Seorang gadis bernama bifolla queen zealia atau biasa dipanggil dengan zea, ia jatuh cinta pada pandangan pertama dengan cowok tampan dan populer di sekolahnya, saka zyzenio leonardo atau kerap dipanggil dengan leo. Meskipun leo adalah kakak kelasnya, zea tidak bisa menolak perasaannya. Namun, leo cuek dan tidak peduli dengan keberadaan zea. Zea pun memutuskan untuk mengejar leo dan mencoba mendapatkan perhatiannya. Tapi, apakah leo akan tetap cuek atau mulai menyadari perasaan zea?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marsanda Marsanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Misi zea
Zea mengambil napas dalam-dalam, lalu menatap chacha dan angel dengan serius. "Gue... gue bakal ngikutin saran lo berdua. Gue bakal ngejauhin kak leo dulu, setidaknya buat sementara waktu."
Chacha dan Angel saling pandang, lalu kembali menatap zea dengan ekspresi bertanya-tanya.
"Lo serius?" tanya chacha sedikit tidak percaya.
Zea mengangguk dengan tegas.
"Nyokap gue juga nyaranin hal yang sama! katanya, kalo dia memang punya rasa yang sama ke gue, pasti dia bakal berusaha deketin gue. Tapi kalau nggak, berarti dia memang nggak sehati sama gue." ujar zea dengan penuh percaya diri.
Chacha dan angel saling pandang, lalu menatap zea kembali dengan mengangguk setuju.
"Oke kalo gitu, kita bakal bantuin lo." kata chacha.
"Semangat!" angel memberi semangat dengan mengangkat tangan zea keatas.
"Pertama, bantu gue buat menghindar dari kak leo." kata zea tiba-tiba.
Angel menarik tangan zea untuk lebih mendekat ke arah nya.
"Cuek." ujar angel dengan singkat.
"Cuek gimana maksd lo ngel?" tanya zea.
"Ya cuek, emang lo nggak tau cuek? gue bilang cuek aja! jangan lo tunjukkin kalo lo peduli, jangan lo tunjukkin kalo lo seneng." ujar angel.
"Terus?" tanya zea.
"Intinya lo harus jual mahal ke kak leo, berlagak seakan-akan lo udah nggak suka lagi sama dia, biar kak leo impressed." sahut chacha dengan santai.
"Bisa aja dia ngerasa ada sesuatu yang hilang, gitu" lanjut chacha.
"Kalo dia nyariin lo atau modus buat deket-deket sama lo berarti dia ada rasa sama lo." kata angel.
Zea terdiam sejenak, menatap angel dengan ragu.
"Kalo kak leo nya biasa-biasa aja gimana dong? bahkan sampe ngejauhin gue?"
"Berarti lo harus terima kalo kak leo bukan jodoh lo." sarkas chacha.
"Udah, coba aja dulu!" pinta angel.
Zea menatap kedua sahabatnya dan menghela napas berat.
"Oke deh, gue coba"
"Nah gitu dong, dan misi ini lo mulai dari sekarang!" kata angel.
"Okay girls! gue akan buat kak leo jatuh cinta sama gue! eh....tapi tunggu dulu! kenapa harus sek-
"Karna kak leo baru saja masuk kantin." potong angel sambil melihat ke arah rombongan cowok dari arah belakang mereka.
Digo berjalan mendekati meja zea dan kedua temannya. "Hai zea! ada aa leo tuh, samperin kek." ujar digo sambil memesan bakso di stand bude ayu.
Zea tersentak kaget namun cepat-cepat dia langsung mengubah ekspresi nya.
"Nggak....nggak kak! ini kita udah mau balik ke kelas, permisi." jawab zea tersenyum canggung.
Chacha dan angel saling pandang mencoba untuk tidak tertawa, mereka tahu bahwa zea sedang berusaha untuk tetap cuek.
Zea menarik tangan chacha dan angel. "Ayok, kita pergi!"
Mereka bertiga berlalu pergi, meninggalkan digo yang masih berdiri di tempat, terlihat sedikit bingung. "Eh, kok tiba-tiba pergi?" tanya nya.
Leo menatap heran ke arah zea, ada apa dengan gadis itu? padahal semalam dia masih bersikap sok dekat dengannya, tapi pagi ini tiba-tiba jauh berbeda, biasanya zea akan tersenyum, tertawa, dan menyapanya, tapi kali ini, zea justru seakan-akan menghindarinya dan manjadi orang pertama yang ingin pergi menjauh, bahkan zea juga menarik kedua tangan temannya.
"Ada apa dengan dia?" ujar leo bergumam dalam hati.
Sony menepuk bahu leo.
"Le! kenapa lo ngelamun gitu?" tanya sony.
"Nggak apa-apa."
Digo menghampiri meja tersebut, setelah memesan pesanan mereka.
"Hahaha....mikirin zea lo kan?" tanya digo dengan nada mengejek.
"Sotoy lo." jawab leo singkat.
"Makanya jadi cowok jangan jual mahal." ujar digo lagi.
Leo hanya melengos tanpa menjawab.
"Gua bilang juga apa, tuhan itu maha adil nggak mungkin do'a gua nggak dijabah! liat aja bentar lagi lo juga bakalan menggila sama zea." ucap digo tanpa henti.
"Bisa diam nggak?" suara dingin itu kembali terdengar.
"Nggak bisa kapten! soalnya belum dikasi asupan pentol bakso."
"Hahaha." digo tertawa bersama sony, mereka berdua seakan-akan mengejek dirinya.
Zea, chacha, dan angel keluar dari gerbang sekolah, mereka bertiga berpisah di depan gerbang tersebut.
"Bye guys." ujar chacha sambil melambaikan tangan.
"Bye." balas zea dan angel.
Mereka berdua juga menuju ke mobil yang sudah menanti disana. Zea melangkah ke arah mobil hitam yang parkir di pinggir jalan, dan ia langsung masuk ke dalam nya.
"ZEA!!" teriak angel yang sudah berada didalam mobilnya, ia menyembulkan kepalanya sedikit dibalik jendela mobil.
Dengan cepat, zea juga melakukan hal yang sama, membuka kaca jendela dan melihat kearah mobil angel.
"Kenapa sih ngel, suara lo udah kayak toa, tau nggak!"
"Gue cuma mau ngingetin lo, jangan goyah sama kak leo! dan jaga pandangan lo, jangan sampe terpesona sama tampang kayak tembok itu. Yaudah, bye-bye....sampe ketemu lagi besok, SEMANGAT ZE!!"
Mobil angel melaju cepat dan tidak lupa mengklakson zea.
"Huft...." zea menghela nafas panjang.
Zea menutup kembali jendela kaca mobilnya.
Matanya bergerak melihat ke arah kaca jendela mobil. Pandangannya tertuju pada sebuah motor yang tidak asing, masih terparkir di halaman sekolah. Motor itu adalah milik leo, namun zea tidak melihat batang hidung tuan motor tersebut.
"Apa kak leo masih didalam ya?" tanya zea bergumam dalam hati.
Namun tiba-tiba ia menggelengkan kepala nya, berusaha menghilangkan pikiran tersebut.
"Ah....nggak! nggak boleh!! gue nggak boleh mikirin kak leo, gue harus fokus sama misi gue." kata zea kepada dirinya sendiri.
"Jalan pak!" perintah zea.
"Baik non." jawab pak rio.
Mobil nya melaju meninggalkan sekolahan.
Zea membuka aplikasi instagram lalu beralih ke kamera, ia tersenyum manis mulai selfie dengan pose yang berbeda. Setelah puas dengan hasilnya, zea memilih foto yang paling bagus, dan mengetik caption "mood booster". Dia menambahkan beberapa emoji hati dan bintang, lalu membagikan ke story-nya.
"Nice." ujar zea tersenyum puas.
Zea membuka kembali kaca jendela mobil, menikmati angin sepoi-sepoi menerpa wajah cantik itu, ia menutup mata membiarkan angin menerpa rambut panjangnya.
"Sejukk...." ucap zea sambil tersenyum.
****
Malam harinya, leo yang baru selesai mandi membuka lemari untuk mengambil pakaian bersih. Setelah berpakaian, leo mengambil ponselnya dan membuka aplikasi instagram. Ia melihat story yang beberapa jam lalu diunggah dari salah satu akun yang baru saja di follownya, sebuah foto selfie dengan senyum cerah dan caption "mood booster". Leo berhenti sejenak, matanya terfokus pada layar ponsel dan salah satu alisnya terangkat sedikit.
Namun seperkian detik ia berucap. "Biasa saja."
Cowok tersebut menutup kembali aplikasi itu lalu meletakkan ponselnya diatas kasur berukuran king size.
Setelahnya leo berjalan ke meja santai yang terletak di sudut kamar, meja itu digunakan olehnya untuk belajar dan bekerja. Leo duduk di kursi kayu yang biasa ia pakai, dan membuka laptopnya, menunggu beberapa saat hingga sistemnya menyala. Lalu ia membuka email, mencari pesan dari seseorang, dan membaca nya dengan saksama.
"Hmm, sudah diperbaiki." gumamnya, melihat bahwa kesalahan hitung di keuangan sudah dikoreksi. Dia memeriksa detailnya, memastikan semuanya sudah akurat. Setelah puas, leo mengangguk sedikit, lalu mulai bekerja pada tugas berikutnya.
Bersambung