NovelToon NovelToon
Cinta Mahal Untuk Hati Yang Mahal

Cinta Mahal Untuk Hati Yang Mahal

Status: sedang berlangsung
Genre:MLBB / Cinta pada Pandangan Pertama / Trauma masa lalu / Diam-Diam Cinta / Game
Popularitas:700
Nilai: 5
Nama Author: DUOELFA

Xeline pergi hanya meninggalkan sebuah pesan di WA

Bhima
Terimalah perjodohan dari orang tuamu.
Benar kata ibuku
aku tidak se worth it itu untuk dimiliki oleh seseorang
Semoga selalu bahagia bersama seseorang yang mencintaimu.
by Xeline NH

Trauma masa lalu Xeline membuat ia begitu yakin hal itu akan menarik Bhima pada kehidupan yang begitu gelap dan berantakan. Xeline memutuskan menjauh dari Bhima sejauh mungkin dari segala kenangan yang pernah membuatnya merasa hidup sekaligus hancur.

Bhima tetap disana. Menunggu dalam diam. Bertahun-tahun. Ia mencintai Xeline bukan dalam waktu sebentar. Ia juga tidak memberikan setengah. Cintanya utuh, meski ia ditinggalkan karena keinsecuran Xeline.

"Aku butuh kamu Xeline. Bukan kamu yang sempurna. Tapi kamu yang beserta pecahanmu yang berantakan. Aku hanya ingin kamu tetap disisiku. Itu saja. Itu janjiku padamu."

Akankah takdir bisa menyatukan kembali cinta mereka?

Happy Reading

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DUOELFA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11

Aku jatuh cinta tanpa suara

Menyebut namamu pelan di dada

Aku mencintaimu dalam diam

Tanpa mendesak alam semesta

Aku mencintaimu lama sekali

Dalam diam yang kujaga rapi

Aku mencintaimu lama sekali

Tanpa pamer, tanpa strategi

Aku mencintaimu tanpa janji

Tanpa keberanian berharap hati

Aku mencintaimu seperti orang belajar

Sabar, tak berisik ingin tahu

Aku belajar bahagia dari jauh

Cukup tahu kamu baik baik saja

Agar tidak mengganggu takdirmu

Hanya memastikan perasaanku rapi

Aku menyimpanmu seperti rahasia Ilahi

Kini bahagiaku tanpa alasan panjang

Cukup karena kau ada disini

Kau bukan lagi sekedar harap

Kini bahagiaku tak perlu teriak

Cukup duduk dan saling percaya

Kini bahagiaku tak berisik

Karena ia telah di sampingku

Indahnya ...

Cinta yang lahir dari diam panjang

Datangnya selalu dewasa

Cinta yang lama kupendam

Akhirnya boleh kuucap

Kamu milikku

Your are mine

Dua hari kemudian

"Ternyata rasanya seperti ini ya? Mendapatkan seseorang yang telah lama kita cintai dalam diam. Dari hanya seorang teman sekelas berubah menjadi lebih dari sekedar teman. Ada rasa canggung, tapi pengen deket. Saat dekat, hati rasanya dag dig dug nggak karuan. Aku rasanya senang sekali. Setelah dua tahun menanti, hanya mampu memendam rasa, akhirnya... kini aku bisa memilikinya. Xeline Nadira Hartanto, aku sangat mencintaimu cantik," ucap Bhima dengan lirih

Bhima tak sabar ingin segera berangkat ke sekolah. Diraihnya komik yang sempat dipesan oleh Xeline tempo hari dan memasukkannya ke tas ransel. Setelah semua siap, ia segera turun ke lantai satu untuk sarapan.

"Tumben sudah rapi pagi pagi. Mau berangkat sekarang?" sapa mama Bhima yang tengah duduk di meja makan.

"Iya maa."

"Sarapan dulu sayang. Semangat sekali hari ini. Ada apa gerangan?" selidik mama Bhima.

"Kapan kapan aja bhima ceritain," jelas Bhima sambil menyendokkan nasi ke piringnya.

"Lagi jatuh cinta ya?" tanya Mama lagi.

"Apaan sich maa," elak Bhima dengan senyum.

"Ihh, wajahmu nggak bisa bohong. Aku mamamu lho."

"Ahh mama. Kapan kapan saja aku ceritanya. Masih on process ini."

"Okeyy sayang. Mama tunggu kabar baiknya."

Setelah sarapan, Bhima tak lupa pamitan sama mamanya. Di depan rumah sudah ada pak Udin yang siap mengantarkan Bhima ke sekolah dengan motor supra. Mama Bhima tidak memperbolehkan putranya menaiki kendaraan sendiri saat sekolah. Baru saat dirumah, diperbolehkan naik motor. Itupun jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah.

"Pak, mampir dulu ke toko ya. penting," pinta Bhima.

"Iya mas."

Bhima segera turun dari motor menuju mini market. Ia masuk dan menuju rak permen. Diraihnya satu bungkus besar lolipop kaki kesukaan Xeline dan membayarnya ke kasir.

Sekolah masih sepi saat Bhima sampai sekolah. Hanya dua tiga orang yang sudah datang.

"Makasih pak."

"Sama-sama mas Bhima."

Bhima masuk ke kelas dan mendekati bangku Xeline. ia menaruh buku komik dan permen di laci bangku gadis yang telah berubah status menjadi pacarnya itu.

Xeline baru sampai kelas saat jam sudah mepet mau bel masuk. Bhima menghampiri Xeline dengan agak malu.

" Ada sesuatu buat kamu di laci," bisik Bhima.

Xeline melihat Bhima sesaat dan hanya mengangguk pelan Ia kembali berjalan ke arah bangkunya.

Selama di sekolah, Bhima dan Xeline berusaha untuk tidak bucin agar bisa tetap fokus pada pelajaran. Sebagai seseorang yang pernah aktif di OSIS, keduanya, Xeline dan Bhima, terutama Bhima yang seorang gamer, sangat bisa membedakan mana yang lebih penting dan kurang penting. Pikiran mereka, sekolah ya sekolah. Sekolah itu waktunya fokus ke pelajaran. Kalo mau bucin atau gamer, mending nggak usah sekolah. Di rumah aja. Jangan bawa bucin ke sekolah. Bisa panjang urusannya.

Bhima melihat dari bangkunya yang berjarak dua baris di belakang Xeline. Mood gadis itu kurang baik. Hari ini ia terlihat agak sedikit uring-uringan dengan teman sebangkunya, Rachel. Bhima melihat itu hanya dengan gelengan kepala.

"Dasar bocah lagi red day," batin Bhima.

Sesampainya dirumah, Bhima mengambil ponsel di nakas dekat tempat tidurnya. Ia berbaring sambil mengirim pesan ke Xeline.

Bhima: Kenapa mukanya bete banget hari ini

Xeline terlihat online dan tengah mengetik pesan.

Xeline : Kukira kau peka. ternyata nggak YTTA

Bhima: Apa itu YTTA?

Xeline: Yang Tau Tau Aja

Bhima: Ya peka lah. Makanya hari ini aku bawakan permen dan komik kesukaanmu

Xeline: Kamu tau?

Bhima: Iya. Hari ini is your red day

Xeline: Kok kamu tahu?

Bhima: Laki laki kalo sudah suka perempuan, ia akan menjadi seseorang dengan spek intel Xel. Tapi kalo kamu bilang aku nggak peka, nggak pa pa kok. Aku cowok jelek kaya tokek kok malah berani bersanding dengan tuan putri cantik kayak kamu.

Xeline : Heyy

Xeline : P

Xeline : Maksud

Xeline: Aku nggak mau ya kamu bawa bawa fisik. Apaan sich kamu Bhim. Aku nggak suka.

Bhima: Hmm, terus?

Xeline: Ya udah. Jangan kayak gitulah

Bhima: Okeyy Xel.

Xeline: Jangan diulangi

Bhima: Iyaa Cantik

Xeline: Sebel banget

Bhima: Kenapa

Xeline: Masih ada yang belum ngumpulin biodata. Mana hari ini terakhir. Tinggal satu orang yang belum ngumpulin. Susah banget dimintain biodata. Apa dia mengira aku mau nyantet kali ya? Takut banget biodatanya kubawa ke dukun kali ya? Ke dukun beranak.

Bhima tertawa lebar membaca chat dari Xeline.

"Dari dukun santet ganti ke dukun beranak? Mau nyantet apa mau lahiran? Ada ada aja ini bocah," batin Bhima.

Bhima: Xel, Xel, candamu garing banget. Renyah kayak krupuk habis dari penggorengan. Itu kamu mau nyantet, apa mau dia lahiran di dukun beranak? Candamu lucu banget. Hahaha

Xeline: Pusing nich aku mikirin satu anak itu.

Bhima: Betewe siapa sih dia? Sini gue yang mintain biodata. Pasti dia nurut sama aku.

Xeline: Nggak usahlah Bhim. Coba nanti malam terakhir aku minta data diri ke dia. Kalau dia tetep nggak mau, ya udah nggak pa pa. Aku tinggal bilang ke bu Nur kalo dia nggak mau ngasih biodata. Nanti biar bu Nur yang urus. Atau nanti gampang lah. Aku tinggal minta data diri ke TU atau ke guru waka kesiswaan.

Bhima: Okeyy. Kalo butuh apa apa, jangan lupa bilang ke aku ya. Nanti kubantu sebisaku

Xeline: Iyaa

Bhima: Jangan iyaa aja

Xeline: Ya aku takut ganggu kamu aja Bhim. Toh kamu pasti punya kegiatan yang lain kan?

Bhima: Aku free banget kok. Nanti kalo repot, aku kabarin

Xeline: Iyaa. Bhim

Bhima: Iyaa. Apa yank?

Xeline: Makasih permen dan komiknya. Nanti komiknya kukembalikan bila sudah selesai kubaca

Bhima: Nggak usah makasih. Cuma permen aja kok. Biasa aja Xel. Komiknya nggak usah dikembalikan. Nanti malah berdebu di kolong lemariku. Komiknya buat kamu aja. Kalo kamu mau, besok aku bawain.

Xeline: Nggak usah Bhim. Kapan-kapan aja. Makasih ya

Bhima: Iyaa sayank. Xel

Xeline: Hmm

Bhima: Kamu pernah main game?

Xeline: Pernah

Bhima: Game apa?

Xeline: ML (Mobile Legend)

Bhima: Kalo FF (Free Fire)?

Xeline: Pernah main. Tapi aku malamnya selalu panas

Bhima: Kenapa?

Xeline: Terlalu fight

Bhima: Ooo. Kapan kapan kita mabar gimana?

Xeline: Boleh.

Bhima: Okeyy

Xeline: Bhim, udah malam. Aku mau tidur. Bye

Bhima: Bye

Sejam berlalu. Bhima belum bisa tidur. Ia melihat ponsel dan Xeline statusnya masih online.

Bhima melihat status WA yang ternyata di pasang oleh ibunya Xeline. Status kalau Xeline baru saja dibully oleh teman sekelasnya yang belum menyerahkan biodata, yaitu Aldi.

Bhima memberanikan diri WA ke ibu Xeline malam itu juga.

Bhima : Selamat malam. Apa ini dengan ibunya Xeline? Saya ingin bertanya.

1
MIROI
next
Fatur
lanjut
Fatur
next
MIROI
keren
MIROI
next
MIROI
lanjut
MIROI
next
MIROI
lanjut
Fatur
next
Fatur
lanjut
Fatur
next
Fatur
lanjut
Fatur
next
MIROI
lanjut
MIROI
next
MIROI
lanjut
MIROI
next
Fatur
keren
Fatur: luar biasa
total 1 replies
Fatur
lanjut
MIROI
suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!