NovelToon NovelToon
AKU BUKAN WARTEGMU, MAS!

AKU BUKAN WARTEGMU, MAS!

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Selingkuh / Balas Dendam
Popularitas:23.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

Senja, seorang Arsitek berbakat dengan karier gemilang di Bali, memilih melepaskan proyektor dan penggarisnya demi sebuah janji suci. Ia jatuh cinta pada Rangga, mantan pengamen jalanan yang ia temui di tikungan parkir kantornya.

Demi "merajakan" sang suami, Senja resign dari firma arsitek, menguras tabungan untuk memodali karier Rangga menjadi DJ, hingga rela belajar memasak demi memanjakan lidah suaminya. Bagi Senja, rumah pribadinya adalah istana tempat ia mengabdi sepenuhnya.

​Namun, saat Rangga mulai sukses dan dipuja banyak orang, dia lupa siapa yang membangun panggungnya. Rumah hanya dijadikan tempat "numpang makan" dan ganti baju, sementara hatinya jajan di kamar hotel setiap luar kota.

Senja tidak akan menangis bombay. Jika Rangga hanya butuh pelayanan gratis tanpa kesetiaan, dia salah alamat. Senja siap menendang benalu itu dari rumahnya!

​"Aku istrimu, Mas. Bukan Warteg tempatmu numpang makan saat lapar, lalu kau tinggalkan setelah kenyang!"

Jam update:07:00-12:00-20:00

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6: Gemerlap Dunia DJ

Seiring dengan alat-alat baru yang dibelikan Senja, karier Rangga di Semarang memang melesat seperti anak panah. Dengan koneksi dari mantan klien arsitektur Senja yang sering mengadakan pesta privat, nama "DJ Rangga" mulai dikenal di kalangan sosialita dan pemilik klub malam. Tapi, sebanding dengan naiknya popularitas Rangga, semakin jauh pula jarak yang tercipta di antara mereka di dalam rumah.

​Pagi itu, Senja terbangun dengan sisi tempat tidur yang sudah dingin. Rangga baru pulang jam empat subuh tadi dalam keadaan setengah mabuk, dan sekarang jam sepuluh pagi, suaminya itu masih meringkuk di bawah selimut tebal.

​Senja, dengan rambut yang masih terikat rapi meski wajahnya tampak lelah, mulai membersihkan kekacauan di ruang tamu. Ada jaket Rangga yang tergeletak di lantai, berbau campuran asap rokok dan parfum wanita yang sangat tajam. Senja memungut jaket itu, hidungnya mengernyit.

"​Mungkin ini bau parfum tamu-tamu di klub," pikirnya, mencoba menenangkan diri sendiri.

​"Mas, bangun yuk. Sudah siang. Katanya hari ini mau ada meeting buat acara tahun baru?" Senja mengelus lengan Rangga dengan lembut.

​Rangga mengerang, menarik selimutnya lebih tinggi. "Berisik, Sayang. Aku baru tidur berapa jam sih? Kepalaku pusing banget. Buatkan kopi sana, jangan banyak tanya dulu."

​Suara Rangga terdengar kasar, sangat berbeda dengan suara lembut yang dulu memuja Senja di pinggir pantai Jimbaran. Senja tertegun sejenak, hatinya seperti tercubit, tapi ia segera berdiri. "Iya, Mas. Maaf. Aku buatkan kopi dan sup hangat ya buat hilangin pusingnya."

​Di dapur, Senja kembali sibuk. Tangannya dengan lincah mengiris sayuran. Ia teringat janji Rangga dulu yang katanya akan menjadikannya ratu.

Tapi nyatanya, saat Rangga mulai punya uang sendiri—meskipun belum sebanding dengan modal yang Senja keluarkan—Rangga justru tidak pernah memberikan uang belanja.

​Semua kebutuhan rumah, mulai dari listrik, air, hingga bahan makanan, tetap keluar dari sisa tabungan Senja yang kian menipis. Rangga selalu beralasan, "Uangku masih kupakai untuk branding, Ja. Kita butuh beli iklan di media sosial, kita butuh sewa fotografer buat konten. Sabar ya, nanti kalau sudah besar, kamu akan aku ganti semuanya."

Dan Senja, sang Arsitek yang biasanya sangat logis dalam menghitung anggaran bangunan, tiba-tiba menjadi sangat buta dalam menghitung anggaran rumah tangganya sendiri.

​Sore harinya, Rangga sudah rapi. Ia berdiri di depan cermin besar di ruang tengah, menyemprotkan parfum berkali-kali ke leher dan pergelangan tangannya. Senja datang membawakan kemeja yang sudah ia setrika dengan sangat teliti.

​"Mas, nanti pulangnya jangan terlalu pagi ya? Besok Ibu mau datang dari rumah lama, katanya kangen pengen makan bareng kita," ucap Senja sambil membantu merapikan kerah kemeja suaminya.

​Rangga mendengus, matanya tetap tertuju pada cermin, mengagumi pantulan dirinya sendiri.

"Aduh, Sayang. Besok itu aku ada jadwal meeting penting sama pemilik Club Emerald. Masa aku batalin cuma buat makan sama Ibu? Ibu kan bisa makan sama kamu saja."

​"Tapi Mas, Ibu sudah sengaja buatkan manisan kesukaan kamu. Dia ingin ketemu menantunya."

​Rangga berbalik dengan wajah kesal. "Kamu tuh bisa nggak sih dukung karierku tanpa drama? Kamu pikir jadi DJ sukses itu gampang? Aku harus banyak sosialisasi, harus banyak keluar malam. Kamu sendiri yang mau aku sukses, kan? Sekarang pas aku sibuk, malah rewel."

​"Aku nggak rewel, Mas. Aku cuma..."

​"Sudahlah!" Rangga menyambar kunci motornya. "Jangan buat mood-ku rusak sebelum kerja. Kalau kamu bosan di rumah, ya gambar-gambar lagi sana, jangan ganggu aku dengan urusan makan siang."

​Rangga melangkah keluar tanpa mencium kening Senja. Suara motor sport-nya menderu keras di halaman, kemudian menghilang di telan kegelapan malam.

​Senja berdiri mematung di tengah ruang tamu yang luas dan sunyi. Ia merasa ada yang salah dengan struktur "rumah" yang sedang ia bangun ini. Fondasinya mulai retak, tapi ia masih berusaha menambalnya dengan rasa sabar yang dipaksakan.

​Ia berjalan ke studio depan, ruangan yang ia desain dengan sepenuh hati untuk suaminya. Di atas meja kerja Rangga, ia melihat sebuah struk belanjaan yang terjatuh di bawah kursi. Senja memungutnya. Itu struk dari sebuah toko perhiasan ternama di mall besar.

"​Beli kalung emas putih."

​Jantung Senja berdegup kencang. Ada rasa hangat yang menjalar di hatinya. "Apa Mas Rangga mau kasih kejutan buat aku? Apa ini kado buat anniversary pernikahan kita yang ke-tujuh bulan besok?"

​Rasa kesal Senja mendadak menguap. Ia merasa berdosa karena sempat berpikiran buruk pada suaminya. Ia tersenyum sendiri, membayangkan Rangga akan memakaikan kalung itu di lehernya besok malam. Ia segera merapikan studio itu dengan semangat, bahkan mencuci semua gelas kopi Rangga yang berserakan.

​Malam semakin larut, Senja tidak bisa tidur. Ia memutuskan untuk membuka Instagram. Ia mencari akun klub tempat Rangga manggung malam ini. Di sana, ada sebuah video story yang diunggah oleh akun resmi klub tersebut.

​Dalam video yang gelap dan penuh lampu kelap-kelip itu, Rangga terlihat sangat keren di balik meja DJ-nya. Ia sedang asyik memutar musik, sementara di sampingnya, seorang wanita cantik dengan pakaian minim berdiri sangat dekat, sesekali membisikkan sesuatu ke telinga Rangga sambil tertawa.

​Senja menelan ludah. Ia mencoba berpikir positif. Itu mungkin cuma tamu atau manajemen klub.

Tapi, matanya menangkap sesuatu yang membuat napasnya seolah terhenti. Di leher wanita itu, melingkar sebuah kalung emas putih dengan liontin kecil berbentuk hati. Modelnya persis sama dengan gambar yang ada di struk yang ia temukan di studio tadi.

​Tangan Senja gemetar. Ia memperbesar video itu. Benar. Itu kalung yang baru saja dibeli. Dan yang lebih menyakitkan, dalam satu detik video itu, Rangga sempat menoleh ke arah wanita itu dan mengusap pundaknya dengan sangat mesra, sebuah gerakan yang menunjukkan bahwa mereka punya hubungan lebih dari sekadar DJ dan tamu.

​Air mata Senja jatuh tepat di atas layar ponselnya. Rasa sakitnya melebihi saat ia kehilangan proyek besarnya di Bali dulu. Ini adalah pengkhianatan yang nyata, yang tersaji di depan mata secara digital.

​Tapi, sisi "Arsitek"-nya yang dingin tiba-tiba muncul di tengah badai emosi. Ia tidak berteriak. Ia tidak melempar ponselnya. Ia justru menarik napas panjang, menghapus air matanya, dan melakukan screen record pada video tersebut.

"​Kalau ini adalah perang, aku harus punya amunisi yang cukup," pikirnya dalam hati.

Malam itu, Senja tidak lagi menunggu suaminya pulang dengan rasa rindu. Ia duduk di meja makan, menatap piring krecek yang sudah ia siapkan untuk esok.

​"Kamu benar-benar menganggapku warteg, Mas. Tempatmu pulang saat lelah, tempatmu makan saat lapar, tapi di luar sana kamu membagikan kemewahan yang kubeli untuk wanita lain," gumam Senja pelan.

​Suara jam dinding terdengar seperti detak bom waktu. Senja tidak akan langsung meledak. Ia akan menunggu sampai waktunya tepat. Ia akan melihat seberapa jauh Rangga akan bersandiwara, sebelum ia merobohkan seluruh istana yang dibangun Rangga di atas penderitaannya.

​Senja kembali ke kamar, mematikan lampu, dan tidur dalam kegelapan. Untuk pertama kalinya, ia tidak lagi mendoakan Rangga. Ia sedang merancang sebuah skenario baru; bukan skenario bangunan, tapi skenario pembalasan yang paling menyakitkan bagi seorang pengkhianat.

1
Yayang Suami Risa
Rangga Axel itu mencintai Senja makanya mau melindungi Senja ngga kayak kamu yang cuma manfaatkan Senja
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁵ᴸ
kuliah byr sndri doni🤣
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁵ᴸ
jangan ambil pusing senja
ksh pelajaran aja buat rangga
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁵ᴸ
ibu anak SMA aja parasit🤣
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
udah ga ada hrpam sinta sembuh dari bucin
dh stadium akut😭
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
dlu sinta sibuk nasehati senja, skrng dia jilat ludah sndri 😭
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
semua habis sin
saking bucinnya ke mas dj dj
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
sinta dh dnger semua msh ga sadar😭
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
udah jelas bnget tpi egonya tinggi sisinta
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
sampah dipungut sin ga salah🤣
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
tetap seamangat senja🤗
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
nyusahin bnget si rangga😆
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
enak bnr suruh bayarin uang kuliah
wkwk doni mulutnya minta disambelin🤣
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
kan kan berulah lagi si serangga😌
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
jngn mau balikan senja😌
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
nah enak kan semua disita
wwk jdi gembel lg kamu😆
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
bagus kumpulin bukti" selingkuhan rangga buat bukti
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
wow chatnya rangga smaa cwe lain😌
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
wah udah mulai maen" si serangga ini
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
istri yang baik selalu doain suaminya eeh malah disuami asyik smaa yang lain astaga
kasian senja😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!