NovelToon NovelToon
Bad Boy Agent

Bad Boy Agent

Status: tamat
Genre:Mata-mata/Agen / Bad Boy / Mafia / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:263.3k
Nilai: 5
Nama Author: Naya_handa

Ketenangan seorang gadis depresi bernama Gayatri mulai terusik setelah kedatangan seorang siswa baru yang masuk ke sekolahnya.
Tampan, gagah, keren dan cerdas, membuat sosok Shaka mendadak populer di sekolah.
Shaka mendekati banyak siswi di sekolahnya untuk mencari tahu informasi penting. Tanpa teman-temannya tahu, Shaka adalah seorang agent yang sedang melakukan penyamaran untuk mengungkap kasus pembullyan oleh genk motor yang telah merenggut nyawa adiknya.
Berbeda dari siswi lainnya, Gayatri begitu menghindari sosok Shaka hingga menguji kesabaran sang agent.
Bisakah mereka menemukan pelaku pembunuhan yang sebenarnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naya_handa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Usaha yang gagal

Gayatri berdiri mematung di tempat parkir. Ia kebingungan saat melihat roda motornya yang terikat rantai. Bukan terikat dengan tiang melainkan dengan roda motor lainnya. Roda motor itu adalah roda motor sport milik Shaka.

Baru kali ini gadis itu berdecik sebal, sementara yang melakukan keisengan itu malah terkekeh di kejauhan. Ia terduduk di anak tangga sambil menunggu Gayatri berbalik dan mengomelinya.

“Lo pasti akan berbalik dan nyamperin gue. Gue sangat yakin,” gumam Shaka seraya menatap tajam kepala belakang Gayatri. Harapannya sugesti yang ia lakukan, akan sampai pada gadis itu.

Gayatri hanya bisa menghembuskan napasnya kesal, ia segera berbalik hendak mencari sang pelaku dan ternyata pelakunya sedang duduk santai di tangga. Ia menyeringai tipis sambil mengangkat-angkat alisnya. Tatapannya lekat pada Gayatri sambil bergumam,

"Datanglah nyatakanlah cintamu. Katakan bahwa kau menginginkan diriku. Datanglah bawalah bunga-bunga. Agar kau dapat membuat diriku terbang. Aku di sini..." ralat, kamu malah nyanyi Shaka.

"Ah elah, otor sensi amat 😏"

Benar saja, Gayatri melangkahkan kakinya hendak menemui Shaka, laki-laki itu sudah tersenyum senang karena akhirnya ia akan berbicara dengan gadis itu. Ia penasaran, seperti apa sebenarnya suara gadis itu. Apa besar seperti macan betina atau kecil seperti bayi semut. Hah, Shaka sudah tidak sabar.

‘Tttiiiddd!!!'

Suara klakson panjang tiba-tiba menghentikan langkah Gayatri yang akan menyambangi Shaka. Gadis itu pun segera menoleh pada pemilik motor bebek itu. Siapa lagi pemiliknya kalau bukan Zaidan yang sedang nyengir kuda.

“Nyebrang kagak liat-liat. Mau kemana sih?” tanya laki-laki itu. Gayatri tidak menimpali, ia hanya menatap Shaka dengan kesal. “Lo ada urusan apa sama anak baru? Suka lo ya?” Zaidan asal menerka. Karena di sekolah ini, sosok Shaka memang sedang sangat populer dan disukai banyak gadis.

Mendengar ujaran Zaidan, Gayatri urung menghampiri Shaka. Ia kembali ke motornya. Mencari obeng atau apapun yang ada di bagasi motornya, untuk melepaskan ban motornya dari ban motor Shaka.

“Ooohh, lo dikerjain?” tanya Zaidan. Ia juga menoleh Shaka yang sedang berjalan mendekat. Ia baru tahu kalau pria populer di sekolah ini juga suka mengerjai seorang siswi. Kalau saja itu gadis lain, mungkin Zaidan akan membiarkannya, tetapi ia tidak akan tinggal diam jika yang dikerjai itu adalah Gayatri.

“Udah, lo biarin aja. Lo pulang bareng gue aja. Nanti juga rantenya bakal di lepas juga sama tuh pejantan. Gak ada kerjaan emang!” dengus Zaidan dengan kesal. Ia tidak suka gadis yang berteman dengannya sejak TK ini mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan.

Gayatri tidak lantas menuruti, ia tetap berusaha melepas kunci gembok itu dengan kawat yang sudah ia pipihkan. Ini cara yang diajarkan sang ayah padanya.

“Ish, keras kepala lo ya. Udah, biarin aja. Nanti sore gue yang ambil motornya, yang penting lo balik dulu sebelum nyokap lo merepet kaya petasan tujuh belas agustusan.” Zaidan mengambilkan helm milik Gayatri dan memeganginya, menunggu gadis itu berdiri dari tempatnya.

Gayatri pun akhirnya menurut. Ia berdiri dari tempatnya lantas mengambil helm dari tangan Zaidan. Ia tidak ada pilihan lain selain pulang bersama Zaidan.

“Gimana, bisa ngelepas rantainya?” tanya Shaka dengan iseng. Lihat senyumnya yang menyeringai tipis dan sok tampan itu. Ralat, laki-laki ini memang tampan.

“Maksud lo apa sih ngerjain si Aya?” Zaidan segera menghadang Shaka yang mendekat pada Gayatri. Menjadi tembok kokoh yang menghalangi Shaka untuk mendekat.

“Gak ada, gue cuma mau ngobrol aja sama dia. Emang gak boleh?” Shaka tidak terlalu suka dengan Zaidan yang ikut campur. Ia berusaha menatap Gayatri, tetapi Zaidan selalu menghalanginya. Bergerak ke kanan dan ke kiri sesuai arah pandang Shaka.

“Si Aya gak suka ngobrol, apalagi sama cowok iseng macam lo. Pergi lo jauh-jauh!” Zaidan sampai berkacak pinggang untuk menghardik Shaka.

“Kalau gue gak mau, gimana?” Pantang menyerah adalah semboyang Shaka, kalian harus ingat itu.

“Lo berhadapan sama kita-kita.” Jawaban itu terdengar dari mulut preman sekolah yang menghampiri Shaka. Enam orang remaja yang tempo hari menghadangnya.

Shaka berusaha tenang. Satu hal yang baru Shaka tahu tentang seorang Gayatri. Di balik sikap diamnya, ternyata ada orang-orang yang menjaga dan membelanya. Gadis ini seperti bunga mawar yang dikelilingi oleh banyak duri tajam. Gayatri sangat dilindungi oleh para siswa ini. Padahal ia melihat kalau Gayatri pun mengacuhkan mereka.

“Mau berantem di mana?” Satu remaja segera mendekat. Ia menaikkan lengan bajunya dan menunjukkan otot tubuhnya yang besar di hadapan Shaka.

“Oh, jadi buat ngobrol sama Aya harus pake berantem dulu ya?” Shaka bertanya dengan acuh.

“Ya iyaa lah men!” Remaja itu mendorong Shaka dengan satu tangan. Shaka yang tidak bersiap mendapat serangan itu sempat mundur satu langkah. Ia mencoba mengatur strategi dalam benaknya. Ia bisa saja mengalahkan para remaja ini dengan beberapa pukulan enteng, tetapi ia masih ingin bersekolah di sekolah ini. Ia tidak mau membuat dirinya memiliki citra buruk.

"Hadapin kita dulu kalau lo mau ngobrol sama Aya." Remaja itu jelas menantang, sementara Gayatri tampak tenang saja di belakang Zaidan.

“Okey, gue gak takut sama kalian semua. Gue bisa hadapin kalian semua, tapi gak pake adu jotos. Gue yakin lo semua juga gak mau kan kalau pihak sekolah tau kita berantem dan kita semua di keluarin dari sini?”

Shaka mencoba mengingatkan remaja itu dengan ancaman ringan. Ia tahu persis, perkelahian adalah salah satu pelanggaran berat di sekolah ini dan akibatnya pelakunya bisa di keluarkan dari sekolah ini. Mereka pasti tidak akan mau kalau harus sampai di keluarkan, karena lulusan dari sekolah ini sudah pasti di terima di universitas mana pun. Karena itu mereka akan berusaha bertahan di sekolah elite ini.

Ke enam remaja itu saling menoleh dan sepertinya mereka setuju dengan ucapan Shaka. “Terus, dengan cara apa?” tanya salah satu remaja.

“Tanding olah raga. Kalian bisa olahraga apa?” tantang Shaka.

“Cuih! Ngeremehin kita-kita nih anak baru! Jangan pikir karena lo paling cakep lo bisa ngalahin kita-kita.” Satu remaja tampak tidak terima.

“Okey, gue gak maksud ngeremehin lo semua. Makanya gue ngasih kehormatan buat kalian nentuin olahraga apa yang bakal kita pertandingkan.” Shaka memberikan umpan untuk anak-anak ini. Tidak ada olah raga yang tidak ia kuasai karena itu ia sangat percaya diri.

"Mau tanding apaan?" tanya Zaidan pada ke enam remaja itu.

Seorang remaja yang menjadi pimpinan mereka meminta Zaidan mendekat. Dewa mengajak Zaidan dan teman-temannya berdiskusi beberapa saat, sementara Shaka hanya memandangi Gayatri yang sudah memakai helmnya. Gadis itu memilih tidak menyimak obrolan teman-temannya dan asyik berbalas pesan dengan sang ibu. Ia memberi alasan kepulangannya terlambat karena ban motornya kempes.

“Berenang! Di kedalaman 4 meter!” tantang salah satu remaja.

“Okey, berapa putaran?” Shaka balas menantang.

“Empat putaran.” Remaja itu menjawab tanpa ragu. Sepertinya ia memang sangat mahir berenang. Bisa terlihat dari dadanya yang bidang dan cuping hidungnya yang menguncup.

“Okey. Kalau gue menang, gue boleh ngobrol sama Gayatri kan?”

“Silakan, kita gak akan ngelarang. Tapi, masalah si Aya mau ngerespon apa nggak obrolan lo, kita gak ikut campur.” Dewa mengangkat kedua tangannya ke udara.

“Okey. Deal!” Shaka mengulurkan tangannya pada remaja itu.

“Deal!” remaja tersebut menjabatnya dengan erat. Mereka sudah sepakat.

“Ya udah, lo buka rantainya. Jangan sampe nyokapnya si Aya datang ke sini bawain sapu buat lo.” Zaidan segera mengingatkan.

Dengan berat hati Shaka pun berjongkok lalu membuka gembok rantai yang ia pasang di ban motor gayatri dan miliknya. Ia melihat wajah Gayatri sekilas, tetapi gadis itu tidak peduli dengan lirikan Shaka. Ia segera memundurkan motornya dengan di bantu oleh Zaidan.

“Gue balik dulu,” pamit Zaidan pada teman-temannya.

“Iya, jagain Aya. Hati-hati dijalan Ya,” Remaja itu berpesan bergantian pada Gayatri dan Zaidan.

Hanya Zaidan yang mengangguki sementara Gayatri langsung tancap gas meninggalkan mereka semua diekori oleh Zaidan.

“Apaan lo ngeliatin si Aya? Balik lo sana!” seru remaja itu, memerintah Shaka dengan lirikan mata yang mengusir.

Shaka tidak menimpali, ia segera memakai helmnya dan menunggangi kuda besi berwarna hitam miliknya. Kali ini ia gagal membuat Gayatri berbicara, tetapi lain kali ia pastikan akan berhasil.

****

1
Eka Kurnia Sari
kereeennn ceritanya 👍👍👍
Siti Nina
Ya ampun ngakak 😂😂😂
Siti Nina
oke 👍👍👍
Anis Mawati
gayatri sekar ayu
Anis Mawati
kyknya jodohnya galih si alya
Anis Mawati
😭😭😭
Anis Mawati
serang
Anis Mawati
ikut tegang
Anis Mawati
kayaknya dion dech,trus si galih dkambing hitamkan
Anis Mawati
ruwet mikirin benang kusut,ceritanya seru thor
Anis Mawati
kakanya aya jd kmbing hitam perbuatan dion deh kuaknya
Anis Mawati
ikut tegang q thor
Anis Mawati
jangan2 itu yg bunuh rasya
Anis Mawati
pa g da dokter dsana smpai dbwa kedokter hewan
Anis Mawati
motor rasya
Anis Mawati
gayatri saksi meninggalnya rasya
Anis Mawati
muka shaka baby face y thot😁😁😁
Supriyatijunaidi Wicaksono
Luar biasa
Kirana di Nabastala
ceritamu keren banget Thor👍🏾
Kirana di Nabastala
keren bingit kak 😱💪🏾💪🏾💪🏾😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!