat membaca kesimpulan akhirnya.

"Mereka menyalahkan dia sepenuhnya?" bisik Sera, suaranya tercekat.

"Kegagalan sistem pada protokol senjata baru saat itu bisa menghancurkan reputasi pemasok alutsista terbesar pemerintah," V menjelaskan dengan nada dingin. "Mereka butuh satu nama untuk dikorbankan. Letnan Satu Dareen Christ adalah kandidat sempurna. Dia yatim piatu, tidak punya koneksi politik, dan dia adalah orang yang memegang senjata saat Elias Thorne tewas. Militer mengubah laporan sabotase menjadi 'kelalaian berat'."

V menyesap minumannya sebelum melanjutkan, "Mereka mendepaknya secara tidak hormat, memberi label 'pembunuh kawan sendiri', dan memastikan tidak ada firma keamanan legal yang akan mempekerjakannya. Mereka ingin dia membusuk dalam rasa bersalah agar dia tidak pernah berani bicara kebenaran."

Sera menutup map itu dengan kasar. Dadanya sesak. Bayangan Dareen yang selalu menolak kebahagiaan, yang selalu menganggap dirinya hanyalah 'alat', kini masuk akal. Dareen tidak hanya kehilangan sahabatnya; dia kehilangan kehormatannya karena dikhianati oleh sistem yang ia bela dengan nyawanya.

Keesokan paginya, matahari bersinar cerah di atas Aeryon Central Park. Sera mengenakan pakaian olahraga ketat berwarna biru pastel, lengkap dengan headphone di lehernya. Di belakangnya, Dareen mengikuti dengan setelan training hitam yang kontras, matanya terus memantau sekitar.

"Kau terlihat sangat bersemangat pagi ini, Nona," ujar Dareen saat mereka mulai melakukan jogging ringan di lintasan kayu yang mengitari danau buatan.

"Aku hanya ingin menghirup udara segar, Babe. Seldin bilang aku harus lebih sering merawat diri daripada hanya clubbing," sahut Sera, memberikan senyum palsu ke arah salah satu CCTV keamanan taman yang ia tahu dipantau oleh asisten kakaknya. Ini adalah kamuflase yang sempurna; seorang gadis manja yang sedang mencoba hidup sehat.

Setelah dua putaran, Sera berpura-pura terengah-engah. Ia menunjuk ke sebuah bangku kayu tersembunyi di bawah pohon dedalu yang menjuntai ke permukaan danau, jauh dari jangkauan kerumunan.

"Istirahat di sana, aku haus," perintah Sera.

Dareen segera bergerak, mengambilkan botol air mineral dari tas yang ia bawa dan memberikannya pada Sera. Saat Dareen hendak berdiri tegak kembali untuk menjaga jarak aman, Sera menarik ujung bajunya, memaksa pria itu untuk duduk di sampingnya.

"Duduklah, Dareen. Tidak ada siapa-siapa di sini," bisik Sera. Suaranya kini berubah, kehilangan nada manjanya dan digantikan oleh keseriusan yang mencekam.

Dareen duduk, namun tubuhnya tetap kaku. "Ada yang mengganggu pikiran Anda?"

Sera menatap lurus ke arah riak air danau yang memantulkan cahaya matahari. "Aku sudah tahu semuanya, Dareen. Tentang Elias Thorne. Tentang sabotase pin penembak itu. Dan tentang bagaimana militer menjadikanmu kambing hitam untuk menutupi borok mereka sendiri."

Hening.

Suasana di sekitar mereka seolah membeku. Sera bisa merasakan perubahan aura pada pria di sampingnya. Dareen tidak menoleh, namun rahangnya mengeras hingga otot-lehernya menegang. Napasnya yang tadi teratur kini menjadi pendek dan tajam.

"Siapa yang memberitahu Anda?" suara Dareen terdengar seperti gesekan logam, dingin dan penuh luka. "Itu adalah masa lalu yang seharusnya tetap terkubur. Anda tidak seharusnya menyentuh kotoran itu, Nona."

"Berhenti memanggilku Nona saat aku sedang bicara tentang jiwamu!" Sera berbalik, menatap Dareen dengan mata yang berkaca-kaca. "Kau membiarkan mereka menghancurkanmu, Dareen. Kau membiarkan mereka menyebutmu pembunuh, padahal kau adalah korban pengkhianatan paling keji. Itukah sebabnya kau selalu menolakku? Karena kau merasa dirimu adalah monster yang tidak layak untuk dicintai?"

Dareen akhirnya menoleh. Matanya yang biasanya tak terbaca kini dipenuhi oleh kemarahan, kesedihan, dan rasa malu yang meluap-luap. "Saya memang pembunuh, Sera! Tidak peduli apakah itu sabotase atau bukan, tangan saya yang memegang senjata itu. Elias mati karena saya tidak cukup teliti memeriksa alat saya sendiri. Saya membawa kutukan itu setiap hari. Saya adalah sampah militer yang beruntung bisa menjadi pengawal Anda. Jangan mencoba memuliakan monster seperti saya."

Dareen hendak berdiri, ingin melarikan diri dari konfrontasi empati yang menyayat hatinya. Namun, Sera lebih cepat. Ia menghambur ke arah Dareen, melingkarkan lengannya di leher pria itu dan memeluknya dengan kekuatan yang tidak pernah Dareen duga dimiliki oleh gadis sekecil Sera.

"Lepaskan saya, Sera ... ini tidak pantas," Dareen meronta lemah, namun Sera justru menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Dareen, membiarkan air matanya membasahi kulit pria itu.

"Kau bukan monster, Dareen Christ!" teriak Sera tersedu-sedu. "Kau adalah pria paling terhormat yang pernah kutemui. Kau memikul kesalahan seluruh institusi sendirian selama bertahun-tahun tanpa membela diri. Kau adalah korban, Babe. Kau dikhianati oleh orang-orang yang seharusnya melindungimu."

Sera melepaskan pelukannya sedikit, memegang kedua pipi Dareen dengan tangan gemetar, memaksa pria itu untuk melihat ketulusan di matanya. "Elias Thorne tidak akan ingin melihatmu hidup seperti mayat hidup seperti ini. Dia sahabatmu, dia pasti tahu bahwa kau tidak akan pernah menyakitinya dengan sengaja."

Dareen mematung. Kata-kata Sera meruntuhkan tembok pertahanan yang ia bangun dengan darah dan air mata selama lima tahun terakhir. Selama ini, semua orang—termasuk dirinya sendiri—mengatakan bahwa dia bersalah. Baru kali ini, ada seseorang yang menatap matanya dan mengatakan bahwa dia adalah korban.

"Sera ..." suara Dareen pecah. Ia memejamkan mata, membiarkan setetes air mata yang telah ia tahan selama bertahun-tahun akhirnya jatuh.

"Aku di sini, Babe. Aku tidak akan menjauh hanya karena masa lalumu. Justru karena aku tahu luka ini, aku tidak akan membiarkanmu menghadapinya sendirian lagi," bisik Sera, kembali menarik Dareen ke dalam pelukan yang lebih hangat.

Di pinggir danau yang sunyi itu, di bawah perlindungan pohon dedalu, sang robot akhirnya hancur dan kembali menjadi manusia. Dareen menyandarkan kepalanya di bahu Sera, tangannya yang besar perlahan merengkuh pinggang gadis itu, mencengkeram kain bajunya seolah Sera adalah satu-satunya pegangan yang ia miliki di dunia yang kejam ini.

Sera mengusap rambut belakang Dareen dengan lembut. Ia tahu, pengakuan ini adalah langkah awal yang sangat berbahaya. Seldin tidak akan suka jika ia tahu adiknya sudah terlalu jauh mencampuri urusan 'properti'-nya. Namun, Sera tidak peduli. Jika ia harus membakar seluruh dunia untuk membersihkan nama Dareen Christ, maka ia akan melakukannya dengan senang hati.

"Kita akan membalas mereka, Dareen," janji Sera dengan nada yang kini berubah menjadi dingin dan mematikan. "Satu per satu. Mereka yang membuatmu menderita ... mereka akan merasakan apa yang kurasakan saat melihatmu hancur seperti ini."

Matahari mulai meninggi, menandakan mereka harus segera kembali ke peran mereka sebagai majikan dan pengawal sebelum kecurigaan muncul. Dareen melepaskan pelukannya, mengusap wajahnya dengan kasar, dan kembali memasang topeng dinginnya, namun kali ini ada binar hidup yang berbeda di matanya.

"Terima kasih ... Sera," ujar Dareen lirih.

"Jangan berterima kasih. Cukup jangan pernah ragukan lagi bahwa kau layak untuk bahagia bersamaku," sahut Sera sambil berdiri dan merapikan pakaian olahraganya.

Mereka kembali melakukan jogging menuju area parkir, meninggalkan bayangan masa lalu di pinggir danau itu.

Namun, di dalam hati masing-masing, sebuah api pemberontakan telah menyala. Sera telah membangkitkan singa yang sedang tertidur di dalam diri Dareen, dan sekarang, mangsa mereka sudah ditentukan.

1
Nona aan Chayank
Yaa ampun thor... Aq jadi deg-degan... semoga tdk ada gangguan dari Seraphina, Jasen, maupun keluarga Aeru yg lain selama prosesi pesta pernikahan Darren dan Isselia... aamiin
Dan semoga Sera sdh sadar, dan bisa bahagia juga dengan Jasen..
EsKobok: aamiin 🤭😄 nantikan bab selanjutnya yaaa kak
total 1 replies
Nona aan Chayank
Meskipun Jasen terkesan kejam pada Seraphina, tapi itu adalah hal yg sangat wajar, melihat dari sikap Sera yg selalu berusaha mengganggu hubungan Darren dan Isselia. Padahal dari awal dirinya sendiri yg salah karena mau dengan Jasem dan tidak ada upaya mempertahankan dan memperjuangkan hubungannya dengan Darren...
Nona aan Chayank
Apa sebenarnya yg dilakukan Jasem Admire? istrinya bersikap seperti wanita murahan di depan biji matanya kok diam saja seperti pecundang?
Dan Sera, astaga,,, makin hari makin kelihatan sifat manipulatifmu jalang ... 😠
Darren jngn sampai goyah... hapus total perasaan pernah sukamu sama perempuan jalang itu...👊👊
Nona aan Chayank
Semangat terus Darren. 💪
Buktikan kepada Seldin Aeru yg sombong, bahwa kau bisa berharga sebagai manusia di luar kediaman megah mereka 💪
Alexzan
ceritanya bagus tapi sangat sedihnya, sebab Darren merelakan dan melupakan cintanya untuk sera sedangkan sera tidak merelakan cintanya dan melupakan janji antara dia dan darren😭😭😭... soalnya judulnya mencintai adik ceo. kenapa darren tidak mempertahankan cintanya harus melupakan cintanya😭😭😭. aku yang baca cerita ikut sedih😭😭. Thor tolong dong persatukan cinta mereka😍😍😍
EsKobok: terima kasih atas penilaiannya kak ☺
total 1 replies
Alexzan
ceritanya bagus tapi sangat sedih sebab Darren harus merelakan cinta dan melupakan sera sedangkan sera tidak melupakan cintanya untuk darren tapi disini cerita tentang mencintai adik ceo, kenapa darren tidak mempertahankan cintanya😭😭😭 aku yang membaca sampai ceritanya ikut sedih😭😭😭. Thor tolong dong persatukan cintanya sera dan Darren🥰🥰
Tya
kasian sera authorrrr😭😭😭
Alexzan: betul kk kasian sera karna dia sangat mencintai darren😭😭😭😭
total 1 replies
Nona aan Chayank
Buktikan dirimu bisa menjadi pengusaha nomor satu Darren. Dengan begitu, Klan Aeru dan Admire atau siapapun yg ingin menjatuhkan dan menghancurkanmu hnya bisa gigit jari.
Kau terlahir dgn kecerdasan bisnis yg luar biasa, Kau pasti bisa... 💪💪
Nona aan Chayank
Kasian juga sebetulnya sama kamu Sera. Tapi ini maumu dan Kakakmu Seldin yg gila kuasa itu... jadi nikmatilah...
Nona aan Chayank
But Darren dan Isselia. Selamat menempuh hidup baru. Semoga cinta kalian tetap kokoh, walau apapun cobaan kelak yg dtg berusaha merobohkan ikatan kalian...💪
Nona aan Chayank
Sera, Jangan harap kau bisa menang jalang... 👊
Dari awal kau yg gatal terhadap Darren. Saat Darren memutuskan berhenti jadi budak nafsu mu, kau ingin masih ingin menghancurkannya.
Kau salah... Lihat saja...Darren malahan akan perlahan membencimu...👊👊
Nona aan Chayank
Nahh... kau telah memutuskan hal yg paling benar Isselia..
Jangan biarkan Seraphina menang...👊👊
Nona aan Chayank
Darren n sdh bersumpah akan mencintai, menjaga, dan melindungimu selamanya Isselia,, pikirkan baik-baik dg kepala dingin. Jangan biarkan Seraphina menang dan menghancurkan hubungan kalian....
falea sezi
gak sesuai. judul. lah klo ma isella judulnya aja mencintai adik. ceo.. lah isella. aja. bangsawan/Hunger/
falea sezi
hmmm mbuh lahh dr. awal. uda bagus. ma. sera. malah oleng ke iselia/Hey/
falea sezi
di sini peran utama siapa. selia apa. sera/Drowsy/
falea sezi
pergi jauh aja sera wong laki. g jelas. g setia uda cium2 cwek, lain
falea sezi
ya Darren g setia
Nona aan Chayank
Ayo Isselia, kasih kesempatan utk Darren menjelaskan, jngn biarkan Seraphina menang dan mengacaukan hubungannmu dan Darren. Darren pasti bukan sengaja menyembunyikan hubungannya dengan Sera, hanya saja dia tdk mau membuatmu cemburu...
Ayo,, bicakan berdua, jngn buat celah utk wanita tak tau malu seperti Sera menghancurkan mimpimu...
Nona aan Chayank
Ceritanya bagus,, sejauh ini semua bagus,,👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!