Selena secara tidak terduga masuk ke dalam animasi 3D berjudul Love In Time. Jiwanya masuk ke dalam tubuh tokoh utama bernama Li Shuyi, anak bangsawan miskin Li Chengdu dari Jiangzhou.
Kehidupan Li Shuyi digambarkan begitu berat. Orang yang dicintainya menolak mentah-mentah lamaran keluarga Li, dan rumor tentang Li Shuyi yang beredar sangat buruk.
Selena yang berada dalam tubuh Li Shuyi bertekad untuk pindah ke Beizhou dan memulai hidup yang baru.
Apakah ia bisa melakukannya? Apa yang akan terjadi di Beizhou? Kehidupan Li Shuyi akan berubah atau bertemu cinta sejati? Ikuti kisah Selena menaklukkan kehidupan Li Shuyi yang berat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lyana Mentari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tetangga Baru (2)
Tatapan Nyonya Yang membuat Li Shuyi mati gaya, wanita itu merasa begitu canggung dan ingin menghilang segera. Diliriknya lagi, sang nyonya tetangga baru ini menggenggam erat kedua tangan Li Shuyi dan mengelusnya dengan penuh kasih. Seolah-olah, Li Shuyi adalah bagian dari dirinya yang sangat dinanti-nanti.
Li Shuyi meminta pertolongan kepada Yang Xian lewat tatapan matanya, tapi tentu saja pemuda itu tidak akan melakukan apapun.
Alih-alih menjelaskan, Yang Xian malah meneruskannya menjadi sebuah sandiwara.
"A Xian memang bebal dan terkadang tidak bisa diandalkan, tapi dia sangat penyayang dan lembut hati."
"Nona ... meskipun kami tidak bisa menjanjikan hidup selalu makmur dan melimpah kekayaan layaknya seorang ratu, tapi A Xian pasti bisa membuatmu bahagia dengan caranya sendiri."
"Apalah arti hidup mewah megah jika tidak bahagia, iya kan?"
"Nyonya——"
"A Xian, ajaklah calon istrimu berkeliling rumah. Bibi Lan sedang menyiapkan makanan, sebentar lagi pasti akan siap dihidangkan!"
Li Shuyi gelagapan, "Nyonya, saya bukan——"
"Ah, tidak apa-apa Yiyi, anggap saja rumahmu sendiri!"
Yang Xian tersenyum senang, "Baik ibu, aku akan membawanya pergi untuk bersenang-senang melihat taman."
"Aku yakin bunga-bunga pasti akan iri karena merasa kalah cantik dari nona!"
"Ahahahhaha!" Nyonya Yang tertawa mendengarnya, "Kau ini bisa saja, kau memang paling pandai merayu dan memilih calon istri. Nona ini juga sangat cantik seperti ibu saat muda dulu!"
"Nyonya ini ti—"
"Terima kasih ya sudah menerima A Xian dengan baik."
"Nyonya ... "
Sang nyonya terlihat begitu antusias. Tanpa mendengarkan penjelasan Li Shuyi, Nyonya Yang sangat percaya jika Li Shuyi adalah wanita yang akan dinikahi oleh anaknya.
Yang Xian sebenarnya sudah dijodohkan dengan banyak nona dari kalangan pedagang yang setingkat dengan mereka. Tapi, tidak ada satu pun yang berhasil membuat hati sang tuan muda tergerak. Rata-rata dari mereka justru ditolak oleh Yang Xian. Para makcomblang bahkan sudah menyerah untuk mencarikan calon istri yang sesuai dengan kemauan Yang Xian.
Satu bulan belakangan, Yang Xian didesak keluarga besarnya untuk segera membawa calon istrinya ke rumah. Siapapun boleh, asalkan bukan kalangan bangsawan yang terlalu tinggi dan gadis budak. Yang Xian menjadi stres.
Yang Xian dengan wajah tanpa rasa bersalah malah mengulurkan tangannya kepada Li Shuyi, "Mari nonaku, kita bicarakan soal pernikahan kita!"
"Pernikahan?"
"TIDAK!"
"TIDAAAAAKKK!"
Wanita cantik dengan tusuk konde berbentuk bunga mawar itu langsung berdiri, wajahnya tegang dan sedikit takut. Mendengar teriakan histerisnya membuat Nonya Yang dan Yang Xian tertegun.
Li Shuyi tidak bisa membiarkan kesalahpahaman ini berlanjut.
Tidak.
Tidak boleh!
Li Shuyi meraih kedua tangan Nyonya Yang, menggenggamnya tak kalah erat. "Nyonya, dengarlah, saya bukan calon istri anakmu! Ini semua hanya salah paham karena keadaan tadi, dia, anakmu itu sudah gila! Aku hanya datang untuk berkenalan karena kita akan menjadi tetangga, tapi dia malah menarikku masuk dan kita bertemu dengan kesalahpahaman. Nyonya, aku sungguh tidk berbohong. Anakmu sudah gila!"
"Enak saja!" Yang Xian tidak terima. "Kau yang gila!"
"Jelas-jelas kau yang gila!"
"Kau!"
Li Shuyi juga tidak mau kalah.
"Nyonya, ini salah paham!"
"Hah?" Kening Nyonya Yang berkerut dalam, "Bukankah tadi ... "
"Saya adalah tetangga baru anda, nyonya!" ucapnya penuh penekanan agar tidak ada lagi kata-kata pernikahan di antara mereka. "Saya tinggal di sebelah rumah anda, saya Li Shuyi anak Li Chengdu dari Jiangzhou. Kami pindah kesini karena suatu hal."
Li Shuyi melirik wadah kue yang tadi ia bagikan khusus untuk tetangga baru. Wanita itu meraihnya dan memberikannya kepada Nyonya Yang.
"Ini adalah tanda perkenalan, semoga anda menyukainya."
"Saya pamit."
Li Shuyi memberi hormat secepat kilat, dia mengangkat hanfunya agar lebih mudah untuk melangkah. Tong'er dan Bibi Cui menunggu di luar, begitu melihat nona mereka keluar dengan terbirit-birit, mereka mengikuti.
"Gila!"
"Ini gila!"
Wanita itu menggerutu sepanjang perjalanan pulang. Dia tidak jadi memberikan sisa kue lainnya untuk para tetangga, karena energinya sudah habis. Entah apa lagi kejutan di depan sana, tapi yang pasti tembok rumah mereka bersebelahan dan bertemu Yang Xian tidak bisa dihindari.
Tong'er segera mengambilkan segelas air untuk sang nona. Bibi Cui pun ikut andil bagian mengipasi Li Shuyi agar terasa sejuk.
...****************...
Sore harinya,
Li Shuyi kembali melanjutkan apa yang tertunda pagi tadi. Dia tetap membagikan kue dan memperkenalkan diri sebagai Li Shuyi anak Li Chengdu dari Jiangzhou.
Rata-rata para tetangga sudah tahu jika rumah yang lama kosong itu adalah milik Keluarga Li, dan dijaga setiap hari oleh Paman Zheng.
Mereka menyambut baik kedatangan Li Shuyi, beberapa bahkan memberikan balasan berupa kue atau buah-buahan.
Jika pagi tadi bersama Bibi Cui, sore ini sang nona pergi bersama Tong'er dan Jinshi. "Mmm, nona, bagaimana kalau kita berkeliling dulu sebelum kembali ke kediaman?" ajak Tong'er.
"Berkeliling?" Li Shuyi melirik ke arah si pelayan.
"Tadi pagi, aku menemani Bibi Cui ke pasar untuk membeli sayuran dan pasar di Beizhou katanya tidak pernah sepi."
"Katanya, jalanan Beizhou juga sangat indah nona!"
Jinshi dan Tong'er antusias, jadi Li Shuyi juga tidak sampai hati untuk menolak. Sejak pindah, mereka juga belum memiliki banyak waktu melihat keindahan Beizhou.
Dan, benar saja.
Jalanan di Beizhou sangat ramai. Kota ini benar-benar hidup, lebih ramai sepuluh kali lipat dibandingkan Jiangzhou. Mungkin karena Beizhou adalah ibukota negara, jadi banyak orang berkumpul disini.
"Nona!"
"Nona, lihatlah!"
"Nona, lihat itu!"
"Nona lihat ini!"
"Nona, itu indah bukan?"
"Nona, ayo kita pergi kesana!"
Jinshi dan Tong'er sebaya, mereka lebih muda sekitar tujuh tahun dari Li Shuyi. Melihat keduanya seperti mempunyai adik yang akan selalu bersamanya sepanjang waktu.
Langkah mereka berhenti di deretan penjual makanan, melihat-lihat apa yang biasa dimakan orang-orang Beizhou.
Jinshi meneguk ludahnya melihat bakpao isi daging yang baru matang, asapnya mengepul mengeluarkan aroma harum.
"Kau mau?" tanya Li Shuyi.
Jinshi segera menunduk dan menggeleng, "Tidak nona!"
"Kenapa? Kalau kau mau aku akan belikan itu untukmu!"
"Tapi ... "
"Tuan, aku membeli dua kotak bakpao!"
"Baik, nona!"
Belum sempat Jinshi menolak, Li Shuyi sudah memesan dan mengeluarkan sejumlah uang untuk membayarnya. Jinshi bukan tidak mau, hanya saja terlalu takut untuk meminta. Mana mungkin juga seorang pelayan berani meminta jika tidak ditawarkan.
Mereka kembali melanjutkan langkah.
Tapi, baru beberapa langkah, kini giliran Tong'er yang berbinar menatap sebuah kedai. Lagi-lagi tidak berani untuk meminta kepada Li Shuyi. Tong'er berjalan sambil sesekali melirik ke arah kedai hingga menabrak pejalan kaki lainnya. Tong'er jatuh tersungkur ke tanah setelahnya.
"Aduhh!"
"Dasar pelayan, apa kau tidak punya mata?!" bentaknya. "Jika kau tidak bisa berjalan dengan kedua kakimu, gunakan tanganmu juga!"
"Ma—maaf, tuan!"
"Maaf maaf!!"
Tong'er meringkuk ketakutan. Dia menabrak seorang laki-laki berperawakan tinggi yang tampak garang. Li Shuyi segera menarik Tong'er untuk bersembunyi di balik tubuhnya.
Li Shuyi memberi hormat, "Maaf tuan, pelayan saya kurang berhati-hati!"
"Urusan memarahinya, anda tidak perlu melakukannya!"
"Cih!"
Pria itu pun berlalu begitu saja.
Li Shuyi segera berbalik untuk melihat Tong'er, gadis muda itu menunduk takut dengan bahu bergetar. Li Shuyi segera mengusap kepalanya, "Tidak perlu takut, aku akan melindungimu!"
"Baru kali ini aku melihat seorang nona begitu sayang kepada pelayan!"