NovelToon NovelToon
Pemilik Hati #1

Pemilik Hati #1

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Alana Kanaya

Cinta bisa datang dimana saja, termasuk di tempat bencana sekalipun. Itulah yang terjadi dengan Keyza, seorang mahasiswi sekaligus aktivis sosial yang bertemu dengan Sang Letnan ketika dia menjadi relawan di daerah bencana.

Cinta hadir di keduanya, tetapi tugas negara membuat mereka terpisah jarak, ruang dan waktu...
kepercayaan yang mulai terkikis, merasa terabaikan juga terkhianati merasuki keduanya, tapi mereka tak bisa melupakan cinta yang telah mengakar, sampai akhirnya masalah besar pun munghadang mereka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alana Kanaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Bandung, Januari 2015

Sebulan sebelum kepulangan sang Letnan ke Indonesia… Sang Letnan pernah memberitahuku kalau dia akan kembali ke tanah air Februari 2015, tapi aku tak tahu tanggal pastinya karena waktu itu kata dia bisa saja maju atau bahkan mungkin mundur, semua tergantung dari surat perintah. Dan apapun hasil keputusannya aku akan setia menanti, karena aku yakin dia akan mencariku setibanya di tanah air.

Dan hal itu membuatku semangat dan menjadi kembali ceria. Aku tetap aktif di OASIS di sela-sela kuliahku. Seperti sekarang aku tengah membantu teman-teman untuk mengajar di SKA, Arga juga ikut datang untuk mengambil beberapa foto yang katanya akan dia ikut sertakan dalam lomba. Oh iya, Arga telah putus dari Wina, tentu saja aku kaget waktu malam-malam Arga datang ke rumah dan menceritakan tentang itu.

“Kenapa putus, Ga?”

“Banyak.

“Salah satunya?”

“Ego pribadi yang masih tinggi.”

“Ya, kamu ngalah dong, Ga, kamu kan cowok.”

“Ya enggak bisa gitu juga, kalau setiap kali aku yang ngalah dia malah semakin besar kepala dan menganggap kalau dia selalu benar.”

“Pelan-pelan nanti kalau sudah tenang kamu kasih tahu kalau dia sebenarnya salah.”

“Gak pernah mau, kalau aku bilangin ujung-ujungnya dia pasti bilang kalau aku gak sayang sama dia dan lebih sayang sama kamu karena aku lebih mentingin kamu.”

“Aku?”

“Iya.”

“Jadi, kalian putus gara-gara aku?”

“Enggak juga, Key, itu hanya sebuah alasan untuk menutupi masalah lainnya saja.”

“Maksudnya?”

“Pernah kita lagi berantem hanya gara-gara aku ngerokok depan dia, padahal selama ini dia gak pernah marah kalau aku ngerokok, dia biasa-biasa saja tapi tak tahu kenapa hari itu dia marah besar, ya udah aku matiin rokokku terus aku minta maaf.”

“Terus?”

“Terus dia bilang giliran ada kamu, aku gak ngerokok karena gak mau kamu sakit, pas sama dia aku ngerokok karena aku gak sayang ma dia dan gak peduli kalau dia sakit.”

“Hahaha… dia benarlah, kalau kamu sayang sama dia, ya… jangan ngerokok depan dia tar asapnya kena dia.”

“Kan aku gak tahu kalau dia gak suka aku ngerokok, kalau kamu kan bilang kalau dia engga, aku kan gak bisa baca pikirannya dia.”

“Iiih, dasar cowok.”

“Kita berantem pas lagi di jalan, terus dia minta turun.”

“Terus kamu turunin?”

“Ya iyalah kan dia yang minta, eh pas dah diturinin dia marah terus minta putus, ya udah.”

“Hahahaha… oon!!!”

“Dia bilang kalau kamu, aku anterin sampai rumah giliran dia diturunin di tengah jalan, padahal aku nuruninnya di pinggir jalan lho, Key, seriusan.”

“Hahahaha… iiih kalau aku cewek kamu juga, aku bakal putusin.”

“Aku salah ya, Key?”

“Iyalah… hahaha.”

Arga ikut tertawa denganku, tapi aku bisa tahu kalau sebenarnya itu bukanlah masalah yang sebenarnya.

“Jadi…”

Aku bertanya setelah kami sempat membicarakan hal lain dan aku rasa Arga sudah siap untuk menceritakan yang sebenarnya.

“Jadi?”

“Jadi apa yang bikin kamu putus sama Wina.”

Arga terdiam beberapa saat dengan mata menerawang sebelum akhirnya dia mulai bercerita.

“Dia ingin waktuku benar-benar cuma buat dia, dan aku belum bisa. Aku masih ingin ngumpul bareng teman-teman tanpa tiap menit ditanya lagi sama siapa? Dimana? Ngapain?, aku masih ingin begadang main remi atau main gitar sampai subuh dengan sobat-sobatku walaupun akhirnya dimarahin tetangga karena berisik tanpa disuruh pulang tiap menit seolah-olah dia adalah orangtuaku atau istriku, aku masih mau naik gunung tanpa ada yang melarang dengan alasan yang tak masuk akal, aku masih ingin menyalurkan hobiku memotret hal-hal lain bukan hanya dia sebagai objek fotoku, dan aku masih ingin jadi sahabat setia kamu, Key. Aku masih ingin itu semua.”

Aku terdiam mendengarkannya dengan seksama karena aku tahu saat itu yang dia inginkan hanya di dengar dan hanya ingin menumpahkan semua unek-unek dalam hatinya tanpa harus merasa dihakimi dan disalahkan.

“Kita baru 20 tahun, Key, jiwa kita masih ingin merasakan kebebasan tapi aku juga tahu batasan-batasan kebebasan itu. Mungkin nanti di saat aku telah lulus kuliah dan bekerja, aku tidak akan sesering ini bisa bertemu teman-temanku, aku akan lebih sibuk bekerja dan terlalu lelah untuk begadang dan lebih memilih untuk tidur. Disaat liburan mungkin aku akan lebih meluangkan waktuku dengan keluarga atau dengan kekasihku dari pada pergi naik gunung, mungkin nanti aku akan lebih tertarik untuk memotret keluargaku daripada hal-hal lain, dan yang pasti sampai kapan-pun kamu adalah sahabat setiaku, tapi mungkin nanti aku tak akan selalu ada lagi untukmu karena kamu sudah memiliki seseorang yang akan jauh melindungi dan menyayangimu dibandingkan aku, begitu juga sebaliknya aku akan lebih memerhatikan dan melindungi orang yang akan menemani masa tuaku… semua itu ada waktunya, Key… tapi untuk sekarang biarkan aku menikmati masa-masa mudaku.”

Aku mengangguk mengerti sambil menepuk punggungnya memberi semangat. Aku sangat mengenal Arga seperti aku mengenal diriku sendiri. Dia mungkin terlihat cuek, tak peduli tapi percayalah dia adalah orang pertama yang akan memberikan bahunya disaat kamu butuh sandaran bahkan tanpa kamu minta, dia adalah orang yang rela kedinginan asalkan kamu tetap hangat, dia adalah orang yang akan membuatmu tersenyum di saat kamu sedih.

Apakah itu hanya berlaku untukku saja? Tidak, dia mungkin akan memerlakukanku lebih dari itu tapi percayalah dia juga akan berlaku seperti itu kepada teman-temannya yang lain, terutama kalau kamu adalah kekasihnya.

“Wina bodoh.” Aku berkata dengan wajah serius membuat Arga menatapku.

“Karena dia kehilangan laki-laki baik nan tampan rupawan sepertiku?” Arga mengangkat alisnya berusaha tersenyum jahil.

“Bukan.”

“Bukan? Terus kenapa dia bodoh?”

“Karena tidak memutuskanmu dari dulu.”

“Hahaha.”

“Kalau dia tak suka dengan apapun yang kamu lakukan buat apa dia pacaran denganmu, bukankah dia bodoh? Seharusnya dia menolakmu dari awal, karena dari awal dia sudah tahu kalau kamu hobinya naik gunung dan memotret apapun yang kamu lihat, dari awal juga dia tahu kalau kamu berteman dengan teman-temanmu jauh lebih dulu daripada kamu berpacaran dengan dia, dan seharusnya dia tahu bahkan Ibu sama Bapak saja tak pernah melarang kamu begadang yang penting gak ngelakuin yang aneh-aneh dan tahu waktu jangan tiap malam, dan seharusnya dia tahu kalau kita sudah berteman dari zaman masih pakai putih biru. Kalau dia sudah tahu itu semua dan tetap tidak menyukainya, berarti dia bodoh karena tetap memaksakan untuk berpacaran denganmu.”

Beberapa saat Arga menatapku dengan senyuman hangat yang membuatku ikut tersenyum.

“Berarti aku benar?”

“Tidak, kamu juga salah.” Aku menggelengkan kepala serius.

“Salah apa?”

“Karena menurunkannya di tengah jalan.”

“Hahahaha… sumpah, Key, dipinggir bukan di tengah, di depan warung malah biar gak kepanasan pas nunggu angkotnya.”

“Hahahaha.”

Malam itu kami tak lagi membicarakan tentang Wina ataupun sang Letnan, malam itu layaknya dua sahabat yang akan membicarakan dan menertawakan apa saja termasuk yang tidak penting sekalipun. Dirga, Ibu dan Ayah tak lama kemudian ikut bergabung dengan kami di halaman belakang, menikmati udara malam Bandung yang sejuk, walaupun tak sesejuk dulu.

Dan kini aku bisa melihat Arga telah kembali ceria seperti semula, dia begitu menikmati memotret anak-anak jalanan yang sedang sibuk belajar diselingi canda tawa, aku sendiri sedang menemani anak-anak kecil mewarnai ketika Mira berseru dengan wajah terlihat kaget, menarik perhatian kami semua.

“Ini!” Serunya dengan mata terbelalak dan mulut menganga menunjuk ponselnya.

“Apaan, Mir?” Aku bertanya penasaran, semua orang menatapnya menunggu jawaban.

“Mas Yudha!”

Deg! Jantungku seolah berhenti berdetak untuk sesaat ketika mendengar nama yang sudah lama tak ku dengar lagi.

“Kunaon (Kenapa) Mas Yudha?”

Wajah Mira masih terlihat tak percaya, ia kembali melihat ponselnya sebelum akhirnya menjawab.

“Mas Yudha, pacaran dengan Leona.”

Seketika aku seperti tak bisa bernapas, tubuhku gemetar, wajahku memucat, aku menatap Arga dengan terbelalak tak percaya yang juga menatapku dengan mata membulat, aku bisa melihatnya memaki tanpa suara, aku tak bisa melakukan apapun selain hanya duduk diam seolah tubuhku tak bertulang. Semua orang yang memang telah mengenal sang Letnan langsung mengerubuni Mira untuk melihat artikel yang memuat berita tentang selebriti.

Arga berjalan dengan cepat ke arah Mira tanpa banyak bicara dia mengambil ponsel dari tangannya, semua orang terlihat kaget dengan reaksinya. Dengan mata nyalang ia membaca artikel itu, mataku terus menatap Arga menunggunya untuk mengatakan kalau itu hanya gosip dan tidak benar, tapi aku bisa melihat rahangnya mulai mengeras, wajahnya memerah menahan amarahnya.

*****

1
Elly R.Rasya
nacauntuk yang k sekian kalli nya.....ga bosenin cerita nya..setasa berada ikut d dlm nya...😍
Teh Alana...bikin kelanjutan nya atuh...
cerita Sang Letnan dan Keyza stelah berumah tangga
DZ_Dikamara
author nya orang palembang kah? serius nanya
Tina Nine
Kakak othor ini nulisnya dimana sekarang ya
Cahaya Mentari
hatiku ikut hancur rasanya kak
Ana Setya Diningsih
Novel yg alur nya bener² susah ketebak. Awal baca kirain Keyza akhirnya sama Arga. Ternyata diluar prediksi. Tetap Asik dibaca meskipun sudah berulang² baca. Sukses selalu buat Author nya
adisty aulia
Nyesek banget ya.. 🥹🥹
Tidak kebayang jadi Keyza.. terlanjur cinta tapi dihianati🙄🙄
tertatih menata hati.. 😢😢
Aldiansyah Bara
balik lagi untuk yang kesekian kali..pake akunnya suami aku/Smile/
adisty aulia
Jangan kasi kendor Za..😤😤
adisty aulia
Sudah baca berulang tapi tetap nyesek😢😢
adisty aulia
Selalu suka dengan pribadi Key- za
adisty aulia
Balik lagi... 😊
sakura🇵🇸
kirana ini yang bikin aku baca novel2 mu yg lain kak...bagus banget ceritanya
sakura🇵🇸
Luar biasa
sakura🇵🇸
sad ending ternyata😭😭😭 tapi jadi penasaran gimana kelanjutannya
sakura🇵🇸
mas letnan mode apa nih yang dipake?udah berkali2 nyakitin trus sekarang minta temenan....omg
sakura🇵🇸
jadi yang dikandung widy beneran bukan anak yudha?🙈🙊🙉
otw balikan apa gimana ini?ishhh aku masih sakit hati sama yudha...
sakura🇵🇸
nyesek banget g bisa bayangin kok bisa yudha seegois itu☹️
sakura🇵🇸
😭😭😭 apapun itu,yudha jahat banget...mending mati aja karuan ya key
sakura🇵🇸
merasa berhutang nyawa sampe harus nikahin?🥺 g paham lagi deh sama yudha...
sakura🇵🇸
jadi keyza sakit banget...tp diposisi widy pasti g kalah sakit sih😮‍💨
bayangkan camer dan tunangannya terlihat lebih perhatian ke cewek lain...run widy run
masih mending gagal nikah drpd dah nikah harus cerai karena suami dan keluarganya gagal move on
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!