“Aku telah melihat masa depan kalian,” lanjutnya. “Dari abu pengorbanannya, jiwanya tidak hancur. Jiwa sang Ratu terlepas dari pusaran kehancuran dan ditakdirkan untuk terlahir kembali.”
“Sebagai apa?” suara Ragnar nyaris hanya bisikan.
“Sebagai manusia.”
“Manusia?” Ragnar tertawa pendek, pahit. “Makhluk fana, rapuh, dengan umur sekejap mata?”
“Justru karena itu,” jawab Holly. “Ia akan hidup jauh dari dunia kita, tanpa ingatan tentang perang, mahkota, atau pengorbanannya. Namun takdir tidak sepenuhnya kejam, bukan? Setidaknya dia terlahir kembali kali ini hanya untukmu.”
999 tahun pencarian....
“Akhirnya, aku menemukanmu, Ivory! Aku telah menepati janjiku untuk tidak melupakanmu dan datang menjemputmu.”
PLAK!
“Anda sudah keterlaluan! Dasar Bos Gila!” Kata Ivory penuh amarah.
Akankah takdir kali ini akan mempersatukan Ragnar dan Ivory kembali? Ataukah takdir sebelumnya akan terulang kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27. Akhirnya Kebenaran Terungkap
“Kalau begitu, ayo kita bicara di tempat lain.”
Ragnar kemudian langsung menghilang, diikuti oleh Denzel dan yang lainnya ke tempat rahasia mereka tentunya. Lebih tempatnya kembali ke wilayah kerajaan Agharon, dimana penjagaan di sana jauh lebih kuat dan tidak bisa ditembus oleh siapapun, apalagi manusia biasa.
Berkat kekuatan sihir Denzel yang menciptakan sebuah sihir penghubung dengan Kerajaannya, Ragnar dan yang lainnya lebih mudah mengakses kerajaan Agharon melalui sebuah lukisan istana yang menjadi portal penghubung.
Ruang rapat bawah tanah Istana Emerald diterangi cahaya biru pucat dari kristal sihir yang melayang di udara. Meja oval dari batu hitam dipenuhi simbol kuno, peta wilayah, jalur rahasia, dan lingkaran mantra penangkal. Raja Vampir duduk di ujung meja. Wajahnya tenang. Terlalu tenang untuk membahas masalah yang sangat serius.
“Mulai sekarang,” perintahnya.
Morgan mengangguk, lalu beranjak dari tempat duduknya. Ia kemudian kembali mengambil alih berkas yang sebelumnya ia serahkan ke tangan Dorian. Morgan membuka dan memisahkan setiap berkas yang ada sesuai dengan apa informasi baik tentang reinkarnasi ratu vampire maupun reinkarnasi dari pemilik murni sihir hitam.
“Yang Mulia,” katanya. “Saya telah memastikan kebenaran yang selama ini kita ragukan.”
“Laporkan,” ujar sang raja singkat.
Morgan lalu menarik napas dalam-dalam. “Sesuai perintah Anda, saya menyusup ke wilayah tempat tinggal keduanya. Dengan menyamar sebagai kelelawar kecil, saya mengamati kamar tempat dua bersaudara itu menginap.” Ia menunduk sedikit lebih dalam. “Mereka berbicara di balik jendela yang setengah terbuka, mengira tak ada satu pun makhluk yang mampu mendengar.”
Sorot mata Ragnar berubah. Lebih gelap. Lebih hidup. “Apa yang kau dengar?”
“Kebenaran, Yang Mulia,” jawab Morgan tanpa ragu. “Mereka secara terbuka mengakui bahwa Ratu Vampir telah bereinkarnasi. Bukan sebagai legenda, bukan sebagai dugaan… melainkan fakta yang mereka yakini sepenuhnya. Bahkan reinkarnasi pemilik sihir hitam mengingat semua dengan jelas kejadian yang terjadi di kehidupannya sebelumnya.
Keheningan menekan ruangan itu. Bukan hanya Ragnar yang terkejut, tetapi Denzel, Dorian dan Theron sama terkejutnya. Mereka memang sudah menduganya, tapi siapa sangka Morgan lebih genius dalam hal ini. Sehingga tidak membutuhkan waktu lama maupun bersusah payah seperti mereka, ia berhasil menemukan kepastian tentang reinkarnasi ratu vampire dan reinkarnasi pemilik murni sihir hitam.
“Kau yakin tentang ini?” suara Ragnar kini lebih rendah dari bisikan.
“Saya sangat yakin, Yang Mulia. Karena saya telah mendengarnya sendiri,” jawab Morgan mantap.
“Sejak awal reinkarnasi pemilik murni sihir hitam itu sudah mengetahui tentang kehidupan masa lalunya. Karena itulah, dia meminta reinkarnasi sang ratu untuk menyembunyikan tanda reinkarnasinya dari anda atau siapapun. Sejak pertemuan pertama, dia sudah mengetahui siapa kita sebelumnya.”
“Dan tanda itu?” tanya sang raja. “Tanda yang hanya dimiliki ratuku. Apakah kau tahu dimana tanda itu berada?”
Morgan mengangkat kepala. Inilah bagian terpenting dari laporannya.
“Saya mengetahui letaknya, Yang Mulia,” katanya.
“Tanda berbentuk bulan sabit dan bunga red ryder lily, tanda reinkarnasi Ratu Vampir. Tanda itu muncul di belakang telinga kanannya. Tanda itu disembunyikan dengan make up dan rambutnya yang sering di urai begitu saja.”
Udara di ruangan itu terasa menegang, seolah dunia sendiri menahan napas. Namun, tak lama kemudian Ragnar tersenyum tipis. Senyum yang tidak pernah membawa keselamatan.
“Kerja yang sangat baik, Morgan.” ujarnya.
“Dengan ini, aku bisa memastikannya dengan mudah.”
Ia menoleh ke arah jendela tinggi, tempat malam masih berkuasa. “Takdir kali ini seolah terus berada di pihakku,” lanjutnya pelan. “Dan kali ini… aku tidak akan terlambat menjemput ratuku.”
Morgan menunduk dalam-dalam. Ia tahu, sejak malam ketika ia bergelayut sebagai kelelawar kecil di balik jendela itu, sejarah telah berubah arah dan dunia akan segera mengingat kembali nama sang Ratu Vampir.
“Lalu tentang pergerakan kaum werewolf dan penyihir hitam, Yang Mulia! Saya juga sudah menemukan sedikit informasi tentang mereka,” ujarnya lagi.
“Katakan!” titahnya.
Theron ikut berdiri, mengaktifkan peta ilusi. Bayangan wilayah kota dan hutan perbatasan muncul di udara. Kali ini Morgan tidak akan menjelaskan sendirian, tetapi dibantu oleh Theron yang tanpa sengaja menemukan lokasi pergerakan mereka secara pasti.
Dimana peta tersebut memperlihatkan beberapa titik merah, dimana Kaum werewolf dan penyihir hitam membangun kekuasaannya. Dan salah satu titik itu, berada dekat di tempat tinggal Ivory dan Elena berada.
“Kaum werewolf meningkatkan patroli di zona utara,” lapor Theron. “Mereka menggunakan kontrak darah palsu untuk menjebak klan-klan kecil dan manusia biasa. Sementara penyihir hitam—”
“—menggunakan ilusi ingatan,” sela Morgan. “Target utama… Yang Mulia Reinkarnasi Sang Ratu.”
“Penyihir hitam juga bekerjasama dengan kaum werewolf,” ujar Denzel ikut bersuara. “Jika mereka sudah bekerjasama seperti ini, maka targetnya bukan hanya reinkarnasi Yang mulia Ratu tetapi juga reinkarnasi dari pemilik murni sihir hitam.”
Denzel tiba-tiba tertawa kecil. “Oh, sekarang aku mengerti tentang beberapa penyihir hitam yang menemui Elena secara diam-diam saat itu,” katanya santai sambil menyandarkan tongkatnya ke kursi. “Mereka menginginkan Elena kembali berdiri di pihak mereka.”
“Tapi bukankah mereka sudah memiliki pemimpin baru?” celetuk Dorian yang tanpa sadar memunculkan banyak teka-teki yang harus mereka selesaikan.
Ruangan seketika hening.
Semua mata pelan tapi pasti, bergeser ke arah Denzel. Seakan tatapan mereka mengatakan bahwa ia pasti mengetahui jawaban dari teka-teki tersebut. Denzel yang menyadari arti tatapan itu langsung menyipitkan mata. “Kenapa kalian menatapku seperti itu? Mana aku tahu apa yang sedang mereka coba rencanakan terhadap reinkarnasi pemilik murni sihir hitam.”
Namun, tatapan itu masih tidak berhenti. Mereka masih menatap Denzel seolah hanya penyihir agung sepertinya yang bisa menyelesaikan teka-teki ini. Merasa tidak nyaman dengan tatapan mereka, Denzel akhirnya menyerah. Ia mengangkat kedua tangan. “Baik, baik. Aku akan berusaha mencari tahu tentang rencana mereka. Tapi dengarkan ini.”
“Kaum werewolf licik, iya. Penyihir hitam manipulatif, tentu. Kalian tenang saja, untuk masalah penyihir hitam aku yang akan mengurusnya. Namun, untuk kaum werewolf sebaiknya Yaang mulia langsung yang menangannya. Yang Mulia, anda tidak lupa tentang Ren yang berusaha mendekati reinkarnasi, Ratu bukan?”
“Baiklah, aku mengerti!”
Ragnar jelas tidak akan membiarkan Ren atau siapapun itu mendekati Reinkarnasi dari ratunya, setelah penyerangan yang mereka lalui malam ini.
“Tapi Yang mulia… Baik kaum werewolf maupun penyihir hitam, tidak satu pun dari mereka semematikan—” Ia berhenti, menyeringai. “—amarah Reinkarnasi Ratu Ivory, bukan?”
Morgan tanpa sadar bergumam, “Reinkarnasi Ratu memang terlihat… marah dan murung sejak insiden penyerang itu. Tapi dari pembicaraan yang aku dengar, dia lebih merasa sedih dan kecewa karena Yang mulia menipu dan mempermainkannya.”
Bersambung ….
Jangan sampe ada pertumpahan darah. Ya, meskipun kaum Vampir memang identik dengan hal itu... 😩
Tubuhnya masih belum menerima kekuatan sihirnya... Sehingga Denzel harus turun tangan untuk mengendalikan sihir hitam milik Elena...
Ivory yang sabar yah, aku yakin kakakmu akan baik-baik saja.. Benar kata Ragnar, sebaiknya kamu tinggal di Istana dulu.. Karena kaum Werewolf masih berkeliaran... 😩
Dan sekarang, Ivory udah pulang ke rumahnya, ke Istana nya bersama Ragnar...
Kabar Elena gimana yah? Apa dia udah baik-baik saja?
Karena kalo ngga, nyawa Dorian sendiri yang jadi taruhannya 🤣