Sebuah peristiwa yang membuat aku harus terikat pernikahan kontrak dengan seorang CEO yang kaya raya, dingin dan kejam.
Zahra terpaksa menikah dengan Zein, karena dia tidak mampu membayar ganti rugi setelah tidak sengaja menabrak mobil Zen.
Zein memaksa Zahra menikah dengannya karena dia harus menikah dalam waktu 1 bulan, jika tidak seluruh kekayaan dan perusahaan ayahnya akan diwariskan pada sepupunya.
Selama menikah dengan Zein, Zahra sangat menderita bukan saja Zein yang memperlakukannya kurang baik, tetapi ibu mertuanya juga sangat tidak menyukai nya. Dan berusaha memisahkan Zein dengan Zahra.
Ibu mertuanya ingin menikahkan Zein dengan Bella sapira seorang model terkenal. Hanya ayah mertuanya yang baik padanya.
Akankah Zahra memenangkan hati Zein??
Dan dapat mempertahankan rumah tangganya????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali bekerja
Pagi ini Zahra bangun Seperti biasa. Setelah mandi dia menunaikan kewajiban nya yaitu sholat.
Zahra melirik ke tempat tidur. Zahra nampak masuk terlelap.
Zahra tidak menyerah. Dia kembali membangunkan Zein dan mengingatkannya untuk sholat.
"Zein......."
"bangun Zein...."
sambil mengguncang bahunya.
zein makin menarik selimut nya.
"zein, ayo bangun....."
Zein kesal karena merasa tidurnya terganggu.
"kau...!!!! sekali lagi kau ganggu aku, aku akan mengurungmu di dalam kamar mandi, " ucap Zein dan meremas tangan Zahra kuat.
"tapi Zein... ini sudah siang dan kau belum sholat subuh, '" Zahra tidak menyerah
"itu bukan urusan mu!!!" bentak zein
"kau suamiku Zein, aku nggak mau masuk neraka karena tidak mengingatkanmu untuk sholat. sholat itu kewajiban kita". ucap Zahra lagi...
"berisik..... " sahut Zein bangun dan berlalu ke kamar mandi...
Akhirnya Zein bangun dan berjalan ke kamar mandi. Zein menuruti apa kata Zahra, Zein melaksanakan ibadah sholat shubuh.
Zahra tersenyum senang
dia berjalan kedapur untuk membuat sarapan.
Pagi ini mereka sarapan bersama dimeja makan. Zein telah bersiap dikamarnya dengan pakaian kerja yang telah Zahra persiapkan sebelumnya, dia akan ke kantor hari ini.
Zahra juga sudah rapi. dia menggunakan gamis dan blazer.
Zahra terlihat anggun, cantik dan tetap menunjukkan kesan Sholeha.
Zahra mengambilkan sarapan untuk suaminya, dan mereka mulai sarapan bersama.
" Zahra, kau masuk kerja juga hari ini", tanya pak Mahmud
" ya... pa!!!" jawab Zahra.
"Kalian berangkat bersama?" tanya pak Ahmad.
Belum sempat Zahra menjawab
Tiba tiba Zein berdiri. Dia telah selesai sarapan dan akan berangkat ke kantor.
" Zein berangkat dulu ya pa", Ucap Zein
"Zahra kamu sekalian ikut Zein, Kan?" Ucap pak Ahmad heran melihat Zein sudah berdiri.
Zahra diam saja.
"Zein.... panggil pak Ahmad.
" ya baiklah,"
"cepat, aku tunggu diluar," ucap Zein datar
Zahra pun bergegas mengambil tas dan handponenya.
"Zahra pamit ya pa, ma, assalamualaikum" ucap Zahra dan menyalami kedua tangan orangtua Zein.Dia mengikuti Zein yang telah lebih dulu keluar rumah.
Papa Zein tersenyum dan terlihat senang, dia bahagia mendapatkan menantu yang tidak hanya cantik tapi sopan dan sholeha. Sebaliknya ibu Zein merasa muak dan malas menyalami Zahra.
Zahra naik kedalam mobil, dia memasang seatbelt. Zein melajukan kendaraannya dengan kencang. Dia kesal karena harus mengantarkan Zahra ke kantornya. Tadi dia buru buru agar tidak berangkat bareng Zahra, tapi ayahnya yang memaksanya.
Zein masih diam dan menunjukkan wajah kesalnya.
Zahra yang menyadari itu hanya diam saja.
dia begitu marah karena papa menyuruhnya berangkat bersama ku, apalagi yang akan dia lakukan ya Allah,..
Di tengah jalan lagi lagi Zein menghentikan mobilnya,
"turun....." Bentak Zein
"aku ada urusan yang penting, kau bisa berangkat naik taksi saja, " ucapnya.
Zahra yang merasa takut langsung melepas seatbelt nya dan turun dari mobil Zein.
Zein langsung menancap gas mobilnya meninggalkan Zahra.
Zahra kesal dan mengumpat dalam hati.
*dasar Mr Arogan..... nyebelin, nggak ada hati." bathin Zahra.
sabaaar... sabar.... Zahra
guman* dan mengelus dadanya.
Zahra berdiri menunggu taksi yang lewat. dia melihat jam ditangannya, sudah hampir jam 8.
*aku bisa terlambat nih, sampai kantor ucapnya dalam hati.
Tiba tiba sebuah mobil berhenti di depan Zahra.
"hai nona, kita memang berjodoh ya," ucap Henry setelah membuka kaca mobilnya.
"mau bareng dengan aku", tawarnya
"tidak, terimakasih" ucap Zahra.
"Ini sudah siang dan sangat sulit mencari taksi di jam segini." Kembali Henry merayu Zahra.
Zahra diam tak menanggapi.
Sebuah taksi melintas dan Zahra langsung memanggilnya.
Zahra segera naik dan menuju kantor nya.
Zahra tiba di kantor, semua temannya menyambutnya dan mengucapkan selamat atas pernikahan nya.
Zahra juga mengucapkan terimakasih kepada teman temannya.
Zahra memesan beberapa makanan sebagai perayaan, karena beberapa teman kantor nya ada yang tidak bisa menghadiri pernikahannya.
Diitempat lain salah seorang rekan kerja zahra, duduk menyendiri, dia tidak ikut dalam perayaan tersebut.
Dia merasa kesal dan marah, dia sudah lama menyukai dan sangat mencintai Zahra.
Dia lah yang selalu mengirimkan bunga dan coklat untuk Zahra.
Dan kabar bahwa Zahra sudah menikah telah memporak porandakan hatinya. Dia sangat kecewa,,, dia marah......
saat ini dia sedang memandang photo Zahra yang Dia ambil secara diam diam melalui ponselnya.
"Zahra.... tahukah kamu bahwa aku sangat mencintaimu,.... dan kau hanya akan menjadi milkku.... milikku..... "teriaknya
hahaha.......
hiks....hiks......
Dia tertawa dan menangis secara bersamaan.
Faisal merupakan teman kantor Zahra. Mereka satu kantor hanya beda divisi saja. Faisal sudah lama jatuh hati dengan Zahra. Tapi dia tidak berani mengatakannya.
Dia mengagumi Zahra dari kejauhan.
lupa ya klo dia baiknya baru 2 hari