NovelToon NovelToon
ISTRI GENDUT MILIK DUKE

ISTRI GENDUT MILIK DUKE

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Balas Dendam / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Semua orang tahu Lady Liora Montclair adalah aib bangsawan.

Tubuhnya gendut, reputasinya buruk, dan ia dipaksa menikahi Duke Alaric Ravens, jenderal perang paling dingin di kekaisaran, setelah adiknya menolak perjodohan itu.

Di hari pernikahan, sang Duke pergi meninggalkan resepsi. Malam pertama tak pernah terjadi.

Sejak saat itu, istana penuh bisik-bisik.

"Duke itu jijik pada istrinya karena dia gendut dan jahat."

Namun tak seorang pun tahu, wanita gendut yang mereka hina menyimpan luka, rahasia, dan martabat yang perlahan akan membuat dunia menyesal telah meremehkannya.

Dan ketika Duke Alaric akhirnya tahu kebenarannya, mereka yang dulu tertawa, hanya bisa berlutut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3. PERNIKAHAN PENUH PENGHINAAN

Hari pernikahan itu tiba tanpa hujan.

Langit di atas Katedral Kekaisaran cerah, biru pucat, seolah dunia sama sekali tidak peduli bahwa seorang wanita sedang dikorbankan di hadapan ribuan mata. Lonceng berdentang sejak pagi, memanggil bangsawan dari berbagai wilayah, Marquis, Count, Viscount, hingg Baron, semua datang dengan pakaian terbaik, senyum terbaik, dan bisikan terburuk.

Bahkan pernikahan itu dihadiri oleh kaisar dan keluarga kerajaan. Jelas itu pernikahan yang cukup mewah dan besar.

Kereta keluarga Montclair berhenti di depan tangga marmer.

Pintu dibuka.

Lady Liora Montclair turun perlahan.

Gaun pengantinnya berwarna putih gading, sederhana, tanpa banyak bordir. Kainnya jatuh berat, menempel di tubuhnya yang selama ini menjadi bahan olok-olok. Tidak ada usaha untuk menyamarkan bentuknya, seolah keluarganya ingin semua orang melihat dengan jelas apa yang 'harus ditanggung' oleh Duke Ravens.

Bisikan langsung pecah.

"Itu dia?"

"Putri Montclair yang terkenal itu?"

"Yang selalu menyakiti pelayan dan suka bersikap kasar."

"Bahkan rumornya dia suka foya-foya dan banyak makan."

"Lihatlah tubuhnya."

"Duke Ravens akan menikahi gadis itu?"

"Kasihan."

Kata itu lagi. Kasihan.

Liora mendengarnya. Ia selalu mendengar.

Ia melangkah tanpa menoleh ke kiri atau kanan. Wajahnya tenang, matanya lurus ke depan. Setiap langkah terasa berat, bukan karena gaunnya, melainkan karena ratusan pasang mata yang menimbang tubuhnya, menertawakan nasibnya, dan menyimpulkan hidupnya hanya dari apa yang terlihat.

Namun Liora dapat melihat Kaisar dan permaisuri menatap Liora tidak senang. Entah karena rumor itu atau karena tubuh Liora.

Bahkan Liora melihat permaisuri membisikkan sesuatu ke Kaisar yang jelas itu tentang Liora karena lirikan permaisuri ke arahnya.

Biarlah, batin Liora tak peduli.

Di dalam katedral, Duke Alaric Ravens telah berdiri di depan altar.

Seragam pernikahannya hitam pekat, dihiasi lambang perak di dada. Posturnya tegak, rahangnya keras, rambut gelapnya tersisir rapi. Ia tampan, bahkan terlalu tampan, dengan cara yang dingin dan berbahaya.

Duke tidak menoleh ketika Liora masuk.

Tidak sekali pun.

Pendeta mulai berbicara. Kata-kata sakral mengalir, memenuhi ruang tinggi yang bergema. Liora berdiri di sisi Alaric, cukup dekat untuk merasakan kehadirannya; dingin, kokoh, tak tergoyahkan, berjarak bak sejauh dunia yang berbeda.

Liora mencuri pandang.

Alaric menatap lurus ke depan. Matanya seperti baja yang diasah perang. Tidak ada jijik. Tidak ada benci. Tidak ada apa-apa.

Pria itu seolah tidak melihat Liora.

Saat tiba waktunya mengucapkan ikrar, suara Liora terdengar jelas. Tidak bergetar.

"Aku, Liora Montclair, menerima engkau, Alaric Ravens, sebagai suamiku ...."

Beberapa tamu tampak terkejut mendengar ketenangan Liora.

Ketika giliran Alaric, ia mengucapkannya dengan nada datar, singkat, profesional, seperti sumpah militer, bukan janji pernikahan.

"Dengan ini, kalian resmi menjadi suami dan istri," umum pendeta.

Tepuk tangan terdengar. Tidak meriah. Tidak hangat.

Dan sebelum Liora sempat menarik napas lega ...

Alaric melangkah mundur.

Pria itu berbalik.

Lalu pergi.

Tanpa menatap istrinya.

Tanpa menunggu.

Tanpa satu kata.

Suara langkah sepatu sang Duke menggema di katedral, lalu menghilang.

Hening.

Hening yang berat, canggung, dan memalukan.

Liora berdiri sendiri di altar.

Desas-desus pun mulai langsung terdengar memenuhi ruangan.

Resepsi berlangsung seperti sandiwara murahan.

Meja-meja penuh makanan mewah, musik dimainkan dengan sempurna, pelayan bergerak cekatan, namun pengantin pria tidak ada. Kursi Duke kosong, mencolok seperti luka terbuka.

Bisikan mulai beredar, tak lagi berusaha disembunyikan.

"Dia pergi?"

"Bahkan sebelum resepsi?"

"Jadi rumor itu benar ..."

"Duke tidak bisa menoleransi tubuh gadis itu."

"Siapa pun masih malas melihatnya."

Beberapa tamu memandang Liora dengan iba. Yang lain dengan ejekan halus. Ada yang tertawa kecil di balik kipas.

Lady Mira Vellon berdiri di antara tamu-tamu bangsawan, senyumnya penuh kemenangan yang tidak disembunyikan. "Aku sudah menduganya," katanya lantang. "Tak ada pria normal yang mau menyentuh wanita seperti itu."

Tidak ada yang menegurnya.

Keluarga Montclair berdiri kaku di sisi ruangan. Count Bernard menghindari tatapan Liora. Countess Irene terlihat pucat, bukan karena sedih, melainkan karena malu.

Sera ... tersenyum kecil.

Liora duduk di kursinya, tangan terlipat di pangkuan. Ia mendengar semuanya. Setiap kata. Setiap tawa tertahan.

Anehnya, tidak ada air mata.

Yang ada hanyalah kelelahan yang perlahan berubah bentuk menjadi kelegaan.

Malam itu, Liora dibawa ke kastil Ravens.

Kamar pengantin luas, megah, namun dingin. Perapian menyala, ranjang besar tertata rapi. Pelayan Duke bersikap formal, dingin, sopan, menjaga jarak.

"Yang Mulia Duke akan segera datang," kata seorang pelayan dengan nada netral.

Liora mengangguk. "Terima kasih."

Waktu berlalu.

Lilin menyusut.

Langkah kaki yang ditunggu tidak pernah datang.

Ketika tengah malam lewat dan istana semakin sunyi, Liora tahu.

Duke tidak akan datang.

Liora duduk di tepi ranjang, lalu tertawa pelan, nyaris tak terdengar.

"Jadi begini," gumam Liora.

Liora melepas perhiasan satu per satu. Gaun pengantin itu terasa lebih ringan saat dilepaskan, seolah ia menanggalkan beban bertahun-tahun. Ia mengganti pakaian tidur sederhana, menyisir rambutnya sendiri.

Tidak ada pelayan Montclair.

Tidak ada tatapan merendahkan.

Tidak ada suara Sera yang berpura-pura manis.

Hanya keheningan.

Liora berjalan ke jendela, membuka tirainya. Bulan menggantung tenang di langit.

Ia tersenyum.

Senyum sungguhan.

"Akhirnya aku bebas!" seru Liora penuh antusias.

Bebas dari teriakan.

Bebas dari tuduhan.

"Akhirnya aku bebas dari setan-setan Montclair yang tak tahu diri. Seharusnya aku melakukan ini sejak lama. Jika bukan karena kaisar, aku akan membusuk di keluarga itu. Tapi aku tidak menyangka kalau kaisar akan memilih Duke untuk keluarga Count," celoteh Liora setengah berpikir.

Ia kembali ke ranjang, merebahkan diri, menarik selimut dengan nyaman.

"Dan betapa beruntungnya aku," lanjutnya sambil menutup mata, "karena Duke tidak datang malam ini. Tetap saja tatapannya tadi terlalu dingin seperti rumor. Tapi aku tidak tahu kalau ternyata Duke tampan juga."

Liora memikirkan banyak hal saat berbaring. Terutama kehidupannya setelah ini.

"Kira-kira apakah Duke akan menceraikanku? Melihat dari apa yang terjadi di pernikahan dan dia pergi begitu saja tanpa melihatku, kurasa dia akan segera menceraikanku. Kuharap dia melakukannya, karena itu lebih baik dari pada terjebak di kastil miliknya sebagai Duchess yang diabaikan," ucap Liora.

Sesaat ia berpikir lalu tersenyum dan melanjutkan, "Segeralah ceraikan aku, Duke. Dengan begitu aku bisa pergi ke kerajaan lain dan membuka bisnisku di sana juga. Aku sudah muak dengan orang-orang di kerjaan ini."

Napas Liora melambat, matanya mulai terpejam.

"Setidaknya malam ini aku bisa tidur tenang," gumamnya.

Dan malam itu, di kamar pengantin yang sunyi ...

Nyonya Liora Ravens tertidur dengan senyum di wajahnya.

Bukan sebagai wanita yang ditinggalkan.

Melainkan sebagai wanita yang akhirnya merdeka.

1
hanachi_🌷
lalu .. hal besar apa yang sebenarnya diincar oleh kerajaan Varkhiel di wilayah timur kalau bukan pertambangan dan lahan pertanian ?
hanachi_🌷
suasana feodal yang kental banget.
aryuu
liora ini definisi bego di piara 🤣🤣🤣🤣🤣🤣 udah dewasa cari kerja kek buat kabur rumah neraka itu🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Lah sudah tamat...
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
penyihir hitam bawa pesan bahwa mereka datang lagi untuk menghancurkan semua kerjaan dan menciptakan kekuasaan mereka.. tapi yang jadi masalahnya adalah si pahlawan utamanya kayaknya si kecil.Elara yang bisa menghancurkan musuh .
kalau Elara punya kekuatan sihir merah terus Evan kira² punya kekuatan apa.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
si Twins punya kekuatan tersembunyi, dengan adanya kejadian ini mungkin Alaric dan Liora jadi akan lebih bisa mengontrol, melatih mereka biar si Twins bisa ke kontrol untuk mengeluarkan kekuatannya.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Di bikin dagdigdug, eh si kecil Elara nyelamatin semua tanpa sadar dan di ketahui yang lain... apa teka teki dari si anak perempuan dulu tentang matahari itu adalah kekuatan si kecil Elara ya.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Istrinya Arram ke mana, kok ga ikut cuma berdua dengan Aaron.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Weh weh weh jangan bilang Aron yar jadi pasangannya Elara dan Alaric besanan sama Arram dong.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
si kembar Penghidup suasana.👏👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Hihihiii... Gideon jadi paman favorit si Twins, ya meskipun kasihan sering jadi korban keusilan mereka tapi menjadi ciri khas kasih sayang mereka sama Gideon.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Gideon pawang Alaric sampe si Twins juga jadi lebih dekat ke Dia karna Gideon yang di bikin repot dan selalu menuhin saat masa ngidamnya Liora.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Lidahnya di tarik Rowan biar jelas bilang huruf R-nya./Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Selamat datang Twins, ternyata sepasang sesuai ucapan naka kecil perempuan waktu itu.👏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Eh si Bodel baru nongol... Perut bibi mu besar karna ada sodaramu di sana.😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Selalu ada Gideon sebagai pemutus debat Alaric, Liora./Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Weh bakal ada anggota baru teman bermainnya Rowan.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Sang Bulan dan Matahari sudah hadir kah di perut Liora.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Gass lah langsung saja eksekusi di situ di depan para bangsawan dan lainnya biar para ksatria yang sudah menjadi korban ga sia² mengorbankan nyawanya.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Ya ampun baru tau nama ayahnya Liora Count Bernard kayak tokoh film anak² si mata bulat, hidung hitam./Facepalm//Facepalm//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!