Mentari Jingga atau yang biasa di panggil MJ, merupakan anak broken home yang mempunyai tekanan besar di hidupnya. Selepas ibunya meninggal, ayahnya menikah lagi dengan ibu dari mantan kekasihnya.
Hari-harinya bertambah buruk karena harus bertemu setiap hari dengan sang mantan yang telah ia lupakan mati-matian. Hingga pada akhirnya ia menjadi rajin melepas stress dengan berjalan-jalan di taman setiap malam.
Ia cukup akrab dengan beberapa penjual ditaman, berada ditengah-tengah mereka membuatnya lupa akan permasalahan hidup. Hingga pada akhirnya ia bertemu dengan Mas Purnama, seorang pedagang jagung bakar yang baru saja mangkal di area taman.
Mas Pur berusia 5 tahun diatas MJ, tapi dia bisa menjadi teman curhat yang menyenangkan. Mereka sering menghabiskan waktu berdua sambil memandangi langit malam itu.
Hingga setelah 3 bulan bersahabat, malam itu MJ tak pernah menemukan sosok Mas Pur lagi berdiri di tempat ia biasa berjualan. Kemana Mas Pur menghilang?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Attalla Faza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu?
" Terus gimana akhir kisah si Kampret? Dia nggak masuk sekolah hari ini loh, tadi gue udah tanya sama anak kelasnya " ujar Joshua memberitahu
" Ya nggak tau, soalnya langsung di bawa sama ayah. Aku ikut Mas Danang yang kebetulan lewat gerbang perumahan" jawab MJ
" Mas Danang siapa lagi Je?" tanya Sisil penasaran
" Pegawai di kantor desa Gacoan, masih anggota karang taruna juga. Lo mau gue kenalin nggak Sil? Duit dia banyak, apalagi kalau habis ngurus dokumen yang berkaitan dengan tanah warga, dompetnya udah kayak pengusaha tambang batu bara" cerita MJ
" Lah bukannya dana desa itu sekarang mau di pangkas sama menteri keuangan baru, Pak Purbaya? "
" Ya makanya kades itu banyak sampingannya Jo, kemarin aja tetangga gue minta surat kematian dari desa kena 200 ribu, mana janda miskin lagi. Emang bener-bener tuh kades durjana, apa-apa ada tarifnya. Okelah kalau buat hajatan atau izin keramaian boleh pasang tarif, tapi ini kan lagi kedukaan, masa tega memeras janda tua miskin yang banyak utangnya" ujar Sisil geram
" Kades yang amanah itu biasanya hidup sederhana Sil, karena gaji dia nggak seberapa dan habis buat nombok ini itu. Kalau Kades yang petantang-petenteng dan punya banyak istri dimana-mana, emang patut di audit aliran dana desa dan freelance gelap lainnya" ujar MJ
" Termasuk temen lo si Mas Danang juga?" tanya Sisil
" Ho'oh. Soalnya kalau musim kawin sama musim orang meninggal, dompetnya full. Teman satu tongkrongan suka di traktir sama dia, mungkin bagi-bagi dosa kali ya. Etapi kita mah pura-pura nggak tau aja, sebagai umat muslim yang baik, kita harus mengedepankan husnuzon" ujar MJ
" Pemahaman model apa itu? Kalau tau itu adalah uang haram, kenapa lo mau aja ditraktir?"
" Tidak baik menolak rejeki" ujar MJ sambil tertawa lepas
" Bisa ae lo Je"
Suasana saat jam istirahat selalu ramai, biasanya MJ dan sahabatnya akan duduk di bawah pohon rindang sambil makan jajanan yang mereka beli di kantin sekolah. Kadang juga menghabiskan bekal Joshua yang selalu full topping, maklum mamahnya adalah tukang catering di pabrik boneka.
Kesya dan Amel tiba-tiba mendatangi mereka untuk melakukan survei, ini adalah tugas mata pelajaran bahasa Indonesia yang harus mereka selesaikan. Amel nampak excited, beda dengan Kesya yang menunduk sepanjang melakukan survei.
" Kalian itu satu team kan? Kok yang satu pasif gitu sih kayak orang punya salah?" tanya Joshua yang lebih mirip sindiran
Amel tersenyum canggung sementara Kesya terlihat tegang. Semua orang tau kalau Kesya menjalin hubungan dengan Damar Jamaludin, saat kapten tim basket itu masih berstatus pacar MJ.
Diam-diam Kesya panen hujatan dari para senior di sekolah, tapi MJ malah tidak jika teman satu angkatannya ramai-ramai berada di pihaknya.
" Ya jelas aja salah, merebut yang bukan miliknya adalah sebuah kesalahan. Masih sekolah aja udah jadi titisan jin Dasyim, gedean dikit bisa jadi gundik perwakilan Jawa Barat" sahut Sisil
MJ tertawa lepas karena ia sangat suka melihat pemandangan Kesya yang tertuduk malu. Padahal sejak ia putus beberapa bulan lalu, MJ tak pernah iseng melabrak Damar dan pacar barunya.
" Ya ampun gaesss, jangan di hina seseorang yang sudah terhina. Biarin aja gue udah ikhlas ngelepas sampah modelan si Kampret. Lagian sekarang mantan gue udah nggak sehebat dulu, sejak orang tuanya cerai, dia jadi hidup serba kekurangan.
Waktu jaman masih sama gue, udah biasa di bawa makan restoran mewah dan nonton di bioskop premiere, belum lagi saldo rekening gue yang selalu gendut karena dihujani uang jajan tiap minggu. Etapi, sekarang masih gitu nggak Sha? Dia masih royal apa sudah menyesuaikan diri?" tanya MJ
Wajah Kesya memerah kayak pake blush on cap putri duyung, tangannya mengepal dan nafasnya cepat. Ia marah karena nyatanya Damar sangatlah perhitungan.
Jangankan memberikan uang jajan mingguan, untuk nonton film Avatar 3 saja ia memilih nonton di mall yang hampir bangkrut. Itupun ia tak sanggup memberikan popcorn ukuran XL, benar-benar suatu kemunduran yang patut di syukuri oleh MJ.
" Hei Emjeee! Ngapain lo masih mau ngebantuin adek kelas nggak tau diri? Kita kelas 12 udah kompak nggak bersedia untuk di survei sama cewek pelakor itu " teriak Marlin kelas sebelah
" Kakak please tolongin aku, kita berdua udah ditolak banyak orang. Laporan atas survei ini harus selesai Senin depan, aku tau kak MJ baik " mohon Amel
" MJ mah baik, punya pacar aja langsung dikasihkan sama temen kamu itu. Dia ngga ada bales sedikitpun, tapi kamu tau kan satu angkatan membela dia. Udah sana pergi, kita nggak bersedia untuk di survei" usir Sisil
" Tapi kan aku nggak salah Kak" ujar Amel
" Tetap aja salah, siapa suruh kamu satu kelompok sama dia"
Kesya langsung menarik tangan Amel untuk menjauh dari sana. Ia marah. Kecewa. Dan terluka.
Tapi Kesya tak bisa berbuat apa-apa atau melawannya, hubungan MJ dan anak-anak seangkatan sangat dekat. Bisa celaka kalau Kesya nekad melawannya.
" Gue mau ajukan pergantian anggota kelompok ke Bu Moni. Gegara lo kita jadi kesulitan survei! lagian kok bisa-bisanya lo ngerebut pacar Kak MJ, dia itu duta persahabatan yang dikenal ramah dan baik.
Kalian berdua nyakitin dia, itu tandanya lo siap musuhan sama angkatan kelas 12. Lo pikir dengan di dukung anak basket dan anak cheerleader, hubungan kalian akan aman-aman aja? Ada banyak yang nggak suka sama Kak Damar karena keangkuhannya, nasib baik Kak MJ udah lepas dari cowok toxic itu " kesal Amel sembari pergi
Kesya tak protes, tapi hatinya sangat sakit mendengar pernyataan dari teman kelasnya. Hari ini benar-benar sangat menguras emosinya, bukan karena ia di labrak secara langsung oleh MJ, tapi semua orang menyerangnya tak henti-henti semenjak deklarasi hubungannya dengan kapten tim basket yang sebentar lagi lengser.
" Apa benar saat bersama Kak MJ, kamu royal dan sering traktir ya kak? Kenapa kamu nggak pernah melakukan hal yang sama padaku? Apa aku tidak seistimewa itu untukmu?" tanya Kesya sambil menangis di perpustakaan sekolah
*****
MJ diantar sama Joshua sampai gerbang perumahan, biasanya ada ojek yang mangkal di sana karena jaraknya lumayan jauh untuk mencapai rumah MJ.
" Tumben sih Bang Acong dan Bang Mamat nggak mangkal? Aku jalan aja deh sekalian makan di taman, rasanya les tadi bikin pikiran stress dan perut lapar" ujarnya pada diri sendiri
Sore itu ia duduk di tukang pecel lele dan memesan paket hemat 15 ribu, cuaca sore itu cukup bersahabat karena biasanya diguyur hujan.
Terlihat Mas Pur dan Bro Day sedang bercengkrama sambil tertawa lepas di lapak miliknya. Ia sudah sering bicara dan mengobrol dengan Mas Pur tentang apa saja yang ia rasakan, MJ sangat nyaman karena pria itu tak pernah menghakimi atas ceritanya yang emosional.
" Hai Bro Day, seger banget pake baju ijo stabilo kayak ulet pucuk teh Gunung Mas" sapa MJ
" Ini baju family gathering keluarga Haji Kosasih, Je. Keren kan?"
" Terlalu terang!"
" Tadinya mau Oren nyala, tapi takut di sangka tim SAR atau kurir paket shopee"
Hhahahha!
" Bro Day! Kopi miz musang king satuuuu" teriak customer yang sudah hafal sama pedagang di sana
" oke siap meluncur!!" sahutnya seraya pergi dari sana
MJ duduk disamping Mas Pur yang kala itu baru selesai packing untuk pembeli.
" Anak sekarang suka lemburan ya? Jaman aku dulu, jam segini udah sampai rumah" tanya Mas Pur
" Lah emang Mas Pur angkatan tahun berapa? kayaknya sejak aku kecil, anak SMA udah sering lemburan pulang sore deh"
" Aku lulus 5 tahun lalu"
" Mas Pur lulusan SMA mana?"
" Desa Lengkeng Ireng Magelang "
" Waduh! Beneran orang Jawa ya? Kok namanya bersebrangan sama prinsip orang Jawa ya? Harusnya nama Mas Pur itu Purnomo"
hhahhaha!
" Aku asli Sunda, tapi pindah ke Jawa karena orang tua mutasi ke sana"
" Oh gitu, terus balik lagi ke Bogor sama orang tua, apa emang pengen balik ke habitatnya?"
" Orang tua masih di Magelang, aku kesini karena pengen main aja. Ekh nggak taunya jadi tukang jagung bakar, bukan jadi CEO perusahaan minyak "
Hahahhaha!
" Aku doain moga-moga Mas Pur jadi pemilik perusahaan yang menciptakan lapangan kerja untuk warga"
" Aamiin paling serius Je"
" Emjeeee!!!!!! pulang nggak lo? Ayo nebeng sama gue!" panggil anaknya Bu Nawang
" Jake Sully!!!! Aku nebeng sampai depan rumaaah! Tungguiiiiinnnnn!" teriak MJ
" Jake Sully? namanya kok kayak Avatar?" tanya Mas Pur
" Dia mahasiswa kehutanan yang lagi meneliti hutan Pandora, makanya aku panggil Jake Sully "
" Dia pacar kamu?"
" Emmmmm.... Kasih tau nggak yaaaaaa" ledek MJ
" hmmm " tanggapan Mas Pur langsung adem kayak gorengan tadi pagi
" Ish, kok mukanya langsung BT?" tanya MJ
" Nggak biasa aja"
" Laaah!!"
mungkin di platform ini saya bisa menulis dengan tema yang beda dari sebelah.
Jadi para reader sekalian, kalau mau cerita happy dan ringan bisa mampir di tetangga ya.😍