⚠️Dilarang Boom Like
Dari Cinta menjadi Benci, itu lah yang Ry rasakan terhadap kekasihnya. Ry begitu mencintai kekasihnya bahkan tidak pernah mendengarkan perkataan orang lain bahwa kekasihnya selingkuh. Ry terlalu mempercayai kekasih hingga akhirnya kekasih nya memilih menikahi perempuan selingkuhnya.
Sejak saat itu Ry benar membenci kekasihnya yang sudah berstatus mantan kekasih.
Saat perayaan kelulusan nasib sial menimpa Ry dia terkena razia oleh seorang pak polisi, karena Ry belum memiliki SIM dan tidak memakai helem sehingga menyebabkan motor kesayangan di tahan oleh pak polisi. Dari situlah Ry membenci pak polisi tersebut.
Apakah Ry tahu arti kata Benci itu ialah Benar Cinta? Apakah perasaan Benci Ry akan berubah menjadi cinta terhadap Pakpol?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nikah Sirih
"Menikah dengan orang yang Ry cintai itu harapan, tapi mencintai orang yang sudah menikah dengan Ry itu kewajiban."
"Ah, kamu." Mereka saling memandang satu sama lain, sambil mengatakan hal yang sama.
"Apa yang telah kamu lakukan pada aku. " Si perempuan itu melepaskan pelukan dari Kevin, si perempuan itu ialah Ry, Ry segera duduk di atas tempat lalu dia mengambil bantal guling.
Bought.........Bought
"Dasar laki-laki berengsek, apa yang sudah kamu lakukan kepada aku?"Ry memukul badan Kevin mengunakan bantal.
"Eh kamu jangan main asal mukul aja." Kevin segera bangun dari tidurnya lalu dia mencoba menahan pukulan Ry dengan mengunakan batal.
"Kamu sudah ngapain aku?" tanya Ry.
"Udah dong mukulin aku, aku gak bisa bicara nih," kata Kevin.
"Aww, pasti kamu udah ngelakuin sesuatu ama aku itu buktinya kamu telanjang." Ry berhenti memukul Kevin lalu dia melihat Kevin yang bertelanjang dada memperlihatkan roti sobek selain itu Ry melihat bagian bawah Kevin hanya memakai boxer.
"Apa yang kalian berdua lakukan di kamar ini?" Mbah Milah yang sudah berdiri di depan pintu kamar sambil berdecak pinggang melihat ke arah Kevin dan Ry.
"Hiks hiks hiks mbah." Ry turun dari tempat tidur lalu Ry berlari ke arah mbah Milah, Ry memeluk badan mbah Milah sambil menangis.
"Mbah Milah dia siapa?" Kevin terkejut saat mengetahui Ry memanggil mbah Milah dengan sebutan mbah.
"Keponakan om, apa yang telah kamu lakukan kepada dia?" Om Diko berjalan menghampiri Kevin yang masih duduk di atas tempat tidur sambil bersadar di dasbor tempat tidur.
"Aku tidak melakukan apa-apa kepada dia om," jawab Kevin.
"Mana mungkin kamu tidak melakukan apa-apa kepada ponakan aku, dengan kondisi kamu bertelanjang dada saat ini." Om Diko sudah berdiri di samping tempat tidur sambil menatap tajam ke arah Kevin.
"Mbah om aku berani bersumpah demi Allah, aku tidak melakukan apa-apa kepada dia." Kevin mencoba menyakinkan kepada mbah dan om bahwa dia tidak melakukan kepada Ry.
"Vin, pakai pakaian kamu. Kita bicarakan ini semua di ruang tamu." Mbah Milah melepaskan pelukan Ry lalu dia mengandeng tangan Ry.
Malam Hari.........
Semua anggota keluarga Ry sudah berkumpul, anggota keluarga Kevin hanya ada bibi dan mbahnya. Bunda Kevin tidak bisa datang ke sana sehingga menyuruh mbah dan bibi menyelesaikan masalah Kevin dan Ry.
Mereka sedang duduk di ruang tamu hanya beralaskan tikar.
"Apa kamu tahu kami mencari keberadaan kamu kesana kemari?" Lia yang wajahnya sudah merah karena marah dengan Ry.
"Ternyata kamu malah di sini," kata mama.
"Sebenarnya apa yang terjadi Dikin dan Eli?" tanya mbah Milah.
"Dia kabur dari rumah, karena mau kami jodohka mbah," jawab papa.
"Kamu mau menjodohkan embem ama siapa?" Mbah Milah merasa legah Ry kabur dari rumah karena mau di jodoh oleh kedua orang tuanya.
"Anak sahabat aku mbah," jawab papa.
"Diki aku menyuruh ke sini karena ada hal yang ingin aku sampaikan kepada kamu sekeluarga," kata mbah Milah.
"Apa yang ingin mbah Milah sampaikan?" Dikin yang penasaran lalu dia menoleh ke arah mbah Milah, Mbah Milah duduk di tengah di antara Ry dan seorang laki-laki. Dikin melihat ke arah laki-laki yang pernah dia berikan nasi padang.
"Aku ingin menikahkan Embem dengan cucu aku," jawab mbah Milah.
"Apa menikah?" Dikin terkejut mendengarkan perkataan mbah Milah.
"Aduh mbah Milah, dia aja belum ngambil ijazah masak menikah sih," kata Lia.
"Cucu mbah yang mana?" Mama melihat ke arah seorang laki-laki yang dari tadi menundukkan kepala, si laki-laki yang duduk di samping mbah Milah.
"Cepat perkenalkan nama kamu." Mbah Milah menyuruh Kevin memperkenalkan dirinya kepada keluarganya.
"Kevin Adhitama." Setelah Kevin memperkenalkan dirinya kepada keluarga Ry, lalu dia menyalim punggung tangan keluarga Ry secara bergantian.
"Oo, jadi kamu anak mendiang Adhitama, apa kamu masih ingat dengan aku?" tanya papa.
"Masih bapak yang memberikan saya nasi padang waktu itu." Kevin melihat ke arah papa Ry ternyata Papa Ry, Pria yang waktu itu memberikan dia nasi padang.
Mbah Milah menceritakan kejadian Kevin dan Ry yang berada di dalam satu tempat tidur dengan posisi saling berpelukan. Keluarga Ry begitu terkejut saat mendengarkan cerita mbah Milah. Mbah Milah mengatakan bahwa Diko lah yang pertama kali melihat kejadian itu saat masuk ke dalam kamar Kevin.
Keluarga Ry dan keluarga Kevin memutuskan untuk menikahkan mereka secara agama biasa di sebut dengan nikah sirih. Kevin dan Ry sama-sama tidak ingin menikah sirih tapi mereka sudah tidak punya pilihan lain. Diko yang menjabat sebagai pak Rt di tempat tinggal mbah Milah mengancam Kevin dan Ry kalau mereka tidak mau menikah malam ini maka mereka besok pagi akan di arak-arak sepanjang jalan sebagai pasangan bermuat mesum.
Sehingga mau tak mau merek malam menikah sirih. Hanya ada satu orang yang paling merasa senang Kevin dan Ry menikah yaitu mbah Milah. Mbah Milah sudah lama menginginkan Kevin menikah dengan Ry, alhamdulillah malam ini keinginan mbah Milah bisa terwujud. Mbah Milah bisa melihat Kevin dan Ry menikah di rumahnya.
"Aku terima nikah dan kawinnya Mentary Tri Putri Binti Dikin dengan emas kawin berupa Cincin emas di bayar tunai." Kevin yang menjabat tangan papa Ry sambil mengucapkan ijab qabul.
"Sah."
"Sah."
"Sah."
Setelah para saksi mengatakan pernikahan itu sah maka secara agama Kevin dan Ry sudah menjadi pasangan suami istri. Pak Penghulu menyuruh Kevin memasangkan emas kawin yang berupa cincin di jari manis Ry yang berada di tangan Kiri.
"Saudari Mentary salim punggung tangan saudara Kevin yang sudah menjadi suami saudari Mentary," kata pak Penghulu.
"Iya pak." Kevin yang sudah mengulurkan tangan kanannya lalu Ry segera menyalim punggung tangan Kevin.
"Saudara Kevin cium kening saudari Mentary," kata Pak Penghulu.
"Cup." Kevin mendekatkan bibirnya ke kening Ry setelah itu dia mengecup kening Ry.
Dag.......... Dig.......... Dug
Saat Kevin mengecup kening Ry, tiba-tiba saja jantung Ry berbunyi begitu kuat. Ry merasa bingung kenapa rasa jantung Ry mau copot mendapatkan kecupan di kening oleh Kevin.
"Kalau mau lanjutkan yang lebih silahkan setelah ini," kata Pak Penghulu.
Kevin yang mendengar perkataan pak Penghulu segera menjauhkan badanya dari Ry. Kevin segera menoleh ke arah pak Penghulu, pak Penghulu memberikan sebuah kertas sebagai bukti bahwa Kevin Adhitama dan Mentary Tri Putri telah melakukan pernikahan sirih.
Setelah pak Penghulu, dua orang pria sebagai saksi pergi dari rumah mbah Milah, hanya tinggal keluarga Ry dan keluarga Kevin di rumah tersebut .
"Tadi itu pernikahan sirih, lalu mana sirihnya?" Ry yang dari tadi penasaran dengan pernikahan sirih akhirnya Ry membuka suara untuk bertanya tentang pernikahan sirih.
...~ Bersambung ~...