Dua bulan lalu, Luella Brynn dipaksa menikah dengan seseorang Bernama Edric Alton yang tidak ia inginkan dan tidak ia kenal. Hanya untuk mengikuti permintaan mendiang orangtua Edric. Pernikahan hanya sebatas formalitas di hadapan orangtua Edric, dan begitu orangtua Edric meninggal. Luella di ceraikan begitu saja oleh Edric. Tidak ada kata perpisahan, hanya ada selembar cek dengan nominal fantastis sebagai rasa terimakasih karena Luella bersedia membantu Edric. Lalu bagaimana dengan kehidupan Luella dan Edric pasca bercerai? Dengan status baru yang akan mereka bawa satu sama lain, sedangkan usia Luella terbilang masih sangat muda bahkan usianya terpaut 15 tahun dengan Edric.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6
Henry sedang dalam perjalanan menuju kantor Luella, karena tadi pagi dia mengantar mantan kekasihnya tersebut, dan dia juga harus bertanggung jawab untuk menjemputnya dan mengantarkannya kerumah.
Henry telah sampai di kantor tersebut, dia memarkirkan mobilnya di basement, kemudian dia segera naik untuk menemui temannya.
Toktoktok!
“Hey Cal” sapa Henry.
“Her Henry, how are you?” tanya Cal
“Same old, how about you?”
“Pretty good. Thank you for asking. Tumben, ada apa?”
“Luella kerja disini”
“Oh ya?”
“Iya, aku jemput dia”
“Bro, sorry. Kalian sudah selesai kan?”
“Aku mau kembali sama Luella”
“Wth? Are you serious?”
“Pernikahan itu cuma akal-akalan Ibu tirinya”
“Oh, Sorry Bro”
“It’s okay”
Henry dan Cal saling mengobrol membahas beberapa pekerjaan mereka. Hinga waktu menunjukan pukul lima sore. Henry berpamitan untuk menjemput Luella.
“Bro, kita turun ke floornya Luella” ucap Cal.
Henry hanya mengangguk, kemudian kedua CEO dari perusahaan berbeda itu segera menuju lift dan turun menuju lantai dimana Luella berada.
Semua mata karyawan tertuju pada kedatangan dua pria tampan tersebut. Mereka menyapa kedatangan CEOnya dan rekan dari CEO tersebut.
“Ini ruangan kerja mereka, silahkan cari dimana wanitamu” ucap Cal sambil menepuk bahu Henry.
“Luella, kita pulang sekarang. Ini sudah waktunya pulang, Cal juga tidak akan membayar uang lembur” Ucap Henry dengan suara sedikit keras.
Beberapa orang tersenyum, dan Cal terkejut dengan ucapan Henry yang mengatakan dia tidak membayar laryawan yang lembur.
Sementara Luella menahan malu karena sikap Henry, dia berdiri dari tempat duduknya dan menyapa Cal dengan sopan.
“Luella, kamu harus segera pulang sebelum Henry mengacak-acak kantor saya” goda Cal.
Luella hanya tersenyum malu, sementara karyawan lain begitu tercengang melihat pria yang bersama Luella adalah rekan CEOnya. Yang artinya, Henry juga bukan orang biasa.
Henry menggandeng tangan Luella kemudian membawanya menuju lift, dan mereka segera turun menuju basement untuk segera pulang.
“Gimana hari ini?” tanya Henry basa-basi.
“Hari ini cukup baik, karena tidak terlalu banyak permintaan untuk desain” jawab Luella.
“Mau makan dulu? Aku lapar”
“Boleh”
“Kamu masih suka sushi?”
“Haha… masih kok”
“Oke, kita beli sushi”
Luella tersenyum menatap Henry, kemudian dia kembali menatap jalanan. Sementara Henry fokus mengemudikan mobilnya. Sesekali mereka bergurau, saling tertawa dan mendengarkan satu sama lain.
Tidak membutuhkan waktu lama untuk mereka kembali akrab, karena sebelumnya memang mereka sudah menjalin hubungan cukup lama, dan kemudian mereka berpisah karena Luella harus di paksa menikah.
Diawal perpisahan, Henry begitu membenci Luella, namun seiring berjalan waktu Henry mengetahui jika itu bukan kemauan Luella, melainkan paksaan Ibunya. Dan pernikahan tersebut hanya bertahan tidak sampai satu bulan, dan itulah yang membuat Henry kembali mencari Luella.
Mobil Henry telah sampai di sebuah resoran besar, yang tidak berada di dalam pusat perbelanjaan. Sebuah restoran yang dulu menjadi favorit Luella dan juga Henry.
Keduanya duduk berhadapan, mereka membuka buku menu, kemudian segera memesan jenis makanan yang menjadi favorit mereka.
“Jadi selama 1 tahun itu, kamu menahan semuanya sendirian?” tanya Henry.
“Iya” jawab Luella dengan nada lirih.
“Sekarang tidak lagi, ada aku. Apapun masalah kamu, ceritakan. Belajar dari kesalahan kamu yang dulu, kita berpisah karena kamu tidak mau jujur dengan masalah kamu” jelas Henry.
“Aku minta maaf Henry, aku bahkan sudah menyakiti kamu” ucap Luella.
“Aku sudah memaafkan kamu, dan kamu tidak sepenuhnya bersalah Luella” ucap Henry sambil menggenggam tangan Luella.
Mereka menghabiskan waktu cukup lama di restoran tersebut, tidak hanya makan, mereka juga berbicara tentang beberapa hal yang terlewatkan saat mereka tidak bersama.
Dan saat mengetahui jika Luella harus kencan buta, Henry merasa cemburu dan dia tidak mengizinkan Luella untuk menyetujui permintaan gila yang dibuat oleh Ibu tirinya.