NovelToon NovelToon
AJIAN PEMIKAT NYAI RONGGENG

AJIAN PEMIKAT NYAI RONGGENG

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Balas Dendam / Roh Supernatural / Pelakor jahat / Saling selingkuh / Romansa pedesaan
Popularitas:34.7k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Kisah sebuah balas dendam dari seorang wanita bernama Kiara yang dikhianati oleh kekasihnya sendiri, membawanya bertemu dengan sosok NYAI RONGGENG yang dapat menjanjikan kecantikan, dan digemari banyak pria.

Kisah mistis ini berasal dari daerah Dusun 16, Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan-Deli Serdang-Sumutera Utara (Sekitaran Medan).

Bagaimana kisah Kiara selanjutnya? ikuti kisahnya dalam novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hilang-2

Malam tampak gelap, suasana terlihat begitu hening.

Seorang pemuda berjalan dipematang sawah dengan langkah yang sangat hati-hati.

Ia terlihat sangat was-was, takut jika nantinya ada yang memergokinya.

Langkahnya membawa ia menuju makam keramat milik seorang penari Ronggeng yang sudah berusia ratusan tahun lalu.

Ia mengedarkan pandangannya ke segala arah, berharap tak ada yang melihatnya, dan ia mengatur nafasnya agar kembali normal.

Pemuda itu menatap sebuah bangunan permanen bercat putih, dan didalamnya terdapat sebuah makam yang dikeramatkan dan dapat mengabulkan permintaan mereka yang menginginkan kecantikan, banyak penggemar, dan pastinya kesenangan dunia.

Kebanyakan dari yang datang adalah para wanita LC, kupu-kupu malam dan sebagainya. Apapun tujuan mereka, semua adalah tipu daya setan.

Rama membawa cangkul ditangan kanannya, dan ketika melewati makam tersebut, ia merasakan bulu kuduknya meremang, dan suasana semakin tak nyaman.

Pemuda itu bergidik ngeri, lalu mempercepat langkahnya menuju rimbunan pohon pisang, ia harus segera mengubur jasad Kiara, sebelum ada yang melihatnya.

Ia tak ingin masuk penjara, apalagi dua minggu lagi akan menikah dengan Reva, ia tak mau impian yang sudah ia bangun hancur begitu saja.

Pemuda itu tiba dibawah rumpun pohon pisang. Langkahnya terhenti, sejenak mematung, dan memandangi tumpukan kelaras kering yang tersapu cahaya rembulan

Jantungnya berdegub kencang, dan ia merasa gugup saat menarik kelaras tersebut.

Deeeg

Jantungnya hampir berhenti berdetak, ketika ia melihat satu tubuh manusia yang sudah terbujur kaku.

"Maafkan aku, Kiara. Kamu harus ku kubur, bersama dengan semua harapan dan cintamu. Aku tak pernah mencintaimu, kau hanya gadis bodoh yang terlalu berambisi ingin mendapatkanku!" ucapnya dengan nada merendahkan, bahkan saat ini tak ada empati dihatinya.

Dengan segenap tenaganya, ia mulai menggali, lalu menguburkan jasad Kiara didalamnya, dan menutupnya dengan kelaras kering.

"Selamat tinggal Kiara." ucapnya dengan sinis, lalu melangkah pergi meninggalkan makam buatannya.

****

Pagi menjelang, dua hari berlalu, dan Reva datang mengunjungi Rama yang saat ini sedang memanen padi. Sesuai perjanjian mereka, selesai masa panen, pernikahan akan digelar.

"Bang, bagaimana dengan jasad Kiara, bisiknya ditelinga sang pemuda, dan terlihat beberapa orang yang ikut mengambil upahan panen padi menatap keduanya, sebab bagaimanapun, kabar yang beredar jika Rama akan menikahi Kiara, tetapi mengapa justru terlihat mesra dengan Reva?

Rama menarik nafasnya dengan dalam, menghela secara perlahan. "Tenanglah, abang sudah menguburkannya, tak kan ada yang mengetahuinya, kamu tenang saja. Sebaiknya kamu pulang, jangan dekat-dekati abang, nanti ada yang curiga, besok kita ketemu ditoko emas," pesannya pada gadis tersebut.

Reva mengangguk setuju, sebelum hari pernikahan itu digelar dengan mewah, maka mereka jangan memperlihatkan kedekatan terlebih dahulu, sebab akan ada yang mencurigainya.

Panen padi berjalan dengan harapan, dan membuat Rama semakin senang, sebab impiannya akan segera terwujud.

Sementara itu, Halimah terlihat gusar, hatinya cemas menantikan kepulangan puterinya, entah dimana saat ini ia berada.

"Kiara, pulanglah, Nak. Apakah ada yang salah pada mamak dan ayah? Kenapa kau sampai pergi tak pulang kerumah?" wanita itu meratapi kepergian puterinya, dan segala doa serta harapan ia lantunkan, membangun keyakinan jima puterinya akan kembali.

Syamsuddin baru saja pulang dari kantor yang terletak diperkebunan kelapa sawit, dan wajahnya juga terlihat sangat tak tenang menanti kabar tentang keberadaan puteri satu-satunya.

"Bang, apa sudah ada kabar tentang Kiara?" tanya Halimah dengan cepat.

Pria itu menggelengkan kepalanya, dan wajahnya tampak pucat, tak tidur semalaman, sebab terlalu banyak berfikir.

"Abang sudah buat laporan ke Polisi, dan juga sudah membayarnya, agar laporan cepat ditindak," Syamsuddin mengambil langkah yang cepat, karena hanya dengan memberikan amplop coklat, membuat urusannya cepat ditanggapi.

Halimah merasakan dunianya hancur, dan seolah langit runtuh, ia sangat tidak menginginkan hal buruk terjadi pada puterinya.

Tanpa terasa bulir bening jatuh disudut matanya.

Syamsuddin menghampiri sang istri, dan mendekapnya dengan hangat, memberikan kenyamanan dari segala gundah yang saat ini sedang dihadapi oleh sang istri.

"Bersabarlah, Dik, doa yang banyak, agar Kiara segera ditemukan." pria itu mengusap punggung sang istri yang terguncang akibat sedu dan sedannya.

Halimah tak mampu mengungkapkan rasa gelisahnya, ia semakin tersedu, berharap keajaiban datang.

****

Keesokan harinya, polisi dikerahkan untuk mencari keberadaan Kiara, hal ini membuat kekhawatiran bagi Rama, ia merasa sangat takut jika sampai makam baru yang dibuatnya terdeteksi oleh kepolisian.

Polisi terus menyisir hingga sampai keperkebunan tembakau, perkebunan kelapa sawit, tetapi tak juga menemukan hasil, semua sia-sia, bahkan hingga larut malam, tak ada yang memberikan tanda jika puteri mereka ditemukan.

Hal itu membuat Halimah dan Syamsuddin harus pasrah.

Kiara kini hilang, tak tau dimana rimbanya.

Melihat Polisi tak menemukan keberadaan Kiara, Rama bernafas lega, setidaknya ia terbebas dari jerat hukum yang akan membawanya ke jeruji besi.

Keesokan paginya, Ia menghubungi Reva kembali, setelah rencananya tertunda, dan meminta untuk gadis itu menunggunya di toko Mas yang ia janjikan.

Pemuda itu mengendarai motor miliknya yang mana hasil dari memoroti Kiara semasa mereka berpacaran.

Sawah yang dipanen itu juga milik ayah Kiara, ia hanya mendapatkan seperenam bagian saja, dan itu juga karena Kiara yang meminta kepada ayahnya agar memberi pekerjaan pada pemuda pengangguran tersebut.

Sebab diberi pekerjaan diperkebunan kelapa sawit tidak sanggup, ia tidak bisa memanen, sebab tak ingin keluar tenaga, sehingga hanya mengambil upah menjaga burung disawah.

Dengan mengendarai motor matic berukuran besar, ia merasa sudah terlihat semakin tampan, lalu melaju tanpa beban, meskipun sudah melenyapkan gadis yang mencintainya dengan tulus.

Setibanya di toko, ia melihat Reva sudah menunggunya dengan tak sabar, gadis itu menyambutnya dengan wajah sumringah.

"Lama kali pun, Abang," ia terlihat merajuk saat menyambut sang pemuda.

"Maaf, Sayang. Ayo kita ke toko Mas--nya, kamu pilih mana yang kamu sukai." pemuda itu merangkul pinggang sang gadis, lalu berjalan bersama memasuki toko.

Mereka sudah merencanakan semuanya, dan berjalan sesuai ekspektasi, ini sangat membahagiakan.

Sementara itu, Syamsuddin yang saat ini sedang dalam masa berkabung, tiba-tiba saja terkejut saat melihat ponsel miliknya yang sudah beberapa hari tidak ia buka karena memiliki dua ponsel, dimana ia menemukan kejanggalan yang aneh, notifikasi dari bank-ing yang memperlihatkan penarikan uang dalam jumlah besar selama tiga hari berturut-turut direkening miliknya, dan ini sangat mencengangkan.

"Dik, kamu ada ambil uang dalam jumlah tiga puluh juta untuk apa?" tanya Syamsuddin dengan rasa penasaran.

Halimah yang ditanya justru bingung, sebab selama ini ia tidak mengusik kartu Debit suaminya, semua urusan suami dan Kiara yang melakukannya.

~Abang dan Adik adalah panggilan umum untuk suami dan istri, ataupun sepasang kekasih, antara saudara di Sumatera Utara.

1
FiaNasa
ternyata kencing NYI ronggeng bisa jadi senjata ya🤣🤣
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
hahhhh di kencingi kok bisa
2 kali malah

kek mana membyangkan nya ya
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
wis klo deterjen sudah beraksi semua bersih seketika

tp bahanya ya ttp ada mkne bersih2 harus pilih2 dlu ya jgn asal2 nnti blik ke badan sndri repot 😝
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
lho lho lho
jdi uang itu ahhh kapok mu kapan
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
waduh ini peperangan baru di mulai
kira2 akan kah terlepas dr jerat nyai rongeng si kiara itu g ya ahhh bengek deh
Desyi Alawiyah
Siapa wanita itu? Ada masalah apa sama Kiara... 😪😪😪
Nurr Tika
ki wage bukan lawanya
Arinda Fira
Dari selingkuh jadi pembunuh
Arinda Fira
astaga rama, dapat yang setia malah cari barang murah
🌹Widian,🧕🧕🌹
gimana buat menghindari dari peletnya Kiara, kan kasihan pak kades jadi begitu ?
FiaNasa
kau ini fitnah saja Lo tin,,kan jadi Ken tempeleng si Wegom alias Wewe gombel🤣🤣sabar ya wegom🤣
Titik wildan
belum ada yg bisa menghentikan nyi ronggeng,yg di kira akan bantuin kiara ternyata belum nongol lagi,malah jauh
Nurr Tika
lanjut thor
FiaNasa
pasti Reno nasibnya sama kek Rama,,itu dipanggil NYI ronggeng buat dibunuh lalu mayatnya ditaruh di bekas galian kubur itu
FiaNasa
itu rudalnya si Reno mau lepas landas beidah😄😄😄
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
lhaha kadi kok g bisa lihat trus piye
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
ahhh trus piye jal
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
hahh reno meningal lagi knp malh smkin bnyk korbanya ini mah lrbih dr gila
༺⬙⃟⛅y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔
hahhhh pie sih mlh dadi kebalik
Tini Nurhenti
/Joyful//Joyful//Joyful//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!