NovelToon NovelToon
Menjebak Jodoh

Menjebak Jodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / One Night Stand / Hamil di luar nikah / Pernikahan Kilat / Romansa
Popularitas:222.3k
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

Jodoh dicari ✖️

Jodoh dijebak ✔️

Demi membatalkan perjodohan yang diatur Ayahnya, Ivy menjebak laki-laki di sebuah club malam untuk tidur dengannya. Apapun caranya, meski bagi orang lain di luar nalar, tetap ia lakukan karena tak ingin seperti kakaknya, yang menjadi korban perjodohan dan sekarang mengalami KDRT.

Saat acara penentuan tanggal pernikahan, dia letakkan testpack garis dua di atas meja yang langsung membuat semua orang syok. ivy berhasil membatalkan pernikahan tersebut sekaligus membuat Ayahnya malu. Namun rencana yang ia fikir berhasil tersebut, ternyata tak seratus persen berhasil, ia dipaksa menikah dengan ayah janin dalam kandungan yang ternyata anak konglomerat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26

Alice menatap Yasa, berharap ia salah dengar barusan. Namun sebuah benda keras dan berat seperti langsung menghantam dadanya saat Yasa, laki-laki itu mengulangi kalimatnya sekali lagi.

"Dia calon istri gue." Yasa mendekati kedua wanita yang sama-sama tampak tegang tersebut. Keduanya dari kampus yang sama, hanya mungkin beda angkatan, tapi sepertinya tidak saling kenal.

Alice menggeleng, bibirnya mengulum senyum meski dipaksakan. "Enggak, gak mungkin," berusaha menyangkal. Yasa yang ia kenal tidak punya pacar, tidak pernah pacaran, tidak mungkin tiba-tiba muncul wanita yang di klaim calon istrinya. Ia menatap Ivy, sampai yang ditatap gugup, membuang pandangan ke arah lain. "Siapa lo?" tanyanya untuk kesekian kali, tangannya dengan kasar menarik dagu Ivy agar menatapnya.

"Dia calon istri gue, El," Yasa kembali menegaskan.

"Gue gak tanya elo!" menatap Yasa tajam, lalu kembali fokus pada Ivy. Tak akan puas sebelum mendengar jawaban langsung dari wanita itu. "Jawab pertanyaan gue!"

"Gue.... calon istrinya Yasa."

Deg

Tubuh Alice langsung oleng, lututnya terasa lemas. Yasa hendak memegang bahunya, namun ia tepis kasar tangan tersebut.

Ivy menatap Yasa, terlihat jelas gurat bersalah di wajahnya. Ia memang tak merebut Yasa, namun Alice patah hati karenanya.

"Sejak kapan kalian pacaran?" Dengan suara bergetar dan dada berkecamuk, Alice menatap Yasa dan Ivy bergantian. Apa ia merasa dibohongi disini, jawabannya iya. Karena yang ia tahu, Yasa tak punya pacar. "Lo," ia mencengkram lengan Ivy. "Apa lo tahu, kalau gue udah lama naksir dia?" sebelah tangannya menunjuk Yasa.

"Ma, maaf," Ivy menunduk dalam. Ia tidak takut pada Alice, namun rasa bersalah, membuat ia hanya diam, terima apapun yang dilakukan wanita itu.

"Gue gak perlu maaf lo!" bentak Alice, menatap Ivy nyalang dengan dada naik turun. "Jauhi Yasa, dia milik gue! Yasa calon suami gue!"

"El!" sela Yasa. "Gak ada apa-apa diantara kita," ia takut Ivy salah faham.

"Jahat kamu Yas!" air mata Alice mulai mengalir. "Kurang apa aku sama kamu, sehingga kamu lebih milih dia," telunjuknya tepat menunjuk wajah Ivy. "5 tahun Yas, 5 tahun!" teriaknya frustasi. "Lima tahun aku ngejar kamu, tapi kenapa kamu malah milih dia, milih orang baru?"

Yasa membuang nafas kasar, bingung harus menjawab apa. Bukan ia yang memilih Ivy, melainkan takdir.

Dengan dada bergemuruh hebat, Alice menatap Ivy tajam. "Pergi lo, jauhi Yasa!" mendorong Ivy hingga membentur bodi mobil.

"Ivy!" pekik Yasa, maju sedikit, menutupi Ivy agar tak kembali kena serangan Alice. "Dia sedang hamil, jangan kasar!"

"Ha, hamil!" Alice menutup mulutnya yang menganga lebar dengan telapak tangan. Tubuhnya bergetar hebat, syok. "Enggak, gak mungkin," ia menggeleng cepat dengan wajah pias. "Bukan anak kamu kan?" ia yakin, Yasa bukan laki-laki yang akan melakukan hal seperti itu sebelum menikah. Yasa yang ia kenal, tak hanya tahu batasan, tapi faham betul tentang larangan Tuhannya. Tak mungkin Yasa berbuat zina.

"Anak gue, El."

Bruk

Tubuh Alice ambruk ke lantai, tremor. Ini pasti mimpi. Iya, ini mimpi, karena Yasa tak mungkin berbuat zina.

Yasa berjongkok di depan Alice, hendak membantunya bangun, tapi tangannya langsung ditepis kasar.

Dengan sisa-sisa tenaga, Alice menatap Ivy. "5 tahun gue ngejar Yasa. 5 tahun gue gak pernah nyerah meski selalu ditolak. Bahkan beberapa saat yang lalu, gue masih berharap pada Yasa. Namun detik ini, harapan gue langsung sirna. Harapan gue musnah," suaranya bergetar, air matanya meleleh. "Dan itu gara-gara elo."

"Maaf," Ivy meremat jaket, dadanya sesak, merasa bersalah karena telah menyakiti sesama perempuan.

"Gue gak tahu apa yang elo lakukan sampai bisa mendapatkan Yasa," Alice tertawa meski dari sudut matanya masih mengelurkan air mata. "Tapi gue cuma pengen lo tahu, kalau lo udah berhasil. Berhasil mengalahkan waktu 5 tahun gue," ia makin cekikan. Meski tak tahu sejak kapan mereka punya hubungan, Alice yakin, dia jauh lebih lama mengejar Yasa dibanding Ivy.

"El, ayo bangun!" Yasa masih berusaha untuk membantu Alice. Jangan dikira ia baik-baik saja, ia kasihan, tak tega melihat Alice seperti ini.

Alice menepis tangan Yasa, ia lalu bangkit sendiri. Dengan langkah lunglai, berjalan menuju mobilnya. Namun sial, kuncinya masih ada di meja makan. Terpaksa, ia berlari kembali ke dalam rumah untuk mengambil kunci dan tas, tanpa melirik sedikitpun Yasa dan Ivy. Saat keluar dari rumah, mereka berpapasan di ruang tamu, tatapannya tetap lurus ke depan, enggan menoleh sedikitpun, terlalu menyakitkan melihat ada wanita lain bersama Yasa.

Masuk ke dalam mobil, tangis Alice seketika pecah disana. Disini ia tak harus menjaga harga diri, dia meraung, menumpahkan semua perasaannya agar dadanya tak terlalu sakit. Benar kata orang, merokok dapat memperpendek umur 10 tahun, minum alkohol memperpendek umur 30 tahun. Namun mencintai orang yang tidak mencintai kita, membuat kita seperti mati setiap hari. Sesakit itu, tapi ia bisa melewatkan hingga 5 tahun. Namun saat ini, bukan lagi sakit yang ia rasakan, lebih dari itu, ia putus asa, tak punya harapan. Dunianya seakan runtuh.

1
Hani Ekawati
Dasar bapak gendeng kau
Hani Ekawati
Bapak kamu emang rada gendeng Vy
Hani Ekawati
Tuh kan
Hani Ekawati
Pasti pak Agung mau menggunakan Ivy buat minta kerja sama ke papa Ucup.
Kar Genjreng
paling juga semua aset sudah atas nama wewe gombel ngembangin kamu capai
hasilnya buat wewek gombel ,,, jangan mau Vi jadi rampok di tempat mertua mending usaha sendiri besarin tu skincare mu ya,,
Kar Genjreng
mending di pecat Vi biarlah setelah gungung bangkrut baru tau rasa biar kapok,,,punya bini kendi nya luber matre abis biar nanti kalau bangkrut di buang sama tu Wewe gombel 🤮🤮
Rida Arinda
bner2 ya Vy bapak kmu 😠😠😠
Shee_👚
udah lah vy mending resign aja dari pada bpk lo semena-mena. paling juga bangku tuh perusahaan kalau kamu di resign
Ani
yaaa bisa kejang² kalau dideketin ivy🤣🤣
Shee_👚
terbalik vy, mas yasa mau kiss kamu😅
Dew666
🍭🍭🍭🍭
Felycia R. Fernandez
udah gpp Vi,pecat aja.ngapain kamu di jadikan tameng papa mu untuk perusahaan nya.kamu aja masih ketar ketir berhaadapan dengan Ucup apalagi disuruh melobi.ntar juga perusahaan papa mu bangkrut
Felycia R. Fernandez
Ivy,hamil masih juga pake rok span...
berapa bulan sih?? aku 2 bulan aja udah sesak pake rok span kerja...terpaksa pake celana panjang aja
Esther Lestari
mulai sudah Agung
Siti Dede
'Pecat aja pa, pecaaaat' teriak Ivy
sikepang
si agung sma di londur y kapan kena batu y yh🔥
Santi
cocoklah itu si Agung sama wewe gombel ... rakus
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Astaghfirullah si agung ya benar2 manusia licik😏
Yuyun Yunita
nuh kangen pecel ny mama
krn wkt ngidam mama makan nya pecel🤭
Runi Isniawati
ak suka bgt sm ceritanya thor.... ivy yg koplak ktmu sm yasa yg kaku..... pas bgt pokoknya....slalu bikin senyum senyum sendiri bacanya.. 😂💃😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!