ini karyaku yang ke enam, mohon dukungan nya ya....
*************
Eltav Aarav Exellenza (baxter), seorang cowok berusia 17 tahun dan hidup seorang diri dengan ketiga maid nya meskipun ia masih memiliki keluarga. keluarga nya tidak peduli pada nya kecuali abang nya apalagi ia baru mengetahui bahwa diri nya hanyalah seorang anak angkat.
ia sangat tertutup dan enggan menceritakan kisah hidup nya pada orang lain termasuk sahabat satu satu nya. ya, hanya sahabat nya lah yang mau berteman dengan nya sedangkan yang lain hanya menganggap nya seperti sampah, namun semua itu tidak pernah di hiraukan oleh nya.
hingga suatu saat, ia menemukan dua anak kecil yang berbeda usia yang tertidur di bawa guyuran air hujan tepat di depan gerbang rumah nya.
siapakah dua anak kecil tersebut? apakah Eltav akan menolong dan merawat mereka atau akan membiarkan nya begitu saja? silahkan ikuti kisah nya dan jangan lupa berikan like, komentar, subcribe dan vote ya, terima kasih dukungan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FZR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MK 11 |MELAMPIASKAN AMARAH PADA MUSUH|
Sesampai nya di rumah, Eltav langsung pergi ke kamar nya untuk berganti pakaian setelah itu pergi ke ruang kerja nya.
"El, di bawah ada Regan sama kakak kelas" ucap Zufa memberitahu.
"suruh mereka nunggu di ruang khusus dulu" jawab Eltav.
"baik"
"buna, daddy tenapa?" tanya Faren yang berada di gendongan ya.
"daddy lagi sibuk sayang, jadi jangan di ganggu ya" Fayren pun mengangguk.
Fayren terus menatap pintu ruang kerja daddy nya, sebenar nya ia ingin bersama sang daddy namun seperti nya sang daddy tidak bisa di ganggu saat ini.
"mana El, Zuf?" tanya Devan.
"di ruang kerja nya, dia nyuruh kalian nunggu di ruang khusus" jawab Zufa.
"baiklah, terima kasih" ucap Regan.
Regan dan Abigail cs pun pergi ke ruang khusus dengan di ikuti oleh Joy. Tak lama Eltav masuk dengan aura yang berbeda dari sebelum nya.
Tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut Eltav dan Eltav mengirim file ke email masing masing dan meminta mereka untuk membaca nya.
"apa rencana lo lord?" tanya Regan yang merupakan tangan kanan Eltav.
"kita urus anak buah nya dulu yang sudah tertangkap dan kita cari informasi dari nya, besok malam atau lusa kita serang mereka" ucap Eltav dalam mode pemimpin.
"kapan kita ke sana?" tanya Abigail.
"nanti malam saja. Bubar"
Mereka semua pun keluar dan duduk di ruang keluarga di mana di sana sudah ada Zufa, Divya, Davin, Lyora, Darion dan duo kecil.
"sudah El?" tanya Zufa.
"hm"
"daddy sakit?" tanya Feyza.
"daddy gak papa girl, it's ok"
"masalah restoran lo biar gue aja yang urus El" ucap Joy.
"gak usah bang...."
"lo urus aja masalah anak anak lo. Lo punya gue sama kedua abang lo El, jadi jangan kita selesaikan masalah nya sama sama" ucap Joy.
"kakak dan mommy papa juga ada buat kamu kok El, kami siap bantu kamu kapan pun karna kita kan keluarga" ucap Divya sambil memeluk Eltav.
Kedua anak nya juga ikut mendekat dan memeluk nya, mereka membarikan semangat pada sang daddy meskipun mereka tidak mengerti apa yang para orang dewasa bicarakan dan masalah apa yang di hadapi sang daddy.
"jangan lupakan kami El" ucap Regan.
"kamu gak sendiri boy" ucap Darion sambil menepuk pelan pundak putra bungsu nya.
Eltav hanya diam, tidak menolak juga tidak membalas pelukan sang kakak dan hati nya juga menghangat. Padahal sebelum nya ia selalu menyelesaikan masalah nya sendiri bahkan memendam nya sendiri.
Pada akhir nya Eltav menangis karna merasa diri nya hanya sendiri, ternyata salah, keluarga nya bahkan sahabat dan abang angkat nya bersedia membantu nya. Tak hanya mereka, kedua anak nya pun juga ikut menyemangati nya.
Regan yang melihat Eltav menangis untuk pertama kali nya pun tersenyum tipis dan terenyuh karna melihat sisi rapuh sahabat nya.
Sedangkan Abigail cs yang juga melihat sisi rapuh Eltav pun tertegun karna yang mereka kira bahwa Eltav kuat dan tidak peduli orang orang yang menghina dan mencaci nya ternyata semua nya di pendam sendiri.
Zufa sendiri hanya diam menatap Eltav, ia mengira Eltav tidak mengerti apa yang ia rasakan selama ini namun ternyata ia salah dan bisa di katakan bahwa masa lalu mereka hampir sama.
✴✴✴
Malam hari nya selesai makan malam, Eltav, Regan, Abigail cs, dan ketiga abang nya bersiap pergi ke markas. Zufa dan yang lain nya berada di rumah.
"daddy" panggil kedua anak nya.
"kalian sama buna dulu ya, daddy gak lama kok" ucap Eltav.
Setelah itu mereka benar benar berangkat, abigail cs lagi lagi tidak menyangka bahwa Eltav derajat nya jauh berada di atas mereka apalagi saat ini Eltav menaiki motor sport keluaran terbaru.
30 menit kemudian, mereka pun sampai di markas. Anak buah Eltav yang tinggal di sana pun menyambut mereka dan mengatakan bahwa tawanan sudah berada di ruang gelap.
Eltav yang sedari tadi pagi sudah menahan emosi nya pun langsung bergegas pergi ke ruang gelap, Joy dan Regan pun segera menyusul takut Eltav lepas kendali dan Abigail cs pun juga ikut ke ruang gelap.
Ruang gelap bukan lah ruangan yang berada di bawah tanah melainkan sebuah ruangan yang bisa di katakan seperti gudang tepat di belakang markas, ruangan tersebut terlihat luas. Ada satu lemari berisi senjata, satu lemari berisi suntikan dan berbagai ramuan, racun beserta penawar nya, ada juga yang berupa bubuk dan pil dan semua itu hasil ciptaan Eltav sendiri tanpa ada yang mengetahui nya.
"bangunkan mereka, lalu keluar" titah Eltav.
Anak buah nya pun langsung melaksanakan yang di perintahkan bos nya, setelah membangunkan tawanan ia pun pamit keluar.
"siapa kalian? Berani sekali kalian menangkapku!!!" ujar nya.
"kau gak menyadari kesalahanmu hingga membuatmu terkurung di sini?" tanya Eltav.
"gak, aku gak berbuat apa apa" jawab nya.
"lalu, bagaimana dengan dua orang yang kau celakai hingga masuk rumah sakit?"
"itu gak ada hubungan nya sama kamu, lagian saya gak kenal sama kamu" bantah nya.
"ss 1, jelaskan siapa saya" titah Eltav pada Regan.
"perkenalkan saya ss 1, pasti sudah tidak asing lagi dengan nama itu kan" ucap Regan.
"ss 1!! Jangan jangan...."
"benar, saya adalah tangan kanan dari panter darkness dan orang tadi adalah ketua kami yakni demon death, kau pasti juga sudah tidak asing dengan julukan itu kan"
"aku gak ada hubungan apa apa sama gangster kalian, lepaskan aku"
BUGH BUGH BUGH
"sudah membuat anak buah saya masuk rumah sakit, masih tetap tidak mau mengakui"
"aahhkk....awas aja kamu, ketuaku pasti akan datang menyelamatkanku"
"menyelamatkanmu? Seharus nya sudah sejak tadi ketuamu menyerang markas saya untuk menyelamatkanmu apalagi saya hanya lah gangster kecil, tapi apa? Sampai sekarang tidak ada tanda tanda dia menyerang markas saya"
BUGH BUGH
PAK DUK DAK
BUGH BUGH
KREK
KREK
KREK
KREK
"aakkhh....hentikan"
Eltav tidak mengindahkan permintaan nya, Eltav menuju lemari racun nya dan mengambil sebuah pil serta dua suntikan yang sudah ia isi dengan sebuah cairan, tak lupa ia juga mengambil cambuk.
Eltav pun meminumkan pil tersebut dan memberikan satu suntikan pada tawanan pria nya lalu satu suntikan lagi ia berikan pada tawanan wanita.
CTAS CTAS CTAS
CTAS CTAS
CTAS
CTAS
CTAS
Eltav terus mencambuk kedua tawanan tersebut hingga puas, setelah itu ia mengajak yang lain untu keluar. Saat keluar, ia memerintahkan anak buah nya yang berjaga di depan ruang gelap untuk mengatur posisi kedua tawanan tersebut sesuai arahan nya.
Setelah memberikan arahan, Eltav pun pergi ke kamar nya untuk membersihkan diri dan berganti pakaian kemudian setelah itu ia pulang bersama yang lain nya.
✴✴✴
"kalian berempat tidur di sini aja, udah malem, kamar nya pilih aja di atas yang gak ada nama nya" ucap Eltav datar setelah sampai rumah.
"baiklah, terima kasih" ucap Abigail.
"hm"
"eh terus lo tidur di mana Gan?" tanya Digo.
"dia udah ada kamar khusus di sini" bukan Regan yang menjawab melainkan Joy.
"oh, gue kira di gak ada di kasih kamar" ucap Griffon.
"enak aja" ucap Regan.
"berarti lo udah sering nginep di sini dong" ucap Abigail.
"kadang aja cuma buat nemenin Eltav aja, soal nya dulu cuma bang Joy doang yang di sini" jelas Regan.
"alasan" gumam Joy malas.
"gue duluan, selamat malam" ucap Devan yang sedari tadi hanya diam.
Akhir nya mereka semua pun pergi ke kamar masing masing. Sedangkan di sisi Eltav, ia melihat pemandangan yang menenangkan di mana kedua anak nya sedang tertidur pulas di kasur nya dengan di temani oleh Zufa.
Eltav pun membenarkan selimut mereka lalu pergi ke kamar mandi untuk bebersih, setelah itu ia mengecup kening ketiga nya dan menatap lama wajah Zufa yang terlihat damai saat tidur.
(aku masih belum yakin sama perasaanku ke kamu, tapi yang pasti kamu selalu buat aku dan anak anak nyaman) batin Eltav.
Eltav pun tidur di sofa karna ia tidak mau cowok yang cari cari kesempatan meski sebenar nya ia bukan lah cowok seperti itu dan ia hanya ingin menjaga harga diri seorang cewek.
Perasaan nya pada Mifa sudah sirna begitu saja kala ia mengetahui bahwa Mifa ternyata juga suka bermain pria, dan rasa itu kini beralih pada Zufa meski ia belum yakin sepenuh nya tentang perasaan nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...