NovelToon NovelToon
PEBINOR YANG TAK DIRINDUKAN

PEBINOR YANG TAK DIRINDUKAN

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Duniahiburan / Anak Yatim Piatu / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: mama reni

Naya, harus menerima kenyataan bahwa suaminya yang bernama Hanif,merupakan seorang Aktor ingin melakukan poligami terhadap dirinya dengan seorang aktris lawan main suaminya.

Kehidupan pernikahan mereka yang awalnya baik-baik saja harus hancur berantakan atas keputusan sepihak tersebut, sementara itu disisi lain, seorang Aktor terkenal bernama Kenzo mengetahui hal ini yang membuat dirinya menaruh iba dan perhatian kepada Naya.

Tapi siapa sangka, rasa iba itu berubah menjadi keinginan Kenzo untuk merebut Naya dari suaminya.

Apakah Kenzo dapat merebut Naya dari suaminya?

Novel ini hanya halu dari penulis. Mohon maaf jika ada isi yang kurang berkenan.

ig : reni_nofita79
fb : reni nofita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Sebelas. PYTD.

Acara wisuda sudah di mulai. Mata Naya selalu memandangi pintu masuk aula. Naya masih sangat berharap kedatangan bapak dan ibunya.

Hingga namanya dipanggil, Naya masih berharap kedatangan Hanif dan kedua orang tuanya.

Naya sangat sedih karena semua temannya ditemani keluarga. Naya hanya seorang diri. Naya berfoto sebentar dengan temannya, setelah itu Naya berlari menuju taman belakang kampus.

Tangis Naya pecah di taman. Kembali Hanif suaminya tidak menepati janji. Jika saja kedua orang tuanya hadir.

"Ya Tuhan, kenapa Bapak dan Ibu belum sampai juga. Padahal dari kemarin udah berangkat. Kemana Bapak dan Ibu?"

Naya menarik napas panjang, setelah itu menghapus air mata yang tumpah membasahi pipinya.

"Apakah kerjaan lebih penting bagi Mas Hanif dari pada aku. Padahal ini hanya terjadi sekali seumur hidupku. Tak akan terulang kedua kalinya."

Setelah lima belas menit menangis hingga matanya merah dan membengkak, Naya berjalan keluar dari kampus. Saat akan memanggil taksi, Naya mendengar namanya dipanggil.

Naya menoleh ke arah suara yang memanggil namanya dan kaget melihat Hanif yang turun dari mobil menghampiri dirinya.

"Sayang, maaf Mas tadi tidak sempat menghadiri acara wisudamu," ucap Hanif mendekati istrinya dan memeluk Naya.

"Mas jahat banget. Padahal ini acara hanya sekali seumur hidup. Bapak dan Ibu juga tidak bisa hadir. Kenapa mereka belum sampai juga?" ucap Naya. Tampak air mata mengalir dari sudut matanya.

"Sayang, kita pulang aja."

"Mas, aku udah menghubungi keluarga di kampung tapi tidak ada yang mau menjawab telepon dariku. Aku sangat cemas, Mas."

"Kita pulang dulu. Sekali lagi maafkan Mas, karena Mas tidak bisa menghadiri wisuda kamu. Nanti pasti kita rayakan berdua."

Sepanjang perjalanan tampak Naya yang duduk dengan gelisah. Hanif meraih tangan kanan istrinya itu. Hanif menggenggam tangan Naya dan mengecupnya.

Saat ini di rumah kediaman mereka keluarga Naya dan tetangga juga kedua orang tua Naya telah berkumpul.

Hanif telah mengetahui kecelakaan itu saat tadi Naya hendak ke wisuda. Namun, Hanif tidak sanggup mengatakan semua dengan Naya.

Hanif langsung menuju rumah sakit setelah Naya ke kampus. Mengurus kepulangan jenazah kedua orang tua Naya-lah yang menyebabkan Hanif tidak bisa menghadiri acara wisuda istrinya itu.

Semakin mendekati rumah mereka Hanif makin mempererat genggaman tangannya dengan Naya.

Naya kaget saat sampai di depan rumahnya, orang banyak berkumpul. Yang tidak kalah membuat Naya kaget saat melihat ada bendera putih di pagar rumah mereka.

"Kenapa rumah kita rame,Mas? Kenapa ada bendera putih?" ucap Naya dengan gugup.

"Kita turun dulu. Nanti Mas jelaskan!"

Hanif mengajak Naya turun dan menggenggam tangannya saat berjalan melewati orang-orang yang ramai duduk di halaman rumah mereka.

Naya tersenyum dengan para tetangga. Saat mau masuk ke rumah tampak keluarga Naya telah berkumpul.

Seorang wanita paruh baya berdiri dan langsung memeluk Naya. Tangis wanita itu pecah saat memeluk Naya.

"Ada apa ini, Tante? Kenapa tante menangis? Mana bapak dan ibu?" tanya Naya dengan gugup.

Bukannya menjawab pertanyaan Naya, tangis wanita itu makin pecah dipelukan Naya. Istri Hanif itu lalu melepaskan pelukan, makin berjalan masuk ke rumah. Naya melihat orang-orang pada menangis.

"Ada apa ini, Mas? Katakan saja dengan jujur. Apa Bapak dan Ibu ...," ucapan Naya terhenti. Air mata kembali jatuh membasahi pipinya.

"Kamu yang tabah ya,Sayang!" ucap Hanif.

Naya tidak mendengarkan ucapan Hanif, dia terus berjalan masuk dan di tengah rumah di ruang keluarga ada dua orang yang ditutupi wajahnya.

Naya melihat kedua mertuanya di antara banyaknya orang-orang itu.

"Siapa yang meninggal, Umi?" tanya Naya dengan ibu mertuanya.

Naya berlutut di depan kedua jenazah itu. Naya membuka perlahan penutup salah satu jenazah.

Saat kain terbuka dan melihat wajah siapa itu, Naya langsung lemas dan terduduk. Hanif memeluk tubuh istrinya.

"Bapak, ini tidak mungkin," gumam Naya. Lalu Naya membuka penutup kain yang satu lagi. Tubuhnya tampak makin lemas melihat wajah siapa yang ada dibalik kain.

"Ibu ...." Akhirnya Naya berteriak dengan histeris dan memeluk tubuh ibunya.

"Ibu bangun. Jangan bercanda, Bu. Naya tidak suka. Bangunlah, Bu. Lihatlah Naya, saat ini anak ibu telah wisuda dan jadi sarjana."

Naya memeluk ibunya dengan tangis yang makin kenceng. Naya mengguncang pelan tubuh ibunya. Setelah itu Naya kembali ke tubuh Bapaknya. Kembali Naya mengguncang tubuh bapaknya.

"Bapak, bangun. Jangan bercanda juga. Bapak lihatlah Naya. Naya telah memenuhi janji Naya untuk dapat menjadi kebanggaan Bapak. Naya wisuda dengan nilai yang tinggi. Bangunlah, Pak," ucap Naya.

Ibu mertua Naya mendekati wanita itu san memeluk tubuhnya.

"Naya, yang sabar Nak. Bapak dan Ibu kamu telah tenang. Kamu harus ikhlas melepaskan kepergian kedua orang tuamu."

"Apa maksud, Umi? Apa Bapak dan Ibuku benar telah tiada? Ini cuma mimpikan?" tanya Naya dengan suara terbata.

"Sabar, Nak. Kedua orang tuamu telah tenang. Kamu yang sabar dan ikhlas menghadapi semua ini," ucap Umi.

"Tiddaaakkk," teriak Naya lagi.

"Bapak, Ibu ... ini mimpikan? Bapak sama Ibu tidak mungkin meninggalkan Naya. Naya sama siapa nanti? Bapak, Ibu, bangun," teriak Naya memeluk tubuh kedua orang tuanya.

Setelah itu tampak tubuh Naya lemah dan jatuh kepelukan ibunya. Naya pingsan dengan memeluk tubuh ibunya.

Hanif menggendong tubuh Naya, masuk ke kamar dan membalurkan seluruh tubuh istrinya dengan minyak kayu putih. Hanif berusaha membuat istrinya sadar karena jenazah kedua orang tua Naya akan dimandikan.

...****************...

Bersambung

1
74 Jameela
Adi l hnya mudah terucap tp terlaksananya..😤😤😤
fsf
keren Kenzo 👍👍👍👍 ini baru laki laki sejati
fsf
Masya Allah Naya cantik banget
selamat y sekarang sah jd suami istri
fsf
semoga bahagia nay
fsf
mama Kenzo dan Naya senasib
fsf
suatu saat nanti karma akan datang padamu hanif
fsf
sebelum poligami aja sudah ngak adil apalagi sekarang sudah ada istri kedua mana ada yg adil
fsf
orang tau agama bukan berarti dia faham dengan ajaran agamanya seperti Hanif itulah contohnya
fsf
bagai jatuh tertimpa tangga pula malang sekali nasipmu nay 😭
fsf
kasihan Naya 😭
fsf
citra baru berap bulan menjanda sudah mengatal aja tuh orang 😡
fsf
dimana orang tua Hanif apa mereka ngak dengar gosip anaknya
fsf
mulai dah gelap mata gila dunia
Bahari Sandra Puspita
kali ini baca yg tema poligami mam..
ceritanya bagus, gak bertele-tele dan banyak pelajaran yg bisa diambil..
akhirnya happy ending untuk Kenzo dan Naya..
Untuk Hanif, Citra dan Syifa jodohnya masih belum kelihatan hilalnya, hehe..
semoga kalian terus istiqomah memperbaiki diri..

keren mam ceritanya, aku suka..
cuss lanjut novel berikutnya..
semoga sehat terus ya mam..
tetap semangat dan semoga selalu..
💪🏻🙏🏻😘🥰😍🤩🤲🏻💕💕💕
(jangan bosen ya mam, hehe..)
Mama Reni: Lope-lope sekebon jeruk untukmu. 🥰🥰🥰
total 1 replies
Bahari Sandra Puspita
keren mam.. 💕💕💕
trianti
Luar biasa
Haerul Anwar
bacot Abi goblok
Meika Arnefika
,🥰🥰
Ira
Menyalahkan perbuatan sendiri krn takdir emg gila ya.. Jd Allah yg salah gt... Itu semua ulah perbuatan km sendiri... Enak bgt semua krn takdir .. Jd pezina. Perampok.. Pembunuh jg takdir
Silvi Vicka Carolina
cowoknya gondok an ....bahasa indonesia ngambek an
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!