Kisah sepuluh orang pecinta alam yang sedang melakukan wisata alam disebuah hutan untuk mengunjungi situs peninggalan purbakala di Goa Istana Alas Purwo yang dianggap sangat menantang.
Hutan Alas Purwo adalah salah satu hutan terangker di Indonesia, dimana dinyatakan sebagai salah satu gerbang menuju alam ghaib.
Akan tetapi, petualangan itu membawa mereka pada sebuah masalah, dimana tanpa sengaja, salah satu diantaranya mengambil sebuah benda purbakala dan kitab kuno yang membuat mereka harus mengalami hal mengerikan. Hal itu membuat mereka mengalami mutasi dan menjadi petaka yang mencekam.
Apakah mereka dapat terbebas dari semua itu? ikuti kisah selanjutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dilema
Sena terlihat serba salah, tetapi mereka harus mencari cara bagaimana bisa keluar dari kutukan mantra yang telah dibaca oleh Alessa.
Gita tampaknya begitu bersemangat untuk menyeret dan menyerahkannya kepada Raja Kala Gemet yang haus akan hasrat terhadap wanita.
Sedangkan Kael bergerak mendekati Naura yang mana sudah sangat ketakutan.
"Menyingkirlah, atau aku akan melukaimu." Sena mengacungkan pisau belatinya ke arah Gita yang saat ini tubuhnya dipenuhi bulu hitam.
Sepertinya makhluk Genderuwo memilih raganya untuk menjadi wadah, sehingga bermutasi menjadi setengah iblis.
Hal yang paling mengerikan, mereka tiba-tiba memiliki kekuatan yang cukup tinggi.
Gita tersenyum menyeringai, memperlihatkan barisan gigi taringnya, sedangkan kukunya yang panjang dan meruncing ia hentakkan kebawah, menimbulkan suara yang nyaring, seperti benda logam yang saling beradu.
"Kemarilah, aku ingin melihat kemampuanmu, apakah kau cukup hebat!" Gita menyerang Sena dengan menggunakan kukunya yang tajam dan meruncing.
Sena bergerak menghindar, lalu menyabetkan pisau belatinya memotong kuku milik Gita, tetapi tak dapat tersentuh, kuat bagaikan besi.
Traaaaaang
Bunyi dentingan beradu, Gita tersenyum seringai, lalu menggerakkan tangan kirinya, dan menyerang Sena yang berusaha menahannya.
Sedangkan Naura terpaksa berlari menghindari serangan Kael yang ingin menangkapnya.
Ditengah kondisi yang genting, Sena melirik Naura rasa khawatir pada gadis itu semakin kuat.
"Naura, pergi ke pura Giri Selaka!" pekiknya dengan lantang, sebelum sebuah tendangan mengenai perutnya.
Dalam ketakutan yang mencekam, Naura masih mendengar apa yang dikatakan oleh Sena, yang mana saat ini bahkan nyawanya sedang terancam, karena sudah berusaha menolongnya.
Naura berlari menembus kegelapan dihutan bambu. Jantungnya berdegub kencang, dan ia terus belari, berharap menemukan Situs Kawitan dan dapat memasuki Pura Giri Salaka, yang mana dipercaya dapat menyelamatkannya dari kejaran para Siluman yang bermutasi.
Tempat itu adalah satu-satunya yang dianggap tempat suci sebagai rumah ibadah bagi umat Hindu.
Ditempat itu dipercaya menjadi pusat Sang Hyang Widhi tinggal.
Sementara itu, suara derap langkah kaki Kerbau terdengar menggema ditengah malam yang penuh dengan kengerian.
Naura terus berlari, mencari Situs Kawitan, berharap dapat berlindung disana, dari kejaran para monster yang sangat mengerikan.
Wuuuussh
Kelebatan bayangan terlihat berseliweran didepannya. Ternyata bukan hanya Kael yang mengejarnya, tapi berbagai hewan liar yang ada didalam hutan Alas Purwo juga sedang mengincarnya.
Naura terus berlari menyusuri hutan bambu yang tumbuh rimbun dengan keunikannya.
Kelebatan bayangan terus saja berpencar, ia berharap jika Pura Giri Selaka sudah dekat.
Sementara itu, Kael sudah semakin mendekat, dan jantungnya berdetak cukup kencang, dan saat yang tepat, Kael melompat melewati kepala Naura, dan kali ini membuat gadis itu tersentak kaget, lalu menghentikan larinya, dan disekelilingnya sudah berdiri para Siluman Kera dan juga Siluman Lutung dengan tatapan yang sangat mengerikan.
Naura semakin ketakutan, wajahnya memucat, sebab ia sedang dipagar oleh para Siluman, sehingga membuatnya tak dapat lari dan meloloskan diri.
Wajah-wajah mereka sangat begitu mengerikan, dan membuat nyalinya melemah.
Kael tak ingin lagi menunda, ia menyergap Naura dengan gerakan yang cepat, dan menangkap gadis itu dengan mudahnya.
"Aaaaaaa, lepaskan, lepaskan aku, Kael! Sadarlah!" Naura memberontak, mencoba meloloskan dirinya dari tangkapan sang Siluman Kerbau yang sudah membawanya berlari kembali menuju Goa Istana, tempat dimana ia akan menyerahkan Naura kepada Raja Kala Gemet yang sudah menunggunya.
Kael tak mengindahkan teriakan Naura, ia terus berlari, dan menembus gelapnya hutan bambu, sembari memanggul tubuh sang gadis yang terlihat ketakutan.
"Kael, ini aku Naura, kau pernah mengatakan jika kau mencintaiku, lalu mengapa kau menyerahkanku pada sosok Iblis itu?!" Naura mencoba mengingatkan Kael yang sudah bermutasi menjadi sosok Siluman Kerbau.
Gadis itu berharap, jika masih ada sisi kemanusiaan yang terselip dihati sang pemuda, meskipun saat ini raganya me jadi wadah para jiwa yang tersesat.
Akan tetapi, Kael terua saja berlari seolah tak peduli dengan teriakannya, dan itu berlalu dengan sangat cepat.
Siluman Kerbau menapaki anak tangga yang menuju ke dalam Goa Istana.
Di dalam sana, ia Raja Kala Gemet sudah menantinya, membawa satu buruan yang diinginkan oleh Sang Raja.
Kael memasuki Goa Istana, dan menyusuri lorong yang diterangi oleh api obor.
Terlihat berbagai Siluman dari berbagi mutasi dan manusia berkumpul membawa para korban hasil tangkap mereka.
Kael ikut mengantri dibarisan belakang, dan saat itu Naura terlihat terus meronta, hingga membuatnya mengambil keputusan untuk memukul sang gadis dibagian kepalanya.
Taaak
Naura merasa kliyengan, ada banyak kunang-kunang didepan matanya, hingga membuat pandangannya terasa gelap, dan akhirnya pingsan.
Para Siluman yang berasal dari petapa dan bertempat tinggal disekitar Alas Purwo, datang membawa keluarga mereka.
Tak ada raut penyesalan, dimana ada yang menyerahkan puterinya, istrinya, dan semua itu sebagai symbol pengabdian yang tak dapat dicegah dan dipatuhi.
Antrian terus berlanjut, hingga tiba Kael mendapatkan gilirannya, dan satu sosok Siluman Kobra bersisik hitam yang merupakan Selir dari sang Raja menyeleksi setiap korban yang diserahkan.
Para janda dan juga istri orang dijadikan menjadi satu tempat.
Sedangkan untuk para gadis diletakkan dilorong lain dan terpisah.
Sang selir memeriksa Naura, lalu meminta Kael membawanya ke lorong disisi sebelah kanan, dan ia mematuhinya.
Ia berjalan menuju lorong yang mana akan membawanya pada sebuah ruangan yang akan menampung Naura dan para tahanan lainnya.
Kael berhenti didepan ruang yang diterangi oleh sebuah obor.
Didalamnya terdapat puluhan gadis yang siap dijadikan sebagai pemuas hasrat untuk sang Raja yamg haus akan pemuasan.
Kael meletakkan gadis itu diatas lantai goa, menyandarkannya pada dinding batu, dan menatap sejenak, lalu pergi meninggalkan ruangan yang dipenuhi isak dan tangis ketakutan.
Korbannya terdiri dari gadis remaja, dan juga dewasa. Wajah-wajah ketakutan terlihat jelas dimata mereka.
Kael menoleh sejenak, sebelum akhirnya pergi meninggalkan tempat tersebut.
Ditempat yang lain, Nathan berlari diantara rumpun bambu. Nafasnya tersengal, dan ia kehilangan kedua rekannya.
Ia berhenti sejenak, dan mengamati sekitarnya yang tampak gelap.
Akan tetapi, ia dapat merasakan kehadiran para makhluk ghaib dan juga melihat mereka dalam wujud yang mengerikan.
"Dimana Sena dan Naura?" gumamnya dengan rasa khawatir.
Mendadak saja ia melihat Naura yang berada didalam goa dan sedang di sekap bersama para warga lainnya.
"Hah! Naura tertangkap?" gumamnya lirih. Ia tercengang sekaligus menyesal karena tidak dapat menjaga kedua sahabatnya.
Sreeeeek
Nathan tersentak kaget, saat mendengar suara gemerisik dibalik pepohonan.
Ia merasakan degupan jantungnya berpacu lebih cepat, dan saat bersamaan, ia melihat satu sosok Siluman Kerbau berkepala manusia, dan itu adalah Jhony.
Sosok itu berjalan dengan lamban, menuju ke arahnya. Tak hanya Jhony, tetapi juga Axel yang sudah berubah menjadi Genderuwo.
kasihan yaa para keluarga nya yg kebingungan mencari keberadaan mereka semuanya 😔
Semoga Naura dan Kael serta Nathan bisa menemukan kitab kuno itu, sehingga mereka bisa bebas dari hutan Alas Purwo.. 🙏