Sahara bertemu dengan suaminya yang bernama Bani, di kampusnya, Bani merupakan kakak tingkat Sahara, singkat cerita Bani jatuh hati dengan Sahara, ingin menikahi Sahara saat lulus kuliah nanti.
Namun sang mama, yang saat ini menjadi mertua Sahara begitu keras dan galak, suka berbicara lantang, keras, dan menusuk di hati, mertua Sahara belum rela anaknya menikah dan takut kalau anaknya menikah melupakan jasa sang mama yang telah merawat Bani dari dalam kandungan sampai beranjak dewasa, dia merasa Bani belum bisa membahagiakan mama nya, maka menentang dia untuk menikah dini, dan seperti memusuhi mantu nya dengan kata kata pedasnya, namun yang buat Sahara heran, kenapa kalau di ceplosin selalu membuat drama air mata, mengadu kepada Bani, sehingga membuat Sahara dan Bani bertengkar.
Akan kah sahara kuat menghadapi mertua galaknya?.
Ikuti yuk kisah mertua galak, kisah pasutri bernama Sahara dan Bani, yang rumah tangga nya selalu di kisruhi mama mertua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rezza_handira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Anniversary pernikahan
Setahun sudah pernikahan kami, Namun belum kunjung juga mendapatkan buah hati, banyak perkataan yang membuatku risih, baik itu dari kerabat dekat, teman kerja, dan para cctv alias tetangga yang merupakan ibu ibu suka nongkrong dan gosip.
"Kamu ini sengaja nunda momongan atau gimana, Sahara" Tanya Rani teman kerjaku.
"Namanya belum dikasih Ran, gue nggak nunda kok, udah promil segala macem kalau belum waktunya hamil mau gimana lagi" jawabku lesu.
"Cuma mau ingetin aja, jaman sekarang pasangan pengen punya keturunan susah, faktor makanan, pekerjaan, kecapean itu salah satu penyebabnya" sambung Mira teman kerjaku.
"Iya sih, Ran, Mir, apa gue coba ke dokter aja ya? Buat mastiin kandungan gue bermasalah atau engga?" ku minta saran ke Rani dan Mirna.
"Emmm coba deh Lo liburan sama suami tenangkan pikiran, sehari or dua hari aja, yang Deket aja ke puncak" saran Rani.
"Setuju gue sama Rani, yang Deket aja g usah jauh jauh Sahara, puncak juga destinasi wisata yang bagus, sebulan sekali juga gpp" Sambung Mira.
"Kalau nggak mempan juga baru ke dokter, pikiran juga mempengaruhi Sah," ucap Rani.
"Kok bisa sih Ran, pikiran juga mempengaruhi?" tanya ku heran.
"Pikiran terlalu kencang, buat badan meriang kan, kepala pusing, jadi ya ngaruh ke semua badan Sahara," jawab Mira.
"Udah kalau mertua banyak omong jangan di jadiin pikiran, Santai aja Sah" Sambung Rani.
"Oke deh makasih ya Rani, Mira, atas pencerahanya" jawab ku.
"oia btw, selamat satu tahun pernikahan ya Sahara" ucap Rani dan Mira sambil menyerahkan kado.
"Wah terimakasih ya buat kalian" kataku dengan senang terpancar di wajah.
\=\=\=\=
"Duh lelah sekali hari ini" keluh ku sambil membanting badan ke tempat tidur.
"Kelihatanya kamu lelah sekali sayang" Tanya Bani sambil membelai rambutku.
"Lumayan capek, banyak pikiran juga" jawabku lirih.
"Bani ingat ini hari peringatan satu tahun pernikahan g ya" ucapku dalam hati.
"Ya sudah sayang, istirahat lebih awal ya, jaga kondisi tubuh soalnya cuaca sedang tidak menentu" ucap Bani sambil mengecup keningku lalu dia pergi mandi.
"Ternyata dia g ingat hari ini 1 tahun pernikahan, huffftt" ucapku dalam hati penuh kesal karena orang tersayang tidak mengingat hari penting ini.
"Sahara, sepertinya kamu sedang gelisah" tanya Bani yang ikut rebahan di sampingku.
"Aku cuma kecapaian" kutarik selimut dan memalingkan badan.
\=\=\=
Aku masih merasa kesal, aku sudah membayangkan suami yang romantis seperti di sosial media artis saat perayaan satu tahun pernikahan, ada kado ucapan atau makan malam romantis berdua, lebih menyenangkan lagi dengan mengunjungi tempat pertama kali bertemu. Aku kecewa dengan diriku yang membayangkan hal hal indah, namun tidak sesuai harapkan ku.
"Sahara, Apa kamu sakit, kamu terlihat pucat?" tanya Bani.
"Tidak! aku cuma kurang tidur" jawabku sambil makan roti sarapanku.
"Yuda ayo kita berangkat kerja, matahari sudah terik" ucap Bani mengambil kunci motor dan jaket siap siap pergi kerja.
"Okee, ayo kita kerja" ucapku lemas.
"Semangat dong sayang, kamu tidak seperti biasanya, Nanti sore pulang cepat ya, aku langsung jemput, kurasa kamu kurang sehat" kata Bani.
"Siap, sayangku" jawabku penuh semangat.
*Sore hari pulang kerja*
"Loh ini kan bukan arah pulang sayang" tanyaku heran.
"udah, jangan banyak tanya dulu ya, nanti juga tahu" jawab Bani penuh rahasia.
"Oh oke deh" jawabku.
"Nah kita sudah sampai" kata Bani sambil memarkir motor.
Bani menghentikan motor untuk parkir di depan sebuah rumah makan, nuansa di rumah makan ini perpaduan klasik dan modern, suasananya tampak tenang dan menenangkan, sudah ada mertua dan ipar ku menunggu di sebuah meja, banyak pertanyaan dalam benakku ada acaranya apa ini ya.
"Selamat satu tahun pernikahan sayang, maaf ya hanya perayaan kecil, makan bareng keluarga" Ucap Bani memberikan satu bucket mawar merah untuk ku.
"Terimakasih sayang, ku pikir kamu tidak ingat Anniversary kita," jawabku menerima bunga indah itu.
"Maaf ya aku memang sengaja kemarin, Aku tahu kamu menunggu ku mengucapkan selamat buat anniversary kita, ayo duduk makan dulu aku sudah pesan menu nya untuk hari ini" ucap Bani sambil menarik kursi untuk ku duduk.
Baru sebentar aku bahagia karena ternyata Bani menyiapkan kejutan untuk ulang tahun pernikahan kami yang pertama, sudah ada perkataan yang membuatku kesal saja, siapa lagi kalau bukan mertua rasa istri tua.
"Ini namanya pemborosan Bani, punya duit di tabung, Ini pasti mahal, mending buat beli beras bisa buat makan berbulan bulan" celetuk mertua.
"Ini kan pernikahan tahun pertama kita ma, lagian makan juga Bani ajak mama sama Agus, Bani inget sama mama, nggak makan sendiri" jawab Bani.
"Mama nggak minta makan kamu, Istri jangan di manja, pemborosan aja" jawab mertua lagi.
"Sudah ayo kita makan dulu, keburu dingin Nanti nggak enak makanannya" ajak Bani.
"Kalau mau nraktir mama cukup ketoprak aja, nggak perlu restoran kaya gini, duit di tabung Ban, buat masa depan jangan foya foya terus, lihat teman teman mu sudah beli rumah dan mobil" Kata mertua.
"Sekali kali boleh lah ya menikmati hidup, nyari duit buat apaan sih, kalau nggak menyenangkan diri" ucap ku sedikit kesal.
Semua terdiam dan menikmati makanan yang tersaji dimeja. harusnya aku bahagia dengan makan malam keluarga perayaan ulang tahun pernikahan kami tapi lagi lagi yaaahhh terdengar ucapan tak mengenakkan hari ku, sampai rumah aku merajuk sama Bani, bukan seperti ini yang aku inginkan, kenapa selalu saja mertua seakan menghalangi kebahagian pernikahan kami.
"Kenapa sih mama kamu selalu berucap, seakan kamu manjaain aku, dan aku menghabiskan uang mu" kataku ketus ke Bani.
"Sabar Sahara, maksud mama menasehati doang kok, Ya cuma ya begitu mungkin caranya yang salah" jawab Bani seperti biasa lemah lembut.
"Bela in terus itu mama kamu, mama selalu menyudutkan aku, tapi kamu belain terus" jawabku dengan nada tinggi.
"Sudah ayo kita istirahat, sudah malam besok kita masih harus bekerja kan" Ucap Bani sambil memeluk dan menenangkan ku.
Aku sakit hati lagi dengan perkataan mertua, Apakah aku lebay? Apakah aku yang selalu terbawa perasaan? Lalu aku harus bagaimana? Aku selalu tidak bisa menyembunyikan tidak suka ku setiap ada perkataan mertua yang menyinggungku. Selalu saja aku membantahnya,
Aku diam semakin terus dia mengkritik dan emncampuri urusan rumah tanggaku, Aku Bantah di bilang melawan orang tua, tidak sayang kepada yang lebih tua.
Entah lah, , semoga kedepan nya aku akan baik baik saja, dan mampu melewati semua ujian rumah tangga ku,
~bersambung~
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
Urakan🌷🌷
hadir kk thor
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
Semangat selalu.. Semoga berkenan mampir ya thor 🙏 🤗