Sebagai Putri Changle, seharusnya ia menikmati kemewahan dan cinta. Namun, gadis modern ini justru terperangkap dalam tubuh seorang putri kuno dengan masa lalu yang mengerikan: dikhianati oleh kekasihnya sendiri, disiksa tanpa ampun, dan meregang nyawa dalam kesengsaraan. Takdir memberinya kesempatan kedua. Dengan Sistem Poin dan Ruang Ajaib sebagai senjatanya, Putri Changle bangkit dari kematian untuk menuntut balas.
Setiap poin yang dikumpulkan adalah langkah menuju pembalasan. Setiap level yang diraih adalah tameng untuk melindungi diri dari musuh-musuh yang mengintai. Namun, semakin dekat ia dengan tujuannya, semakin dalam ia terjerat dalam labirin rahasia kelam yang mengubur masa lalunya dan asal-usul Sistem itu sendiri.
Mampukah Putri Changle mewujudkan dendamnya, ataukah ia hanya pion dalam permainan yang jauh lebih besar dan berbahaya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itsme AnH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menikahi Guan Shiqing
“Tuan Muda Xie, apa maksudmu dengan ini?” tanya Song Zhiwan dengan senyum tipis penuh kepura-puraan, matanya menyiratkan kebingungan yang dibuat-buat. “Bukankah tadi kamu datang melamarku dengan membawa seratus kotak hadiah? Kenapa tiba-tiba kamu malah ingin menikahi Guan Shiqing?”
Keheningan menggantung dan Xie Zhan tetap diam, matanya menatap dalam tanpa jawaban.
Di sudut ruangan, Guan Shiqing terlihat gemetar panik, napasnya terengah-engah seperti tertahan beban dunia.
“Oh, ya ....” Song Zhiwan seolah baru teringat sesuatu yang sangat penting, suaranya bergetar halus mengusik suasana hening. “Apa kata-kata Guan Shiqing tadi? Dia ... dia bilang kamu harus menyelamatkannya dan anakmu?”
Wajah Song Zhiwan berubah, dari pura-pura bingung menjadi penuh terkejut yang dramatis, seolah menemukan sebuah rahasia menggemparkan. “Apa mungkin ... dia mengandung anakmu?”
Tatapan dingin Pangeran Qin dan istrinya menusuk, membekukan udara di antara mereka. Raut wajah mereka menjadi tajam, seperti pisau yang siap membelah kenyamanan.
Meski hatinya bergetar, Xie Zhan tetap berdiri tenang. Dia membalikkan tubuhnya perlahan, merangkul Guan Shiqing yang tampak lemas di lantai, membantunya berdiri.
Semuanya terdiam, melihat perlakuan lembut Xie Zhan—sebuah pemandangan yang membuat ketegangan semakin membungkus aula pertemuan itu.
Tatapan xie Zhan dan Guan Shiqing bertemu, memancarkan kehangatan yang tak terucapkan. Di dalam keheningan, sebuah rahasia tertangkap dalam tatapan mereka, seolah mereka berbagi suatu ikatan yang tak terpecahkan.
“Tidak bicara berarti setuju.” Song Zhiwan melontarkan kalimat itu dengan suara dingin penuh racun. Matanya menyipit, menyapu setiap gerak Xie Zhan. “Tidak heran, setiap kali kau datang ke rumah, selalu membawa dua—entah itu kue, jepit rambut, atau hadiah kecil lainnya.”
Mendengar itu, Guan Shiqing seketika menarik tangan yang masih berada di genggaman Xie Zhan. Panik membuncah dalam dadanya, dia menunduk demi menghindar dari tatapan tajam Song Zhiwan.
“Ternyata yang satunya untukmu, Guan Shiqing ....” Suara Song Zhiwan menggema pelan, tapi menusuk seperti embusan angin dingin di tenggorokan.
Guan Shiqing ingin membantah, melawan tudingan itu, tapi suara Song Zhiwan kembali menggema, memutus segala keberanian.
“Kalian sudah lama berselingkuh ... tapi terus-menerus menipuku!”
“Putri—” Xie Zhan hendak membela diri, tapi kata-katanya terputus oleh suara Song Zhiwan yang menusuk seperti belati.
“Tutup mulutmu!” Tatapan Song Zhiwan menyambar, tajam dan tak terbantahkan. “Tidak perlu banyak bicara lagi! Guan Shiqing telah melayaniku bertahun-tahun tanpa lelah. Jika kau ingin menikahinya, aku tak akan menghalangi. Tapi ingat baik-baik.” Suaranya mengeras, “Mulai hari ini, kalian berdua dan semua urusan Rumah Pangeran Qin, tidak ada hubungannya lagi!”
Guan Shiqing menatap Xie Zhan dengan mata penuh ketakutan dan kebingungan, seolah dunia tiba-tiba runtuh di sekelilingnya.
Mereka berdua hanya bisa saling berpandangan, terpaku dalam keheningan yang memecah, tanpa daya menentang keputusan keras itu.
“Antar mereka keluar!” perintah Song Zhiwan menggema dan tak terbantahkan.
Di saat yang sama, suara Momo muncul di kepala Song Zhiwan dengan ceria, kontras dari ketegangan yang menyelimuti. “Host, selamat! Anda mendapatkan tambahan 2000 poin!”
Mata Song Zhiwan seketika membelalak, berkilau seperti menemukan harta karun tersembunyi di tengah badai yang mengguncang hidupnya. “2000 poin?” gumamnya dalam hati, darah berdesir penuh harap.
Rasa penasaran menggoda membuatnya ingin segera membuka sistem dan menukarkannya dengan hadiah menarik.
'Sepertinya aku harus memberikan hadiah pernikahan untuk Xie Zhan dan Guan Shiqing,' bisiknya dalam hati, penuh kepuasan. 'Berkat mereka, poinku melambung tinggi.'
Diiringi tetes air yang jatuh dari langit, Guan Shiqing muncul mengenakan gaun merah berbalut misteri dengan cadar yang menutup wajahnya.
Di sisinya, Xie Zhan, sarjana muda yang mulai menapaki jalan kejayaan, berjalan bersama dengan percaya diri yang menyulut bisik-bisik di antara para penghuni Kediaman Pangeran Qin.
Seluruh rumah itu ikut mengiringi mereka keluar, mulai dari Song Zhiwan sendiri hingga ayah dan ibunya.
Ketika gerbang besar itu terbuka perlahan, ratusan pasang mata rakyat yang berkerumun langsung terpaku, memandang dengan berbagai rasa—penasaran, kagum, dan disertai bisik-bisik penuh kebencian.
Song Zhiwan berdiri tegap di depan gerbang, matanya tajam mengawasi pelayan yang mengangguk pelan.
Dengan langkah pasti, Xiao Lan maju ke depan mengeluarkan suara yang menggema, memecah kesunyian udara dingin. “Tuan Muda Ketiga dari Rumah Changyuan, sarjana muda Xie Zhan, mengirim seratus peti hadiah untuk menikahi pelayan Rumah Pangeran Qin, Guan Shiqing!”
Xiao Lan tampak bangga memberikan pengumuman, tetapi ada makna tersembunyi dari balik kata-katanya.
Dengan pengumuman mengejutkan itu, Song Zhiwan berhasil mengguncang kota—membalikkan rumor yang selama ini beredar—bahwa dialah sosok di balik pertemuan rahasia dan janji pernikahan yang tersembunyi dengan Xie Zhan.
Kini, segala tanya dan bisik-bisik menjadi bara yang membakar reputasi mereka semua.
Tiba-tiba, angin kencang dan menyapu selendang merah yang menutupi wajah Guan Shiqing hingga terangkat, terbang terbawa hembusan tanpa ampun.
Xie Zhan menahan napas, matanya membulat menatap wajah yang tak lagi tersembunyi itu. Guan Shiqing bahkan lebih terkejut, gemetar di balik terkuaknya rahasia.
Tanpa ragu, Xie Zhan merentangkan lengan jubah besarnya, menutupi wajah Guan Shiqing seolah ingin melindunginya dari tatapan tajam dunia.
“Ternyata, Xie Zhan menikahi seorang pelayan dengan cara seperti ini?” bisik seorang penonton penuh ejekan, suaranya menebar racun di antara kerumunan. “Kalau begitu, yang sering diam-diam bertemu dengannya bukan Putri Changle, melainkan pelayan rendahan itu!”
Song Zhiwan tersenyum lirih, puas dan penuh kemenangan yang membara di matanya.
Di seberangnya, wajah Guan Shiqing tertutup awan kelabu kesedihan, sementara sorot mata Xie Zhan memancarkan amarah membara, menusuk tajam ke arah warga yang tanpa ampun mencemooh istrinya.
"Kalian—" geram Xie Zhan, suaranya bergetar menahan gelombang kemarahan yang menggelegak.
"Tentu saja, mana mungkin Putri Changle berbuat hina seperti itu," sahut seorang wanita sinis, suaranya seperti racun yang menebar di tengah kerumunan.
"Biarpun Rumah Changyuan ingin menggapai puncak, bukan berarti mereka harus menjatuhkan diri dengan cara rendahan," tambah lainnya, tawa dinginnya menusuk hingga ke tulang.
Bisik-bisik kebencian menyebar seperti api liar, menghanguskan kepercayaan dan harga diri yang tersisa.
Xie Zhan dan Guan Shiqing berdiri kaku, tak berdaya melawan derasnya hinaan.
Dengan tangan gemetar, Xie Zhan meraih selendang yang tergeletak di lantai, membalutkan kain itu ke kepala Guan Shiqing yang menunduk, terkoyak oleh rasa malu yang menggerogoti jiwa.
Di bawah tatapan tajam dan penuh ejekan, mereka melangkah ke tandu pernikahan, payung rumah Changyuan menaungi mereka seperti tirai kegetiran yang tak terelakkan.
Guan Shiqing duduk dalam diam, matanya membakar dengan dendam, menatap tajam pada Song Zhiwan sebelum akhirnya menutup tirai dengan kasar, memisahkan diri dari dunia yang menghinanya.
"Xiao Lan, orang yang kuperintahkan sudah bersiap?" tanya Song zhiwan pada pelayan barunya, pengganti Guan Shiqing.
"Jangan khawatir, Putri... Anda pasti puas," kata Xiao Lan percaya diri, membuat senyuman dingin terukir di wajah cantik Song Zhiwan.
kmana nih momo....... gunakan sistem dong.....
sistem apa? greget bgt.. masalah nya cuma berputar2 di sini aja ga selesai- selesai. trs kelebihan putri cangle apa? masa lemah bgt. mudah di tindas, mau di skip tp penasaran. wkwkwk 🤣🤣🤣🤣
bagusan pemeran perempuan pas novel perempuan beracun kesayangan pangeran lebih cerdas & keren😄
semangat nulisnya😍😍😍