NovelToon NovelToon
Kembali 2.000 Tahun Ke Masa Lalu

Kembali 2.000 Tahun Ke Masa Lalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Trauma masa lalu / Action / Time Travel / Romansa / Sci-Fi
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Adam Erlangga

Di masa depan, ketika perang telah membakar Bumi hingga tak tersisa lagi kehidupan, Rudy adalah seorang jenderal perang, pemegang kendali tertinggi kecerdasan buatan dan armada pemusnah umat manusia. Ia menang dalam perang terakhir, namun kehilangan segalanya.

Sebuah insiden ruang-waktu menyeret Rudy ribuan tahun ke masa lalu, ke era ketika dunia belum mengenal teknologi dan keadilan, ia membawa kekuatan yang cukup untuk menaklukkan segalanya, namun ia memilih jalan lain.

Tanpa merebut tahta, Rudy menantang tirani, melindungi yang lemah, dan membentuk dunia agar tak mengulangi kehancuran yang pernah ia lihat. Di tengah konflik dan kekuasaan, ia menemukan cinta, hidup sebagai manusia, lalu menghilang bersama waktu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adam Erlangga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11

Pagi hari pun tiba.

Rachel membuka matanya, ia melihat sedang berada di dalam tenda milik Rudy. Perasaan langsung lega dan merasa aman.

"Huh, untung saja aku disini."

Rachel langsung memiringkan badanya, dan menarik selimut nya lagi. Ia berencana ingin tidur lebih lama,

Tapi tiba-tiba ia melihat sebuah cincin yang terpasang di jarinya.

"Cincin.?" Dengan sontak, ia pun langsung duduk dan melihat cincin itu mengeluarkan sedikit cahaya. Ia memperhatikan nya dengan seksama,

"Indah sekali seperti bintang."

Ia pun langsung keluar dari tenda, dan memperhatikan sekelilingnya.

"Dimana orang itu.?"

Rachel mengelilingi Atlas dan mencari Rudy, tapi dia tidak menemukannya. "Huh, apa dia ada didalam.?"

Rachel pun melempar sebuah baru ke arah pintu Atlas, Wong. sebuah plasma pelindung tiba-tiba keluar menghalau batu itu.

Tit tit. [Terdeteksi serangan, menganalisa musuh.]

Sebuah cahaya scan menerangi seluruh tubuh Rachel, dan Rachel hanya terdiam kebingungan.

[Analisa selesai, Rachel Lawrence Sekutu Komando. Ancaman berhasil di non aktifkan]

"Hah? apa maksudmu, keluar Rudy. Keluar." teriak Rachel kesal.

SUNG. suara pintu terbuka.

"Kenapa kau melempar batu kesini.? untung saja aku me non-aktifkan Mode pelindung militer, kalau tidak, kau bisa langsung lenyap tak tersisa. kalau sudah sembuh, cepat pulang sana." teriak Rudy.

Rachel pun mengangkat tangannya dan menunjukkan cincin yang menempel di jarinya.

"Apa yang kau lakukan.? kau tau apa artinya ini.?" teriak Rachel.

"Haish." sahut Rudy dan langsung menghampiri Rachel.

"Kau jangan main-main memasang cincin ke laman jenis. Aku belum menyetujuinya."

"Apa maksudmu.?" tanya Rudy kebingungan.

"Kau, kau ingin menikahiku dengan paksa kan.? jawab."

"Orang ini stres lagi." kata Rudy dalam hati

"Ini namanya sensor pendeteksi bahaya. Aku memasangnya untuk melindungi mu dari serangan hewan buas."

"Jangan bercanda, mana ada cincin bisa melindungi ku.?"

Rudy benar-benar tidak bisa berkata-kata, dan tidak bisa menjelaskan dengan pemahaman orang jaman itu.

"Lepaskan cincinnya. Aku tidak bisa melepasnya." kata Rachel sambil menarik cincinnya dengan paksa.

"Uuuh"

"Jangan di paksa, apa kau ingin kehilangan jarimu.? cincin ini sudah terikat dengan tulang jarimu. Kalau kau ingin melepasnya aku akan melepasnya tanpa rasa sakit."

"kalau begitu lepaskan sekarang juga."

"Tapi, apa kau yakin.?" sahut Rudy.

"Apa maksudmu.? lepaskan sekarang juga, atau aku akan membunuhmu."

"Ya, terserah saja. kalau aku mati, kau akan kehilangan 1 jari. Tidak perlu mengancamku seperti itu, kematian hanyalah bualan buatku. Apa dengan mati solusi akan teratasi.?"

"Ha?" sahut Rachel terkejut.

"Rachel, semalam kau datang kemari dengan kondisi demam tinggi. Kau juga mengalami gangguan pikiran, apa kau berencana mati disini.?"

Rachel langsung menelan ludah. ia tidak bisa berkata-kata.

"Aku tau apa yang kau rasakan. Aku tidak bisa membantumu, aku tidak ingin ikut campur dalam masalah politik Kekaisaran, Kau harus menyelesaikannya sendiri. Sedikit saja aku bergerak, sejarah dunia bisa berubah sangat drastis. Aku belum merencanakan nya secara matang, jadi aku harus berhati-hati."

Rachel mulai melangkah mundur, ia mulai takut, ia merasakan ancaman.

"Jadi, kau sudah tau siapa aku sebenarnya.?" tanya Rachel

"Ah, Kaisar Andorra, seorang perempuan pertama yang memimpin Kekaisaran Andorra. Aku tau banyak tentangmu, bahkan masa depanmu."

Wajah Rachel mulai serius, ia melihat Rudy dengan penuh ancaman.

"Apa kau mata-mata yang di kirimkan Romana untuk membunuhku.?" sahut Rachel

"Rachel dengarkan dulu."

"Jawab, aku hanya perlu kau menjawabnya."

Tapi Rudy hanya terdiam disana,

"Ah, aku tau, kau sengaja memanfaatkan ku, menyembuhkan semua penyakitku, lalu aku akan balas budi padamu dan menjadikanku boneka politik Kekaisaran."

Rachel mulai mendekati Rudy secara perlahan.

"Bunuh aku, kau menginginkan nyawaku kan.? bunuh aku sekarang. Aku tau kau menunggu moment ini, Bunuh aku sekarang."

Mata Rachel mulai memerah, bahkan seakan air matanya ingin menetes.

"BUNUH AKU." teriak Rachel dengan kencang, lalu airmatanya menetes.

"Huh, sialan, kenapa jadi moment hari seperti ini."

Glep. Rachel menarik tangan Rudy dan di letakkan di lehernya.

"Ayo bunuh aku."

"Rachel, dengarkan aku dulu."

"Tidak perlu basa basi, Bunuh aku sekarang, hiks aku sudah lelah. Hiks, kau menginginkan posisi kan, kau akan di berikan gelar Duke kalau bisa membunuhku."

Airmata Rachel menetes cukup banyak, bahkan wajahnya memerah penuh dengan kesedihan.

Rudy pun menarik tangannya, lalu melihat Rachel menangis di depannya.

"Hiks, aku sudah lelah, hiks aku sudah sangat lelah. Aku ingin mati saja."

Ia menangis disana, meratapi semua penderitaan, kehilangan keluarga, bahkan mencari incaran banyak orang.

Rudy yang melihatnya merasa kasihan sampai ia mengepalkan kedua tangannya.

"Huh, Orion, apa yang akan terjadi jika aku ikut campur dalam urusannya."

[Kemungkinannya 99%, Rachel Lawrence akan selamat, Kekaisaran Andorra bisa terselamatkan dari semua ancaman. Tapi, perang perebutan Andorra akan terjadi. Dunia akan bersatu untuk memperebutkan Komando]

Rudy memejamkan matanya dan menarik nafas panjang. Dan Rachel masih menangis sambil berjongkok.

"Hiks, hiks. aku ingin mati. aku ingin mati. Hiks, bunuh aku."

"Kenapa aku harus terjebak dalam situasi ini. Lalu apa aku harus memilih, melindungi orang yang baru aku kenal, atau menantang dunia dalam peperangan. Apa tidak ada jalan lain.? Negosiasi, atau kah memberikan ancaman.?"

"Huh, berdiri lah." kata Rudy sambil memegang pundak Rachel.

"Lepaskan." Rachel memberontak.

"Berdiri." Teriak Rudy yang memaksa tubuh Rachel berdiri.

"Hiks hiks." Rachel menangis sambil menundukkan kepalanya.

"Dengarkan, Awalnya aku tidak mengenalmu, aku juga tidak tau siapa dirimu, aku baru bertemu denganmu beberapa kali saja. Tapi sekarang aku tau apa yang kau rasakan, aku mencari informasi tentangmu, tentang masa depanmu, tapi aku tidak menemukan motif, kenapa orang-orang mengincarmu."

Rachel masih menangis disana.

"Aku akan mengatakan yang sebenarnya. Kau adalah satu-satunya orang yang aku kenal di dunia sekarang ini, aku tidak pernah bertemu siapapun selain dirimu. Apalagi mengenal orang dari Kerajaan lain. Aku bukan utusan siapapun, aku hanya ingin merubah dunia ini. Apa kau percaya denganku.?"

Rachel menggeleng kan kepalanya sambil menangis.

"Huh, aku tidak bisa menjelaskan sesuai pemahaman mu sekarang. Intinya, aku tidak akan menyakitimu. Aku bisa membantumu, tapi kau sendiri yang harus menyelesaikannya. Mengerti.?"

Rachel menganggukkan kepala. Tanda ia percaya pada Rudy.

"Oke, sekarang tenanglah. Kontrol emosimu, kau bisa benar-benar gila kalau seperti ini terus."

Rachel pun mengusap air matanya, wajahnya masih memerah, tapi perasaannya mulai tenang.

"Lihat aku." kata Rudy, Tapi Rachel tidak merespon.

"Lihat, lihat aku."

Rachel mulai mengangkat kepalanya secara perlahan, ia melihat Rudy.

"Lihat, apa aku seperti ingin membunuhmu.?"

Rachel menganggukan kepalanya.

"Haish. Sudahlah." sahut Rudy. Lalu ia melangkah mundur.

"Rachel, kalau aku ingin membunuhmu, itu sangat mudah bagiku. Bahkan banyak sekali kesempatan untuk membunuhmu. Saat pertama kali kau datang kesini, dan pingsan tanpa alasan. Lalu tadi malam, kau datang lagi dan pingsan lagi. Kalau niatku ingin membunuhmu, kenapa aku repot-repot menyembuhkan penyakit mu, dan kenapa aku membiarkanmu beristirahat dengan tenang disini.?"

"Aku tidak tau" jawab Rachel.

"Kalau tidak tau niatku, berhenti mencurigai ku sebagai pembunuh mu."

"Uhm" sahutnya sambil melihat wajah Rudy. Ia mulai merasakan hal yang berbeda, sebuah perasaan muncul tak terduga.

Harapannya mulai terlihat, perasaannya mulai tumbuh, semakin ia melihat Rudy, semakin ia tidak ingin mengedipkan matanya.

....

1
anggita
antara 220 sama 2220...gak jauh selisih 2 tok😉
anggita
mampir like👍, iklan👆saja. moga novelnya lancar.
Adam Erlangga: 🙏terimakasih dukungan nya kakak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!