NovelToon NovelToon
Putri Posesif Tuan Gavin & Dokter Bedah Misterius

Putri Posesif Tuan Gavin & Dokter Bedah Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / CEO / Berbaikan / Cinta pada Pandangan Pertama / Enemy to Lovers
Popularitas:15.4k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

Novel ini adalah sekuel dari novel yang berjudul: Dinikahi Sang Duda Kaya yang sudah tamat sebelumnya.

Alea Ardiman, "The Smiling Shark" yang jenius namun anti-cinta, harus berurusan dengan dr. Rigel Kalandra setelah jatuh pingsan. Rigel, dokter bedah saraf yang dingin, adalah satu-satunya pria yang berani membanting laptop kerja Alea dan mengabaikan ancaman kekayaannya.
​"Simpan uang Anda, Nona Alea. Di ruangan ini, detak jantung Anda lebih penting daripada Indeks Harga Saham Gabungan."
​Alea merasa tertantang, tanpa menyadari bahwa Rigel sebenarnya adalah pewaris tunggal konglomerat farmasi sekaligus "Investor Paus" yang diam-diam melindungi perusahaannya. Ketika Ratu Saham yang angkuh bertemu Dokter Sultan yang diam-diam bucin, siapakah yang akan jatuh cinta duluan di bawah pengawasan ketat Papa Gavin?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1: Ratu Saham Tumbang

​​"Jual! Saya bilang jual di angka dua ribu empat ratus! Kalian tuli atau bodoh?!"

​Suara teriakan Alea Ardiman menggelegar di ruang rapat Triple A Capital yang berdinding kaca kedap suara. Wanita muda berusia dua puluh empat tahun itu berdiri di ujung meja, tangannya menggebrak permukaan meja marmer dengan keras hingga gelas kopi americano-nya bergetar.

​Belasan manajer investasi yang rata-rata usianya jauh di atas Alea menunduk takut. Tidak ada yang berani menatap mata tajam wanita itu—mata yang diwarisi dari ayahnya, Gavin Ardiman, namun dengan kilat kecerdasan ibu tirinya, Kiana.

​"Bu Alea, tapi indikator teknikal menunjukkan akan ada rebound..." salah satu manajer senior mencoba menyela dengan suara gemetar.

​"Indikator teknikal nenek moyangmu!" potong Alea pedas. Dia menyambar pointer laser dan menunjuk grafik merah yang terpampang di layar proyektor raksasa. "Lihat volume penjualannya! Itu whale lagi buang barang! Kalau kita nggak keluar sekarang, portofolio nasabah bakal minus tiga puluh persen dalam satu jam! Cut loss sekarang!"

​Napas Alea memburu. Keringat dingin mulai membasahi pelipisnya yang tertutup anak rambut. Sudah dua malam dia tidak tidur memantau pergerakan pasar saham Amerika yang sedang fluktuatif, dan pagi ini pasar Asia ikut rontok.

​"Kerjakan! Saya mau laporan likuidasi di meja saya dalam sepuluh menit!" perintah Alea mutlak.

​Ruangan itu langsung sibuk. Suara ketikan keyboard dan telepon berdering bersahutan. Alea kembali duduk di kursi kebesarannya, memijat pelipisnya yang berdenyut kencang.

​Tangannya meraba perut bagian atas. Perih. Rasanya seperti ada tangan tak kasat mata yang meremas lambungnya kuat-kuat.

​"Sshhh..." desis Alea pelan, menekan perutnya dengan kepalan tangan.

​"Bu Alea? Ibu baik-baik saja?" Zahra, sekretaris pribadinya yang merupakan anak didik dari sekretaris ayahnya dulu, mendekat dengan wajah cemas. "Ibu belum makan dari kemarin siang lho. Mau saya pesankan bubur?"

​"Nggak usah. Saya butuh kopi lagi. Yang ini sudah dingin," tolak Alea keras kepala, menunjuk gelas kopinya yang tinggal setengah.

​"Tapi, Bu..."

​"Kopi, Zahra. Triple shot," Alea menatap sekretarisnya dengan tatapan yang tidak menerima bantahan.

Zahra menghela napas pasrah dan berbalik menuju pantry.

​Alea kembali fokus ke layar laptopnya. Angka-angka berwarna merah dan hijau berkedip cepat, menari-nari di matanya. Tapi lama-kelamaan, angka itu mulai kabur. Garis grafik itu bergelombang aneh.

​Rasa perih di lambungnya mendadak naik ke kerongkongan. Panas. Membakar.

​Alea mencoba menelan ludahnya, tapi rasanya asin dan amis.

​"Uhuk!"

​Alea terbatuk keras. Dia menutup mulutnya dengan tisu yang ada di meja.

​Saat dia menarik tisu itu, warna putihnya sudah berubah menjadi merah pekat. Darah segar.

​Mata Alea membelalak. Dunia di sekelilingnya mendadak berputar. Suara riuh karyawan di ruang rapat terdengar menjauh, seperti suara radio rusak.

​"Bu Alea! Darah!" teriak salah satu staf yang melihat tisu di tangan Alea.

​Kepanikan meledak.

​"Panggil ambulans!"

"Bu Alea muntah darah!"

"Minggir! Kasih jalan!"

​Alea mencoba berdiri, mencoba mempertahankan wibawanya sebagai CEO yang tak terkalahkan. "Saya... saya nggak apa-apa... cuma..."

​Tubuhnya limbung. Kakinya yang jenjang dan terbalut stiletto dua belas senti itu tidak sanggup lagi menopang berat badannya. Kegelapan menyergapnya dengan cepat sebelum tubuhnya menghantam lantai karpet yang dingin.

​Hal terakhir yang Alea ingat adalah jeritan histeris Zahra dan grafik saham yang masih terjun bebas di layar proyektor.

***

​Bunyi bip... bip... bip... yang monoton memaksa Alea membuka matanya.

​Cahaya lampu neon yang terlalu terang menusuk retina, membuatnya mengerjap beberapa kali. Bau alkohol dan antiseptik yang menyengat langsung memberitahunya di mana dia berada.

​Rumah Sakit. Tempat yang paling dia benci di dunia ini.

​"Sial," umpat Alea dengan suara parau.

​Dia mencoba bangun, tapi kepalanya masih pening. Tangannya terasa berat. Saat dia menoleh, dia melihat selang infus menancap di punggung tangan kirinya.

​"Jam berapa ini?" gumam Alea panik.

​Dia meraba saku blazernya. Kosong. Ponselnya tidak ada.

​Alea menoleh ke meja nakas di samping ranjang IGD. Di sana, tas kerjanya tergeletak, dan laptop-nya menyembul sedikit dari dalam tas.

​"Pasar sesi dua..." batin Alea histeris. "Gue harus cek closing market!"

​Alea tidak peduli dengan rasa sakit di perutnya atau jarum infus di tangannya. Otaknya hanya berisi angka, profit, dan reputasi perusahaannya. Kalau dia menghilang saat pasar sedang crash, investor akan panik dan menarik dana mereka. Itu bencana.

​Dengan gerakan kasar, Alea menarik selang infus itu.

​"Aw!" ringis Alea saat plester terlepas paksa. Darah menetes sedikit dari bekas tusukan, tapi dia masa bodoh.

​Dia turun dari ranjang pasien yang tinggi dengan kaki gemetar. Dia tidak memakai sepatu, hanya telanjang kaki di lantai ubin yang dingin.

​Alea menyambar tas kerjanya, mengeluarkan laptopnya dengan tangan gemetar. Dia harus mencari sinyal WiFi. Dia harus login.

​"Ayo nyala... cepetan..." racau Alea sambil menekan tombol power sambil berjalan sempoyongan menuju pintu keluar bilik IGD. Dia harus keluar dari sini. Dia harus kembali ke kantor.

​Namun, baru dua langkah dia mencapai tirai pembatas, sebuah bayangan tinggi besar menghalangi jalannya.

​Alea mendongak. Pandangannya membentur dada bidang yang terbalut kemeja biru tua dan jas putih dokter yang dikancing rapi.

​"Minggir," desis Alea galak, mencoba menerobos. "Saya harus kerja."

​Pria itu tidak bergeming. Dia berdiri kokoh seperti tembok beton.

​"Minggir saya bilang! Kamu tuli?!" bentak Alea lagi, emosinya naik. "Saya bisa tuntut rumah sakit ini kalau menghalangi pasien pul..."

​Belum sempat Alea menyelesaikan kalimat ancamannya, sebuah tangan kekar mencengkeram pergelangan tangannya. Cengkeramannya kuat, tapi tidak menyakitkan. Hanya tegas. Sangat tegas.

​Detik berikutnya, tangan pria itu merampas laptop dari pelukan Alea.

​"Heh! Balikin!" Alea melotot, mencoba melompat meraih laptopnya. "Itu aset miliaran! Jangan sentuh!"

​Pria itu—dr. Rigel Kalandra—menatap Alea dengan tatapan sedingin es kutub. Wajahnya tampan, dengan rahang tegas dan kacamata minus tipis yang membingkai mata tajamnya, tapi ekspresinya datar tanpa emosi.

​Tanpa bicara sepatah kata pun, Rigel berjalan dua langkah ke arah sofa tunggu di pojok ruangan, lalu melempar laptop mahal itu begitu saja ke atas bantalan sofa.

​BUGH!

​Alea menjerit tertahan. "Laptop gue!"

​Alea hendak lari menyelamatkan "bayi"-nya, tapi Rigel sudah berbalik badan, mengurung tubuh kecil Alea di antara ranjang pasien dan tubuh tingginya.

​Rigel menunduk, menatap manik mata Alea yang menyala karena amarah. Aura dominasi yang keluar dari dokter muda itu begitu kuat hingga membuat nyali Alea—si Ratu Saham yang ditakuti—mendadak menciut.

​"Kamu..." Alea tergagap, napasnya tercekat.

​Rigel mendekatkan wajahnya. Suaranya rendah, berat, dan menusuk langsung ke tulang belakang Alea.

​"Lambung kamu pendarahan hebat. Tensi kamu 80 per 50. Kamu baru saja muntah darah setengah gelas," ucap Rigel datar, menunjuk dada Alea dengan dagunya.

​Alea terdiam, terpaku oleh tatapan mengintimidasi itu.

​"Sekarang pilih," lanjut Rigel dingin. "Masuk ke peti mati atau diam di ranjang?"

​Alea menelan ludah. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia tidak punya kalimat balasan.

​"Mati atau diam?" ulang Rigel, kali ini dengan nada yang lebih menekan.

1
Aidil Kenzie Zie
ada-ada saja si Gavin 🤣🤣🤣
Mineaa
wkwkwkwk.....kopi ga tuh.......
aya Aya wae nich dokter satu......
Arix Zhufa
nah ini calon suami idaman....pasti klo udh nikah gk bakal pelit sama istri
Savana Liora: iya. mantap yak
total 1 replies
Arix Zhufa
mau baca cerita soal mama kiana & papa gavin ach
Savana Liora: bacalah kak. dijamin seru. dinikahi sang duda kaya judulnya
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
hati hati Alea macan mau ngamuk mending siap siap panggil pawangnya 🤣🤣
Mineaa
duiiihh..... papa gavin lg konslet kaya nya......hati hati pa.... mulutmu harimaumu....
Alea di tantangin......
papa jual......Alea beli....
Tarwiyah Nasa
waht Alea mewarisi sifat kiana
Aidil Kenzie Zie
up lagi donk tor lagi sert
Aidil Kenzie Zie
👍 Dok
Nisa Naluri
hahahahah🤣....ngakak
Bu Dewi
lanjut kak
Savana Liora: siap kk
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
kirain Rigel bakal pamer
Savana Liora: lihat lanjutannya besok. lebih daripada pamer
total 1 replies
Arix Zhufa
makin seru aja
Aidil Kenzie Zie
Papa Gavin nggak dicek dulu siapa sebenarnya dokter Rigel
Savana Liora: nantik2 katanya
total 1 replies
Arix Zhufa
ini adek tiri ya min?
Savana Liora: iya kk
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
panggil Mama Kia pawang papa Gavin
Aidil Kenzie Zie
Alea masuk jebakan Batman Arka 🤣🤣
Arix Zhufa
si arka dpt dobel untung...
Arix Zhufa
keren lo cerita nya
Arix Zhufa
gak mgkn Rigel jatuh cinta tiba2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!