NovelToon NovelToon
Penyesalanmu Mas

Penyesalanmu Mas

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikah Kontrak / Berbaikan
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Risnawati

"Apakah kamu kira tempurung pantas merangkai permata? Mana mungkin anakku pantas bersanding dengan gadis miskin tak berpunya seperti dirimu!"

Runi ternhenyak menahan segala rasa akit di hatinya atas hinaan yang di lontarkan oleh nenek dari bayi yang di kandungnya.

"Mas, kamu akan bertanggung jawab 'kan?" tanya runi pada lelaki yang telah menodai dirinya. meskipun ia sangat mencintai lelaki itu, tetapi tak pernah ada niat sedikitpun untuk melakukan perbuatan dosa. semua yang terjadi karena paksaan oleh lelaki itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Risnawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sikapnya masih sama

Malam ini semua tamu sudah pulang meninggalkan kediaman keluarga tuan Saga. Runi yang sudah sangat lelah, ia pamit untuk istirahat terlebih dahulu.

"Bu, yah, aku istirahat duluan ya. Ibu dan ayah nginap disini 'kan?" Tanya Runi pada kedua orangtuanya.

Bu Siti dan Pak Ali saling pandang. Wajah mereka tampak ragu. Sadar sekali kehadiran mereka tidak di sukai oleh nyonya Emeli.

"Tentu saja, Runi. Ayah dan ibumu akan nginap di sini. Nggak mungkin udah malam begini mau balik ke kebun," sahut tuan Saga.

"Bik Sumi!" Panggil tuan Saga.

"Ya, Pak?" Jawab Bik Sumi menghampiri.

"Tolong siapkan kamar tamu untuk Pak Ali dan Bu Siti ya!" Titahnya.

"Baik, Pak!" Bik Sumi segera beranjak untuk menyediakan kamar untuk orangtua Runi.

"Yasudah, sekarang kamu pergilah istirahat. Ibu dan ayah akan nginap disini," ucap Bu Siti tersenyum teduh.

Runi tersenyum dan segera menuju kamarnya. Namun, ia  berpapasan dengan Bik Sumi.

"Runi, kamu mau kemana?" Tanyanya.

"Mau ke kamar, Bik," jawab Runi memang begitu.

"Tapi semua barang-barang kamu sudah di pindahkan ke kamar mas Yandra."

"Di pindahkan ke kamar Mas Yandra?" Tanya Runi mengerutkan keningnya.

"Iya, Pak Saga yang memerintah Bibik dan yang lainnya untuk memindahkan. Mulai malam ini kamu dan mas Yandra sudah satu kamar."

Runi termangu dengan kenyataan ini. Drama apa yang akan terjadi bila ia dan Yandra berada dalam satu kamar. Pastinya akan mendengarkan omelan lelaki itu. Ah masa bodoh saja. Lagian sudah halal juga, jadi nggak ada salahnya kan?

"Duh, enak banget nyonya besar ya. Kehamilan yang benar-benar membawa berkah bagi wanita miskin seperti kamu," ujar seseorang membuat Runi menghentikan langkahnya.

Gracia tersenyum sinis sembari berpangku tangan. Ia benci sekali pada Runi yang telah menghancurkan semua harapannya. Jauh-jauh datang dari Batam hanya untuk menghadiri pernikahan mereka. Benar-benar menyebalkan.

Runi hanya menatap dengan senyum tipis. Ia tak ingin meladeni ucapan buruk Gracia. Karena malam ini ia benar-benar sudah mengantuk dan juga lelah. Mungkin ada hari esok untuk membalasnya.

"Mau kemana kamu?" Gracia menghadang langkah Runi.

Runi menghela nafas dalam. "Minggirlah, Cia. Aku tidak ingin berdebat denganmu!" Tekan Runi menatap tajam.

"Siapa yang ingin berdebat denganmu? Apakah aku salah bila aku menanyakan mau ngapain kamu ke kamar mas Yandra?"

"Kamu masih bertanya kenapa aku ke kamar Mas Yandra? Tentu saja aku mau tidur bersama suamiku. Bahkan kami ingin melanjutkan untuk mengadonan baby. Biar semakin sempurna bentuknya," jawab Runi tersenyum senjang.

Jangan di tanya bagaimana hati Gracia remuk redam mendengar ucapan Runi.

"Hng! Jangan bermimpi kamu. Apakah kamu kira mas Yandra menyukai kamu? Dia menikah denganmu hanya untuk bertanggung jawab. Karena cintanya hanya untuk diriku. Dan aku yakin setelah anak itu lahir, Mas Yandra pasti akan menceraikan kamu!" Balas Gracia tak kalah sengit.

Runi hanya tersenyum tipis. "Cinta atau tidak, yang jelas sekarang mas Yandra adalah suamiku. Dia milikku, maka kami bisa saja melakukan apapun." Runi segera beranjak meninggalkan Gracia yang masih berdiri disana.

"Runi brengsekk! Berani sekali dia bicara seperti itu. Aku tidak akan tinggal diam. Aku akan merebut Mas Yandra darimu," batin wanita itu geram sekali.

Runi baru saja masuk kedalam kamar Yandra. Bersamaan lelaki itu yang baru saja keluar dari kamar mandi. Seketika ia terkejut saat mendapati wanita yang baru saja ia halalkan ada di kamarnya.

"Runi! Mau ngapain kamu disini?" Tegur Yandra.

"Aku ingin istirahat, Mas," jawab Runi seraya menyibak selimut untuk berbaring.

"Eh, apa-apaan kamu ini? Siapa yang mengizinkan kamu tidur di kamarku?" Cegah lelaki itu.

"Papa yang menyuruhku tidur disini, Mas. Apa salahnya kita tidur satu ranjang. Lagian sebelum nikah saja kamu mau meniduri aku, apalagi sudah halal begini," jawab Runi acuh. Ia kembali merebah di atas ranjang empuk Yandra.

"Jangan ungkit-ungkit hal itu lagi, Runi. Itu hanyalah kesalahan semalam yang mengantarkan aku di titik tersial dalam hidupku!" Sanggah Yandra terdengar menyakitkan. Tetapi Runi tak mengindahkan. Ia sudah terbiasa mendengarkan kata-kata pedas dari lelaki itu. Sekarang ia harus mempersiapkan mental untuk menghadapi hal-hal yang lebih menyakitkan lagi. Selagi tak ada kekerasan fisik yang di lakukan oleh Yandra, maka ia tidak akan menyerah begitu saja.

"Terserah mas Yandra mau bicara apa. Sekarang biarkan aku istirahat, karena perut aku sudah terasa keram." Runi segera membungkus tubuhnya dengan selimut tebal tersebut.

Yandra menatap jengkel seraya meraih bantal guling, lalu menepi di Sofa panjang yang ada di kamarnya. Tak ingin ribut di tengah malam seperti ini. Apalagi di rumah ini sedang ada kedua orangtua Runi. Bagaimanapun juga ia harus menghormati mereka sebagai mertuanya.

Runi menilik dimana keberadaan Yandra. Terlihat lelaki itu tidur dengan tangan berada di keningnya. Runi hanya tersenyum tipis melihat pemandangan itu. Tak peduli sebenci apapun Yandra pada dirinya. Ia tidak pernah mau di tindas. Berharap suatu saat nanti ia bisa meluluhkan hati lelaki itu.

Pagi-pagi sekali Runi sudah bangun, tak lupa melaksanakan ibadah wajib dua rakaat. Ia melihat Yandra masih tertidur lelap.

"Mas, ayo bangun. Sholat dulu, nanti waktu subuhnya habis." Runi mengguncang tubuh lelaki itu dengan perlahan.

"Nggak usah ganggu aku, Runi. Aku masih ngantuk!" Sanggah Yandra menyingkirkan tangan Runi dari bahunya.

"Sholat dulu, Mas. Nanti baru tidur lagi. Mulai sekarang belajarlah menjadi imam yang baik untuk aku dan calon anak kita," ujar wanita itu tersenyum lembut.

Yandra menatap tajam dengan senyum sinis. "Nggak usah mengatur hidupku. Menjadi imam untuk wanita yang tidak di cintai bukanlah solusi. Sana pergilah, jangan ganggu aku lagi!"

Runi menghela nafas dalam. Ia sudah terbiasa mendengar kata-kata menyakitkan seperti ini, maka sudah santai saja menanggapinya. membiarkan Yandra mengulang tidur, ia melaksanakan ibadah dua rakaat hanya sendirian. Sebagai seorang istri, ia sudah mengingatkan agar sang suami tidak melupakan kewajibannya sebagai seorang hamba. Perihal di terima atau tidak, itu sudah tidak urusannya.

Pagi ini Bu Siti dan Pak Ali sudah bersiap untuk kembali ke kebun. Selama berada di kediaman besan mereka, hanya tuan Saga yang menyambut baik. Berbeda dengan nyonya Emeli yang tak ingin banyak berinteraksi dengan mereka. Namun, pasangan itu tidak terlalu memikirkannya. Setidaknya tuan Saga masih berpihak kepada putrinya.

"Runi, ibu dan ayah pulang dulu ya. Kamu baik-baik disini, patuh pada suami. nanti jika ada waktu luang, ibu dan ayah main lagi kesini," ucap Bu Siti.

"Baik, Bu. Nanti kalau aku rindu aku akan pulang ke kebun," jawab Runi tersenyum sendu. Ada rasa takut di hatinya saat di tinggalkan oleh kedua orangtua. Karena sadar sekali kehadirannya di keluarga ini tidak di inginkan. Namun, ia harus tetap berusaha tegar dan kuat demi anak yang sedang ia kandung.

"Ibu sangat senang sekali bila kamu punya waktu untuk pulang dan menginap di rumah." Bu Siti mengusap pipi sang anak.

"Tentu saja aku akan pulang, Bu. Karena rumah kita adalah tempat ternyaman sampai kapanpun."

Bu Siti dan Pak Ali mengecup kening Runi penuh kasih sayang. Do'a yang selalu mereka ulang-ulang di setiap sujud. Agar putri mereka bahagia dengan pernikahan ini.

Setelah berpamitan dengan Runi, pasangan baya itu juga berpamitan pada tuan Saga dan nyonya Emeli. Masih sama, sikap Nyonya Emeli tetap datar dan acuh.

"Pak Saga, kami titip Runi. Jika ada sikap dan perilakunya tidak baik, maka tegurlah dengan lembut. Anggaplah sebagai anak sendiri," pesan Pak Ali. Saat ini ia bicara sebagai seorang ayah yang sedang menitipkan pesan pada besannya. Karena ia tahu Pak Sagalah orang yang sangat peduli pada Runi.

"Pak Ali dan Bu Siti jangan khawatir. Sejak Runi datang ke rumah ini, maka saya sudah menganggapnya sebagai putri saya sendiri. Saya akan melindungi dan menjaganya dengan baik. Saya minta maaf jika Pak Ali dan Bu Siti merasa kurang nyaman dengan sikap istri saya," ungkap lelaki itu merasa tidak enak hati pada besannya itu.

"Tidak apa-apa, Pak. Kami memahami. Kalau begitu kami pamit dulu."

Akhirnya orangtua Runi meninggalkan kediaman keluarga tuan Saga. Tentunya mereka juga sudah berpesan agar sang anak menjadi istri yang berbakti kepada suaminya.

Sudah tiga hari menyandang gelar sebagai istri dari Yandra Sagara. Yaitu calon dokter spesialis anak neurologi. Tak ada yang berubah, sikap lelaki itu masih tetap sama. Acuh dan juga datar.

"Mas, sore ini apakah Mas Yandra punya waktu?" Tanya Runi sembari menyediakan pakaian ganti untuk sang suami.

"Tidak. Hari ini aku sangat sibuk dan banyak kegiatan," jawabnya sembari menerima pakaian yang di berikan oleh Runi.

"Kapan mas ada waktu senggang?"

Yandra tak lantas menjawab. Ia fokus dengan kemeja yang di kenakan. Ia menatap Runi dari pantulan cermin yang ada di hadapannya.

"Kamu mau apa sebenarnya?" Tanyanya.

"Aku mau minta Mas temani aku ke RS untuk periksa kandungan. Sekalian minta obat mual, karena obat dan vitamin aku sudah habis," jelas wanita itu.

"Minta temani bik Sumi saja. Sedang malas kemana-mana," jawabnya datar.

"Ya sudah, kalau begitu aku tunggu Mas jika sudah tidak malas," jawab Runi tersenyum simpul.

Yandra menatap tajam dari cermin, lalu membalikkan tubuhnya menghadap pada Runi.

"Bukankah kamu mengatakan tidak akan pernah merepotkan aku? Ini apa namanya? Aku tidak bisa pergi menemani kamu!" Sanggah Yandra.

"Aku tidak merepotkan. Bukankah aku meminta waktu senggang Mas Yandra? Letak merepotkannya dimana? Kecuali aku minta di temani saat mas sedang sibuk beraktivitas," jawab wanita hamil itu tenang.

"Susah ya ngomong sama kamu." Yandra segera menyudahi berpakaian, lalu merapikan rambutnya. Setelah itu menyemprot minyak wangi di pakaiannya.

"Heem! Hueek!" Runi seketika ngacir masuk ke dalam kamar mandi. Ia begitu mual mencium aroma wangi parfum yang di kenakan oleh Yandra.

Yandra mengedikkan kedua bahunya. "Siapa suruh masih berdiri disini," ujarnya tersenyum samar. Tak berminat untuk membantu wanita itu yang sedang kepayahan mengeluarkan cairan muntahnya.

Bersambung....

1
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
aduh no komen dulu lihat tokoh utamanya sakit apalagi kalau Sampai meninggal 😭😭😭
Mike_Shrye ❀∂я⒋ⷨ͢⚤
hihihi kacian
Mike_Shrye ❀∂я⒋ⷨ͢⚤
gracia ini lama lama kek ulet bulu ya /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Mike_Shrye ❀∂я⒋ⷨ͢⚤
siapa suhunya? mama mertua nya😭🤧
🍁Ƭɧเɛɛ❣️❀∂я 💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
wkwkkk tuan Saga jadi tameng buat Rumi agar nene sihir gak berani macam2
🍁Ƭɧเɛɛ❣️❀∂я 💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Dari cara Yandra memperlakukan Rumi sepertinya dia sudah mulai cinta cuma belom nyadar aja 🤭🤣
Dew666
💜💜💜
Naufal Affiq
semoga yandra benar-benar bisa mencintai runi seutuhnya,
🎀 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я
syukurlah ada perubahan sikap positif Yandra pada Runi. Semoga Yandra setia terus kepada Runi...🥰
dewi
smg yandra benar2 bisa mencintai runi dgn sepenuh hati ....bisa ngak kira2 wkt yadra ke medan runi tinggal d rmh org tua dokter vano saja biar dia tdk seters ngadepin mama nya si yandra
dewi: heeee iya kk smg selalu d berikan kesehatan d tetap semagat dlm berkarya
total 2 replies
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
apa pengangkatan rahim bisa dilakukan setelah bayinya lahir ya pasti ada resikonya karena otomatis setelahnya tidak bisa punya anak lagi , tapi nunggu lahiran juga beresiko karena sudah kanker stadium lanjut 😭
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
kasihan nasib mu Runi 🥲
❀∂я🌹WIDYA⒋ⷨ͢⚤
ternyata Runi agresif juga 🤣🤣🤣
🍁Ƭɧเɛɛ❣️❀∂я 💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Vano pasti dilema harus jujur atau menutupi soal penyakitnya sesuai permintaan Runi
🍁Ƭɧเɛɛ❣️❀∂я 💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
kasiann Runi... habis enak enak malah berakhir bencana 😔😥
🍁Ƭɧเɛɛ❣️❀∂я 💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Runi mulai berani juga menggoda duluan😲 🙈🙈
Jengendah Aja Dech
❤️
Naufal Affiq
jujur aja dr vano sama yandra,biar dia tau,bagai mana kondisi istrinya,dan yandra bisa mengambil tindakan untuk kesembuhan runi dsn anak nya,jangan diam aja
Mike_Shrye ❀∂я⒋ⷨ͢⚤
mamanya lama lama kena stroke ini😭🤣
Mike_Shrye ❀∂я⒋ⷨ͢⚤
duh rumi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!