kehidupan yg tidak pernah di ingin kan oleh Kang Hana, putri dari seorang wanita karir bernama Go Haeri dan almarhum suami nya yg bernama Kang Min Ho.
Hana adalah seorang gadis yg ceria, usia nya baru menginjak 20 tahun. ia juga seorang gadis yg rajin dan tekun belajar. Hana juga salah satu mahasiswi di Seoul National University (SNU)
2 tahun lagi ia akan menyelesaikan pendidikan S1 nya, namun semua berubah karena perjodohan yg di lakukan oleh ibu nya. kehidupan yg tadi nya baik-baik saja berubah menjadi kacau.
yuk ikuti cerita nya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
******
Jimin dan ibu nya pun tiba di kediaman nyonya Haeri dan Hana. nyonya Haeri menyambut nya dengan gembira, dan mempersilahkan masuk.
"kau datang terlalu mendadak, aku tidak sempat masak apa pun. "
"tidak apa-apa, aku sangat mengerti. ambilah ini, kita bisa makan bersama kan" ucap nyonya Min Seo sembari memberikan beberapa box makanan
"oh ya ampun kau sampai repot begini. aku akan menyiapkan nya, kau duduk lah dulu. " ucap nyonya Haeri meninggalkan teman nya itu
"seperti nya Hana sedang tidak ada, Haeri benar. kedatangan kita terlalu mendadak. "
Jimin pun bangun "aku pergi cari udara segar"
"jangan merokok Jimin" larang nyonya Min Seo
"aku bukan anak kecil" jawab Jimin dengan nada yg nyaris tidak terdengar
"ah Min Seo, ayo makan. dimana putra mu!?? " ajak nyonya Haeri
"dia keluar mencari sebentar. tidak apa-apa, kita mengobrol di meja makan sekalian menunggu nya"
"ooh baiklah... maaf kan aku ya tidak menyambut mu dengan baik, kau mengabari terlalu mendadak. bibi pengurus rumah juga sudah pulang, di tambah lagi Hana sedang sibuk mengurusi toserba milik ayah nya dulu "
"toserba... "
"benar... benar, setelah pengesahan penjualan perusahaan. aku akan membuka toserba milik almarhum suami ku, agar tidak terlalu lelah. jadi Hana berinisiatif untuk membersihkan dan mulai mengisi nya sedikit demi sedikit, dia juga tidak ingin aku membantu nya. "
nyonya Min Seo pun memegang tangan teman nya itu "Hana adalah gadis yg baik, dan juga berhati lembut. dia tau bagaimana cara memperlakukan seseorang dengan lembut, sejujurnya aku sangat menyukai nya. "
Hana pun tiba di rumah, namun karena terburu-buru ia tidak melihat bahwa di luar ada seseorang yg melihat nya datang.
"ibu.... ibu.... aku pulang.... " dengan nada yg sedikit khawatir.
"ya sayang, ibu di meja makan"
Hana pun langsung bergegas menemui ibu nya "ibu kau.... " ucapan Hana pun berhenti ketika menemui ibu nya tidak sendiri di rumah
"selamat malam Hana... " sapa nyonya Min Seo
"selamat malam bibi... " Hana pun melihat ibu nya yg baik-baik saja. "ibu, kau tidak apa-apa!?? " tanya Hana
"ibu baik-baik saja, tadi ibu cuma mau bilang. bahwa bibi Min Seo akan datang, tapi kau langsung menutup telfon nya"
"aah syukur lah... maaf Bu, aku tadi tidak mendengarkan dulu " ucap Hana menghampiri ibu nya
"kau seperti nya sangat lelah" ucap nyonya Min Seo melihat Hana
"tidak bibi, aku senang kau di sini. "
"kalau begitu ayo makan bersama" ajak nyonya Min Seo
"aku akan membersihkan diriku dulu, tidak baik dalam keadaan begini duduk di meja makan. ibu dan bibi makan lah lebih dulu, aku akan segera kembali. " Hana pun pergi ke kamar nya
saat Hana baru saja pergi, Jimin pun masuk. "aah Jimin, kemari lah... " panggil nyonya Min Seo saat melihat putra nya itu
Jimin pun menghampiri ibu nya "halo bibi, maaf tidak bisa menyapa mu kemarin saat makan malam di rumah. mobil ku tiba-tiba saja mogok dalam perjalan pulang, jadi tidak bisa bertemu dengan mu dan juga putri mu"
"tidak apa-apa. duduk lah, kau sudah dewasa sekarang. " ucap nyonya Haeri
Jimin pun duduk dan melihat sekitar. melihat Jimin seperti mencari seseorang, ibu nya pun tersenyum tipis seakan tau putra nya itu sedang mencari Hana. nyonya Min Seo dan nyonya Haeri pun saling pandang.
"Hana sedang mandi sebentar, karena dari pagi dia sudah berada diluar. dia akan kembali sebentar lagi" nyonya Haeri pun memberitahu Jimin
tak berapa lama, Hana pun datang. "maaf menunggu lama... " ucap Hana menghampiri ibu nya "sunbae.... " ucap Hana begitu melihat Jimin
nyonya Min Seo pun melihat putra nya dan Hana bergantian "kalian saling kenal...!?? "
"belum... sekarang baru mau berkenalan" ucap Jimin bangun dari duduk nya dan mengulurkan tangan nya ke arah Hana "halo, nama ku Jimin"
Hana yg masih gugup pun masih memandangi Jimin "ah halo, aku Hana... " Hana pun meraih tangan Jimin
"astaga, kenapa tangan nya lembut sekali... " puji Jimin dalam hati nya
mereka pun duduk kembali, dan mulai untuk makan. nyonya Min Seo pun tidak melewatkan obrolan "jadi Hana, kau mengenal Jimin!?? "
Hana pun melihat Jimin sekilas, lalu kembali melihat nyonya Min Seo "aku tidak tau nama nya bibi, aku mengenal sunbae saat baru beberapa bulan masuk kuliah. kami hanya bertemu beberapa kali saat di kampus" jawab Hana
"hanya beberapa kali, daya ingat mu sangat bagus ya. "
"benar, daya ingat nya memang sangat baik. terkadang, dia juga yg mengingatkan aku tentang hari meninggal nya ayah nya. " saut nyonya Haeri
"kau wanita berbakat rupa nya" puji nyonya Min Seo
Hana hanya tersenyum tipis mendengar pujian tentang dirinya....