NovelToon NovelToon
Selir Palsu Dari Abad - 21

Selir Palsu Dari Abad - 21

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah sejarah / Reinkarnasi / Cinta Istana/Kuno / Mengubah Takdir
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: inda

Song An, karyawan kantoran abad ke-21 yang meninggal karena lembur tanpa henti, terbangun di tubuh seorang selir bayangan di istana Kekaisaran statusnya setara hiasan, namanya bahkan tak tercatat resmi. Tak punya ambisi kekuasaan, Song An hanya ingin hidup tenang, makan cukup, dan tidak terseret drama istana.

Namun logika modernnya justru membuatnya sering melanggar aturan tanpa sengaja: menolak berlutut lama karena pegal, bicara terlalu santai, bahkan bercanda dengan Kaisar Shen yang terkenal dingin dan sulit didekati. Bukannya dihukum, sang kaisar malah merasa terhibur oleh kejujuran dan sikap polos Song An.

Di tengah kehidupan istana yang biasanya penuh kepura-puraan, Song An menjadi satu-satunya orang yang tidak menginginkan apa pun dari kaisar. Tanpa sadar, sikap santainya perlahan mengubah hati Kaisar Shen dan arah takdir istana dengan cara yang lucu, manis, dan tak terduga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon inda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 Bukti yang Tidak Bisa Diabaikan

Pagi ini Song An bangun lebih pagi dari biasanya, bahkan ia tidak tidur semalaman karena ia tahu satu hal. Ini bukan lagi sekadar firasat.

Ia berdiri di paviliun kecil bersama Selir Li dan Selir Zhang. Di tangannya ada kain kecil berwarna abu-abu, tampak biasa, nyaris tidak berarti.

Namun justru karena terlalu biasa, ia berbahaya.

“Ini,” kata Song An pelan, “bukan milik istana.”

Selir Zhang mendekat. “Kau yakin?”

Song An mengangguk. “Aku pernah melihatnya di luar gerbang.”

Selir Li menelan ludah. “Di pakaian Selir Chen?”

“Iya.” jawab Song An

Semua bermula dua hari lalu.

Song An tidak sengaja melihat Selir Chen menjatuhkan sesuatu di lorong belakang. Ia tidak langsung mengambilnya. Ia menunggu. Mengamati.

Saat Selir Chen pergi tergesa, Song An baru mendekat.

Kain itu kecil. Di balik lipatan, ada tanda simpul yang tidak pernah dipakai istana.

Dan lebih dari itu ada bau tinta khusus. Bukan tinta istana.

“Dia ceroboh,” gumam Selir Zhang.

“Atau terlalu percaya diri,” jawab Song An.

Selir Li memeluk lengannya. “Ini sudah cukup untuk melapor?”

Song An menghela napas. “Belum.”

“Kita butuh lebih,” lanjutnya. “Sesuatu yang tidak bisa dibantah.”

Hari itu mereka bertiga bergerak… biasa saja.

Justru itu kelebihan mereka.

Selir Li mengobrol dengan pelayan dapur.

Selir Zhang duduk di taman dekat lorong pengiriman.

Song An berpura-pura membaca di perpustakaan.

Tidak ada yang terlihat mencurigakan.

Namun sore menjelang malam, Selir Zhang kembali dengan wajah tegang.

“Aku melihatnya,” katanya cepat.

“Siapa?” tanya Song An.

“Selir Chen. Dia bertemu orang yang sama seperti kemarin.”

“Di mana?” Selir Li menahan napas.

“Gudang kain.” jawab Selir Zhang

Song An berdiri. “Sekarang?”

“Tidak lama lagi.”

Mereka bertiga tidak berlari.

Mereka berjalan.

Seolah tidak ada apa-apa.

Di balik gudang kain, Song An berhenti dan mengangkat tangan memberi isyarat.

“Dengar,” bisiknya.

Suara rendah terdengar.

“…peta jalur tamu asing…”

“…pesta tahunan…”

“…malam itu…”

Selir Li menutup mulutnya.

Selir Zhang mengepalkan tangan.

Song An menahan napas.

Tidak ada lagi keraguan.

Beberapa saat kemudian, Selir Chen dan pria itu pergi berlawanan arah.

Song An mengintip ke dalam gudang.

Di sana, tertinggal sebuah tabung bambu kecil.

“Jangan sentuh,” bisik Selir Li.

“Aku tahu,” jawab Song An.

Ia hanya mengingat letaknya.

Malam itu, mereka bertiga duduk di paviliun Song An.

Tidak ada teh.

Tidak ada camilan.

“Sekarang,” kata Selir Zhang, “kita tidak bisa diam.”

Song An mengangguk. “Sekarang kita melapor.”

“Langsung ke Yang Mulia?” tanya Selir Li.

Song An terdiam sebentar.

“Ya.”

Malam semakin larut ketika Song An dipanggil.

Bukan sebagai selir bayangan.

Bukan sebagai saksi resmi.

Sebagai seseorang yang didengar.

Kaisar Shen berdiri di dekat jendela saat mereka masuk.

Ia menoleh.

“Duduk,” katanya singkat.

Song An melangkah maju. Selir Li dan Selir Zhang di belakangnya.

“Apa yang kau temukan?” tanya Kaisar Shen.

Song An tidak berputar-putar.

“Kami menemukan bukti,” katanya. “Dan rencana.”

Ia menjelaskan perlahan.

Tanpa emosi berlebihan.

Tanpa tuduhan kosong.

Kaisar Shen mendengarkan.

Tidak menyela.

Saat Song An selesai, ruangan sunyi.

“Pesta tahunan,” gumam Kaisar Shen.

“Ya,” jawab Song An. “Malam itu ramai. Banyak tamu. Banyak kekaisaran.”

“Dan banyak celah,” lanjut Selir Li.

Selir Zhang menambahkan, “Mereka memanfaatkan kelengahan.”

Kaisar Shen mengangguk pelan.

“Bukan hanya satu,” katanya akhirnya. “Ini jaringan.”

Song An menatapnya. “Yang Mulia sudah tahu?”

“Aku mencurigai,” jawabnya jujur. “Tapi tidak tahu sejauh ini.”

“Di istana ini,” lanjutnya, “pengkhianatan tumbuh di tempat yang tampak aman.”

Hening.

“Kau sadar,” kata Kaisar Shen menatap Song An, “apa yang kau lakukan berbahaya?”

Song An mengangguk. “Aku tahu.”

“Kau bisa memilih diam.”

“Aku sudah diam cukup lama,” jawab Song An tenang. “Sekarang aku memilih tidak menutup mata.”

Kaisar Shen menatapnya lama.

Lalu tersenyum kecil.

“Baik.”

Sejak malam itu, segalanya bergerak cepat.

Namun tetap senyap.

Beberapa pelayan diganti.

Beberapa lorong ditutup.

Beberapa nama dicatat.

Dan tiga selir itu tidak dipinggirkan.

Justru diajak.

Bukan ke ruang rapat.

Bukan ke medan intrik.

Melainkan sebagai mata yang jujur.

“Ini gila,” bisik Selir Zhang suatu sore.

“Kita selir,” tambah Selir Li. “Bukan penasihat.”

Song An tersenyum kecil. “Mungkin justru itu.”

“Maksudmu?”

“Orang tidak curiga pada yang dianggap tidak penting.”

Selir Zhang terkekeh. “Untuk pertama kalinya, diremehkan terasa berguna.”

Kaisar Shen memanggil Song An secara pribadi malam itu.

“Kau tidak perlu terlibat sejauh ini,” katanya.

Song An mengangkat bahu. “Aku sudah setengah jalan.”

“Kau bisa mundur.”

“Aku tidak ingin.”

Kaisar Shen menatapnya. “Kenapa?”

Song An berpikir sejenak. “Karena aku tidak ingin dunia luar masuk ke istana dengan cara kotor.”

“Kau peduli.”

“Aku hidup di sini,” jawab Song An. “Mau tidak mau, aku peduli.”

Kaisar Shen tertawa pelan. “Kau bukan selir yang biasa.”

“Aku sudah bilang.”

Pengumuman resmi tersebar.

Pesta Tahunan Kekaisaran akan segera digelar.

Tamu dari berbagai negeri akan hadir.

Istana akan ramai.

Wajah-wajah asing akan memenuhi lorong.

Di paviliun kecil, Song An, Selir Li, dan Selir Zhang duduk bersama.

“Kalau ini gagal?” tanya Selir Zhang.

“Kita hadapi,” jawab Song An.

“Kalau berhasil?”

“Semoga istana lebih jujur,” kata Selir Li.

Song An tersenyum kecil. “Dan semoga kita masih bisa makan cemilan bersama.”

Mereka tertawa.

Namun jauh di dalam hati, mereka tahu

Pesta itu bukan sekadar perayaan.

Itu panggung dan banyak orang akan membuka topengnya.

Bersambung

1
Cindy
lanjutt kak
Cindy
lanjut kak
Tiara Bella
bagus ceritanya berasa lg nnton dracin....
Cindy
lanjutt kak
Cindy
lanjut kak
Wulan Sari
lanjut
Wulan Sari
biyasa di dalam pasti ada intrik kekuasaan semoga kaisar Shen dan selir 2 bisa mengatasinya semangat 💪 salam
Wulan Sari
setelah baca cerita ini tentang Kekaisaran semakin menarik biyasa intrik kekuasaan semoga nanti selir yang mengungkap menjadi permaisuri dan akhir bisa bahagia Dan happy end semangat 💪 Thor salam sukses selalu ya cip 👍❤️🙂 trimakasih 🙏
Cindy
lanjut kak
@de_@c!h
kaisar Shen belum punya permaisuri Thor?...
Cindy
lanjut kak
Cindy
lanjut
Cindy
lanjut kak
miss blue 💙💙💙
selir nya banyak yg mau bebas, kaisar mulai tau, kenapa gak di kumpulin aja, di berikan pikihan yg mau bebas bisa bebas yg bertahan ya silahkan, tp yg pasti song an pasti bakalan di paksa. menetap walau mau bebas 🤣🤣
Eka Haslinda
sepertinya selir bayangan cocok menjadi calon permaisuri masa depan
Cindy
lanjut kak
Ma Em
Song an berhasil membuka topeng Selir Chen pasti kaisar Shen bertambah kagum sama Song an .
Ma Em
Semoga Song an , selir Li dan selir Zhang bisa mengungkap rahasia apa yg akan dilakukan oleh selir Chen dimalam pesta perayaan istana .
Cindy
lanjut
Cindy
lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!