NovelToon NovelToon
Kekuatan Di Belakang Ku Menekan Seluruh Surga

Kekuatan Di Belakang Ku Menekan Seluruh Surga

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Timur / Peradaban Antar Bintang / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:893
Nilai: 5
Nama Author: wusan

Di semesta tanpa akhir, tempat miliaran ras tak berujung hidup berdampingan, berdiri banyak kekuatan tertinggi yang menguasai aliran reinkarnasi, berbicara langsung dengan Dao Agung, dan menekan seluruh era tanpa batas. Di antara semua kekuatan itu, hanya beberapa yang benar-benar mengguncang seluruh multisemesta.

Rumah Ilahi Ungu, sebuah kekuatan misterius dengan aura tak terbandingkan, hanya dengan sedikit gerakan saja mampu membuat tak terhitung banyaknya semesta bergetar ketakutan.

Keluarga Gu, keluarga kuno yang menyimpan rahasia tabu paling menakutkan. Mereka mengendalikan rahasia yang menekan seluruh era, dari masa lalu hingga masa depan.

Sekte Pedang Wuji, penguasa Dao Pedang tertinggi. Sekali pedang mereka terhunus, surga dan neraka tak terhitung jumlahnya gemetar dan bertekuk lutut.



dan anak muda bernama lu feng memiliki peradaban yang mengguncang seluruh multisemesta

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wusan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

gu xun er dari keluarga gu daerah tengah

Tameng emas muncul.

Saat tameng itu terbentuk—

Seekor naga emas melesat keluar, mengitari langit seluas jutaan mil.

Naga itu meraung keras, menekan segala sesuatu di sekitarnya, membawa aura naga yang agung dan menakutkan.

Namun sayang—

Qi pedang putih itu membelahnya seperti tahu.

Naga emas terkoyak, tameng emas terbelah dua.

Qi pedang langsung melukai tubuh sang jenderal.

“Ahh!”

Jenderal tua itu menjerit kesakitan, tubuhnya terlempar mundur.

“Tetua Kelima, apakah Anda ingin memulai perang antara sekte Anda dan kekaisaran kami?”

Jika kaisar mengetahui bahwa bocah ini menyakiti pangeran, maka kekaisaran pasti akan meminta penjelasan!”

Ia menggeram pelan, matanya penuh tekanan.

Tetua Kelima mendengus dingin.

“Terus kenapa?”

“Apakah kau pikir Sekte Pedang Wuji takut?”

“Bukankah pangeranmu sendiri yang berkata, jika kalah maka dia akan keluar dari Sekte Pedang Wuji?”

“Maka mulai sekarang—”

“Saya umumkan.”

“Shangguan Yun, keluar dari Sekte Pedang Wuji.”

“Seluruh ingatannya tentang teknik sekte akan dihapus.”

Begitu kata-kata itu terucap—

Langit berubah warna.

Cahaya berwarna-warni menyelimuti awan.

Kekuatan aneh turun dari langit, menyelimuti tubuh Shangguan Yun.

Beberapa saat kemudian, cahaya itu menghilang.

“Hupp…”

Jenderal tua itu menghirup udara dingin.

“Membuat Dao Surgawi menghapus ingatan pangeran…”

“Sekte Pedang Wuji ini sungguh mengerikan…”

Ia menatap Lu Feng dengan niat membunuh yang pekat.

“Kami pamit.”

Ia membawa Shangguan Yun ke dalam kereta emas.

Jalan emas perlahan menghilang bersama mereka.

“Hebat! Lu Feng sungguh hebat!”

“Melawan alam Hidup dan Mati di ranah Raja Agung!”

“Hahaha! Bahkan Shangguan Yun kalah!”

“Sungguh jenius, setara kakak senior Jian!”

“Mulai sekarang Lu Feng adalah idolaku!”

Sorakan membanjiri lapangan.

Lu Feng turun, mendarat di dekat Jian Xiao Xue dan Tetua Kelima.

“Hahaha, bagus, nak.”

“Kau memberi pukulan yang sangat memuaskan.”

Tetua Kelima menepuk bahu Lu Feng.

“Aku sudah lama tidak suka bocah Shangguan itu.”

“Merasa superior hanya karena keluarga kekaisarannya kuat, hehe.”

Tetua Kelima mendengus.

Lu Feng hanya menangguk.

“Baiklah.”

“Sekarang pertunangan kalian bisa dimulai, kan?”

“Emm… Tetua Kelima, aku—”

Lu Feng hendak mengatakan sesuatu.

Namun suara indah memotongnya.

“Saya tidak setuju.”

Alunan musik terdengar.

Langit terbuka dengan cahaya megah.

Awan berputar, pelangi muncul menghiasi udara.

“Siapa itu?”

Tetua Kelima menatap ke langit.

“Keluarga Gu.”

“Gu Xuner.”

Nama itu terucap.

Seluruh lapangan langsung sunyi.

Para murid tercengang.

“Kenapa nona keluarga Gu ada di sini?”

Jian Xiao Xue tersenyum dingin.

Ia sudah menduga—

Saingannya akhirnya muncul.

Keluarga Gu—

keluarga misterius dari Daratan Tengah yang muncul lima puluh tahun lalu.

Saat keluarga Gu pertama kali muncul, banyak kekuatan besar merasa penasaran.

Beberapa kaisar bahkan menggunakan kemampuan surgawi untuk mengintip asal-usul mereka.

Namun hasilnya hanya satu.

Kematian.

Siapa pun yang mencoba menyelidiki keluarga Gu akan mati tanpa jejak.

Konon, menurut salah satu ahli deduksi tertinggi, keluarga Gu adalah tabu terlarang yang tak boleh diprovokasi.

Meski begitu, masih ada kekuatan besar yang tidak percaya.

Kekaisaran, sekte-sekte tingkat kaisar, semuanya merasa belum yakin.

Pernah ada satu sekte besar—

memiliki dua Kaisar Agung sebagai penjaga, akumulasi kekuatan jutaan tahun.

Mereka menyinggung keluarga Gu.

Lalu—

Sebuah kejadian besar mengguncang Daratan Tengah.

Langit meredup.

Surga menangis.

Kekuatan dahsyat turun, menekan sekte itu hingga menjadi abu sejarah.

Dua Kaisar Agung dibunuh langsung oleh seorang Kaisar Agung dari keluarga Gu.

Satu telapak tangan saja—

Puluhan miliar mil hancur.

Seluruh sekte diratakan hingga tak tersisa.

Sejak saat itu, nama keluarga Gu menjadi tabu.

Tak ada sekte atau kekaisaran yang berani menyinggung mereka lagi.

Terlebih lagi—

Keluarga Gu tampaknya memiliki hubungan dengan Sekte Pedang Wuji di wilayah timur.

Ini membuat seluruh kekuatan Daratan Tengah gelisah.

“Apa sebenarnya Sekte Pedang Wuji itu?”

“Kenapa mereka bisa berafiliasi dengan keluarga Gu?”

Bahkan pernah, dalam pertemuan akbar lima benua—

para kaisar dari berbagai kekuatan hadir.

Kaisar Sekte Pedang Wuji

dan Kaisar keluarga Gu—

berbicara bebas, seolah teman lama.

Hal itu membuat banyak pihak merasa aneh dan waspada.

Kini—

Nona muda keluarga Gu, Gu Xun’er, muncul di sini.

Untuk apa?

“Astaga, lihat ke balik awan!”

Seorang murid menunjuk ke pusaran awan pelangi.

Dari sana—

Turun sebuah kaki indah, halus seperti giok, tak tertandingi.

Langkahnya anggun seperti anggrek.

Tangga cahaya berkilau muncul di bawah kakinya.

Seorang wanita muda turun perlahan.

Gaun emas selutut membalut tubuhnya.

Kakinya terbalut kaus indah, ramping dan memukau.

Wajahnya cantik, imut, dan menawan.

Lekuk tubuhnya sempurna, sulit dicari tandingan.

“Astaga… cantiknya.”

“Kecantikannya setara dengan kakak senior Jian Xiao Xue.”

Seorang murid berteriak dengan mata berbinar.

Bahkan para murid perempuan pun terdiam.

Malu, merasa tak pantas dibandingkan.

Wanita muda itu mendarat anggun—

tepat di samping Lu Feng.

Ia tersenyum.

Senyum yang membuat seluruh lapangan terasa hangat dan damai.

Bahkan Istana Bunga Surga pun terasa kalah indah.

“Kakak Lu Feng.”

Suara lembut itu terdengar manis.

Lu Feng tertegun.

“Ini…”

“Xun’er kecil?”

“Apa yang dia lakukan di sini?”

Lu Feng berpikir dalam hati.

Di atas awan—

Qi gelap seluas miliaran mil berputar.

Sosok Ling Ying terbentuk.

Ia menatap ke bawah dan menghela napas pelan.

“Apa yang sebenarnya diberikan anak Lu itu…”

“Sampai nona muda bisa sejauh ini.”

Tiba-tiba—

Fluktuasi kekuatan dahsyat muncul.

Ling Ying mengernyit.

Sebuah suara turun dari kehampaan.

“Kami akan menyapa teman lama dari Sekte Pedang Wuji.”

“Jaga Xun’er.”

Ling Ying langsung tahu siapa itu.

Ia menangkupkan tangan.

“Sesuai perintah, Kaisar Dewa.”

Kekuatan dahsyat itu pun bergerak—

turun menuju aula kuno Sekte Pedang Wuji.

Di aula kuno Sekte Pedang Wuji,

dua Kaisar Pedang berjaga dalam keheningan.

Tiba-tiba, kedua mata mereka terbuka bersamaan, menatap ke langit.

“Hantu tua Gu, kenapa kamu kemari?”

Suara dingin terdengar.

“Hehehe… hantu tua Jian, aku datang menyapa. Apa tidak boleh?”

Sebuah sosok muncul dengan senyum riang.

Gu Lie.

Kaisar kedua dari keluarga Gu.

Empat puluh tahun lalu, saat ia membantai kekuatan tingkat kaisar, wajahnya tanpa ekspresi.

Namun sekarang, senyumnya santai seolah sedang berkunjung biasa.

Ia menatap Kaisar kedua Sekte Pedang Wuji.

Jian Li.

“Hmph, hantu tua Gu.”

“Aku tahu kau pasti punya niat buruk.”

“Setiap kali kau datang ke sini, pasti membawa nona Xun’er itu untuk bersaing dengan nona muda kami.”

Nada Jian Li jelas tidak senang.

“Siapa yang tahu niat busuk apa lagi yang kau simpan.”

“Huh, kalian berdua saja yang bicara.”

Kaisar pertama Sekte Pedang Wuji membuka suara pelan, lalu kembali menutup matanya.

Ia sudah terlalu paham sifat dua orang ini.

Begitu bertemu, pasti saling adu mulut.

“Hahaha.”

Gu Lie tertawa.

“Nona mudaku mendengar bahwa nona muda kalian akan bertunangan dengan anak Lu itu.”

“Jadi dia tidak terima dan datang kemari.”

“Mungkin sebentar lagi dia akan menantang nona muda Jian kalian.”

Gu Lie tersenyum penuh arti.

“Hehe, hantu tua Gu.”

“Kau akan kecewa.”

“Nona muda kami telah membangkitkan Tubuh Pedang Segala Zaman.”

“Tak tertandingi di seluruh surga dan zaman.”

Jian Li berdiri di samping Gu Lie.

Keduanya berjalan di kehampaan, menatap ke bawah—

ke arah lapangan sekte, tempat Jian Xiao Xue, Lu Feng, dan Gu Xun’er berada.

“Hahaha!”

“Hantu tua Jian, justru kau yang akan kecewa.”

“Nona mudaku telah membangkitkan Darah Tertinggi.”

“Kemurniannya hampir menyamai leluhur pertama kami.”

“Tak kalah dengan Tubuh Pedang Segala Zaman dengan garis keturunan tabu tertinggi.”

Gu Lie tertawa keras, penuh kebanggaan.

“Darah tertinggi?”

Jian Li mengerutkan kening.

Ia tahu betul—

Dalam hal bakat, darah tertinggi keluarga Gu memang mengerikan.

Ia mampu menyaingi beberapa tubuh pertama di seluruh surga.

Termasuk Tubuh Pedang Segala Zaman.

Bahkan tubuh pertama di surga pun hanya sedikit lebih unggul.

Namun garis keturunan keluarga Gu—

benar-benar bisa menandingi mereka.

Inilah yang membuat keluarga Gu begitu mengerikan.

1
Daud Nikolas
lanjut thor
master x
oke bg gw lanjut
Daud Nikolas
lagi thor
Daud Nikolas
lanjut thor
Daud Nikolas
keren
Daud Nikolas
semangat thor💪
Daud Nikolas
bagus sih,kalau untuk genre fantasy adu latar belakang 🤣🤣
master x
keren😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!